Istri Kecil Dosen Muda

Istri Kecil Dosen Muda
Penyesalan Yuda


__ADS_3

Hari ini adalah hari minggu, Ella menghabiskan waktu libur kuliahnya dengan jalan-jalan berdua bersama dengan sang sahabat siapa lagi kalau bukan Dela.


"Kamu tinggal disini sendiri Dedel?"tanya Ella yang kini sedang berada di kediaman Dela, memang tadi setelah mereka puas berjalan-jalan memburu beraneka ragam jajanan tradisional, mereka pun memutuskan untuk membawa semua makanan itu ke rumah Dela.


"Iya, Ell. Semenjak orang tuaku meninggal, aku hanya tinggal seorang diri."Jawab Dela sembari mengeluarkan makanan yang mereka beli tadi dari kantong plastik.


"Kamu enggak punya adik? atau kakak gituh?"tanya Ella penasaran.


"Aku hanyalah anak tunggal Ell,"


Ella pun manggut-manggut tanda mengerti.


Mereka pun berbincang-bincang di ruang keluarga sembari menonton Derakor. Sampai akhirnya Dela pergi ke dapur untuk mebuat sesuatu dan Ella menunggu sambil rebahan cantik di atas karpet berbulu.


"Apa itu Del?"tanya Ella saat melihat Dela datang dengan membawa nampan berisi sebuah piring dan juga mangkok kecil.


"Ini rujak Ell, cobain deh. Seger banget."Dela menaruh piring yang berisi potongan buah-buahan segar, di antaranya ada mangga muda, bengkuang, kedondong dan jambu air.


"Emm, enak banget. Ayok coba, kamu cocolin kesini nih, beuhh mantep."ujar Dela sembari mengambil sepotong mangga muda lalu dia cocolkan ke mangkok kecil yang berisi sambel rujaknya.


Ella pun mencobanya, dia mengambil sepotong mangga lalu ia cocolkan seperti Dela tadi.


"Acem banget, Dedel."Ella nyengir dengan mata merem sebelah.


"Enak tau Ell, seger banget."Dela kembali mengambil beberapa potong mangga muda, dia memakannya dengan rakus sehingga membuat Ella meringis ngilu.


"Perasaan yang hamil itu aku, tapi kenapa malah kamu yang doyan mangga mudanya. Kamu kayak orang ngidam tau gak Dedel."ucap Ella heran.


"Atau jangan-jangan kamu hamil lagi."celetuk Ella ngasal.


"Uhuk, uhuk."Dela yang sedang asik memakan mangga muda pun langsung terbatuk.


"Apaan sih kamu Ell, masa iya aku hamil."ucap Dela cepat.


"Akunya cuma ngasal kok Dedel, habisnya kamu kayak orang ngidam sih."cengir Ella.


"Em, aku kan emang suka yang asem-asem Ell."ujar Dela.

__ADS_1


"Oh."Ella manggut-manggut.


Dia pun memakan jananan teradisional yang tadi mereka beli, dia tidak ikut nimbrung makan rujak yang Dela makan, karna dia tidak kuat dengan rasa asam pada buah-buahan itu, memang sih ada bengkuang yang tidak masam, tapi Ella tidak terlalu menyukainya.


Ella menjadi bergidik sendiri kala melihat cara makan Dela yang seperti orang kesurupan, apalagi pas di bagian makan yang asem kecut. Dia begitu bersemangat dengan mata yang berbinar. Ella merasa ada yang aneh pada sahabatnya itu, atau hanya pikiran dia saja? entahlah.


"Del, aku pamit dulu ya."ucap Ella pada Dela yang masih asik mengunyah.


"Buru-buru amat Ell?"


"Aku ada urusan Del,"


"Oh, ya udah hati-hati yah. Jangat ngebut bawa mobilnya."ucap Dela.


"Ok, aku pergi ya. Babay Dedel."pamit Ella.


"Bay, Ell."


Ella pun berjalan keluar dari rumah sederhana Dela, dia berjalan masuk kedalam mobil sport merah miliknya. Kemudian dia pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Beberapa saat kemudian dia telah sampai di markas AOD, dia pun keluar dari mobil lalu berjalan masuk kedalam markas.


"Mantau anggota AOD, takutnya mereka kerjanya cuma maen ponsel doang."ujar Ella.


"Nyindir gue lu."cebik David.


"Sebenernya sih kagak, tapi kalo elu kesindir, ya baguslah."ujar Ella sembari berjalan menuju ke ruang bawah tanah dengan di ikuti oleh David.


"Lu mau apain tu dua curut?"tanya David.


"Ntahlah, di bunuh kagak mungkin, pan gue lagi hamil. Kagak boleh bunuh binatang."ujar Ella.


"Biar gue aja, gimana?"


"Ide yang buruk, karna lo akan langsung menebas kepala mereka tanpa menyiksa mereka terlebih dahulu. Gue pengen membuat mereka menderita, sehingga mereka sendiri yang akan meminta kematiannya di percepat."ucap Ella dengan seringai tajam di bibirnya.


Ella pun terus berjalan hingga dia sampai di hadapan kedua orang manusia yang tengah di kurung di dalam sebuah sel yang cukup besar, mereka di kurung dalam satu sel.

__ADS_1


"Hai, apa kabar."sapa Ella sok manis.


"Akhirnya lo datang juga, iblis."ucap Rafly dengan menatap Ella penuh kebencian.


"Kenapa? kangen ya sama gue?"Ella membalas tatapan Rafly dengan mengejek.


"Ya, gue kangen sama lo. Kangen pengen bunuh lo."ucap Rafly marah.


"Coba aja kalo bisa."delik Ella.


"Lepasin gue darisini, kita bertanding satu lawan satu. Gue pastiin lo bakal mati di tangan gue."pinta Rafly.


"Yakin, lo bisa bunuh gue? yang ada elo yang akan terbunuh."


Sedangkan Yuda, dia hanya diam saja. Dia tidak berbicara maupun memandang Ella. Dia hanya menunduk sembari memangku lututnya, apakah Yuda sudah menyesali perbuatannya? entahlah. Hanya dia dan author yang tau.


"LEPASIN GUE, ayok lawan gue, bedebah."teriak Rafly.


"Gue bakal lepasin lo dan juga akan memenuhi tantangan lo. Tapi tidak sekarang, ada nyawa yang harus gue jaga. Lo bisa tunggu satu tahun lagi mungkin."ucap Ella dengan bersidekap dada.


"Cih, bilang aja lo takut."cibir Rafly.


"Takut? sama lo? oh tidak mungkin. Gue cuma takut sama tuhan."ujar Ella dengan bersidekap dada.


"Hay Yud, apa kabar? pastinya gak baik ya kan? ya lah. Gimana rasanya mendekam disini? enak?"Ella beralih menatap Yuda yang sedang menunduk.


"Ma-afin gue, Ell."ucap Yuda lirih.


"Menyesal lo sekarang, hm?"Ella berjalan mendekati Yuda tapi masih terhalang oleng jeruji besi.


"Gue menyesal Ell, sangat menyesal. Gue sadar, cinta itu gak harus memiliki, gue selama ini terlalu egois Ell. Gue hanya mementingkan diri gue sendiri, tanpa memikirkan perasaan orang lain. Sekali lagi maafin gue Ell, gue tau maaf aja gak akan cukup untuk menebus semua kesalahan gue sama lo, gue mau ngelalkuin apapun Ell, supaya elo mau maafin gue."Yuda terlihat begitu tulus.


Ella menatap manik mata Yuda dengan lekat, dia mencoba mencari kebohongan disana.


"Aku sudah memaafkan mu, tapi kamu masih harus tetap berada disini untuk merenungi kesalahan mu. Kamu memang berucap sudah menyesal, tapi aku tidak tau bagaimana isi hatimu? apakah disana masih tersimpan dendam dan kebencian atau tidak."ujar Ella.


"Aku ikhlas Ell, jika aku harus tetap berada disini untuk mempertanggung jawabkan kesalahan ku. Aku akan terima Ell, meskipun aku harus mendekam disini seumur hidupku."ucap Yuda dengan tersenyum begitu tulus.

__ADS_1


Sejenak Ella terdiam sembari masih menatap Yuda, dia melihat pancaran ketulusan di manik mata itu, ketulusan dan juga penyesalan. Sepertinya Yuda telah benar-benar menyesali perbuatannya, tapi Ella masih harus menahan Yuda, dia akan mengujinya dengan beberapa ujian, apakah dia benar-benar sudah berubah atau tidak..


__ADS_2