Istri Kecil Dosen Muda

Istri Kecil Dosen Muda
Ke supermarket bareng Satria.


__ADS_3

"Sayang, kakak berangkat dulu ya." Ray mengecup kening Ella yang tengah menyantap sarapannya.


"Jangan ganjen ya di kampus nya." ucap Ella yang mendongkak kearah Ray.


"Memangnya kakak suka ganjen hm? kakak kan setia, mana ada ganjen-ganjenan." Ray mengelus kepala Ella sayang.


"Kakak pergi ya, hati-hati di rumah. Kalau ada apa-apa hubungi kakak. Mam, nitip kesayangan Ray ya." Ray menatap sang istri kemudian dia beralih menatap sang ibu.


"Pasti dong Mamah jagain, Ella juga kan mantu kesayangan Mamih." ujar Wina.


"Hati-hati dijalan ya kak Ray." ucap Ella.


"Iya sayang." Ray tersenyum manis, lalu ia melangkah pergi keluar dari rumah untuk berangkat ke kampus.


Setelah Ray pergi, Ella pun pergi keruang santai bersama dengan sang mertua. Disana Ella di ajarkan tata cara mengurus bayi dan juga makanan apa saja yang baik di konsumsi ibu hamil juga ibu menyusui. Ella sangat memperhatikan dengan seksama penjelasan sang ibu mertua.


Rumah Wardana terlihat begitu ramai saat ini, para pelayan tengah berjibaku untuk mempersiapkan acara tujuh bulanan Ella yang akan di selenggarakan nanti sore. Sebenarnya Ray ingin cuti hari ini, tapi karna pekerjaan yang menumpuk Ray pun tidak bisa untuk cuti, akhirnya dia tetap masuk dan akan pulang lebih awal


"Mamih," seru Ella saat melihat sang Mamih berjalan masuk kedalam rumah keluarga Wardana dengan diikuti oleh Satria.


"Kamu apa kabarnya sayang?" Rina menghampiri sang putri kemudian memeluknya erat.


"Baik Mih." Ella membalas pelukan sang Mamih.


"Cucu Mamih?" Rina mengelus perut buncit Ella.


"Baik juga kok Mih." Jawa Ella.


"Syukurlah, Mamih senang dengernya. Mamih udah gak sabar pengen ketemu sama Baby gemoy."ucap Rina bahagia.


" Win, gimana kabar mu?"Rina berbalik menatap sang besan kemudian memeluknya.


"Baik Rin, kamu sendiri?" Wina membalas pelukan Rina.


"Baik juga, oh ya, apa putriku sering membuat mu repot." Rina mendudukan dirinya disamping Wina.


"Kadang, tapi aku seneng Win. Karna kehadiran Ella membuat rumah ini menjadi ramai." ujar Wina.


Merekapun mengobrol kesana-kemari dan berlanjut membahas kandungan Ella yang terlihat lebih besar dari ibu hamil biasanya. Wina pun bilang Ella akan melakukan USG setelah acara tujuh bulanan selesai karna itu adalah kemauannya. Dia juga belum membeli peralatan apapun karna dia hendak membelinya nanti setelah kandungannya menginjak delapan bulan.


Ella juga ikut menimbrung obrolan kedua wanita paruh baya itu, dia menanyakan kapan sang Papih akan kesini? Rina pun bilang bahwa Andi akan kesini nanti siangan setelah rapat selesai. Mungkin Andi akan kesini bersama dengan Samsul karna kantor mereka jaraknya lumayan dekat.

__ADS_1


Karna Ella sering di kacangin oleh kedua wanita paruh baya yang asik bergibah riya, dia pun bosan. Akhirnya dia pun menghampiri sang abang yang tengah melihat orang salon tengah memasang backgrond, rumah ini memang akan dihias secantik mungkin dengan tema biru, semua hiasan disana lebih dominan dengan warna biru yang di selingi putih sesuai warna yang di pinta oleh Ella. Untuk jamuan makanan Wina memesannya di Catring. Sebelumnya undangan telah di sebar dua hari yang lalu kepada kerabat dan juga para kolega bisnis Andi dan juga Samsul. Untuk orang kampus Ray juga mengundangnya, tapi mereka tidak bisa datang dengan alasan tertentu.


"Abang." Ella menarik tangan sang abang dari belakang.


"Eh elu Dek, ngapa hm?" Satria berbalik untuk menatap Ella yang tengah cemberut.


"Aku bosen ih." Ella mengerucutkan bibirnyam


"Mau apa biar kagak bosen?" Satria mengelus kepala Ella lembut.


"Jalan-jalan yuk?" ajak Ella.


"Kemana?"


"Ke supermarket, aku mau beli cemilan." ujar Ella.


"Yodah ayok, tapi bilang dulu sama orang rumah entar mereka ngira lu ngilang lagi. Bisa gempar dunia pergangsteran." ucap Satria.


"Iya, ngapa bawa-bawa gangster coba." cebik Ella.


Dia pun melangkah kedalam untuk pamit kepada Mama mertua dan juga Mamihnya, kemudian dia keluar kembali untuk menghampiri Satria.


"Ayok." Ella melangkah mendahului Satria.


Satria pun mengikuti Ella dari belakang, kemudian dia membukakan pintu mobilnya untuk Ella, Ella pun masuk dan disusul oleh Satria. Kemudian Satria melajukan mobilnya kearah supermarket sesuai tujuan mereka.


Sesampinya disana Ella langsung turun dari mobil, dengan sigap Satria menuntun Ella untuk berjalan karna Ella nampak kesusahan.


"Abang," rengek Ella.


"Apa?"


"Mau naik entu?" Ella menunjuk kearah troli.


"Ape lu kate? naik troli? astaga Dek, lu kira-kira dong, masa badan segede gaban gitu pengen naek troli mana muat yang ada roboh tu troli." ujar Satria menggeleng.


"Ih abang mah gitu, aku kan pengen kayak di Drakor gitu loh. Ceweknya naek troli terus di dorong ama cowoknya." cemberut Ella.


"Lebay amat si, lagian entu buat pasangan dodol, biar romantis. Nah kita, adek kakak woy bukan pasangan, ntar aja ya lu minta ama si Ray kalo perut ama badan elu dah kempes kagak bulet kek buntelan kayak begini." ucap Satria sembari memandang badan sang adik yang nampak mengembang.


"Abang luknut, masa adeknya di ledekin mulu si." gerutu Ella yang berjalan pergi dari hadapan Satria dan mengambil sebuah troli kemudian mendorongnya.

__ADS_1


Satria pun mengikuti sang adik dari belakang, dia terus mengamati Ella karna takut Ella terjatuh. Satria merasa ngilu sendiri melihat Ella berjalan pelan dengan perut besar. Dia jadi tertawa sendiri kala membayangkan jika perutnya membesar seperti itu dan berjalan pelan seperti siput.


"Abang gila?"Ella menatap sang abang yang tertawa sendiri.


"Apasih, sape yang gila coba." Satria langsung menghentikan tawanya.


"Entu kenapa ketawa sendiri? kan biasanya orang yang ketawa sendiri itu gila." ujar Ella.


"Kagak papa, dah lah yok belanja lagi." Satria langsung mengambil alih troli yang di dorong Ella.


Merekapun berkeliling untuk mencari cemilan yang Ella inginkan, mata Ella berbinar kala melihat deretan cemilan kesukaannya, dengan tamak dia pun mengambil berbagai cemilan dengan berbagai label dan juga rasa dengan cukup banyak lalu ia masukan kedalam troli, dilanjut dengan berbagai minuman kaleng susu kotak kesukaannya dan juga coklat besar beberapa batang sehingga troli yang di dorong Satria penuh menggunung.


"Dek, lu ngambil segini banyak buat sape sih? kagak mungkin kan lu makan semua?" heran Satria.


"Buat kita semua, ayok ke kasir."


Ella melangkah mendahului Satria menuju ke kasir, Satria pun menyusulnya dengan mendorong troli yang sudah menggunung itu.


"Bayar." perintah Ella.


"Abang yang bayar?" tanya Satria.


"Iyalah abang, siapa lagi? kan aku gak bawa uang." ucap Ella santai.


"Astaga Maemunah, lu ngajak ke supermarket tapi kagak bawa duit. Bener-bener." Satria menggeleng.


Jejak ya guys😘😘😘😘😘


Hayok ah mampir ke cerita temen otor yang cantik parpurna membahana ulala baday, di jamin ceritanya seru pake banget. Recomend dah pokonya, cusss kepoin kagak bakal nyesel dah pokonya😍😍


Judul : After Darkness


Penulis : SkySal


Hanya karena beberapa lembar foto bersama bossnya, Elsa harus terkena masalah besar yang datang dari putra bosnya yang bernama Robin Sriwijaya.


Robin menuduh Elsa sebagai salah satu simpanan ayahnya sehingga Robin balas dendam dengan menjadikan Elsa pelayan dirumahnya. Namun Elsa bukanlah wanita yang lemah seperti yang Robin fikirkan. Elsa arogan dan keras kepala yang justru membuat Robin semakin marah hingga akhirnya Elsa mengalah dan lebih memilih menyerang Robin dari hatinya.


Bisakah Elsa melakukannya?


__ADS_1


__ADS_2