Istri Kecil Dosen Muda

Istri Kecil Dosen Muda
Memang dia.


__ADS_3

"Del, aku harap kamu akan menjaga kandungan kamu dengan baik. Aku janji aku akan menemukan bajingan itu."Ella menatap Dela dengan bersungguh-sungguh.


"Jujur Ell, aku gak siap dengan kehadiran anak ini, apalagi kehadirannya karna sebuah kecelakaan. Tapi aku akan berusaha untuk menerimanya, aku akan menjaganya dengan sepenuh hati, bagaimanapun dia adalah darah daging ku."Dela mengelus pelan perut ratanya.


"Bagus, jangan pernah ada niatan sedikitpun untuk menyingkirkannya. Kalau tidak, aku akan sangat marah padamu."ancam Ella.


"Iya, Ell."Dela berusaha untuk tersenyum, dia harus tabah dan juga tegar menghadapi cobaan ini. Karna saat ini dia tidak punya tempat untuk mengadu mengeluh maupun meminta perlindungan, hanya Ella lah yang ada untuknya saat ini.


Ceklek, pintu ruang rawat Dela terbuka.


"Kak Ray."Ella tersenyum pada Ray.


"Bagaimana keadaan mu?"Ray metapap Dela sekilas.


"Alhamdulilah sudah membaik, pak."Jawab Dela sopan.


"Sebenarnya kamu sakit apa?"tanya Ray.


"Em, saya."Dela terlihat begitu sedih.


"Kak Ray kesini sama siapa?"Ella langsung mengalihkan pembicaraan dia tidak mau Dela menjadi sedih kembali.


"Sendiri, tadi kakak hawatir sekali, takut kamu kenapa-napa sayang."Ray mengelus puncak kepala Ella.


"Kakak juga takut, baby kita kenapa-napa. Dia baik-baik saja kan?"Ray beralih mengelus perut rata Ella.


"Berudu baik-baik aja kok, Pipop. Berudu kan kuat."ujar Ella dengan menirukan suara anak kecil.


Dela menjadi sedih, andai saja bayi yang di kandungnya mempunyai seorang ayah, mungkin dia akan bahagia sama seperti Ella.


Ella yang menyadari kesedihan Dela pun langsung saja menjauh dari Ray dan mendekati Dela.


"Apapun yang akan terjadi nanti, aku akan selalu ada untukmu Del, aku akan selalu menemani mu, suka atau pun duka."Ella mendekap erat tubuh Dela yang nampak bergetar.


"Hiks, aku takut semua orang akan memembenci ku Ell. Aku juga takut mereka akan menjauhi ku. Hiks, aku kotor Ell, hiks. Aku kotor."ucap Dela di sela tangisannya.


"Itu semua tidak akan terjadi. Aku akan berusaha melakukan apapun untukmu dan satu lagi, kamu itu tidak kotor. Manusia itu saja yang bejat, hanya demi hawanafsu dia tega menghancurkan masa depan mu."Ella berusaha menenangkan Dela.


Dela merasa nyaman berada di dalam dekapan Ella sampai akhirnya dia tertidur.


"Apa yang sebenarnya terjadi padanya?"tanya Ray saat Dela sudah tertidur.


Ella pun menceritakan semua yang terjadi pada Dela, kepada Ray. Dari mulai yang di alami Dela dimalam itu hingga kehamilan Dela.

__ADS_1


"Kasian sekali dia."ucap Ray.


"Iya kak Ray, apalagi dia tidak mempunyai keluarga sama sekali. Dia sebatang kara. Aku harus segera menemukan bajingan itu supaya dia bisa bertanggung jawab terhadap Dela."ujar Ella yang ikut merasa sedih dengan apa yang di alami oleh sang sahabat.


Setelah berbincang dengan Ray di sopa yang berada di ruangan Dela, Ella pun meminta Ray untuk membawakan laptopnya yang berada di mobil.


"Ini laptopnya, sayang."Ray menyerahkan laptop itu ke hadapan Ella.


"Maacih kak Ray."


Ella langsung saja membuka laptop itu, kemudian jari-jemari mungilnya menari dengan lincah di atas keyboard laptop itu. Ray yang melihat kepiawayan istrinya dalam mengutak-ngatik laptop untuk mencari barang bukti begitu kagum, Ternyata istrinya itu pandai juga dalam bidang IT.


"Ketemu."


Seru Ella saat dirinya sudah menemukan titik dimana Dela di renggut kehormatannya. Ella langsung saja meretas seluruh CCTV yang ada di daerah itu, untungnya semua CCTV yang Ella retas ternyata masih utuh, Tiada yang hilang satu pun. Berarti orang itu tidak menghapus jejaknya, atau mungkin dia tidak sadar dengan apa yang telah ia lakukan karna pada saat itu dirinya sedang dalam pengaruh alkohol.


"Bagaimana? apa buktinya sudah ketemu?"tanya Ray yang tengah menatap Ella dengan seksama.


"Aku perjelas dulu, soalnya gelap banget."Ella masih mengutak-ngatik keyboard laptopnya.


"Kejadiannya benerkan di tanggal ini, jam 22:15."Ella masih setia memutar beberapa rekaman CCTV yang berhasil ia retas dari TKP.


"Nah, ini dia nih yang agak jelas. Noh ada Dedel lagi jalan sendiri."gumam Ella sambil terus memutar rekaman yang nampak ada Dela itu.


"Mana?"Ray juga penasaran.


"Entu, tapi yang ke ambil CCTV belakangnya doangan."ujar Ella.


"Tunggu aja, dia pasti madep sini."ucap Ray yang ikut memperhatikan rekaman CCTV itu.


"Mulai ke adegan nganu nih kak Ray."ucap Ella saat melihat cowok itu menarik Dela kedalam rumah kosong


"Kamu tutup mata, setelah ini pasti cowok itu melakukan yang lebih dari sekedar ciuman."ucap Ray.


"Kak Ray juga tutup mata, kagak boleh liat. Takutnya mereka telanjang nanti."Ella menyambungkan rekaman CCTV luar rumah kosong itu dengan yang berada di dalam rumah.


"Iyah, kakak tutup mata, takut ngeliat aurat."Ray menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Aku juga mau nutup mata deh, kak Ray."Ella juga ikut menutup matanya.


"Kak Ray, kalo kita nutup mata begini, yang mau liat muka tu cowok sape dong?"Ella membuka sedikit celah pada jari tangan yang menutupi wajahnya supaya dia bisa melihat Ray.


"Iya juga ya, pan tujuan kita mau ngeliat tu cowok siapa."Ray langsung membuka tangan yang menutupi wajahnya.

__ADS_1


"Ngintip dikit aja nyok kak Ray, fokus ke mukanya aja. Jangan ke nganu nya."Ella juga membuka tangannya.


"Biar kakak yang liat."ucap Ray kemudian dia menatap laptop yang masih memutar rekaman CCTV itu.


"Bareng-bareng, biar dosanya di bagi dua."Ella juga ikut menatap kearah laptop.


"ASTAGA."teriak Ella.


"Kenapa?"kaget Ray.


"Mereka lagi ngapain."ucap Ella karna dia hanya melihat kepala pria yang sedang mengerang di balik tumpukan barang yang ada di rumah kosong.


"Kayaknya kuda-kudaannya udahan deh Yang. Kamu sih pake nyuruh nutup mata segala."ucap Ray.


"Puter ulang lagi aja, biar jelas."Ella memutar rekaman itu kembali.


"Wait-wait. Kok aku kayak kenal deh sama cowok ini. Coba kak Ray perhatikan."ujar Ella serius.


"Di zom, coba Yang."


"Bukannya, dia.."


"Gak mungkin."lirih Ray.


"Tapi itu benar dia, coba kak Ray puter lagi dan perhatikan baik-baik."


"Ini memang dia, kakak benar-benar gak nyangka. Kenapa bisa dia?"ucap Ray tak percaya.


"Kak Ray temui dia, bawa dia kesini. Kita bicarakan semua ini dengan kepala dingin. Ingat jangan emosi, kita cari tau dulu bagaimana cerita persinya, jangan langsung menghakimi dia."ujar Ella dengan menatap lekat sang suami.


"Baiklah, kakak pergi cari dia ya. Kakak akan membantu menyelesaikan masalah ini supaya temen kamu tidak terpuruk lagi."Ray bangkit dari duduknya.


"Semoga masalah ini cepat berlalu dan semoga juga kita cepat menemukan jalan keluar dari permasalahan ini."


"Kakak pamit ya,"Ray tersenyum tipis kemudian dia mengecup kening Ella lalu dia berjalan keluar dari ruangan Dela.


Setelah Ray pergi, Ella menyandarkan tubuhnya disopa. Dia menerawang jauh pada kejadian-kejadian yang di alaminya beberapa bulan kebelakang. Dia teringat hari itu kan hari dimana... aish, ternyata saat itu dia memang tengah mabuk berat, kemungkinan besar dia tidak akan mengingat kejadian itu. Karna dia dalam pengaruh alkohol yang cukup banyak.


"Semoga dengan melihat rekaman ini dia akan menyadari tentang perbuatan bejadnya."gumam Ella.


"Del, semoga setelah ini kamu akan segera menemukan kebahagiaan mu. Aku yakin dia adalah orang baik, dia akan menjadi suami dan juga ayah yang baik jika dia bersedia untuk mempertanggung jawabkab perbuatannya. Tapi dia harus mau, bagaimana nasib bayi itu jika dia tidak mau."lirih Ella sembari menatap lurus kearah Dela.


Jangan lupa tinggalkan jejaknya😍

__ADS_1


Like👍 Comen juga ya karna itu adalah penyemangat buat author. jangan lupa Vote nya juga 😘😘😘😘


__ADS_2