Istri Kecil Dosen Muda

Istri Kecil Dosen Muda
Para pria konyol.


__ADS_3

"Maksud Papih, Papih itu alergi sama pria, ya pria. Kalau wanita tidak!"elak Andi.


"Yaudah, Papih bobo sendiri aja. Mamih tetep sama aku."ujar Ella.


"Terus, kakak tidur sama siapa sayang?"ucap Ray.


"Kak Ray bobo bareng abang aja."Ella tersenyum kearah Ray.


"Gak mau gue tidur sama tu orang. Ntar dia ngira gue adalah elu lagi dek, gimana kalau dia nyosor. Ih, najong tralala."tolak Satria bergidik.


"Siapa juga yang mau tidur sama lo? gue juga ogah kali."ketus Ray.


"Baguslah, jadi gue aman."ujar Satria.


"Lo kira gue apaan? masa tidur sama gue gak aman."ucap Ray.


"Ya, gue takut lo hilap Ray. Gue takut lo merenggut kesucian gue Ray, kesucian gue hanya untuk dia seorang. Bukan untuk orang lain, apalagi elo."tutur Satria mendramatis.


"Gue masih normal ya, gue gak suka terong. Lagian kayak lo masih suci aja."Ray melirik Satria sekilas.


"Eits, jangan salah. Gini-gini gue masih suci, ya."bangga Satria.


"Ih, kalian malah ngomongin terong sama Mbak suci sih, mendingan pada bobo sana!"ucap Ella.


"Tapi kakak maunya bobo sama kamu,"ucap Ray memelas.


"Akunya mau bobo sama Mamih, kak Ray sendiri aja, ya."kekeuh Ella.


"Pih."Ray menatap sang Papih mertua.


"Kamu bobo sama Papih aja, ya."Andi menepuk bahu menantunya dengan wajah yang tak kalah lesu.


"Kasian, malam ini kalian gak punya selimut hidup niye."ledek Satria.


"Diam."ucap mereka kompak.


"Sensi banget sih, yang gak bisa tidur bareng istri. Bobo sama aku aja yuk!"ledek Satria.


"Ogah,"ketus Ray.


"Abang, emang ada ya selimut yang hidup?"celetuk Ella.


"Mana ada Ell, selimut yang hidup."ujar Satria.


"Tadi, abang yang bilang gini, kasian malam ini kalian gak punya selimut hidup, niye. Berati selimut hidup ada dong?"Ella menatap Satria penasaran.


"Maksud abang, bukan selimut yang entu."ucap Satria.


"Yang mana lagi, kan selimut yang orang gunakan itu sama kayak gitu, cuma beda merek. Tapi sama-sama selimut. Kalau selimut hidup dimana belinya bang? aku mau beli ah, pasti lucu tuh selimut bisa hidup."jelas Ella riang.


"Gaada yang jual Ell."ucap Satria jengah dengan kepolosan adiknya, padahalkan dia itu sering dipolosin.


"Kak Ray sama Papih beli dimana dong? kalau gaada yang jual."tanya Ella pada Satria.


"Mereka gak beli, maksud abang selimut hidup itu orang. Bukannya selimut beneran."kesal Satria.


"Oh."


"Ngerti sekarang?"tanya Satria.

__ADS_1


"Ngerti dong, maksudnya selimut hidup itu, orangkan yang dikutuk jadi selimut. Makannya selumutnya bisa hidup, kalau waktu itu Mamih jadi ngutuk aku jadi teko, mungkin akunya juga jadi teko hidup, kali ya!"Jawab Ella polos.


"Astaga naga bonar."Satria menepuk jidat sendiri.


"Ih, abang. Gak boleh nyebutin nama bonar, nanti dianya kebangun."ucap Ella.


"Hah, emang ada yang namanya bonar dimari? perasaan kagak ada dah! mana namanya jelek lagi, apaan bonar."ujar Satria.


"Gak boleh ngeledek nama itu, abang. Nanti yang punyanya marah."ucap Ella.


"Jadi, si bonar entu orang? apa peliharaan sih?"bingung satria,


sedangkan Wina dia hanya bisa menahan tawanya karna dia tau apa yang dimaksud oleh Ella. Dan Ray dia sedang kesal setengah mampus, lagi-lagi si bonar jadi bahan pembicaraan, dan lebih ngenesnya lagi, si bonar diledek dibilang jelek lagi.


"Bukan dua-duanya."Jawab Ella.


"Lah, terus apa jubaedah."geram Satria.


"Ih, kenapa sih? kalian selalu nyebut aku dengan nama yang aneh. Waktu itu Mamih, sekarang abang. Mana gantinya pake nama yang gak elit lagi."gerutu Ella.


"Ni anak, lama-lama gue pites ya! bukannya jawab malah ngedumel."kesal Satria.


"Emang tadi abang nanya apa?"ucap Ella polos.


"Selain oon, lo juga pikun ya ternyata."cibir Satria.


"Akunya gak oon, ih abang. Mamih liat tuh abang, masa ngatain aku oon."adu Ella.


"Bang, gak boleh gitu ya. Adek kamu itu gak oon."Rina menatap sang putra sulung.


"Blee, Mamih belain aku. Akunya gak oon wew."Ella menjulurkan lidahnya.


"Cuma telmi aja."sambung Rina.


"Emangnya telmi apa sih? kak Ray."Ella melirik kearah sang suami.


"Telat mikir."Jawab Ray.


"MAMIIIIH, ih, Mamih mah jahat. Aku bete sama Mamih, aku sebel sama Mamih."rengek Ella.


"Aku bete sama Mamih, aku sebel sama Mamih, aku keki sama Mamih, aku bete, bete, bete ahhhh, betee."Satria malah menyanyikan kaliamat yang Ella ucapkan, dengan cengkok dangdut.


"Kalian semua ngeselin, jahat. Akunya mau mogok bicara aja, sama Mamih dan abang. Aku gak mau lagi bicara sama kalian."ngambek Ella.


"Jadi, kamu gak bakalan tidur sama Mamih dong?"tanya Ray.


"Enggak, kan akunya lagi ngambek sama Mamih."Jawab Ella cemberut.


"Yessss, berati bobonya sama kakak dong?"ucap Ray semangat.


"Enggak juga, akunya mau bobo sama Mamah aja."ucap Ella sambil menghampiri Wina.


"Hahaha, lo belum beruntung bro."Satria menepuk pundak adik iparnya.


"Sialan, lo."Ray menepis kasar tangan Satria.


"Tapi gak papalah, malam ini kita sama-sama kedinginan Pah."Ray melirik sang Papah.


"Kok, jadi gue sih Ndi, yang gak punya selimut hidup malam ini."Samsul menatap besannya.

__ADS_1


"Sabar ya, selamat berdingin-dingin ria."Andi menepuk bahu Samsul.


"Nikmat sekali, hujan-hujan begini bergulung dalam selimut bareng si dia."sambung Andi sambil melihat sekilas kearah luar yang memang sedang hujan, lalu dia kembali melirik besan dan juga menantunya.


"Ck, Pamer. Mentang-mentang punya selimut hidup."decak Samsul.


"Iri bilang boss."seru Andi.


"Dasar besan gaada ahlak."cibir Samsul.


"Malan ini dingin banget, kubutuh yang anget-anget."Andi malah bernyanyi.


"Daripada kalian berdingin-dingin ria, mending bobo berdua aja ya."Andi masih saja meledek dua orang yang tampak lesu itu.


"Bener tuh, Kak Ray bobo sama Papah aja, abang sama Papih."sahut Ella.


"Lah, kok Papih sama abang?"cengo Andi.


"Kan kita mau bobo bertiga, aku Mamah sama Mamih."ucap Ella.


"Bukannya kamu lagi ngambek, sama Mamih Ell?"tanya Andi.


"Ngambeknya gak jadi Pih, kayaknya lebih seru bobo bertiga. Akunya ditengah terus kita curhat dulu sebelum tidur. Ih, asik deh. yaudah Mah, Mih. Yuk kita bobo."ucap Ella sambil merangkul Mamih dan juga mertuanya.


"Ayok, Mamih juga udah ngantuk."ujar Rina.


"Mama juga ngantuk."mereka bertiga pun berjalan beriringan menuju kedalam kamar utama, kamar yang paling luas dirumah itu.


"Terus, nasib gue gimana dong."ucap Andi lesu.


"Hahaha, makannya jangan sombong dulu. Ngenes gak tuh, gak jadi bergulung dalam selimut."Samsul meledek Andi.


"Dah lah, malam ini kita jadi jones berjamaah."ucap Ray lesu.


"Yoi, gue juga jadi jones yang paling ngenes."ujar Satria.


"Kalo lu mah, laen. Emang dari kapan hari juga jones, bukan malam ini aja."Ray menatap Satria.


"Ah, iya ya."Satria menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Malam ini dingin banget, kubutuh yang anget-anget. Ada Ella suruh pergi cepet-cepet."Andi kembali bernyanyi.


"Tarik sisss, semongko."Samsul menggoyangkan pinggulnya sambil berputar.


"Saat ku sendiri, kulihat poto dan vidio."Ray ikut bernyanyi sambil melihat poto Ella di ponselnya.


"Aku jodi, jomblo ditinggal kawin."suara cempreng Satria ikut menimbrung.


"A..a .. a, aye, aye, euy."


Keempat pria berbeda generasi itu, kini berjoget ria, dengan gerakan yang amburadul. Sesekali Ray dan Satria jugaa berdansa layaknya sepasang kekasih.


Kadang cinta bisa merubah segalanya, hidup yang dulunya plat karna cinta akan berubah menjadi berwarna.


Seperti yang terjadi pada Ray, dosen muda yang dulunya kakau dingin dan tegas bahkan dia tidak pernah tersenyum, hidupnya plat tidak berwarna. Tapi sekarang setelah dia mengenal Ella, dosen itu berubah menjadi hangat penyayang bahkan dia menjadi sangat konyol dan juga kocak. Bahkan sekian lama Ray berteman dengan Satria dia tidak pernah melakukan hal-hal yang konyol seperti ini. Tapi setelah dia mengenal Ella segalanya menjadi berubah.


(Kayak power rangger dong๐Ÿ˜‚)


Jangan lupa tinggalkan jejak ya๐Ÿ˜Š

__ADS_1


Like๐Ÿ‘ Comen dan juga Vote๐Ÿ’•๐Ÿ’•


Salam manis dari author kitty๐Ÿ˜™๐Ÿ˜™


__ADS_2