Istri Kecil Dosen Muda

Istri Kecil Dosen Muda
Mojok.


__ADS_3

"Kita, di puncak kak Ray?"Ella melihat sekeliling nya, banyak sekali kebun teh.


"Iya, apa kamu suka?"tanya Ray.


"Suka banget. Kita turun disini dulu kak Ray. Akunya mau poto-poto dulu."pinta Ella.


"Ok."Ray memberhentikan mobilnya, dipinggiran kebun teh.


Mereka pun turun, Ella sangat bersemangat sekali mengelilingi kebun teh. Sesekali dia meminta Ray untuk mempoto dirinya, dan juga berpoto selpie berdua.


"Kak Ray, orang itu lagi ngapain sih?"Ella menunjuk dua orang yang berada dibalik semak-semak pohon teh.


"Mojok, kali."Jawab Ray.


"Mojok itu, apa?"tanya Ella gak ngerti.


"Pacaran, sayang."


"Oh, kenapa harus disitu, pacaran nya. Kenapa gak nonton atau jalan-jalan gitu?"tanya Ella lagi.


"Ya, mereka pengen cari sensasi yang berbeda. Maybe."ucap Ray.


"Kita, pacaran juga yuk. Kak Ray."ajak Ella.


"Kan, kita udah nikah. Sayang."ujar Ray.


"Tapikan, akunya belum pernah pacaran. Aku juga mau pacaran kayak mereka. Kalau kak Ray gak mau? yaudah aku cari aja cowok lain, buat diajak pacaran."ucap Ella cemberut.


"Eh, jangan dong. Yaudah kakak mau, sekarang kita pacaran ya."ucap Ray cepat.


"Jadi kita pacaran?"tanya Ella memastikan.


"Iya, sayang. Kita pacaran."Jawab Ray.


"Yaudah, kalau gitu ayok."Ella menarik tangan Ray.


"Ayok, kemana?"tanya Ray mengikuti langkah kaki Ella.


"Mojok lah, kan sekarang kita pacaran. Akunya juga mau mojok, kayak mereka."ujar Ella antusias.


"Hah."cengo Ray.


"Hah, hah. Kak Ray mah. Ayok ah buruan, malah bengong. Nanti kesambet uig. Ih serem"ucap Ella.


"Uig, itu apa?"tanya Ray gak ngerti.


"Jurig, kak Ray. Alias setan."


"Nyebut setan nya, jangan di depan muka kakak juga kali."gerutu Ray.


"Terus depan siapa dong? di depan setan nya gitu?"tanya Ella.


"Udah, ah. Jangan ngomongin setan mulu, serem tau. Mana kita lagi dikebun ini."ujar Ray..


"Ih, kak Ray mah penakut."ledek Ella.


"Emang nya, kamu gak takut gitu?"


"Yaa, takutlah."Jawab Ella cengengesan.


"Dah, sampe. Ayok duduk sini kak Ray."sambung Ella saat mereka sudah berada di kebun teh paling pojok dan juga sepi.

__ADS_1


"Kamu serius? ngajakin kakak mojok?"tanya Ray.


"Serius dong, kak Ray. Kan kita pacaran."Jawab Ella yakin.


"Ok, kakak mah hayuk aja."ucap Ray semangat.


"Kok, cara ngomong kak Ray? jadi ngikutin aku sih?"ucap Ella.


"Mungkin, karna keseringan bareng kamu. Jadi kakak ketularan."ujar Ray.


"Emang penyakit apa? pake nular segala. Kak Ray car....."


Belum sempat Ella menyelesaikan omongannya. Ray sudah membungkam mulut Ella dengan bibir nya, Ray meraup bibir itu perlahan, menggigit kecil bibir mungil itu, agar sang empu membuka mulutnya. Setelah mulut Ella sedikit terbuka, Ray langsung menyusuri bagian dalam mulut sang istri. Lidahnya bermain-main disana.


Tangan nya pun, tak tinggal diam. Dia mengelus kedua gunung yang masih padat dan juga berisi itu. Tak cukup sampai disitu, Ray menyingkap dres yang dipake Ella hingga sebatas dada. Lalu diapun menyudahi ciuman nya. Dan sekarang dia beralih bermain-main dipegunungan, dia menenggelamkan wajah nya dipegunungan yang sudah terpampang. Karna dia sudah berhasil membuka pengait yang menghalangi keindahan gunung itu.


"Ahh, kak Ray stop. Ahh kenapa jadi begini emm, ahh."ucap Ella disela Leguhannya.


Ray tidak menjawab pertanyaan sang istri. Dia malah sibuk bermain disana, menjilati tombol kecil yang ada dipuncak gunung itu. Tangan nya pun ikut bermain di puncak gunung yang satu nya lagi. Dia menekan memilin dan juga mengusap lembut tombol itu. Tak puas bermain puncak gunung, kini Ray sudah menuruni lembah.


Ray kembali bermain-main dilembah yang sudah lembab itu, dia mengusap-ngusapnya perlahan, memainkan rerumputan yang tumbuh subur dilembah, dengan lembut. Lalu dia pun beralih menyelusupkan tangan nya di dinding gua yang begitu lembab dan juga sudah becek. Dia mengubrak-ngabrik lembut, apa saja yang berada di dinding itu.


"Ahh, kak. Udah ih. Nanti ada orang. Eughhh."Ella menjambak Rambut Ray kuat.


"Aw, kenapa rambut kakak dijambak?"Ray menjeda aktipitas nya.


"Lagian, kak Ray nakal sih. kenapa malah berbuat mesum disini."cebik Ella.


"Kenapa nyalahin kakak, kan kamu tadi yang ngajak mojok."ujar Ray.


"Tapikan, akunya ngajak mojok pacaran. Bukan beginian."bela Ella.


"Tapi, kalau mojok dikebun teh itu, yak kayak gini."ucap Ray.


"Iya, begitulah."


"Masa sih?"Ella gak percaya.


"Kalau gak percaya. Ayok kita intip."ajak Ray.


"Gak mau ah, entar mata akunya bintitan."tolak Ella.


"Yaudah, sekarang lanjut lagi ya?"ucap Ray.


"Gak mau, ah."tolak Ella.


"Kenapa?"


"Disini kotor, banyak semut nya lagi."ujar Ella.


"Terus, ini gimana?"Ray menunjuk sesuatu yang sudah berdiri tegak, tapi bukan keadilan😂


"Suruh, bobo aja lagi."ucap nya Enteng.


"Mana bisa."kesal Ray.


"Ya terus, harus digimanain?"


"Harus, diajak berkunjung ke goa dulu."ujar Ray.


"Emang disini ada goa ya, kak Ray?"

__ADS_1


"Ada."


"Mana?"


"Ini."Ray memegang goa kesukaan nya.


"Dasar, bapak dosen mesum."cebik Ella.


"Biarin, sama istri sendiri ini. kita ke mobil yuk."ajak Ray.


"Ayok, tapi benerin dulu ini."Ella menunjuk pakaian nya yang sudah berantakan.


Ray pun membenahi kembali baju Ella. Setelah itu mereka berjalan untuk kembali ke mobil. Saat sampai di depan mobil Ray tidak mengajak Ella masuk di kursi depan. Melainkan di kursi belakang. Kebetulan tempat Ray memarkir mobil sangat sepi dari pengunjung.


"Kok di belakang sih? kak Ray."tanya Ella.


Ray tidak menjawab, dia malah langsung menyerang Ella, dari mulai bibir hingga turun keleher, tangan terampil nya pun sudah berhasil melucuti pakaian Ella hingga hanya tersisa satu kain saja yang menutupi area lembah Ella.


Ray kembali bermain-main di puncak gunung, dia meraup puncak gunung itu dengan rakus, seperti bayi kehausan.


"Ahhhh." leguhan itu keluar dari bibir mungil Ella.


Setelah puas bermain di puncak gunung. Kini Ray menuruni lembah lalu membuka penutup lembah itu, setelah terbuka. dia langsung menyusupkan wajahnya di lembah itu, lalu dia menyusuri dinding gua yang ada disana, dengan lidahnya, dia juga bermain-main dengan hiasan yang menempel di gua itu. Menjilat nya lembut, dan memaju mundurkan lidah nya, disana. Setelah itu dia mengubrak-ngabrik isi gua itu dengan lidah nya, hingga cairan kental yang berasal dari dalam goa menyembur keluar.


"Ahhhh, eughhh. Emmmm, aghhhh."leguhan siempunya gua kenikmatan karna sudah menggapai puncaknya.


"Puas, sayang?"bisik Ray tepat ditelinga Ella.


"Hm."Ella mengangguk sambil menetralkan nafas nya yang naik turun.


"Sekarang giliran kakak."


"Apanya?"


"Puasin kakak."


"Caranya?"


Ray langsung membuka semua pakaian nya, hingga tak tersisa satu pun, dan terpampang jelas, sesuatu yang sudah berdiri tegak itu. Ray menuntun tangan Ella untuk menyentuh nya.


"Mainkan, sayang."ucap Ray dengan suara serak penuh gairah.


Ella pun mengikuti apa kata Ray, dia memainkan, tongkat bisbol itu. Dari mulai mengusap nya perlahan hingga kini kedua tangan nya bermain, yang satu ditongkat dan yang satu lagi, di bawahnya dia menekan-nekan kedua bulatan itu, lalu mengelusnya gemas, tak lupa tangan yang berada di tongkat dia maju mundurkan. Entah darimana dia bisa bermain seperti itu. Atau hanya insting seorang wanita kah.


"Euggghhh, terus sayang. Ahhhhh, emmmm. ahhhhh."Ray meleguh kenikmatan.


Kini Ella sudah bosan bermain dengan tangan, diapun mencoba bermain dengan mulut. Seperti apa yang dilakukan Ray, dia menjilat tongkat itu dengan lidah nya, seperti menjillat eskrim, lalu dia mengulum tongkat itu, dan memaju mundurkan mulut nya.


"Ahhh, Sa-yang. Kamu hebat. Eughhhh, ahhhh, aghhh. Emmm, ahhhhh." desah sang dosen muda itu.


Setelah cukup lama, Ella menyudahi permainan nya,


"Udah ah, kak Ray. Akunya capek."ucap Ella.


"Kakak, gak nyangka loh sayang. Kamu pinter banget, tau darimana hm?"tanya Ray.


"Akunya juga gak tau kak Ray, tiba-tiba aja aku pengen ngelakuin itu."mungkin insting seorang wanita, pikir Ray. Sama seperti dirinya, bahkan dia tidak tau menau urusan begituan, nonton filem dewasa aja gak pernah. Apalagi main wanita. Hanya Ella lah, wanita satu-satunya yang dia sentuh.


Ray pun membaringkan Ella di kursi mobil, setelah itu diapun memulai penyatuan di siang yang menjelang sore, didalam mobil. Kedua insan itu terlarut dalam penyatuan cinta mereka.


Jadi niye mojoknya, tapi tidak dikebun teh. Melainkan didalam mobil, yang masih diarea kebun teh.

__ADS_1


Hot gak guys? kalau hot jangan lupa tinggalkan jejak ya?😊


And mampir juga ke Novel author yang satu lagi. Bahagiamu Bahagiaku, ini Novel nya sad sih. tapi romantis😊 jangan lupa mampir💕💕


__ADS_2