
"Gimana, Dok? apa istri saya sudah boleh pulang?"tanya Ray pada Dokter yang baru selesai memeriksa Ella.
"Istri anda sudah boleh pulang! saya akan menuliskan beberapa resef obat. Dan pastikan perban nya harus sering di ganti, agar luka nya cepat kering!"ucap dokter itu sambil menuliskan resef obat untuk Ella.
"Baik, Dok."
"Ini, resef obatnya. Harus rutin di minum, supaya lukanya cepat mengering!"ujar sang dokter sambil memberikan catatan resef obat pada Ray.
"Iya, Dok. Terimakasih."ucap Ray.
Setelah Dokter pergi, Ray pun membantu Ella untuk bersiap-siap. Sementara itu, Satria menunggu mereka di sopa. Karna memang Satria belum pulang, dia ingin mengantar Ella kerumah orang tua Ray.
"Udah siap?"tanya Satria menatap mereka.
"Udah, kita nebeng mobil elo, ya?"ucap Ray.
"Lah, emang mobil lo kemana?"
"Ada, tapi gue lagi males nyetir!"ujar Ray.
"Alesan, lo. Bilang aja pengen berduaan sama adek gue, di belakang."cibir Satria.
"Lo, emang kakak ipar dan juga sahabat yang pengertian."Ray menepuk bahu satria lalu dia berjalan dengan merangkul Ella, melewati Satria begitu saja.
"Sekalian, bawain barang kita, ya. Tuh tas yang ada di sopa."teriak Ray karna dia sudah berada di luar ruang rawat Ella.
"Kampret lo, dasar adek ipar durjana. Udah di jadiin sopir, sekarang disuruh bawain barang mereka. Emang gue pembokat nya apa?"gerutu Satria sambil berjalan kearah sopa, untuk membawa tas berisi barang-barang Ray dan juga Ella.
Setelah itu Satria pun keluar dari ruangan tempat Ella dirawat, dengan wajah yang ditekuk.
"Batu kali ya? isinya. Berat bener, kayak hidup gue yang Jones ini."Satria menilik tas yang sedang dia tenteng itu.
"Cepet bangsat, kasian adek lo kepanasan."teriak Ray, saat melihat satria berjalan kearah mereka dengan sangat pelan.
"Cepet-cepet, gimana mau cepet? gue bawa barang kalian berdua, mana berat lagi."ucap Satria mendekat, lalu dia membuka mobilnya yang terkunci.
"Silahkan masuk, Tuan, Nyonya."sambung Satria dengan membungkuk.
"Terimakasih, pak sopir."ucap Ella tersenyum meledek.
Mereka berdua pun masuk kedalam mobil Satria, saat Satria hendak masuk kedalam mobil, Ray memanggilnya.
"Apa lagi?"kesal Satria.
"Obat Ella belum di tebus, tolong tebusin ya!"Ray mengeluarkan kertas yang di berikan Dokter tadi, dari saku kemeja nya.
"Uang nya?"Satria mengadahkan tangan nya.
"Pake uang lo dulu, ya."ucap Ray enteng.
Satria berlalu pergi dari sana dengan wajah yang masam, kakinya juga ia hentak-hentakan seperti anak kecil.
"Kak Ray, kasian tau abang aku. Liat tuh mukanya udah kayak ketek, kak Ray aja."ucap Ella.
"Lah, kenapa kayak ketek, kakak?"
"Kan mukanya abang masam, kayak ketek kak Ray."ujar Ella tersenyum tipis.
"Enak aja, ketek kakak wangi tau."
__ADS_1
"Itu menurut kak Ray, kalau menurut aku, ketek kak Ray itu bau asem."
"Serah, kamu ajalah."
"Nih, obatnya."Satria masuk kedalam mobil, lalu memberikan obat itu pada Ray.
"Makasih, bangsat."ucap Ray.
"Sekali lagi, lo manggil gue gitu. Gue sumpel tu mulut pake kaos kaki."kesal Satria.
"Mending pake sempol aja Sat, kan enak tuh."tawar Ray, bercanda.
Satria tidak menjawab, dia langsung saja melajukan mobilnya perlahan.
"Abang ngambek ya?"tanya Ella.
"Iya, abang sakit hati, masa abang kamu yang tampan ini, dijadiin pembokat sama karay kamu."ucap Satria memelas.
"Kasian banget sih, abangnya aku."
"Kalo kasian, pindah dong kesini Ell. Temenin abang."pinta Satria memelas.
"Iya, deh. Akunya nemenin abang aja."ucap Ella bangkit dari duduknya dan hendak pindah kedepan dengan melangkahi jok.
"Sayang mau kemana?"Ray memegang tangan Ella.
"Mau duduk bareng abang!"Ella melepaskan tangan Ray, lalu dia melangkah ke jok depan.
"Sini, Ell. Peluk abang."Satria melirik sang adik.
Ella pun menuruti perintah Satria, dia memeluk sang abang dari samping.
"Sakit sih, engga bang. Cuma ngilu doang!"Jawab Ella menyandarkan kepalanya di pundak Satria.
"Kamu harus banyak istirahat, jangan banyak ber aktipitas dulu. Supaya cepet pulih, dan bisa ngampus lagi."ucap Satria yang sedang fokus mengemudi.
"Iya, abang!"
"Dasar, pengganggu!"gerutu Ray di kursi belakang.
"Kak Ray, kenapa?"tanya Ella melirik suaminya sekilas.
"Kamu yang kenapa? kenapa gak mau duduk sama kakak?"ucap Ray kesal.
"Emang, kalau duduk disini kenapa?"heran Ella.
"Kan, kakak jadi sendiri Ell."cebik Ray.
"Biasanya juga lo sendiri, sebelum ada adek gue. Ngapa sekarang lo jadi lebay?"cibir Satria.
"Itu kan dulu, sekarang kan! gue udah punya istri. Jadi harus selalu berdua."jelas Ray.
"Tapi istri lo itu, adek gue. Jadi gue juga berhak bareng dia."ucap Satria.
"Lo kan, cuma abangnya! gue itu suaminya! jadi yang lebih berhak atas dia itu, ya gue."Ray tak mau kalah.
"Gue yang lebih dulu, jadi abang Ella. Sebelum elo jadi suaminya."perdebatan itu masih berlangsung.
"Iya lah, dimana-mana juga. Abang lebih dulu, mana ada pas dia berojol gue udah jadi suaminya!"
__ADS_1
"Berati, yang lebih berhak atas dia itu, ya gue dong."bangga Satria.
"Enak aja, tetep gue lah. Lo mendingan cari cewek sana, biar gak recokin kita mulu."kesal Ray.
"Gaada yang buang Ray, makan nya gue nyari gak nemu mulu."ujar Satria.
"Lu pikir, rongsokan, apa?"
"Elo kan bilang suruh nyari cewek, kalau gaada yang buang. Ya kagak bakalan nemu!"
"Emang lo mau cari dimana?"
"Di trotoar, sape tau nemu."
"Sekalian aja, di pembuangan sampah!"
"Edi yang bagus!"cengir Satria.
"Kesel gue sama lo."ucap Ray.
"Lah, kesel ngapa dah?"tanya Satria.
"Lo, gak pernah bisa di ajak serius."
"Mon maaf ya, gue masih normal. Kagak demen terong, Jadi gue kagak mau dah, di ajakin serius ma elu."ucap Satria bergidig.
"Maksud gue, di ajak ngobrol serius, beg*."
"Ngobrolin apasih? pake sirius-serius segala! kayak orang mau kawin."Satria melirik Ray sekilas.
"Lo, cari cewek gih. Secepatnya kalo bisa."ucap Ray.
"Ngapa lo ngotot banget dah? nyuruh gue nyari cewek."
"Biar, elo gak jadi nyamuk mulu. Yang suka gangguin orang lagi berduaan!"
"Kapan coba? gue gangguin orang yang lagi berduaan?"
"Lah, lu gak nyadar? dari tadi lu gangguin kebersamaan gue sama istri gue."Ray menatap tajam Satria.
"Gak, gue gak ngegangguin kebersamaan orang. Gue cuma mau melepas rindu, sama adek tersayang gue."bela Satria.
"Tapi dia istri gue!"
"Dia juga adek gue!"
"Istri gue!"
"Adek gue!"
"Kalian pada ngerebutin apa sih?"celetuk Ella yang sedari tadi hanya menyimak perdebatan dua lelaki dewasa itu.
"KUCING."Jawab mereka berdua kompak.
"Oh, kirain ngerebutin aku."
Hai hai, maaf ya author jarang up. Soalnya lagi persiapan buat ikut event😊 tapi autor bakal usahain up.
Mohon dukungan nya ya🙏🙏
__ADS_1
Salam manis, dari Kitty😊