
"Sayang, Baby nya gerak!" Pekik Ray saat ia tengah mengusap lembut perut sang istri yang tidur di pangkuannya.
"Gak usah teriak, ih. Emang Baby nya gitu suka gerak. Kak Ray aja yang baru ngeuh. Sibuk ngajar mulu sih." Cibir Ella.
"Maaf sayang, mulai sekarang kakak janji, kakak tidak akan sibuk mengajar lagi." ujar Ray.
"Maksudnya?" Ella mendongkak.
"Kakak sudah mengajukan cuti mulai hari ini. Kakak hanya ingin fokus menjaga kamu." Ray menjawil hidung Ella.
"Terus nanti yang gantiin kak Ray siapa?" tanya Ella.
"Ada Kevin." ujar Ray.
Ella pun manggut-manggut, kemudian dia mengambil ponselnya untuk menghubungi sang abang yang konon katanya akan membawa sang pujaan hati kesini, tapi saat hari sudah menjelang siang, Satria belum nampak batang hidungnya sama sekali.
Beberapa kali Ella menghubungi Satria, tapi dia tak kunjung mendapat jawaban. Karna kesal dan juga bosan menunggu, akhirnya Ella pun mengajak Ray untuk pergi kerumah Dela untuk bermain disana. Ray pun menurutinya, toh jarak darisini ke rumah Galang tidak terlalu jauh. Setelah Ella selesai bersiap, merekapun berangkat kerumah Galang.
"Orang tuanya kak Galang ada di rumah apa enggak? kak Ray." tanya Ella saat mereka sedang berada di tengah perjalanan.
"Mereka sedang berada di Bandung, kenapa memangnya?" Ray melirik Ellaa sekilas.
"Enggak, cuma nanya aja."
Beberapa saat kemudian, merekapun telah sampai dirumah Galang. Mereka langung turun dari mobil lalu mengetuk pintu dan munculah Galang yang membukakan mereka pintu. Galang langsung menyuruh mereka masuk dan membawa mereka keruang keluarga dimana disana ada Dela yang tengah menonton Drama pilifine.
"Kok enggak nonton Drakor sih Del?" Ella langsung mendudukan dirinyal di samping Dela yang duduk lesehan di karpet berbulu.
"Derama pilifine lebih seru Ell, cowoknya cakep-cakep. Badannya juga kekar, beuh. Enggak menye-menye." ucap Dela tanpa mengalihkan pandangannya dari layar televisi.
"Masa sih?" Ella ikut memperhatikan tayangan yang tengah di tonton Dela.
"Cius deh, coba aja kamu tonton."
__ADS_1
Kedua bumil itu larut dalam Drama yang berisi cowok-cowok tampan, kekar dan juga seksi. Sesekali mereka menelan ludah, kala melihat pemeran cowok dalam Drama itu bertelanjang dada. Perut kotak-kotak, dada pelukable. Beuh, ini benar-benar pemandangan yang sangat menyegarkan mata bagi kedua bumil itu.Tapi membuat kedua calon Papah muda kesal, karna mereka dicuekin oleh para istri.
"Sayang, suami kamu lebih tampan loh dari dia." Ray menyenderkan kepalanya di bahu Ella.
"Kak Ray pernah denger kan sebuah istilah yang mengatakan bahwa, punya orang lebih menantang ketimbang punya sendiri. Jadi, meskipun kak Ray lebih tampan, tapi tetap saja dia lebih menggoda." Ella mengedipkan mata genit.
"Sayaaangg, jadi menurut kamu, kakak tidak menggoda begitu?" Ray menatap Ella tajam.
"Bukan tidak, tapi, em. Kurang menggoda." Cengir Ella.
"Tega kamu, Yang." Ray berdiri kemudian dia berlalu pergi ketaman belakang sembari menghentakan kakinya.
"Ngambek dia, Ell."ucap Dela.
" Biarin ajalah, biar aku bisa fokus nonton yang seksi-seksi. Duh, tu dada, pengen rasanya aku peluk."Ella menatap lekat pria bertelanjang dada yang berada di Drama yang mereka tonton.
"Nyebut Ell, inget lakik." ujar Galang.
"Si Ray ngambek tuh, susulin sono." Galang melirik Ella sekilas, kemudian dia memeluk Dela dari belakang dan menyandarkan dagunya di bahu Dela.
"Ngusir, bilang aja mau mesra-mesraan." Cebik Ella kemudian dia berdiri dengan tertatih, lalu dia melangkah pelan ke taman belakang sembari memegangi perut buncitnya.
Ella berjalan sembari menggerutu, karna dia tidak bisa melihat dada pelukable itu lagi. Bibirnya mengerucut dengan wajah yang di tekuk. Tak lama, senyuman terbit dari bibir ranumnya, sepertinya dia mendapat sebuah ide. Dia pun mempercepat langkahnya untuk menghampiri sang suami dengan senyum yang mengembang.
"Kak Rayy." Panggilnya pada Ray yang tengah menyender di bangku taman yang ada di bawah pohon rindang.
"Hm." Sahut Ray tanpa menoleh pada sang istri.
"Madep sini dong." Ella mendudukan dirinya di samping Ray.
"Apa?" Ketus Ray yang melirik Ella sekilas.
"Udahan dong ngambeknya, jelek tau kalo mukanya di tekuk mulu." Ella menyandarkan kepalanya di bahu Ray.
__ADS_1
"Hm."
"Ih, kak Ray mode kulkas on." Cemberut Ella dengan tangan yang ia mainkan di dada Ray.
"Hm."
"Lama-lama aku berasa kek ngomong sama tembok dah. Hm, hm, eh kek orang sariawan dah." Gerutu Ella dengan mengukir pola abstrak di dada Ray.
"Kamu lagi mancing aku ya?"ucap Ray dingin.
" Enggak kok, kan aku gak bawa pancingan. Lagian kak Ray kan bukan ikan, kenapa harus di pancing."Tangan nakal Ella malah semakin merembet kemana-mana, dia membuat ukiran kecil di tombol kecil yang ada di dada Ray dengan tangan yang kirinya dan tangan kanannya mengelus lembut tengkuk Ray.
"Shett, mulai nakal ya kamu, hm." Ray merasakan tubuhnya memanas.
"Gak kok, akukan anak baik."ucap Ella tanpa menghentikan aktipitasnya.
" Jangan salahin kakak jika kakak menerkam mu disini, karna kamu sudah memancing sesuatu sampai dia terbangun."Ray menatap Ella dengan penuh gairah.
"Kan aku uda..... Eumhh."
Maaf ya reader baru sempet up🙏🏻.
Mampir sini juga yuk.
Judul : Pesona Tuan De luca.
Napen : komalasari.
Matteo de Luca adalah seorang putra mahkota dari organisasi hitam terbesar di daratan Italia. Setelah dikhianati dan hampir terbunuh dalam sebuah transaksi, ia yang tengah terluka melarikan diri ke kota Venice. Di sanalah Matteo bertemu dengan sosok Mia, gadis lembut dan sangat lugu yang mampu mengguncang dunianya.
Namun, sayangnya kisah cinta mereka tak semulus percintaan dua insan biasa. Dunia yang berbeda, membuatnya harus rela meninggalkan gadis itu. Sampai suatu hari, Matteo mendengar kabar bahwa Mia akan menikah dengan pria lain. Ia pun kembali dan berusaha untuk menggagalkannya.
__ADS_1