Istri Kecil Dosen Muda

Istri Kecil Dosen Muda
Ngegantung


__ADS_3

Malam ini mereka menginap di apartemen, sebelumnya mereka sudah mengabari orang rumah kalau mereka tidak akan pulang dan akan menginap di apartemen, Satria juga masih ada di sana dia juga akan menginap untuk menemani kedua pasutri itu, tak lupa juga dia menghubungi Rendi dan juga Galang, tetapi Galang menolak dengan alasan malam ini akan ada acara keluarga, alhasih hanya Rendi lah yang datang.


"Gimana dek, perkembangan penyelidikan lo?"tanya Satria pada Ella yang tengah sibuk dengan ponselnya.


"Seperti yang kita duga bang, dia tengah merencanakan sesuatu."Jawab Ella dengan melirik Satria sekilas.


"Penyelidikan? siapa yang di selidiki?"tanya Ray yang memang tidak tau apa-apa, begitu juga Rendi dia terlihat sangat penasaran.


"Rafly."Jawab Ella singkat.


"Rafly anak buah lo bukan sih, Ray?"tanya Rendi.


"Mantan anak buah."koreksi Ray.


"Iya, mantan anak buah lo. Terus apa hubungannya sama Ella, kenapa dia nyelidikin si Rafly. Emang dia kenal sama tu anak?"bingung Rendi.


"Tanya aja orangnya."ucap Ray.


"Ell kenapa kamu nyelidikin dia? terus kenapa kamu bisa tau tentang dia? apa kamu udah tau juga tentang siapa Rayen sebenarnya?"Randi menanyai Ella secara beruntun.


"Satu-satu dong nanyanya kak Reren. Ok, pertama, aku nyelidikin dia karna aku curiga dia akan merencanakan sesuatu dan dugaan ku ternyata benar, kedua, aku memang sudah mengenalnya lama, kami pernah terlibat beberapa kali dalam pertarungan antara Angel of Deat dan juga Taiger Dark, dia sebenarnya sudah lama bergabung dengan gangster itu. Ketiga, aku memang sudah tau siapa Rayen, bahkan sebelum kami bertemu di kampus dan juga di jodohkan. Tapi aku tidak tau kalau dia juga seorang dosen yang aku tau dia adalah ketua Black Devil."Jelas Ella dengan mimik wajah serius.


"Tunggu-tunggu, kamu ini sebenarnya siapa? kenapa kamu bisa tau semua itu."ucap Rendi yang terlihat nampak bingung.


"Menurut mu?"Ella menatap Rendi dengan menyeringai khas Quin AOD.


"Yang aku tau kamu hanyalah seorang mahasiswi polos dan juga istri dari Rayen. Sumpah aku sangat bingung dengan semua ini, bisa kalian jelaskan?"Rendi menatap Ella kemudian beralih menatap Ray dan juga Satria.


"Lo tau gak bro, tentang gangster yang paling di takuti di kota ini?"tanya Satria.


"Tau dong, Angel of Deat, kan? yang pemimpinnya itu seorang wanita."ujar Rendi.


"Menurut lo pemimpin wanita itu siapa?"


"Jelas gak tau lah, dia itu kan sangat misterius dan gak ada orang yang tau bagaimana wajah aslinya karna dia beraksi selalu mengunakan topeng. Yang pasti dia sangat sadis dan juga kejam, gue gak kebayang gimana wajah aslinya pasti sangat menyeramkan."ucap Rendi sembari bergidig.


"Imut begini di bilang menyeramkan, sungguh terlalu."celetuk Ella.


"Hah, maksudnya?"cengo Rendi.

__ADS_1


"Akulah pemimpin Angel of Deat yang kamu bilang menyeramkan itu."ucap Ella sembari mendekati Rendi dengan wajah garangnya.


"A-apa, kamu serius Ell? ini gak bercanda kan?"Rendi menatap Ella yang semakin dekat kemudian melirik kedua sahabatnya yang sedang mengangguk pelan pertanda iya.


"Apa kamu tidak percaya?"tanya Ella yang kini sudah berdiri di hadapan Rendi dengan memegang pisau lipat yang begitu runcing berlambang AOD, dia memainkan pisau itu di hadapan Rendi dengan memutar-mutarkan nya begitu pasih.


"A-aku percaya kok Ell, i-ya percaya."ucap Rendi terbata, karna dia sangat ketakutan melihat Ella yang saat ini sedang berada di hadapan nya, jika biasanya Ella nampak imut lucu dan juga menggemaskan tapi sekarang Ella terlihat begitu menyeramkan dengan wajah datar dan juga garang, belum lagi aura yang di keluarkannya begitu dingin dan mengerikan.


"Aku i......."belum sempat Ella melanjutkan ucapannya Rendi sudah lari dengan terbirit-birit.


"Kenapa dia?"heran Ella.


"Dia takut sama elo bego, lagian lo keterlaluan bener nakutin anak orang sampe kencing di celana begono."ucap Satria sambil tertawa.


"Eh, emang dia kencing?"kaget Ella.


"Iya dia kencing sayang, kamu gak liat tadi celananya basah? Rendi itu memang begitu penakut."ujar Ray.


"Gak lah, aku kan gak merhatiin sarang burung orang. Lagian jadi cowok lemah bener, gitu aja takut. Gimana dia mau ngelindungin ceweknya nanti."cebik Ella.


"Dia penakut dari kecil, ke kamar yuk sayang. Kamu harus jelasin tentang penyelidikan soal si Rafly tadi."ajak Ray.


"Iya deh, yuk. Lagian berudu udah pengen istirahat kayaknya, pengen rebahan cantik."ujar Ella.


"Kalian bahas apa sih? berudu apa?"tanya Satria tidak mengerti.


"Berudu keponakan lo."Jawab Ray yang mulai menjauh.


"Keponakan gue? berarti adek gue hamil dong?"ucap Satria yang terlihat berpikir.


"Eh mana dah tu orang udah ngilang aja, woy jawab gue dulu, Ella hamil? dia beneran hamil?"kesal satria karna mereka sudah masuk kedalam kamar.


"Bener-bener tu orang, bikin gue penasaran kan jadinya."gerutu Satria.


"SATRIA."teriak Rendi dari dalam kamar mandi.


"Apaan dah tu bocah,"Satria berjalan menghampiri Rendi.


"Apa?"tanya Satria ketus saat dirinya sudah berdiri di depan kamar mandi dan terlihat Rendi yang hanya menyembulkan kepalanya dari balik pintu.

__ADS_1


"Tolongin gue dong Sat, pinjemin celana sama entunya ke si Ray."mohon Rendi.


"Ck, lagian lo kayak bocah pake ngompol di celana segala."cebik Satria sembari melangkah pergi menuju kamar Ray.


Satria mengetuk pintu berkali-kali tapi tak ada respon dari dalam. Kemudian dia mencobanya lagi dengan begitu kencang seperti orang nagih hutang.


"Apaan sih lo? ganggu aja."kesal Ray dengan menyembulkan kepalanya dari balik pintu.


"Minjem celana buat si Rendi."ujar Satria, Ray pun langsung menutup pintu lalu membukanya kembali.


"Nih celananya, jangan ganggu gue lagi."Ray menutup pintu dengan begitu kencang.


"Ya alah, ya robbi, ya karim. Untung jantung gue bukan buatan cina."ucap Satria sembari mengelus dada.


"Eh, Ray entunya belon. Ray sarang burungnya Ray ntar lepas lagi kalo kagak pake entu."Satria kembali menggedor pintu itu, tapi sayang tidak ada sahutan yang ada malah suara yang membuat perkututnya kelonjotan.


"Sabar, lu belon ada pasangan duetnye ntar gua cariin dah nyang bahenol."ujar Satria sambil mengelus anu, iya anu.


Setelah itu Satria pun berjalan kembali menghapiri Rendi sembari menenteng sebuah celana hitam selutut, sesampainya di sana Satria pun langsung saja menyerahkan nya pada Rendi.


"Itu nya mana Sat?"tanya Rendi.


"Kagak ada."ujar Satria santai.


"Terus gue pagimane dong? masa kagak pake entu ngegantung dong kayak hubungan gue sama do'i."ucap Rendi memelas.


"Ya begitu, mau bagimane lagi masa iye gue buka punya gue, terus gue pake ape?"


"Lu minta lagi sono sama si Ray."


"Ogah, ngeri gue kesana lagi. Berisik banyak suara aneh yang bikin perkutut gue kelonjotan pengen keluar dari sarang. Dah gak usah pake entu sekali-kali ngegantung jangan cuma hubungan doang yang lu gantungin."ucap Satria lalu pergi dari hadapan Rendi.


Setelah Satria pergi Rendi pun langsung saja memakai celana itu tanpa dalemannya. Kemudian dia keluar dari kamar mandi menuju ruang santai tempat Satria berada.


"Ngapa lu, egang begitu?"tanya Satria.


"Anu gue ke gesek-gesek, ngilu ini. Kalo lecet pagimane ntar kagak cakep lagi dah."ujar Rendi.


"Tinggal pakein plaister aja, biar tambah cakep banyak riasannya. Apalagi nyang bergambar entu, pasti unyu dah."ucap Satria ngakak.

__ADS_1


"Sialan, lu."Rendi melempar Satria dengan bantal kecil yang ada di sampingnya.


Tap jempolnya ya😊👍👍👍👍👍


__ADS_2