Istri Kecil Dosen Muda

Istri Kecil Dosen Muda
Sandra


__ADS_3

Ah!


Ray menjambak rambutnya kasar, tampilannya kini sudah tidak karuan. Kemeja kusut dengan tiga kancing terbuka, jas sudah dia lempar ke sembarang arah dengan wajah berkabut gairah. sementara Ella, dia sudah di bopong pria tadi saat Ray lengah.


"Apa yang kau lakukan padaku, hah?" Ray yang sudah bercucuran keringat menatap Zela yang setengah toples dengan tajam.


"Shutt! Jangan marah-marah. Lebih baik kita bercinta, Sayang, aku sudah tidak sabar untuk menikmati permainanmu." Zela menaruh telunjuknya pada bibir Ray, kemudian satu tangannya dia usapkan lembut pada dada bidang Ray.


"Ck," Decak Ray, sungguh dia sangat jijik dengan wanita ini. Dia tidak rela tubuhnya tersentuh olehnya, sepertinya sepulang darisini dia harus segera mandi kembang tujuh rupa.


"Kenapa, hm? Kamu sudah tidak sabar untuk bercinta denganku bukan? Tenang saja, sebentar lagi aku akan menjadi milikmu." Zela hendak membuka pengait kacamatanya.


"Stop," Pekik Ray.


"Ada apa, hm? Apa kamu ingin membukanya?" Zela menatap Ray genit.


"Ya, aku ingin membukanya." Ray mendekati Zela.


"Ow, sweet sekali." Zela tersipu.


"Tentu." Ray mengarahkan tangannya ke belakang seolah ingin memeluk Zela.


Tuk!


"Ini baru sweet." Ray menyeringai setelah dia menotok Zela hingga tak sadarkan diri.


Setelah Zela tak sadarkan diri, Ray membaringkan tubuh Zela di lantai. "Astaga, mata suci gue ternodai." Ray segera meraih jasnya kemudian dia tutupkan pada tubuh setengah polos Zela.


"Lang!" Ray mendekati Galang dan juga Dela yang masih tertidur.


"Wey!" Ray menggoyahkan tubuh Galang.


"Astaga, ni anak molor beneran!" Ray geleng-geleng kepala.


"Hoaam, udahan ya, Pak Ray?" Dela merentangkan kedua tangannya.


"Lu molor beneran, Del?" Ray berkacak pinggang.


"Hehe, iya, Pak. Abisnya lama banget pura-pura nya, jadi ngantuk beneran deh," Cengir Dela.


"Bangunin noh lakik, lu." Ray menunjuk Galang.


"Aa, bangun! A!" Dela menoel-noel pipi Galang.


"Aa, ih bangun!" teriak Dela tepat di telinga Galang.


"Apasih Neng? Aa masih ngantuk, mau enak-enak? Ntar aja ya, burungnya juga bobo." Galang kembali menutup matanya.


"Eh kampret! Buka mata lo, ini lagi di mana?" Ray menampol bahu Galang.


"Adauu! Sakit woy, ini orang bukan manekin!" Pekik Galang.


"Makannya lo bangun, bukannya bantuin malah nyusahin," gerutu Ray.


"Gue kan ngantuk Ray, lo si lama banget. Jadi gue tidur beneran, deh." Galang segera bangkit dan berdiri dengan sempoyongan.

__ADS_1


"Ngomong-ngomong si Curut mana?" Galang menilik sekitar.


"Siapa?"


"Itu loh si Alvin," Ujar Galang.


"Ah iya, tu anak kemana ya?" Ray terlihat berpikir.


"Mending kita bawa ni Citel darat. Biar misi kita cepet selesai," sela Dela.


"Bawa kemana?" tanya Galang.


"Entah, hubungi Ella dulu deh," Ujar Dela.


Di sisi Ella.


Pria bertubuh kekar sedang menatap lekat tubuh yang kini sedang berbaring di atas ranjang dengan posisi mata masih tertutup.


"Manis sekali, cantik, badannya juga aduhai. Jadi gak sabar jelajahin badannya yang beuh.." Pria itu mendekati Ella dan hendak menyentuh tubuhnya.


"Mau ngapain hm?" Ella segera membuka matanya sebelum tangan laknat itu menyentuh tubuhnya.


"Rupanya kamu sudah bangun cantik," ucap Pria itu dengan tatapan bernafsu.


"Kalo iya, memangnya kenapa?" Ella bangkit dari ranjang kemudian dia berdiri.


"Mau kemana cantik? Diam saja disini ya, aku akan membuatmu melayang ke angkasa." Pria itu menarik tangan Ella.


"Aku gak mau melayang ke angkasa, nanti jatuh mati. Kamu aja sana." Ella menepis kasar tangan pria itu.


"Kamu ingin mendapatkan aku dengan mudah?" tanya Ella.


"Tentu saja, Cantik."


"Ok, jika kamu mampu menghabiskan satu botol Wine ini, maka kamu bebas menyentuh tubuhku." Ella mengeluarkan satu botol Wine dari dalam tas selempang nya.


"Wine adalah kesukaan ku, jadi ini bukanlah hal yang sulit." Pria itu langsung merebut botol Wine dari tangan Ella kemudian membukanya dan meneguknya sampai tandas.


"Habis! Sekarang tubuh indahmu menjadi miliku." Pria itu hendak memeluk Ella.


"In your dream!" Ella mendorong kasar pria itu hingga terjerembab ke ranjang.


Tak lama ponsel Ella berbunyi, ternyata itu adalah telepon dari Ray yang menanyakan dia harus membawa Zela kemana? Ella pun langsung menyuruh Ray ke luar dari ruangan itu karena di depan pintu sudah ada anggota AOD yang akan mengantarnya ke ruangan dimana dirinya berada. Ella juga memperingatkan supaya Ray tidak menggendong tubuh Zela, biar saja anggota AOD yang membawanya.


******************


"Semuanya sudah beres kan?" Dela menatap Ella yang baru saja keluar dari ruangan itu.


"Belum, kita masih harus mengurus Black Wolf yang saat ini sedang menahan Alvin," ujar Ella.


"Alvin di tahan? Bagaimana bisa?" kaget Dela.


"Sepertinya begitu Alvin masuk bersama kita dan berpura-pura tertidur, anggota BW datang menyergapnya disaat kita lengah dan membawanya pergi. Untung saja siswa/siswi sudah berhasil di amankan oleh anggota AOD. Mereka sudah di pulangkan ke rumah masing-masing," tutur Ella.


"Kenapa mereka bisa menangkap Alvin?" tanya Dela heran.

__ADS_1


"Karena mereka tau, bahwa Zela dalam bahaya dan berada dalam genggaman kita. Jadi mereka menjadikan Alvin sebagai sandra supaya mereka bisa menjadikan Alvin bahan Penukaran dengan Zela." Ella terlihat menarik napas panjang.


"Mereka sepertinya sudah tau, bahwa orang-orang yang mengamankan siswa/siswi adalah kelompok gangster terkuat, maka dari itu mereka memilih melarikan diri daripada menghadapi," lanjutnya.


"Kakak heran, kenapa Zela begitu berarti bagi mereka. Sampai menyandra Alvin untuk bahan pertukaran dengannya," ucap Ray.


"Karena Zela adalah pemuas hasrat mereka, Zela menyerahkan tubuhnya secara cuma-cuma asalkan mereka membantunya di saat dia butuh," jelas Ella.


"Ck, menjijikan. Berati kita salah, pelajaran itu bukan membuatnya jera, tapi malah membuatnya senang," ucap Dela.


"Harusnya lo penggal aja kepalanya, Ell. Bukannya malah di kasih enak-enak, itumah kesukaannya," tambah Galang.


"Kalian tenang aja, obat yang aku kasih ke pria itu sangatlah kuat dan tahan lama sampai sehari semalam. Bisa di bayangkan, bagaimana kondisi Zela? Setelah itu anggota AOD yang berjaga di sini akan membawa Zela dan juga pria itu ke markas untuk di eksekusi." Ella tersenyum menyeringai.


"Apa pria itu salah satu anggota BW?" tanya Ray.


"Ya, dia anggota BW yang di tugaskan untuk menodaiku," jawab Ella.


Ah!


Emh!


Eugh!


Ah!


Ah!


"Sepertinya mereka sedang menikmati surga dunia, lebih baik kita pergi," ucap Ella kemudian dia memanggil David.


"Jaga mereka, setelah selesai mengarungi nirwana, bawa mereka ke markas. Paling selesainya besok sore, lo masuk aja setelah suara teriakan mereka tak lagi terdengar," ucapnya kepada David.


"Oke."


"Lo udah amanin hotel ini kan?" tanya Ella.


"Lo tenang aja, semuanya beres," ujar David.


"Bagus, kalo gitu kita pergi dulu. Masih ada yang harus kita lakukan," ucap Ella.


"Kalian mau nyelamatin temen lo itu kan?" David menatap Ella.


"Ya, tapi hanya aku dan Ray. Kita akan membawa beberapa anggota juga untuk membantu. Ragil masih mencari keberadaan markas BW, semoga saja cepat ketemu supaya kita segera menyelamatkan Alvin," jawab Ella.


"Hati-hati, semoga berhasil."


"Ok, yuk guys cabut."


Mereka pun pergi meninggalkan David dan beberapa anggota yang berjaga di hotel itu, setelah di luar, Ella menyuruh Dela dan Galang untuk pulang saja. Awalnya mereka menolak karena ingin membantu, tetapi Ella memaksa mereka pulang karena kasihan dengan Gara yang terlalu lama di tinggal, biarlah mereka berdua yang akan menyelesaikan semua ini.


Jejak😇


Sambil nunggu Ella up, yuk kepoin novel temen otor yang satuini di jamin bikin kalian ketagihan baca. Gak percaya? Coba aja baca😍


__ADS_1


__ADS_2