Istri Kecil Dosen Muda

Istri Kecil Dosen Muda
Melewatkan sesuatu


__ADS_3

Dan benar saja sesaat setelah Rafly menekan tombol yang terdapat pada gelangnya puluhan anggota Taiger Dark datang menghampiri mereka.


"Sekarang kau tidak akan bisa sombong lagi gadis kecil, kau akan kalah dan aku akan mendapatkan tubuhmu."ucap Rafly sembari berdiri lalu ia menghampiri Ella dengan raut wajah penuh kemenangan.


"Aku kalah? tidak semudah itu. Pria lemah seperti mu bukanlah tandingan ku."Ella terlihat begitu santai tanpa ada rasa takut sedikit pun.


"Kau masih sombong juga rupanya, baiklah, ayok serang gadis kecil ini."Rafly melirik para anggota Taiger Dark.


"Cih, beraninya keroyokan."cibir Ella sembari menjentikan jarinya dan munculah para anggota AOD bayangan berjejer yang jumlahnya tak kalah banyak dari anggota Taiger Dark.


"Memang kau saja yang bisa memanggil bala bantuan, aku juga bisa."ucap Ella dengan menatap remeh kearah Rafly.


"Siapa kau sebenarnya?"tanya Rafly penasaran, yang ada dalam benaknya saat ini, gadis yang ada di hadapannya bukan lah orang biasa.


"Oh, kau ingin berkenalan dengan ku ya? baiklah, namaku Stela Anandira, kau bisa memanggil ku Ella."Jawab Ella dengan tersenyum manis.


"Kau......."Rafly menatap Ella nyalang penuh amarah.


Tanpa ba, bi, bu lagi, Rafly langsung saja menyerang Ella secara brutal begitu juga dengan para anggota AOD dan juga TD mereka kini sedang bertarung dengan sengit.


Bugh,


Bugh,


Bugh,


Rafly memukul dan juga menendang Ella dengan membabi buta, tapi bukan Ella namanya jika dia tidak bisa menangkis semua serangan itu dengan lihai dan juga lincah.


Berkali-kali Rafly mencoba melukai Ella tapi sayangnya gadis ini tidak selemah yang dia bayangkan, gadis ini begitu pasih dalam menangkis setiap serangannya Rafly yakin Ella bukan lah gadis sembarangan.


"Hanya segitu saja kemampuan mu? ck ck ck, membosankan."decak Ella kesal.


Rafly yang tersulut emosi pun langsung saja mengeluarkan sebuah pistol yang berlambang AD dari dalam saku jaketnya.


"Aku akan segera membunuh mu gadis kecil."ucap Rafly dengan menyeringai.


"Bunuh lah jika kau mampu."tantang Ella.


"Kau yang meminta, maka aku akan mengabulkan nya."Rafly langsung saja mengarahkan pistolnya kerah Ella.


Dor,


Tembakan pertama yang di layangkan oleh Rafly ternyata melesat tanpa mengenai tubuh Ella sedikit pun karna dengan gesit nya Ella berhasil menghindari tembakan itu.

__ADS_1


Dorrr,


Dorr,


Dorrr,


Rafly kembali menembak Ella dengan beruntun, tapi lagi-lagi semua tembakan nya melesat sehingga membuatnya mengerang kesal, amarahnya kian memuncak.


"Sebaiknya kau belajar dahulu cara menembak yang benar."ledek Ella sembari mendekat kearah Rafly dengan tatapan dingin dan juga tajam.


"Kamu hanya sedang beruntung saja, tapi kali ini kau tidak akan bisa lepas dariku."Rafly kembali menyerang Ella dengan memukul dan juga menendang.


Bughh,


Bughh,


Dughh.


Rafly terus menghantam Ella dengan serangannya yang tak beraturan.


"Hais, membosankan sekali."ucap Ella kemudian dia menangkap tangan Rafly yang tengah menyerangnya.


Ella memelintir tangan itu kemudian mendorongnya dengan kuat sehingga Rafly tersungkur di aspal. Tak berhenti sampai disitu Ella juga melayangkan beberapa pukulan telak di wajah mulus Rafly sehingga membuat wajah itu nampak lebam dan juga membiru dengan darah segar menetes di sudut bibirnya.


Bughhh,


Ella menendang kuat tubuh Rafly yang sedang terlentang merasakan sakit sehingga tubuh itu menjadi tengkurap, setelah Rafly tengkurap seperti biasa dia akan menginjak lawannya dengan sangat kuat.


"Hek, sakit bego."ucap Rafly tertahan karna dadanya begitu sesak, Ella memang minginjaknya di bagian punggung.


"Sakit, ya? maaf aku sengaja."Ella tertawa meledek.


"Sekarang jawab pertanyaan ku, apa tujuan mu menculiku?"tanya Ella dingin.


"Lepass."teriak Rafly.


"JAWAB."Ella semakin kuat menginjak punggung Rafly.


"Aku ingin menjadikan mu sandra, aku ingin memancing Ray supaya dia datang ke markas ku, supaya aku bisa leluasa membunuh nya."Jawab Rafly emosi.


"Kak Ray bukan ikan ya, kenapa mesti di pancing segala coba? kalau kamu mau mancing, mancing ikan saja sana."ucap Ella dengan nada polosnya.


"Dasar bunglon."kesal Rafly.

__ADS_1


"Kenapa kau ingin membunuh suamiku? apa salahnya padamu, selama ini dia selalu baik terhadap mu."tanya Ella kembali serius.


"Karna dia adalah penyebab kematian adiku."Jawab Rafly lirih karna dadanya semakin sesak.


"Wait, wait, wait. Sepertinya aku melewatkan sesuatu, berarti penyelidikan ku banyak yang terlewat. Hais, auto kudu belajar jadi detektip dulu ini mah sama upin upin, biar kasus selesai."ujar Ella sembari menyangga dagunya.


"Apa hubungannya Rayen dengan kematian adik mu? apa Rayen membunuh adik mu?"tanya Ella kembali tanpa menyingkirkan kakinya dari punggung Rafly.


"WOY, jawab dong kalo orang nanya."Ella semakin kuat menginjak punggung itu.


"ASTAGA, gue di kacangin. Woy Rafia, Rafika, Rafi' ah. Jawab gue dong, lo punya mulut kagak sih? dari tadi meneng bae."kesal Ella.


"Maaf Quin, orangnya sudah tak sadarkan diri."ucap salah satu anggota AOD yang ternyata sudah selesai bertarung dan kini mereka tengah berjejer menyaksikan kesadisan dan juga kekonyolan sang Quin.


"Ah, iya kah? kenapa si Rafia pingsan?"heran Ella.


"Sepertinya dia kehabisan nafas karna Quin terlalu kuat menginjaknya."ujar anggota yang satunya lagi.


"Diinjak begitu saja pingsan, dasar lemah."cibir Ella kemudian mengangkat kakinya dari punggung Rafly lalu dia menendang tubuh Rafly kuat supaya tubuh itu terlentang kembali.


"Dia pingsan apa mati sih? coba kalian cek."titah nya kepada anggota yang berdiri paling dekat dengannya.


"Dia hanya pingsan Quin,"ujar anggota itu setelah dia mengecek Rafly.


"Kalau begitu bawa dia ke markas, sekap dia di ruang bawah tanah jangan sampai kabur. Aku belum selesai mengintrogasi nya."ucap Ella.


"Baik Quin,"


"Sebenarnya aku ingin sekali merias wajahnya dan juga memotong jari-jarinya dengan pisau kesayangan ku, tapi aku sedang hamil, jadi aku tidak boleh memotong hewan sembarangan."gerutunya Ella.


"Bagaimana dengan para anggota TD ini Quin."ujar anggota AOD sembari melirik puluhan anggota TD yang terbaring tak sadarkan diri.


"Apa mereka mati?"tanya Ella.


"Mereka masih hidup, tapi sepertinya mereka sedang otw menuju kematian."Jawab salah satu anggota AOD bayangan.


"Kirimkan saja mereka ke markas TD, ingat jangan tinggalkan jejak apa pun yang bisa ter endus oleh polisi. Jangan sampai ada orang sekitar yang curiga, kerjakan semuanya dengan rapih tanpa jejak."ucap Ella.


"Siap Quin."Jawab mereka serempak.


"Good, aku pergi dulu, bay."Ella melangkah masuk kedalam mobilnya kemudian dia menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi karna jalanan yang di lewatinya sangat sepi.


Sepanjang perjalanan Ella terus saja berpikir, mengapa Ray bisa menjadi penyebab adiknya Rafly meninggal? tidak mungkin kan jika suaminya itu membunuh adiknya Rafly.

__ADS_1


"Cari tau data diri orang yang sedang di bawa oleh para anggota ke markas, cari tau latar belakangnya terutama adiknya, cari tau penyebab kematian dia. Besok aku tunggu inpormasi nya."Ella terlihat menghubungi seseorang, kemudian dia mematikan sambungan itu setelah dirinya selesai bicara tanpa menunggu jawaban orang yang berada di sebrang sana.


Jejak ya guys😊


__ADS_2