Istri Kecil Dosen Muda

Istri Kecil Dosen Muda
Dalina.


__ADS_3

"Akhhh."Jerit pria itu kemudian tubuhnya ambruk di sertai darah yang mengalir deras dari kepalanya.


"Maaf Quin kami terlambat."ucap seorang pria yang berpakaian layaknya seorang pemetik teh, lengkap dengan topi dan juga keranjang yang di gendongnya.


"Tidak masalah."Ella duduk di pinggir semak dengan darah yang terus mengalir dari tangan sebelah kirinya.


Tangan Ella tadi sempat terkena timah panas yang di tembakan oleh pria tadi, untunglah hanya pinggiran tangannya saja yang terkena karna Ella tadi sempat menghindar meskipun masih terserempet juga. Darahnya mengalir cukup banyak karna yang terkena peluru adalah bekas goresan belati tadi jadi darah yang sudah mulai mengering kini mengalir kembali.


Ella tidak sempat melawan karna perutnya begitu bergejolak saat mencium bau tubuh pria tadi. Rasa mual tidak dapat tertahankan lagi, kepalanya juga mendadak pusing tubuhnya melemas. Untunglah anggota AOD bayangan datang dan menembak pria itu meskipun sedikit terlambat. Ya, anggota AOD bayangan ada beberapa yang ikut kesini untuk menjaga sang Quin. Mereka menyamar menjadi pemetik teh ada juga yang menyamar menjadi wisatawan.


"Kendra cepat bawa peralatan medis kemari."teriak Derby ketua AOD bayangan.


Dengan tergesa pria yang bernama Kendra itu berlari menghampiri mereka dengan membawa berbagai peralatan medis dengan diikuti oleh beberapa anggota lainnya dari belakang.


"Cepat tangani Quin dan yang lainnya bebaskan wanita itu, bereskan juga jasat kedua pria ini."tunjuk Derby pada seorang wanita yang masih terikat dan juga dua pria yang tergelerak tak bernyawa.


"Baik bos."mereka segera melaksanakan tugas.


Sedangkan Kendra dia segera menangani Ella, dia membersihkan luka di tangan Ella kemudian dia menyuntikan ramuan untuk menghentikan pendarahan. Setelah itu dia membalut tangan Ella.


"Kamu membawa ramuan PB kan Kendra?"tanya Ella.


"Iya Quin, saya membawanya."ujar Kendra.


"Cepat suntikan pada tubuh ku."perintah Ella.


Kendra pun segera mengambil ramuan itu kemudian dia menyuntikannya pada tangan sebelah kanan Ella. Ramuan PB adalah ramuan racikan Ella sendiri, ramuan itu berpungsi untuk mengembalikan daya tahan tubuh supaya menjadi fit dan bugar kembali dan terbukti setelah ramuan itu masuk kedalam tubuhnya, Ella yang tadinya lemas kini kembali bugar ramuan itu aman jadi tidak mempengaruhi janinnya.


"Obati juga wanita itu."perintah Ella pada Kendra.


"Baik Quin."Kendra melangkah untuk menghampiri wanita yang tengah tertunduk lemas.


"Terimakasih Derby, kau datang tepat waktu."ucap Ella sembari menatap Derby.


"Sudah tugas ku untuk melindungi mu Quin."ujar Derby.


"Sekarang kalian boleh pergi. Ingat jangan sampai keberadaan kalian terlalu mencolok."ucap Ella karna Kendra sudah selesai mengobati wanita itu.


"Baik Quin, kami akan berbaur dengan masyarakat sekitar supaya tidak ada yang curiga dengan kami."Derby membungkuk kemudiam dia melangkah pergi membawa pasukan AOD bayangannya.


Ella berjalan mendekat pada wanita yang tengah menatapnya takut.


"Hay, jangan takut. Aku tidak akan menyakiti mu kak."ucap Ella karna wanita itu lebih tua darinya.


"Te-rima kasih."wanita itu terlihat gugup.

__ADS_1


"Sama-sama, nama kakak siapa? dan orang-orang tadi juga siapa? kenapa mereka menjahati mu?"tanya Ella.


"Namaku Dalina Azahra dan kedua pria tadi adalah suruhan ibu tiriku, dia ingin melenyapkan ku supaya dia bisa menguasai harta mendiang Ayahku."ujar Dalina.


"Hais, emak tiri emang kejam ya kak. Btw kadal asli orang sini?"Ella tersenyum tipis kemudian dia duduk di samping Dalina.


"Kadal?"


"Hehe, maksudku kak Dalina. Aku singkat biar cepet."cengenges Ella.


"Kamu lucu."Dalina tersenyum lepas.


"Kadal baru nyadar, dari tadi kemana aja?"Ella sombong mede on.


"Eh, Kadal belum jawab pertanyaan aku. Kakak asli orang sini?"sambung Ella.


"Iya, tempat tinggal ku ada di bawah sana. Aku sengaja lari kesini, tadinya aku mau kabur ke kota supaya ibu tiriku gak bisa nemuin aku tapi aku gak punya uang untuk ongkos dan juga bertahan hidup disana."Jelas Dalina.


"Bagaimana kalo Kadal ikut denganku saja, kakak bisa bekerja dengan ayah ku dia mempunyai perusahaan, ayah mertuaku juga punya."ujar Ella.


"Kamu sudah menikah?"Ella mengangguk.


"Wah aku kalah nih, padahal umurku lebih tua."ucap Dalina.


"Emang umur kakak berapa?"


"Ternyata Kadal seumuran sama Abang dan juga suaminya aku. Jadi gimana kakak mau gak ikut dengan ku ke kota?"tanya Ella lagi.


"Mau, tapi nanti aku bekerja sebagai asisten rumah tangga saja, karna keahlian ku cuma itu."ujar Dalina.


"Baiklah jika itu mau kakak, nanti kakak akan kerja di rumah Mamihnya aku, disana juga ada abang aku yang sableng di jamin deh kakak gak akan bosan. Tapi sekarang kita ke Vila dulu yah, kita lagi nginep disana."Dalina pun mengangguk.


Merekapun bangkit dari duduknya kemudian berjalan keluar dari semak belukar itu, Ella tidak nampak lesu maupun kesakitan sekarang, malahan dia terlihat ceria dan juga bugar meskipun tangannya masih di perban.


"Ell, kamu gak papa kan. Apa yang terjadi kenapa tadi ada suara ledakan dan ini kenapa tangan kamu di perban?"Dela yang sedang menunggu Ella langsung menghampiri Ella ketika dia mendengar suara langkah kaki mendekat.


"Nanti saja ceritanya Dedel, kita ke Vila aja dulu yuk."ajak Ella.


"Baiklah."


Mereka bertiga pun berjalan beriringan melewati hamparan kebun teh menuju ke Vila. Di perjalanan Dela berkenalan dengan Dalina mereka bertiga sangat terlihat akrab, Dalina begitu baik dan ramah, dia bersikap layaknya seorang kakak kepada adiknya terhadap Ella dan juga Dela.


"Sayang baru saja kakak mau nyusulin kamu."Ray menghampiri sang istri yang hendak masuk kedalam Vila.


"Kam aku udah bilang, aku mau ngabisin waktu berdua sama Dedel kenapa kak Ray mau nyusul ih."cebik Ella.

__ADS_1


"Kakak takut kamu kenapa-napa."ujar Ray.


"Ini kenapa? kenapa tangan kamu bisa terluka seperti ini? jelaskam sama kakak apakah ada orang yang menjahati kamu sayang? ayok ceritakan. Ini pasti sakit."heboh Ray saat melihat tangan Ella di perban.


"Masuk dulu kek. Aku kan pegel, ayok kak masuk."Ella melirik Dalina kemudian dia masuk melewati Ray sembari menarik tangan Dela dan juga Dalina.


"CEWEK ANEH, ngapain lo disini?"pekik Satria kala mereka bertiga masuk kedalam Vila.


"Cowok mesum."pekik Dalina tak kalah terkejut.


"Kalian udah saling kenal?"tanya Ella.


"Dia entu cewek aneh nyang nabrak abang kemaren Ell."ujar Satria,


"Ih, elu tu yang nabrak."Dalina tak terima.


"Jadi, dia yang lo ceritain kemaren Sat?"tanya Rendi.


"Hooh, aneh pan dia."Jawab Satria.


"Lu ngeselin ya jadi orang. Apasih mau lu? perasaan dari kemarin nyari ribut mulu sama gue hah."Dalina lembut berubah bar-bar kala berhadapan dengan Satria.


"Sape juga nyang nyari ribut. Emangnya dia ilang ape pake dicariin segala. Sial banget dah hidup gue ketemu lu mulu."cebik Satria.


"Yang sial itu gue, dari sekian banyaknya orang kenapa harus ketemu lu lagi coba benci banget gue sama muka tengil lu."Dalina terlihat emosi.


"Ganteng gini di bilang tengil, wah suee lu. Dasar cewek aneh."Delik Satri.


"Cowok mesum."


"Cewek aneh."


"Dasar si mesum."


"Lu si aneh."


"KADALL, BANGSATTT. STOOP."teriak Ella begitu menggelegar.


Baca karya temen author yuk di jamin seru pasti kalian bakal suka deh cuss ah kepoin😊


Judul : Dendam


Karya : nazwa talita


Setelah disiksa, dikhianati, dan dibuang di suatu tempat dalam keadaan tak bernyawa, Gendis bertekad mengubah takdir demi membalas dendam pada Arga Demian, pria tampan berhati iblis yang pernah menjadi kekasih rahasianya.

__ADS_1


Akankah Gendis berhasil membalaskan dendam dan sakit hati pada pria yang selama ini terus bersemayam di hatinya? Ataukah dia justru kembali terjebak dan terjerat pada pesona Arga Demian dan kembali menjatuhkan hatinya pada pria itu?



__ADS_2