Istri Kecil Dosen Muda

Istri Kecil Dosen Muda
Happy birthday twins


__ADS_3

"Iya, Sayang. Jadi si Aksa itu suka sama kamu dari pas pertama kalian ketemu, dari situ juga dia mulai mencari tau tentang kamu dan mengambil poto kamu secara diam-diam," ujar Ray.


"Aku pertama kali liat dia pas dia lagi shoting, kalo untuk ketemu langsung.... Nah! Iya, aku pertama kali ketemu dia pas tabrakan di kampus," seru Ella.


"Terus apa yang bikin, Kak Ray marah?" lanjutnya yang sudah kembali pada mode normal.


"Dia itu selalu potoin kamu di setiap kali ada kesempatan, bahkan galeri ponselnya di penuhi oleh poto kamu. Bisa di bilang dia terobsesi sama kamu, Sayang. Saat mengetahui itu, aku masih bisa memaafkan dan hanya memberinya sedikit pelajaran, aku pikir dengan itu dia akan jera. Tapi ternyata dia malah semakin menjadi," tutur Ray.


"Apa yang dia lakuin?" Ella terlihat begitu penasaran.


"Dia kembali mengambil poto-poto kamu dan menjadikan poto kamu sebagai pantasi liarnya, bahkan dia mengedit poto dan juga video wanita tanpa busana dengan poto wajah kamu yang dia ambil diam-diam. Aku nggak rela wajah cantik istri aku di jadikan pantasi liar oleh pria lain. Aku nggak Terima, Sayang." Ray menarik Ella kedalam pangkuannya.


"Kakak nggak rela dia mengerang sambil bayangin wajah kamu, dia berfantasi bercinta dengan kamu."


Cup!


Ray mengecup bibir Ella kemudian menyesapnya dengan sedikit kasar.


"Kok aku nggak nyadar kalo dia ngikutin aku?" Ella mendorong Ray yang sedang menyerang bibirnya.


"Itulah kenapa, Kakak selalu menyuruh anak buah kakak untuk ngikutin kamu. Karena terkadang seorang Quin gangster juga bisa lengah," terang Ray.


"Quin gangster juga manusia bukan Tuhan yang tanpa cela." Delik Ella.


"Sekarang, Kak Ray mau apain artis sinetron itu?" tanya Ella.


"Kakak mau ngirim dia ke pulau terpencil, di mana di sana tidak ada kehidupan manusia," ujar Ray.


"Kalo dia mati kelaparan gimana?"


"Nggak akan, karena anak buah kakak bakalan ngirimin semua kebutuhan Aksa di sana. Tempat tinggal pun sudah di persiapkan selayak mungkin."


"Sampai kapan dia berada di sana?"


"Sampai dia jera dan menyadari kesalahannya."


Ray pun kembali memagut bibir ranum Ella dengan bringas penuh napsu, bahkan kini gairah Ray sudah memuncak. Tanpa pikir panjang Ray langsung menggendong Ella ke kamar tempat dirinya beristirahat yang berada di ruangan itu dan terjadilah penyatuan cinta di pagi menjelang siang.


**************

__ADS_1


Hari demi hari berlalu dengan begitu cepat dan tibalah di mana hari yang paling di tunggu-tungu. Yaitu ulang tahun twins. Ya, hari ini si kembar tepat berusia satu tahun.


"Semuanya udah siap kan, Dek?" tanya Satria yang juga turut hadir bersama Dalina dan Sasa.


"Udah, Bang. Sebentar lagi acaranya akan di mulai," jawab Ella yang sedang menggendong Zura.


Acara di selenggarakan di hotel Wardaha, hotel mewah dengan gedung yang tinggi menjulang. Di aula hotel sudah banyak para tamu undangan yang berdatangan, dari mulai para kolega bisnis Samsul dan Andi, hingga para dosen dan juga Dekan dari kampus Wardana. Ella juga mengundang teman-teman kampusnya tak lupa juga dia mengundang para anggota Angel Of Death sekaligus untuk menjaga ke amanan selama pesta berlangsung.


"Terimakasih untuk para tamu undangan yang telah bersedia hadir, dalam acara ulang tahun kedua cucu kesayangan saya," ucap Samsul di atas panggung yang sudah tersedia.


"Di sini saya juga ingin mengenalkan anak kebanggaan saya, penerus Wardana Group. Dia yang akan menggantikan saya meminpin perusahaan dan sebagainya. Ray." Samsul memanggil Ray.


"Nah, ini dia anak kebanggaan saya, anak saya Satu-satunya. Rayen alfarizi Wardana." Samsul merangkul bahu Ray.


"Dia memang tampan." Samsul melihat para tamu undangan wanita yang bersorak kagum, sebagian dari mereka adalah anak dari kolega bisnisnya.


"Tapi dia sudah ada yang punya, anak saya sudah mempunyai istri. Sini, 'Nak." Samsul memanggil Ella.


"Ini Stela Anandira, menantu kesayangan saya." Samsul merangkul Ella yang malam ini tampil dengan begitu cantik.


"Dan ini kedua cucu saya." Wina naik ke atas panggung dengan membawa twins ikut serta.


"Betul sekali, ini kedua cucu kembar saya yang malam ini genap berusia satu tahun." Samsul mengambil salah satu dari mereka.


Para tamu undangan yang hadir pun turut bahagia dengan apa yang di ucapkan Samsul. Namun ada juga yang iri dengan Ella, karena dia sangat beruntung bisa menjadi bagian dari keluarga Wardana yang terkenal kaya raya. Tak hanya itu, Ella juga mendapatkan suami yang tampan pari purna. Mereka tidak tau saja jika Ella juga adalah anak dari keluarga Wirawan keluarga terkaya no 2 setelah keluarga Wardana.


Setelah acara pengenalan berlangsung, acara pesta pun di lanjut kembali dengan prosesi tiup lilin si kembar. Para tamu undangan begitu gemas pada Zura dan juga Zam yang berusaha meniup lilin dengan air mancur yang berhamburan dari mulut mungil mereka. Akhirnya lilin pun berhasil padam dengan bantuan Mimom dan Pipopnya twins. Karena jika tidak di bantu, sampai lebaran kuda pun lilin itu tak akan mati, mungkin mati sih, tapi bukan karena tertiup tapi karena meleleh.


"Selamat ulang tahun, keponakan, Om. Semoga kalian berdua panjang umur dan sehat selalu. Dan satu lagi, semoga pas gedenya kalian nggak somplak kayak emak kalian, ya," ucap Satria sembari mengecup pipi twins secara bergantian.


"Enak aja, yang somplak itu, Abang! Bukan aku. Udah ah, sana jangan cium-cium anak aku. Nanti mereka rabies," sungut Ella kesal.


"Gue bukan Dog kali, Dek." Delik Satria.


"Iya, tapi, Abang hot dog temennya burgers." sengit Ella.


"Pakein mayones sama saos enak tu, Ell," sahut Galang yang juga hadir bersama Dela dan Gala.


"Boleh tuh, nanti. Kamu pakein saos aja noh si Abang sableng," ketus Ella.

__ADS_1


"Jangan cemberut dong, Ell. Masa anaknya ulang tahun kok cemberut," ucap Dela.


"Bener tu, Sayang. Masa kamunya cemberut. Senyum dong," timpal Rina yang sedang menggendong Sasa.


"Papanya Micin tu, Mih. Selalu aja bikin aku kesel," ujar Ella cemberut.


"Eh, Munaroh. Anak gue Sasa bukan Micin. Enak aja ganti nama anak gue seenak dengkul," protes Satria.


"Sasa itu merek apa? Micin 'kan? Siapa suruh namain anak pake merek micin, anak sama ibu sama aja aneh. Mamih namain aku pake nama pewangi ruangan. Abang namain anak pake nama Micin. Untung cewek, jadi Sasa. Kalo cowok. Pasti Abang namain Roy, nama panjangnya Royko." jelas Ella panjang lebar.


"Sudah-sudah, kalian ini. Kalo ketemu pasti ribut, malu tuh di liatin banyak orang," lerai Andi.


"Abang, Pih yang mulai," bela Ella.


"Apaan? Kok jadi gue." Protes Satria.


"Sat!" Andi melotot.


"Iya, iya. Gue yang salah!"


"Happy birthday, para baby gemoy. Duh lucunya," seru Kiana yang datang menghampiri mereka.


"Maaf ya, Ell. Aku telat, tadi ada masalah dikit," ucap Kiana.


"It's okay, yang penting lo tetep dateng, Ki."


"Btw lo dateng kesini sama siapa, Ki?" tanya Ella.


"Sama cowok, Ell." Alvin yang menjawab.


"Wiss, siapa tuh, Ki? Pacar baru lo ya?" tebak Ella.


"Eh, apa sih. Orang baru kenal tadi."


"Ciee! Baru kenal udah di anterin," ledek Ella.


"Tadi ada masalah dikit di jalan, Ell. Dan kebetulan cowok itu lewat nolongin aku. Terus kebetulan lagi tujuan kita sama kesini. Ya udah, jadi bareng aja deh," tutur Kiana.


"Yang mana sih cowonya, Ki." Ella celingukan.

__ADS_1


"Yang----"


Jejak😘😘 Vote jangan lupa👌


__ADS_2