Istri Kecil Dosen Muda

Istri Kecil Dosen Muda
Malam yang dingin.


__ADS_3

Setelah tadi Rendi memanggilnya dan bilang kalau sang istri tertidur, Ray pun buru-buru keluar dari ruang kerja, dia berjalan dengan tergesa karna takut posisi tidur istrinya itu tidak nyaman untuknya dan juga bayinya.


"Kenapa lo gak bawa ke kamar si? Sat." Ray menunduk untuk meraih tubuh Ella yang berada di pangkuan Satria.


"Lu pikir gue gatot kaca yang bisa ngangkat bini lu yang segede gaban ini seorang diri. Yang ada bukannya nyampe kamar, malahan ngegelinding di tangga ni badan bulet." Cebik Satria.


"Ck, lemah lu. Badan aja gede, tapi gak ada tenaganya." Cibir Ray sembari mengangkat tubuh sang istri kemudian dia menggendongnya ala bridal sryle tanpa terlihat keberatan sedikitpun.


"Gimana mau punya bini, ngangkat adek sendiri aja kagak bisa." Ray menatap Satria kemudian dia berlalu pergi membawa Ella menuju kamarnya yang berada di atas, karna memang mereka belum pindah ke kamar bawah, yang masih proses renovasi.


"Kuat juga ya tenaga si Samuray, makan apa ya dia? kok bisa sekuat itu." Kagum Satria.


"Gue juga kuat kok ngangkat si Ell, cuma gue takut lakiknya ngamuk aja." Sahut David.


"Sombong amat, ajarin gue dong, latihan apa gitu biar kuat kek si Ray, pan gak lucu entar kalo punya bini bunting tapi yang gendong orang karna lakiknya kagak kuat, mau di taroh dimana muka gue." Ucap Satria.


"Di pantatt, udah ngatain songong, minta bantuan lagi. Kagak tau malu bener nih orang." Cibir David.


"Tau kok, malu entu yang buat mukul paku kan?" Ujar Satria.


"Entu palu dodol, gunanya buat mukul pala lu supaya waras." Rendi menepuk bahu Satria kuat.


"Adaw, sakit bage." Pekik Satria.


**************************


"Nyenyak banget tidurnya, pasti dia kecapean." Ray menyelimuti Ella yang sudah ia baringkan di atas Ranjang.


"Sehat-sehat kesayangan Papah." Ray mengelus perut buncit Ella.

__ADS_1


"Besok kan jadwal USG ya, udah gak sabar pengen tau, kesayangan Papah ini girls apa boy? tapi apapun jenis kelamin kamu, Papah akan terima dan menyayangi mu dengan sepenuh hati." Ray mengecup perut buncit itu.


"Terimakasih atas anugrah mu tuhan, kau telah mengirimkan bidadari cantik ini untuku dan sekarang kau mengirim kembali malaikat kecil yang akan melengkapi kebahagiaan rumah tangga kami." Ray menatap wajah sang istri kemudian dia beralih menatap perut buncitnya.


Setelah puas metapi wajah Ella, Ray pun turun kebawah untuk menemui para sahanat sablengnya. Disana mereka terlihat sedang asik menonton Derama korea, sepertinya mereka kecanduan menonton adegan kissing yang di tayangkan dalam adegan Derama itu.


"Kalian nginep aja disini, lagian ini udah malem." Ray yang berjalan menghampiri mereka.


"Kalo gua sih mau nginep aja, males pulang, apalagi ni badan serasa remuk bener abis di tiban gajah." Ucap Satria.


"Kalian?" Ray menatap ketiga pria itu.


"Nginep ajalah, ngantuk bener gue." Rendi membaringkan tubuhnya di karpet.


"Ok, gue nginep juga dah. Lo nginep juga ya?" David melirik Ragil yang di balas anggukan kepala.


"Kalian bisa milih kamar mana aja yang kalian mau, ada banyak kamar kosong di lantai dua." Ucap Ray.


"Tenang aja, kamar gue kedap suara." Jawab Ray.


Satria pun mengangguk, lalu mereka bangkit duduknya dan berjalan beriringan menuju ke lantai dua. Disana terdapat beberapa kamar kosong, tapi bersih dan juga rapih tentunya, karna para pelayan selalu membersihkan kamar-kamar itu meskipun tidak dihuni.


Satria tidur di kamar sebelah Ray bersama dengan Rendi dan di depan kamar Ray ada David yang tidur bersama Ragil. Malam ini hawanya terasa begitu dingin sampai menusuk kepermukaan kulit. Bagi Ray dinginnya tidak terasa karna dia tidurnya sembari memeluk mesra Ella, dengan kaki yang saling berbelit mencari kehangatan yang tercipta dari kulit yang bergessekan di tengah malam sunyi yang semakin larut.


Keesokan harinya.


Matahari sudah memancarkan sinarnya, dia bersinar cukup terang sehingga menghangatkan bumi yang tadinya dingin dan juga sejuk. Kilauan matahari masuk kedalam celah jendela para pria Jones, sehingga mereka terbangun karna cahaya itu menyilaukan matanya, mereka mengerejap untuk menyesuaikan cahaya yang masuk kecelah matanya.


"Eugh, ngapa dua balon empuk tadi berubah jadi datar gini ya?" Gumam Satria yang belum sadar sepenuhnya sembari meraba-raba dada Rendi.

__ADS_1


"Tangan kamu kok kasar sih Beb? jadi lebih gede lagi." Rendi menggenggam tangan Satria yang tengah meraba dadanya...


"Kok jadi suara si Rendi?" Satria mendongkak dan membuka matanya lebar.


"Astaga, lo apain gue Ren? lo pasti udah macem-macemin gue pan? emak tulung anak mu udah kagak suci lagi." Satria langsung menjauh dari Rendi yang tadinya dia berada di pelukan Rendi.


"Cuih, najong gue macem-macemin elu. Lagian ngapain si elu peluk-peluk gue." Rendi bergidik kemudian dia mendudukan dirinya.


"Eh kamprett, elu yang meluk gue. Anemia lu?" Seloroh Satria ngegas.


"Kayaknya gue kudu mandi kembang tujuh rupa nih, serem juga ya, ngapa gue bisa meluk dia coba." Gumam Rendi yang masih terdengar oleh Satria.


"Lu pikir gue demit apa." Satria melempar Rendi dengan sebuah bantal.


"Emang muka lu mirip demit, makannya cewek pada ngejauh karna takut ama lu."Ucap Rendi kemudian dia ngacir keluar dari kamar.


" Emang bener ya? muka gue mirip demit."Satria mengambil ponselnya untuk berkaca.


Doubel up nih😍 tap jempol ya jangan lupa biar ni jempol otor ngetik lagi😘😘


Mampir disini juga ya ceritanya seru pake banget, patut untuk di kepoin di tengokin and di baca, cuus meluncur sembari nunggu otor ngetik lagi🤩


Judul : Suamiku Ceo Cilok.


Napen : Tie Tik.


Mempunyai cita-cita menjadi istri seorang CEO adalah mimpi sebagian besar seorang wanita, apalagi jika wanita tersebut seorang penulis novel online, pasti khayalannya melampaui batas wajar.


Shasa, itulah nama seorang gadis berusia dua puluh tiga tahun yang memiliki cita-cita aneh—ia ingin nasibnya seperti salah satu tokoh film Hollywood yang memiliki suami seorang pemilik perusahaan besar, bahkan Shasa rela menolak lamaran dari anak pak lurah hanya karena cita-cita yang aneh. Akankah harapan Shasa terpenuhi? Mungkinkah Shasa menjadi istri seorang CEO muda seperti cita-citanya selama ini?

__ADS_1



__ADS_2