Istri Kecil Dosen Muda

Istri Kecil Dosen Muda
Sebuah Video


__ADS_3

"Yang di maksud mereka apa ya, Ell? Kenapa mereka ngatain kamu jal*ng?" tanya Kiana.


Kini mereka sedang berada di sebuah Cafe yang tidak jauh dari kampus. Alvin dan Diego juga ikut, mereka ingin membantu Ella menyelesaikan masalah ini dan mencari tau akar permasalahannya.


"Santai ajalah, nggak usah di pikirin," ucap Ella kemudian dia menyeruput jus jeruk yang berada di hadapannya.


"Dengan mudahnya lo bilang santai? Woy! Lo waras nggak sih? Lo tau? Lo itu lagi jadi bahan gibah, dan gibahan mereka nggak main-main. Mereka fitnah lo yang enggak-enggak, Ell. Nama baik lo bisa tercoreng," ucap Diego dengan menggebu.


"Bener tu, Ell. Nama lo bisa jelek nanti di mata orang-orang," tambah Kiana.


"Elahh, nama gue emang udah jelek. Apaan, Stela? Pewangi ruangan. Tapi, lumayan cakep juga sih." Ella menyandarkan punggungnya di kursi.


Ella menghela napas panjang, "Tenang aja nggak usah hawatir, lagian gue nggak ngerasa jadi jal*ng. Jadi di bawa santai aja, toh. Kalau kita emang nggak ngelakuin itu ngapain takut coba."


"Apa yang mau lo lakuin sekarang?" tanya Diego.


"Nunggu."


"Nunggu?"


"Ya, nunggu berita itu ke sebar. Gue penasaran, bukti apa sih yang mereka punya sampe dengan gamblangnya nuduh gue jal*ng," ujar Ella.


Sebenarnya bisa saja Ella menyuruh tim AOD bayangan untuk mencari tau masalah ini. Namun dia ingin membuat mereka puas terlebih dahulu. Pastilah orang yang menyebarkan gosip ini adalah orang yang tak suka padanya dan mencari celah untuk menjatuhkan dirinya.


"Lo mau biarin berita itu kesebar?" Alvin menatap ke arah Ella yang berada di sampingnya.


"Ya."


"Lo yakin? Lo nggak takut dengan resiko yang terjadi nanti? Misalnya semua orang ngatain lo, ngehujat lo," tutur Alvin.


"Ngapain takut? Toh semua itu nggak bener."


"Bisa aja 'kan, Ell. Lo di jebak, misalnya di jebak seolah-olah lo tidur sama cowok. Atau nggak mereka bikin vidio editan pake muka lo," sela Diego.


"Bodo amat lah. Mending kita balik ke kampus. Bukannya hari ini ada materi tambahan?" Ella bangkit dari duduknya.


"Iya bener, dan katanya juga bakalan ada sesuatu yang di sampein sama Dekan," timpal Kiana.

__ADS_1


Mereka pun kembali ke gedung kampus tempat di mana tadi mereka di buat emosi dan juga geram akan pemberitaan buruk tentang Ella yang menyebar.


"Dasar nggak tau malu, masih aja berani nampakin wajah di kampus ini," ucap salah seorang siswi.


"Wanita penggoda itu pantesnya ada di Clube malam, bukan di kampus! Atau lo lagi cari mangsa baru? Dosen? Atau Dekan?" sinis siswi lainya.


"Jaga ya, omongan lo! Temen gue nggak serendah yang kalian tuduhkan!" murka Diego dengan wajah yang memerah menahan amarah.


"Udah, Go. Biarin aja mereka ngatain gue sampe puas. Kalo perlu sampe mulut mereka berbusa sekalian. Mending kita cabut, nggak penting ngelayanin orang bego. Gosip kok di percaya, cari tau dulu kebenarannya, Mbak!" Ella berlalu pergi dari hadapan dua siswi itu dengan di ikuti ketiga temannya.


Sepanjang dia melangkah, tatapan sinis selalu mengarah padanya dari orang-orang yang dia lewati. Bukan hanya tatapan sinis. Namun juga tatapan penuh ke bencian, mereka seakan jijik saat melihat Ella.


"Eh! Ngapain sampah masyarakat ada di sini? Pergi lo, kampus ini nggak pantes buat jal*ng murahan seperti lo!" teriak kakak tingkat Ella yang cukup terkenal di kampus.


Ella merasakan devaju dengan kejadian seperti ini, ya. Dia dulu pernah mengalami kejadian ini saat dirinya baru menikah dengan Ray. Semua orang membully nya, mencaci dan juga menghinanya. Namun bedanya, dulu dia di bully karena ke oonannya. Lebih tepatnya pura-pura oon. Tetapi sekarang, dia di bully karena sebuah fitnah yang bahkan dirinya belum tau detailnya seperti apa? Hal apa yang membuat mereka seperti ini.


"Kak Misya, di rumah nggak punya kaca ya? Jal*ng kok teriak jal*ng. Huuhh, aku miris sekali denganmu kakak tingkat yang terhormat, ngoreksi ke jelekan orang paling depan. Berkoar-koar seakan dirimu paling benar, padahal nyatanya? Lihatlah penampilanmu yang tak ayal seorang jal*ng, belahan dada di pamerin, rok kurang bahan sampe apem sama bempermu hampir keliatan. Mendingan telanjang aja sekalian!" hardik Ella.


"Lo!" bentak Misya.


"Apa? Makannya jangan sok, ngebully orang. Di skak nggak bisa ngomongkan?!" dengus Ella dengan mendelik.


"Gue nggak pernah membual, semua yang gue omongin itu pakta. Nggak bulshit kayak lo! Haiss nggak ada untungnya juga hue ngeladenin orang munafik, buang-buang waktu. Cabut guys!" Ella menyenggol bahu Misya yang menghalanginya.


"Jal*ng sialann!" teriak Misya murka.


Tak lama kemudian mereka sampai di kelas. Sama halnya seperti di luar, di dalam sana pun mereka menatap Ella sinis. Ella yang sudah jengah hanya membiarkannya saja tanpa banyak komentar.


"Kira-kira Dekan mau nyampein berita apa ya?" ucap Kiana penasaran.


"Apa lagi kalau bukan berita tentang siswi yang akan di keluarkan secara tidak hormat. Tidak hanya itu, dia juga akan di black list sehingga semua kampus di negri ini nggak akan pernah ada yang nerima dia," sahut siswi yang duduk di belakang Kiana.


"Aku nggak nanya sama kamu," sunggut Kiana emosi karena dia tau siswi yang dia maksud adalah Ella.


"Kenapa? Lo nggak Terima kalau ternyata sahabat baik lo itu hanyalah seorang penggoda, hah?" bentak siswi itu.


"Ella bukan penggoda!" balas Kiana dengan nada tinggi.

__ADS_1


"Anak haram belain jal*ng."


Brakk!


Ella menggebrak meja hingga terbelah menjadi dua, membuat atensi para penghuni kelas menatap ke arahnya dengan cengo dan juga melongo.


"Gue masih sabar saat elo ngehina gue. Tapi kesabaran gue habis saat lo mulai ngehina temen gue." Ella bangkit kemudian berjalan ke arah siswi itu dengan tatapan menghunus.


"Karena kalian emang pantas di hina. Kalian itu cuma segerbolan manusia sampah!" siswi itu membalas tatapan Ella tanpa rasa takut.


"Lo nggak ada kerjaan lain apa selain ngurusin hidup orang? Urus tuh diri lo, udah bener apa belum?" ucap Alvin yang sedang duduk dengan santai.


"Sekali lagi gue denger mulut sampah lo ngehina temen gue. Bakal gue pastiin lo nggak bakalan berpijak lagi di bumi ini!" ancam Ella.


"Nggak takut tuh! Paling lo cuma nge geretak gue. Ngancem doang tapi nggak punya nyali," ledeknya.


"Hm, lo belum tau siapa gue." Ella menepuk pelan bahu siswi itu.


"Gue harap lo inget kata-kata gue sebelum lo menyesal." Ella melangkah pergi kembali ke tempat semula.


"Lo mau nulis di mana, Ell? Meja lo dah jadi dua," ucap Diego.


"Di jidat lo!"


"Ini dia, Ell. Vidio yang bikin mereka ngatain lo jal*ng dsb!" pekik Alvin.


"Mana?" Ella langsung menoleh ke arah Alvin.


"Lo cek medsos deh, di situ udah rame sama netizen yang ngata-ngatain lo penggoda, siswi kegatelan dan semacamnya," ujar Alvin.


"Ok."


Ella pun langsung mengecek ponselnya dan membuka media sosial. Dan benar saja, di sana sudah ramai sekali dengan netizen yang membagikan vidio pendek dirinya. Ella pun memutar vidio itu.


"Ck, gue pikir vidio apaan." Ella mendelik setelah menonton vidio itu.


Kemudian dia menulis sebuah komentar di salah satu postingan yang membagikan vidio pendeknya. Dalam komentar Ella tertulis.....

__ADS_1


Yang mau lanjut tap like ya. 👍 Sekalian Vote dan secangkit kopi buat otor biar nggak ngantuk🤗🤗🤗🤗


__ADS_2