Istri Kecil Dosen Muda

Istri Kecil Dosen Muda
Gara-gara ceker.


__ADS_3

"Elu Cocodot pan ya? temen adek gue pas SMA."tanya Satria sedangkan Ella dia hanya diam saja.


"Iya bang aku Nando, yang sering main sama Ella dulu."Jawab Nando.


Ya, pria itu adalah Nando, masih ingat kan sama dia? itu loh pria yang bertemu Ella di rumah makan sunda, waktu dia sedang makan bersama Ray saat mereka baru sehari menikah.


"Ngapain lu di mari?"


"Aku lagi liburan bareng temen bang, kebetulan temen aku yang punya Vila sebelah."tunjuk Nando pada Vila yang berada di sebelah Vila Ray.


"Oh, sini duduk. Ngobrol bentaran pan kita udah lama kagak ketemu."ajak Satria.


Nando pun masuk ke teras Vila lalu dia menundukan dirinya di samping Satria.


"Apa kabar Ell?"Nando menatap Ella dengan begitu lekat.


"Baik, kamu sendiri gimana?"


"Aku baik juga."Nando tersenyum tipis.


"Lu liburan ama pacar kesini?"tanya Satria kepada Nando.


"Enggak bang, cuma sama temen aja. Lagian aku gak punya pacar."Jawab Nando.


"Samaan dong kite jones ya."tawa Satria.


"Ini Nando yang waktu itu kamu ceritain ke aku kan Ell? yang kamu panggil Dodo."ucap Dela.


"Em, iya."Ella mengangguk samar.


"Memang dia itu siapa sayang?"tanya Ray.


"Temen SMA nya aku."ujar Ella.


"Bukan mantan?"


"Ya, bukanlah. Aku kan gak pernah pacaran."cebik Ella.


"Tapi pernah menyukai seseorang, atau jangan-jangan orang yang kamu sukai adalah dia."tebak Ray.


"Kagumi Ray, waktu entu kan dia bilang cuma suka wajahnya doang yang tampan berati kagum. Ya pan dek?"Satria melirik Ella.


"Napa jadi bahas itu sih."cemberut Ella.

__ADS_1


"Jawab Maemunah, kite pan penasaran yang elu kagumi si Cocodot ape bukan?"ucap Satria.


"Kita, lu aja kali."Rendi melirik Satria.


"Emangnya lu kagak penasaran?"


"Kagak, gue lebih penasaran ngapa si Ell dari tadi sensi mulu ama tu bocah. Gue yakin pasti ada something ini mah."ujar Rendi.


"Dek, lu mao jawab pertanyaan gue dulu ape si Rendi nih?"


"Paan sih, emangnya ini eskuis pake tanya jawab segala."cebik Ella.


Sedangkan Ray dia hanya diam saja, dia juga sependapat sama Rendi. Pasti ada sesuatu di antara mereka berdua sehingga membuat sikap Ella seperti ini.


Karna Ella tidak mau menjawab, Mereka pun berbincang hal lain dengan Satria yang sering bertanya dan juga melontarkan kata-kata nyelenehnya. Sampai sore pun hendak berganti malam dan Nando memutuskan untuk pulang, tapi sebelum itu Satria mengajak Nando dkk untuk bergabung bersama mereka untuk barbeqiuan di halaman belakang Vila. Nando pun menerima ajakan Satria.


Cahaya matahari sudah berganti dengan gelapnya malam dan ditaburi oleh ribuan bintang yang berkelip cantik nan terang menghiasi indahnya malam yang dingin sejuk di sertai semilir angin menusuk ke pori kulit sehingga terasa begitu dingin.


Kehangatan mulai mendera tubuh saat para pria berjibaku membuat kobaran api unggun yang cukup besar, mereka duduk berjejer mengelilingi kobaran api itu dengan masing-masing membawa karpet kecil sebagai alas duduk. Sementara di belakang mereka Satria bertugas untuk membakar aneka Sosis dkk untuk santapan mereka dengan di temani oleh Rendi.


"Mateng nih guys."Rendi membawa nampan berisi sosis daging dsb kearah mereka dengan di susul oleh Satria di belakangnya yang juga membawa nampan.


"Wih, mantep nih."seru Ella.


"Mantep banget, apalagi tinggal capluk."sindir Satria tapi Ella tidak peduli dia malah asik mengisi piring kosongnya dengan berbagai jenis makanan.


"Iya bang."Nando mengambil piring kemudian maju untuk mengambil sosis dan juga ayam bakar yang ada di nampan dia hanya mengambil dua jenis saja.


"Cobain ini deh, Neng Del."ucap Galang sembari menyodorkan bakso bakar kehadapan Dela.


"Enak, A. Aa juga cobain punya aku, aaa."Dela menyuapi Galang dengan sosis berukuran sedang setelah ia menyantap baso bakar dari Galang.


Mereka memang sudah mengganti nama panggilan saat mereka berada di kamar tadi, karna Dela memanggilnya kakak seperti Ella memanggil Ray, jadi Galang pengen beda aja gitu.


Pengantin baru itu terlihat sangat mesra dengan saling menyuapi. Pengantin basi juga tak kalah romantis, Ray memeluk Ella dari belakang sembari menyuapi istri kecilnya itu, Ray memang duduk di belakang Ella bukan di sampingnya katanya sih biar angin malam tidak menerpa punggung sang istri.


"Dot, Aaaa."Satria menyodorkan ceker ayam yang ikut di bakar olehnya karna katanya sayang kalau di buang.


"Buat abang aja."tolak Nando karna dia tidak suka ceker ayam apalagi ceker yang di sodorkan Satria masih lengkap dengan kukunya yang runcing.


"Ini enak lo Cocodot. Aa dulu yuk."ucap Satria dengan tersenyum begitu manis.


"Hahaha, sekarang gue aman kagak jadi korban ke jonesannya si bangsat. Giliran lo Do."tawa Rendi pecah saat melihat wajah kebingungan Nando karna biasanya dia lah yang menjadi korban Satria.

__ADS_1


Rendi terus tertawa sampai sesuatu masuk kedalam mulutnya, sontak saja dia langsung berhenti.


"Enak pan ya Ren, mau lagi."ucap Satria sembari menyodorkan ceker yang satu lagi karna yang satunya telah mendarat cantik di mulut Rendi.


"Sat, lu cuci dulu kagak ni cokor?"Rendi melotot setelah dia mengeluarkan ceker itu dari dalam mulutnya.


"Bentar gue lupa, gue cuci kagak ya tadi? Astaga, gue lupa Ren tu cokor kagak di cuci karna gue buru-buru pas tadi udah di potong dari badannya gue langsung aja taro di wadah terus di bakar. Mana tadi di kandangnya banyak bet yang item-item. Ieuuuuuuu."Jelas Satria tanpa dosa.


"ASTOGE, Satria baja hitam. Lu bener-bener ya. Mual gue jadinya."marah Rendi yang memandang Satria dengan tajam.


"Mangap Ren, namanye juga lupa."cengenges Satria kemudian dia berdiri dan langsung saja ngibrit saat melihat Rendi menghampirinya dengan wajah memerah.


Rendi pun ikut berlari mengejar Satria. Alhasil kedua orang itu kejar-kejaran seperti bocah dengan tangan satria yang masih memegang sebelah ceker ayam.


"Bang Satria dari dulu tetep sama ya, kocak."Nando melirik kearah Ella yang sedang di peluk oleh Ray.


"Sableng si abang mah."ucap Ella sembari menatap abangnya yang masih berlarian dengan ceker yang tidak terlepas dari tangannya.


"Itu ceker buat apa coba di pegangin mulu."sambungnya.


"Buat garuk punggung kali Ell, kalo gatel."ujar Galang.


"Untung aku tadi gak makan tu ceker."ucap Nando.


"kalo lo makan muntah lo pasti setelah denger ucapan si bangsat tadi."timpal Ray.


"Ada-ada aja kelakuannya bang Satria."Nando tertawa geli.


"Entu efek kejonesannya jadi membuat pikirannya sableng, coba aja dia punya cewek pasti..."ucap Galang.


"Pasti sembuh ya?"Nando menatap Galang.


"Pasti tambah sableng."


"Udah Ren stop gue cape, huh huh huh."Satria ngos-ngosan.


"Kagak bisa, huh. Lo udah bikin mulut gue terkontaminasi. Gimana coba kalok gue nyium cewek terus bau kotoran ayam lu mau tanggung jawab hah."Rendi terus mengejar Satria.


"Kagak, gue pan kagak buntingin lu ngapa gue harus tanggung jawab."Satria terus berlari menghindari Rendi.


"BANGSATT, sini lu."Rendi berlari begitu kencang sehingga Satria berhasil di tangkapnya.


Satria berusaha betontak sehingga mereka terjatuh di rumput kemudian mereka gulat sembari berguling-guling di rumput.

__ADS_1


"GO BANGSAT GO BANGSAT, AYOK BANGSAT PASTI MENANG. GO BANGSAT."teriak Ella menyemangati.


Jejak 😘😘😘😘


__ADS_2