Istri Kecil Dosen Muda

Istri Kecil Dosen Muda
Penyerangan Arga


__ADS_3

"Loh, kok mereka pada masuk kantor, Ell?" Andi menunjuk para karyawan nya heran, pasalnya dia sudah meliburkan para karyawan nya itu.


"Biar seru, Pih." Ella berucap dengan santainya.


"Ah, kamu ini. Mereka bisa celaka, Ell. Liat tuh, Arga sudah datang membawa pasukannya." Andi menunjuk Arga yang sedang berdiri di halaman kantor dengan membawa para pembunuh bayaran yang di perkiraan totalnya ribuan.


"Papih bener, Dek. Mereka bisa celaka," sambung Satria cemas.


"Haisss, kalian ini." Ella menepuk kepelanya sendiri kemudian dia merangkul abang dan juga papih nya.


"Ngerti sekarang!?"


"Ngomong dong dari tadi," delik Satria.


"Tunggu, Ell. Kamu kok--" Andi menatap putrinya tak percaya.


"Nanti aja ngomongnya, ke adaan lagi gaswat." Potong Ella.


"Kita keluar, kak Ray." Melirik ke arah suaminya yang sedari tadi hanya diam saja.


"Kamu hutang penjelasan sama, Papih Ell," ucap Andi sebelum Ella pergi.


"Papih tenang aja, nanti aku bayar kontan," sahutnya kemudian berlalu pergi bersama Ray.


"Mereka akan baik-baik aja kan, Sat?" Andi terlihat khawatir.


"Pasti, maka dari itu papih jangan khawatir. Liat aja nanti, Papih pasti terkaget-kaget saat melihat putri kecil Papih tidak seperti yang Papih bayangkan. Putri kecil, lugu, cengeng, polos dan juga manja. Itu akan lenyap seketika jika melihat penampakan aslinya," terang Satria.


"Apa putri, Papih semengerikan itu?"


"Papih lihat saja nanti, sekarang kita lakukan apa yang di perintahkan oleh Ella." Satria menarik Andi pergi.


Di luar sana keadaan sudah terlihat begitu kacau, di mana orang-orang berbaju hitam menerobos masuk ke dalam gedung tinggi nan menjulang itu. Mereka memporak porandakan apa saja yang ada di dalam gedung sehingga membuat para karyawan berteriak histeris. Para pria berbaju hitam itu juga tak segan melukai para karyawan sehingga darah segar bercucuran di lantai gedung.


"Hello, Om calon penghuni RSJ." Sapa Ella pada Arga yang tengah tersenyum puas menatap para karyawan yang tergetak di lantai.


"Rupanya kau bocah sialan! Masih berani kamu tersenyum seperti itu setelah melihat perusahaan ayahmu hancur! Dan bahkan sebentar lagi kalian akan mati. Kecuali ibumu, aku akan merebutnya kembali dari kalian." Tatapan tajam penuh kebencian terpancar begitu jelas dari kedua netra Arga.


"Ingin merenut ibuku ya? Ok, tapi langkahi dulu mayatku!" Senyum ceria yang tadi mengembang kini berubah menjadi mengerikan dengan atmosfer yang membuat bulu kuduk merinding.


"Bocah sepertimu bukanlah tandinganku, sekali pukul pun mati. Suruh keluar ayahmu! Hadapi aku jika dia merasa lelaki sejati," tantang Arga.


"Papih gue lelaki sejati, bukan bencong kayak elo. Pih!" teriak Ella begitu menggelegar.


Munculah Andi dan juga Satria dengan wajah yang dingin tidak bersahabat. Mereka berdua berjalan menghampiri Ella dan juga Arga. Para anggota AOD inti maupun AOD bayangan sudah turun tangan menghadapi para perusuh yang menghancurkan gedung. Saat ini pertarungan sengit tengah terjadi di antara kedua kubu itu.

__ADS_1


"Akhirnya kau keluar juga, musuh bebuyutan ku." Arga bertepuk tangan ria.


"Bersiaplah untuk mati," sambungnya.


"Kamu yang akan mati, Arga," ucap Andi dingin dengan wajah yang super datar.


"Kita liat saja siapa yang akan mati disini. Dan aku pastikan, itu bukan aku. Tiada kamus kalah dalam hidup Arga Baskoro," ucapnya angkuh.


"Masa sih, Om? Kalo nggak pernah kalah. Kenapa, Om bisa kalah saing sama Papih pas rebutin Mamih aku? Berati itu tandanya, Om udah pernah kalah," sahut Ella dengan mengejek.


"Diam kamu bocah tengil!" teriak Arga murka.


"Aku bukan bocah tengil, Om. Aku ini udah jadi Mimom, udah punya anak dan udah ngerasain enak-enak. Emangnya, Om. Jodi, jomblo sampai mati, sian delu." Ejek Ella dengan tertawa renyah.


"Beraninya kamu mengataiku, Bocah!" amuk Arga.


"Berani dong! Kalo nggak berani. Aku nggak mungkin ngomong kayak tadi," jawab Ella enteng.


"Ahhh! Bacott!" Arga yang murka seketika langsung menyerang Ella.


"Jangan sentuh adik saya!" Satria menangkis serangan Arga kemudian mereka bertarung dengan sengit.


Ella hanya diam saja melihat pertarungan itu sembari menyender pada dada bidang Ray. Sesekali dia juga melihat sekelilingnya di mana separuh dari para pembunuh bayaran sudah tergeletak di lantai dan separuh lagi masih bertarung dengan para anggota nya. Melihat para anggotanya yang mulai kelelahan. Ella merasa kasihan, dia pun langsung mengeluarkan sebuah pistol rakitan Ragil dari dalam saku jaketnya.


Dor!


Dor!


Dor!


"Giliranku, Sayang." Ray mengambil sniper nya lalu bersiap mengambil posisi yang tepat untuk mengalahkan sniper itu kepada lawan dan...


"Wah kak Ray hebat! Bisa jadi sniper handal nih," puji Ella kala suaminya berhasil melumpuhkan musuh dalam jumlah yang cukup banyak.


Akhh!


Terdengar pekikan dari arah Satria dan juga Andi yang tengah bertarung dengan Arga. Atensi Ella dan Ray pun langsung tertuju ke arah mereka.


"Tangan bangsat buntung, Kak Ray," seru Ella kala melihat sebelah tangan Satria tergeletak di lantai.


"Jari jemari, Papih juga rai'ib, Sayang." Ray menunjuk ke arah Andi yang sudah ke hilangan jari jemarinya.


"Wah! Pantes aja kak Ray. Dia make katana! Licik tau!" Ella menunjuk Arga yang tengah tersenyum puas sembari memainkan katananya.


"Kita kasih mereka katana juga," usul Ray.

__ADS_1


"Gimana cara megangnya? Tangan bangsat buntung, papih gak punya jari?" bingung Ella.


"Jepit aja pake ketek," sahut Ray.


"Janganlah, kasian katananya nanti pingsan," ujar Ella.


Blass!


Blass!


Dughh!


Dukkh!


"Yah! Kak Ray sih ngomong mulu. Liat tuh kepala abang sama papih udah ngegelinding di lantai siap untuk di mainkan," ucap Ella.


"Main bola?"


"Bukan, main kuda-kudaan. Iyalah main bola!"


"Kamu liat, bocah! Ayah dan kakak mu sudah mati. Kini giliran mu!" Arga menyeringai puas sembari menatap tajam Ella.


"Huaaa, papih! Abang! Kenapa kepala kalian buntung, hiks. Jadi kayak barbie Zura kepalanya pada buntung, hiks. Tangan bangsat juga copot. Kak Ray cepetan beli lem power pink!" teriak Ella histeris.


"Dasar bocah gendeng! Bersiaplah untuk kematian mu!" Arga mengangkat katananya.


Yuhhuuu, otor imut camut come back guysss. Mon maaf maren libur 3 hari karena otornya tumbang tapi bukan di jalan kek pohon tumbangnya. Sekarang baru bisa up lagi. Mana nih dukungannya biar otor lanjut sebanyak2nya. Vote jangan pelit, like dan hadiah juga ya😘😘


Eits, jangan skip. Otor punya rekomendasi cerita yang tak kalah seru dan pastinya nggak akan membuat kalian bosan. Cuss lah kepoin sembari nunggu otor imut ini up😍



'


Aleta Winandra. gadis ceria yang suka membuat kegaduhan dimana pun dia berada bersama dengan teman-teman semaksiatan nya.


Mereka suka melakukan sesuatu hal diluar kewarasan manusia lainnya, dan selalu membuat orang lain sial saat berada di dekat mereka.


Namun suatu ketika, terjadi masalah dalam keluarga Aleta yang membuatnya harus melakukan sebuah rencana besar.


Dalam rencananya itu, Aleta melibatkan seorang pengusaha terkenal bernama Agra Mahesa.


"lihat saja. aku akan menjeratmu dan mengikatkan rantai diseluruh kehidupanmu," ucap Aleta disuatu malam.


Apakah Aleta bisa menjerat Agra ? atau malah Agra yang akan membakarnya dengan sifat liciknya ?

__ADS_1


Yuuk ikuti kisah mereka yang penuh dengan tawa dan kegaduhan.


__ADS_2