
"Maafin, Abang, ki. Nggak seharusnya Abang nyalahin kamu atas semua yang terjadi," ucap Riki menyesal.
"Nggak pa-pa kok, Bang. Aku emang pantes di salahin, toh, aku di sini hanyalah seorang anak haram dan juga benalu," lirih Kiana.
"Kamu bukan anak haram," tegas Riki.
"Aku anak haram, Bang. Karena aku terlahir di luar pernikahan. Abang nggak salah kok, abang emang seharusnya benci aku. Karena gara-gara aku, ayah sama ibu jadi terpisah. Ibu jadi sedih karena ayah di penjara!" ujar Kiana yang saat ini pikirannya begitu kacau.
"Abang sadar, di sini kamu hanya korban. Meskipun kita hanya satu ayah, tapi tetap saja kamu adik, Abang. Kita masih satu aliran darah yang sama meskipun dari rahim yang berbeda. Jadi, mulai saat ini, Abang akan berusaha menjadi abang yang baik buat kamu." Riki mengusap pipi sembab Kiana.
"Kenapa Abang berubah secepat ini?" tanya Kiana heran.
"Seseorang menyadarkan, Abang. Bahwa yang Abang lakuin selama ini salah," jawab Riki.
"Seseorang?"
"Ya, walaupun hanya di dalam mimpi. Namun semua itu terasa begitu nyata. Dia membuat Abang tersadar dari kesalah dan juga ke egoisan Abang."
Kiana terdiam, dia tidak mau bertanya lagi tentang seseorang yang di maksud oleh Riki. Ada sedikit getaran bahagia di hatinya di tengah ke sedihan dan juga keterpurukan yang menerpa hidupnya.
Sedikit kisah asal-usul Kiana.
Kiana adalah anak dari Maya, asisten rumah tangga keluarga ini dan juga Danu, Ayah dari Riki dan suami dari Diah. Maya dan Danu menjalin hubungan gelap hingga Maya mengandung Kiana. Semuanya terbongkar di saat perut Maya mulai membuncit. Namun, Diah istri dari Danu hanya pasrah tidak mau menghakimi. Malah dia menyuruh Danu untuk menikahi Maya, tetapi Danu tidak mau. Alhasil Maya memilih pergi dari rumah ini dan pulang kembali ke kampung halaman sampai dia melahirkan di sana. Setelah Maya melahirkan, dia kembali ke kota untuk mencari pekerjaan namun naas, dia kembali bertemu dengan Danu. Entah apa salahnya, Tiba-tiba Danu menyekapnya di sebuah rumah kosong lalu membunuhnya hingga tewas. Karena kejadian itu di pergoki warga sekitar, Danu pun langsung di tangkap dan di penjarakan. Diah yang mengetahui itu langsung ke lokasi kejadian dan mengambil seorang bayi perempuan cantik yang ternyata masih hidup, dia merawat bayi itu dengan penuh kasih sayang sampai bayi itu tumbuh dewasa.
*******""*""""
"Wih, tumben nih kalian bareng." Ella menatap Kiana dan juga Dela yang turun dari mobil secara bersamaan.
"Iya, Ell. Tadi A Galang ke rumah Kia dulu biar sekalian berangkat bareng katanya," jawab Dela.
"Owh, pantesan."
"Lo nggak pa-pa kan, Ki?" Ella melirik Kiana yang nampak melamun.
"Engak kok, yuk masuk," ajaknya.
Mereka pun masuk ke dalam ruangan tempat mereka belajar, di sana terlihat sudah ada Diego dan Alvin yang tengah bermain ponsel.
"Turut berduka ya, Ki. Gue nggak nyangka Kak Rendi akan pergi secepat ini," ucap Diego begitu Kiana duduk di kursinya.
"Iya, Go. Makasih. Aku juga berasa ini hanyalah mimpi, aku merasa kak Rendi masih ada di sini, di sampingku." Kiana tersenyum getir.
"Yang sabar ya, Ki. Lo harus kuat, lo pasti bisa melewati ke sedihan ini." Diego merasa begitu iba pada sang sahabat. Baru saja dia merasakan yang namanya jatuh cinta, namun dia harus merasakan kehilangan yang mendalam juga.
"Lo jangan larut dalam kesedihan, Kia. Kita semua, akan selalu ada untuk lo." Alvin ikut menyahut.
"Tumben kulkas berjalan buka suara, udah nggak ngirit lagi niyee ceritanya," ledek Ella mencairkan suasana.
"Mungkin stok suaranya lagi banyak kali, Ell. Makanya dia bebas," timpal Dela.
"Ntar kalo stok suara lo abis, lo isi ulang di mana, Vin?" tanya Ella berlagak pilon.
__ADS_1
"Di pasar loak," jawab Alvin ngasal.
"Pantes aja elo hemat banget, ternyata suara lo suara seken. Ngak modal banget lo, Vin. Beli yang ori dong, masa yang seken. Entar nyari cewek juga yang seken lo mah, Vin." Ella mendelik.
"Kalo nyari cewek jangan yang seken, Vin. Ntar sekali terobos langsung tos blong." Kelakar Diego.
"Apaan si, apa juga yang tos blong?" Cebik Alvin.
"Kelomangnya, Vin. Entar kalo yang bekas kurang menjepit, kurang enak di pakenya, Vin."
"Kalo mau yang menjepit, jangan kelomang. Tuh, kepiting, di jamin menjepit. Kalo kurang, pake penjepit jemuran sekalian," ketus Alvin.
"Gepeng dong belalainya," celetuk Ella.
"Ell... Banyak anak di bawah umur ini," seru Dela.
"Di bawah sumur kali, ah." Cebik Ella.
"Tapi..., aku kok jadi bayangin gimana jadinya kalo belalai gepeng gak lonjong kek lontong." Dela menyangga dagu dengan kedua tangannya.
"Gini nih kalo gabung sama cewek yang dah kawin. Pikirannya pada omes," gerutu Diego.
"Tapi..., kalo kalian penasaran gimana jadinya belalai kalo gepeng. Coba aja jepit punya lakik kalian sampe gepeng," lanjut Diego.
"Jadi dendeng belalai dong," sahut Kiana yang sedari tadi hanya menyimak saja.
"Bisa jadi," ujar Diego.
"Bingung kenapa?" tanya Diego.
"Lakik mereka kok bisa punya belalai? Bukannya yang punya belalai itu gajah ya?" Kiana terlihat keheranan.
"Astaga, Kia! Gue pikir lo nyahut karena ngerti," delik Diego.
"Enggak! Makannya kasih tau, emang manusia punya belalai?" Kiana menatap Diego penasaran.
"Punya dong, tapi laki doang. Cewek mah punya nya kelomang," jawab Diego.
"Oh ya, liat dong," pinta Kiana.
"Kagak boleh, Dodol!" Diego menjitak kepala Kiana.
"Ih... Kok di jitak sih, sakit tau." Bibir Kiana mengerucut.
"Yee! Kia bawel lagi. Nggak lemas lunglai lesu kek tadi." Seru Ella.
"Hooh, tadi lunglai bet kek belalai lagi of, menciut." Tambah Dela.
"Sekarang semangat, Kia tegak kembali kayak belalai on iya pan, Del?"
"Ekhem!" Suara deheman itu seketika membuat atensi Ella beralih menatap asal suara.
__ADS_1
"Eh, bapak dosen... Sejak kapan bapak berdiri disitu?" tanya Ella cengengesan.
"Sejak kalian menggibah unfaedah," ketus Ray kemudian melangkah masuk dan duduk di kursinya.
"Unfaedah konon, ck, kayak nggak doyan aja," gumam Ella.
"Kalian sudah mengerti dengan materi yang kemarin saya ajarkan?" Ray bangkit dari duduknya kemudian melangkah ke hadapan mereka.
"Mengerti, Pak!" jawab mereka serempak.
"Ada yang aku nggak ngerti bapak dosen." Tiba-tiba Ella angkat bicara.
"Apa itu?" Ray harap-harap cemas karena takut pertanyaan sang istri akan membuatnya pusing tujuh keliling delapan tanjakan dan lima turunan.
"Aku nggak ngerti, kenapa bapak dosen nggak ngucapin selamat pagi? Apa bapak dosen lupa?" tanya Ella tanpa dosa.
Haiss, istrinya itu benar-benar menguji kesabaran. Perihal ucapan selamat pagi saja harus di pertanyakan.
"Apa itu penting?" ucap Ray jengah.
"Penting dong bapak dosen, karena sesuatu yang biasa di lakukan jika di lupakan akibatnya akan patal," ujar Ela.
"Maksud kamu?" Ray menatap istri sekaligus mahasiswinya itu penuh tanya.
"Karena jika kebiasan itu sering terlupakan, bapak dosen akan meninggalkan kebiasaan itu dan menggantinya dengan kebiasaan baru. Sama hal nya dengan cinta," tutur Ella serius.
"Apa hubungannya dengan cinta?" Ray semakin di buat bingung.
"Jika cinta yang ada terlupakan, maka cinta yang baru akan tumbuh." Ella menyangga dagunya dengan kedua tangan yang tertumpu di meja.
"Huhh, kamu ini. Sudahlah kita mulai saja bahas materi selanjutnya," ucap Ray. Sementara siswa/siswi yang lain merasa kehadiran Ella mencairkan suasana yang biasa mencekam akan aura dosen dingin itu, kini mulai menghangat karena kehadirannya.
"Gak mau ngulang dulu, bapak dosen?" Lagi-lagi Ella kembali berceloteh.
"Ngulang apa, Stela?" geram Ray.
"Ngulang masuk, terus ngucapin selamat pagi."
"Nggak, kamu pikir saya lagi latihan drama? Pake acara di ulang segala!" Ray di buat darah tinggi oleh siswi paling menyebalkannya yang telah merangkak menjadi istri tercintanya.
Maaf ya, otor solehot baru sempet up hehe. Yang mau dobel ayok like, Comen dan jangan lupa Vote bila suka dengan karya ini.
Satu lagi, jangan lupa mampir ke novel temen otor yang paling gemoy, tapi gemoyan otor sih. Cih pede sekali ya,,, pokonya mampir deh di jamin seru pake banget😍
Suamiku, jika kamu bahagia bersamanya. Maka Izinkanlah aku pergi. Aku sungguh tidak sanggup bertahan seperti ini terus! Kamu sekarang sudah berubah, tidak seperti dulu lagi. Kamu sekarang melupakan kewajibanmu,memberikah nafkah dan batin kepadaku. Jika di rumah, tidak ada lagi surga untukku. Maka izinkanlah aku pergi dari hidupmu,agar kamu tidak menanggung dosamu karena kelalaianmu!
Akankah Chandra melepaskan Tika,saat istrinya meminta untuk pergi dari kehidupan suaminya? Atau justru Chandra mempertahankan Tika, dan berubah menjadi suami yang bertanggung jawab?
Atau kah, Tika akan memilih bersama hidup dengan Andrew dan menceraikan Chandra?
Yuk mampir, ceritanya disini .
__ADS_1