Istri Kecil Dosen Muda

Istri Kecil Dosen Muda
Alergi.


__ADS_3

Sesampainya mereka dirumah keluarga Wardana, mereka langsung disambut oleh orang tua Ella dan juga Ray.


"Mamih sama Papih, disini juga?"ucap Ella langsung berlari menghampiri mereka.


"Iya, Ell. Mamih sama Papih, mau nginep disini, buat nemenin kamu!"ujar Rina sambil mengelus rambut panjang Ella.


"Wah, benarkah?"Ella menatap sang Mamih.


"Benar sayang."Rina tersenyum.


"Abang juga mau nginep disini, Mih?"


"Entahlah, tanya saja abang kamu?"Jawab Rina.


"Abang, abang nginep ya disini. Mamih sama Papih juga mau nginep disini kok!"teriak Ella pada Satria yang sedang berjalan menghampiri mereka bersama Ray.


"Ok, apa sih yang engga buat kamu!"Satria menjawil hidung Ella.


"Yee, berati nanti bakal rame disini."seru Ella riang.


"Masuk yu, lanjut di dalam ngobrolnya."ucap Wina.


"Iy, Mam. Ayok kita masuk."


Mereka semua pun masuk kedalam rumah.


Mereka kini sedang berkumpul diruang keluarga, sambil menonton sinetron kesukaan para emak-emak. Apalagi kalau bukan sinetron kumenangis, ditambah lagi nonton nya sambil nyemil aneka makanan dan juga jus buah-buahan yang masih segar pastinya.


"Ray, kenapa sih? wajah kamu dari tadi ditekuk mulu."tanya Wina melirik sang putra.


"Gak papa!"jawab Ray singkat, ketus dan juga dingin.


"Gak papa, tapi mukanya gak enak di pandang."ucap Wina.


"Kak Ray lagi berantem sama abang Mam."sahut Ella.


"Lah, kenapa kalian berantem?"Wina melirik Ray dan juga Satria.


"Iya, bang. Kamu berantem kenapa sih? sama Ray?"timpal Rina.


"Sapa juga yang berantem."ucap Satria.


"Itu, tadi kata Ella. Abang berantem sama Ray."ujar Rina.


"Orang beneran mereka berantem, Mih. Tadi aku liat sendiri di mobil."ucap Ella.


"Mereka berantem karna apa, Ell?"tanya Wina.


"Mereka berebut kucing, Mam."Jawab Ella.


"Hah, kucing? sejak kapan kamu suka kucing Ray?"Wina menatap Ray penuh selidik.


"Sejak nikah!"ketus Ray.

__ADS_1


"Kamu juga Sat, bukan nya kamu benci sama kucing?"ucap Rina.


"Kalau kucing yang entu, emang aku benci Mih. Tapi yang ini kucing nya menggemaskan Mih."ujar Satria sambil melirik Ella.


"Jadi? kucing yang kalian perebutkan itu, kucing apa? kucing yang mana?"tanya Wina menatap mereka berdua.


"Kucing imut, yang itu."Jawab Ray dan Satria kompak sambil menunjuk Ella.


"What, jadi kucing yang kalian maksud itu? aku."kaget Ella menunjuk dirinya sendiri.


"Hm."hanya itu yang keluar dari mulut Ray, sedangkan Satria dia hanya mengangguk pelan.


"Hahaha, kenapa kalian berebut Ella?"tawa Samsul pecah begitu mendengar kekonyolan dua pria tampan itu.


"Jadi, kalian diem-dieman dari tadi. Karna berebut Ella, ada-ada aja kalian ini. Seperti anak kecil!"timpal Andi.


"Gimana aku gak kesel coba, dari tadi tu bangsat nguasain Ella mulu. Bahkan sepanjang perjalanan kesini, mereka berpelukan sayang-sayangan. Tanpa memperdulikan aku yang kepanasan di kursi belakang! harusnya yang peluk Ella itu aku bukan dia, Ella kan istri aku."ucap Ray mendramatis, sambil menatap tajam Satria.


"Ella juga adek gue, jadi gue juga berhak atas dia."Satria tak mau kalah.


"Yang lebih berhak itu gue, bukan elo."sarkas Ray.


"Gue lebih dulu kenal Ella, daripada elo, ya."ucap Satria sinis.


"Elo cuma abang, gue suaminya! gue yang berhak atas apapun pada diri Ella."


"Stop, stop. Kalian ini kayak anak kecil saja, Ella itu bukan barang kenapa kalian perebutkan? kalian berdua harusnya kompak untuk menjaga Ella, bukannya berantem seperti ini."ucap Rina menengahi.


"Dia yang mulai duluan, Mih."Ray melirik Satria sekilas.


"Kalau menyangkut Ella, beda lagi urusan nya, Mam."ujar Ray.


"Udah, stop dulu debatnya. Mamih jadi gak fokus, lagi seru nih. Si Doni ketabrak mobil, sukurin kena azab tuh dia, gegara selingkuh mana istrinya lagi bunting lagi."ucap Rina yang matanya fokus kedepan TV.


"Sukurin, kalo perlu mampus aja sekalian. Tapi aku kesel Rin, kenapa si Laras kagak ikut ketabrak aja. Biar dua-duanya mampus."gruru Wina yang ikut fokus dalam sinetron itu.


"Paling benci aku Win, sama yang namanya pelakor."kesal Rina.


"Sama, Rin. Kita santet onlen aja yuk? biar tu pelakor mampus."ucap Wina tak kalah kesal.


"Setuju Win, kita santet berjamaah."


"Itu kan, cuma sinetron Mih. Mereka cuma ekting, bukan beneran."ucap Andi.


"Tapi tetep aja, Mamih itu paling benci sama pelakor."ujar Rina.


"Kalo gitu, gak usah di tonton. Biar Mamih gak kesal."ucap Andi.


"Sayang Pih, seru kalau gak ditonton."


"Haist,"


"Emang ya, dasar emak-emak. Hobi banget nonton sinetron ikan terbang."sahut Ella.

__ADS_1


"Seru Ell,"ucap Wina..


"Saking serunya, sampe kita ikut baper."timpal Rina.


"Serah, kalian deh. Memang emak-emak itu maha benar."ucap Ella.


Seharian ini mereka habiskan berada dirumah saja untuk menemani Ella, dari mulai nonton sinetron, karokean, hingga main game. Banyak sekali kekonyolan yang diciptakan kedua kakak beradik itu, siapa lagi kalau bukan Satria dan juga Ella. Mereka sangat terhibur dengan kekonyolan kedua kakak beradik itu.


Hingga siang pun telah tergantikan oleh gelapnya malam, mereka semua kini sedang berada dimeja makan karna jam makan malam telah tiba, seperti yang mereka bilang tadi siang, keluarga Wirawan akan menginap di kediaman keluarga Wardana. Suana kediaman keluarga Wardana pun menjadi lebih ramai dengan kehadiran mereka.


Jika biasanya setiap makan Ella akan melayani Ray, kali ini tidak. Karna tangan nya masih sakit, justru kini Ray lah yang melayani Ella. Makan malam berlangsung dengan hidmat, banyak sekali hidangan yang tersedia di meja makan super besar itu. Wina sengaja menyuruh koki untuk memasak banyak makanan, yang tentu nya mewah dan juga enak. Karna makanan ini khusus untuk menyambut sang besan untuk yang pertama kalinya mereka makan malam disini.


"Masakan nya, benar-benar enak Win."ucap Rina.


"Pasti dong, kan yang masak adalah koki yang sudah berpengalaman."ujar Wina.


"Pantes, rasanya enak. Makanan nya juga mewah."


"Iya, dong. Kan masakan ini khusus untuk menyambut besanku, untuk yang pertama kalinya makan malam disini."


"Bisa, aja kamu."


Setelah makan malam berlangsung, kini mereka sudah berkumpul kembali diruang keluarga.


"Mih, aku mau bobo sama Mamih ya?"pinta Ella.


"Kok, sama Mamih. Kan sekarang sudah punya suami, bobo sama suami kamu aja ya!"ujar Rina.


"Kalau sama kak Ray, tiap malam juga bobo sama dia. Malam ini boleh ya bobo sama Mamih!"Ella menatap Mamih nya penuh harap.


"Sayang, bobo sama kakak aja ya! nanti kalau kamu bobo sama Mamih, Papih bobo sama siapa?"bujuk Ray, masa dari tadi dia gak dapet kesempatan buat berduaan sama istrinya.


"Papih, bobo aja sama kak Ray."ujar Ella.


Ray pun menatap kearah sang Papih mertua, dia memberi kode agar mertuanya menolak saran Ella.


"Papih, gak bisa tidur bareng orang lain Ell. Papih alergi."ucap Andi.


"Memangnya ada alergi begitu?"Ella menatap sang Papih penuh selidik.


"Ada lah, Ell. Buktinya Papih seperti itu."Jawab Andi.


"Terus, kenapa Papih selama ini bisa tidur sama Mamih?"


"Maksudnya?"Andi gagal paham.


"Kan Mamih juga orang, kanapa Papih gak alergi?"


Hai hai, akhirnya aku bisa up lagi.๐Ÿ’•๐Ÿ’•..


Kemarin sempet nyesek karna akun gak bisa dibuka, alhamdulilah berkat bantuan pihak Nt, sekarang bisa dibuka lagi๐Ÿ˜Š


Jangan lupa tinggalkan jejak ya readers๐Ÿ˜Š

__ADS_1


Like๐Ÿ‘๐Ÿ‘ Comen and Vote juga ya๐Ÿ™๐Ÿ™


__ADS_2