
"Dedel, kamu udah bangun."Ella menghampiri Dela yang sudah duduk dan menyender di kepala ranjang.
"Kamu belum pulang Ell?"tanya Dela.
"Kalo aku pulang, siapa yang nemenin kamu disini?"ujar Ella.
"Aku bisa sendiri kok Ell, kamu pulang aja, kamu juga harus istirahat."ucap Dela.
"No, aku mau nemenin kamu disini Dedel."tegas Ella.
"Kasian pak Ray, nanti dia tidur sendirian dong."
"Dia juga gak pulang kok Dedel, dia lagi nemuin seseorang buat dibawa kesini."
"Siapa?"
"Nanti kamu juga akan tau."
Tak lama setelah mereka berbincang, Ray datang dengan membawa seorang pria yang nampak bingung mengapa dirinya dibawa kesini. Dela memperhatikan dengan seksama pria yang datang bersama Ray itu. Sepertinya wajah pria itu tidak asing baginya, dia pernah melihat pria itu, tapi dimana? pikirannya terus bertanya-tanya.
Semua orang yang berada disitu hanya diam saling pandang dengan pikiran masing-masing, sampai akhirnya Ella buka suara.
"Kamu tau, mengapa kamu di bawa oleh Ray kesini?"Ella memandang pria itu dengan tatapan tajam.
"Aku gak tau Ell, kenapa aku dibawa kesini."bingung pria itu.
"Benarkah? apa kamu tidak mengingatnya?"Ella menunjuk Dela yang tengah menatap pria itu.
"Tidak, memangnya dia siapa?"bingung pria itu.
"Sepertinya alkohol membuat kesadaran mu benar-benar hilang."cebik Ella.
"Kak Ray, tunjukan rekaman itu pada pria ini."sambungnya sambil menatap Ray.
__ADS_1
Ray pun membuka laptop Ella, kemudian dia menunjukan rekaman CCTV itu kepada pria yang berada dihadapannya.
Pria itu memperhatikan dengan seksama rekaman CCTV itu, dia bahkan mengulangnya beberapa kali guna meyakinkan bahwa orang yang berada di video itu adalah dirinya.
"Ini memang gue, tapi kenapa gue gak inget sama sekali tentang kejadian ini."gumam pria itu.
"Gimana mau inget, kalo yang lo pikirin cuma bini orang."cibir Ray.
"Kak Ray."Ella menatap tajam Ray.
"Jadi, gue udah membuat masa depan seseorang hancur?"tanya pria itu.
"Iya bego dan elo harus bertanggung jawab."sengit Ray.
"Gue pasti akan bertanggung jawab, karna gue bukan orang yang suka lari dari masalah. Tapi apakah dia mau?"pria itu memandang Dela yang tengah menatapnya juga.
"Del, kamu mau kan? ini demi anak kamu. Kasian dia, jika dia tumbuh tanpa seorang ayah."ucap Ella.
"Apa? jadi dia hamil?"kaget pria itu.
Yup, pria itu adalah Galang, masih ingat kan saat dia mabuk sampai tak sadarkan diri dan berujung dirawat di rumah sakit. Nah sebelum dia tak sadarkan diri dia telah merenggut kesucian Dela terlebih dahulu tapi dia sama sekali tidak mengingat kejadian itu, karna saat itu dirinya berada dalam pengaruh alkohol yang terlalu banyak di minumnya.
"Dan kamu harus bertanggung jawab pada sahabatku, kamu harus segera menikahinya sebelum kandungannya membesar."Jelas Ella.
Galang pun berjalan mendekat kearah Dela, dia menundukan dirinya di pinggir ranjang Dela.
"Maafkan aku, aku sama sekali tidak mengingat kejadian itu. Jika aku ingat, pasti aku sudah mencarimu untuk bertanggung jawab. Sekali lagi maafkan aku, maukah kamu menikah dengan pria bajingan ini? aku janji aku akan menjaga mu dan juga anak kita dengan baik, aku juga janji, aku akan belajar mencintai mu."Galang menggenggam tangan Dela, dia juga menatap manik mata Dela dengan lembut.
"Aku sudah memaafkan mu, tapi kamu harus berjanji untuk menerima dan menyayangi anak ini."ucap Dela yang masih menunduk.
"Aku janji, aku akan menerima, menjaga dan menyayangi anak kita dengan sepenuh hati. Bagaimanapun dia juga anaku. Jadi kamu mau kan menikah denganku?"Galang mengangkat dagu Dela supaya dia bisa melihat kearahnya.
"Iya,"Jawab Dela singkat.
__ADS_1
"Kalau begitu, setelah kamu keluar darisini aku akan meminta orang tuaku untuk menemui orang tuamu ya."ucap Galang.
"Aku sudah tidak mempunyai orang tua, mereka sudah berada di surga."ujar Dela sedih.
"Maaf, aku tidak tau. Maafkan aku juga yang terlambat mengetahui semua ini. Jadi kamu harus menanggung semua ini sendiri, maafkan aku."hati Galang benar-benar tercubit saat membayangkan Dela melewati penderitaannya sendirian.
Dia juga pasti sangat trauma dengan kejadian itu, Galang menyalahkan dirinya sendiri, mengapa dia tidak mengingat kejadian itu? sampai Dela harus merasakan kepedihan itu sendiri tak ada tempatnya untuk mengeluh berlindung dan juga berbagi kesedihan, pasti saat itu dia benar-benar terpuruk. Galang berjanji setelah ini dia akan menyayangi Dela dia juga akan berusaha untuk mencintai Dela dan melupakan Ella sepenuhnya.
"Semuanya sudah takdir, mungkin ini cara tuhan untuk mempersatukan kita. Jadi jangan meminta maaf lagi, aku sudah menerima semua ini dengan lapang dada. Yang harus kita lakukan sekarang, hanya menjalani takdir yang telah tuhan gariskan."Dela tersenyum dengan begitu tipis dan senyuman itu membuat hati Galang adem.
Setelah mereka sepakat untuk menikah, Galang pun segera menghubungi orang tuanya, dia menjelaskan apa yang telah terjadi. Setelah mendengar cerita dari Galang, orang tua Galang pun segera bergegas datang kerumah sakit.
Mereka sempat menyalahkan Galang atas apa yang terjadi pada Dela, tapi Dela berusaha memberi pengertian bahwa Galang tidak sepenuhnya bersalah, dia sedang dalam pengaruh alkohol saat itu. Dela juga menjelaskan bahwa dirinya sudah iklas dengan takdir ini. Orang tua Galang pun sangat salut dengan pendirian Dela karna dia tidak membenci Galang setelah apa yang di lakukan anaknya itu. Mereka juga berjanji akan menjaga dan menyayangi Dela seperti anak mereka sendiri apalagi setelah mereka mengetahui jika Dela sudah tidak mempunyai orang tua.
Mereka memutuskan supaya pernikahan Dela dan Galang di percepat supaya Dela bisa tinggal bersama mereka, jadi mereka bisa memantau dan juga menjaga Dela setiap saat. Pernikahan Dela dan Galang akan di laksanakan tiga hari lagi secara sederhana karna itu permintaan Dela, dia tidak mau pernikahan mewah yang akan menyita banyak waktu. Mereka pun menuruti apa permintaan Dela.
"Akhirnya semuanya beres juga ya kak Ray."ucap Ella.
Saat ini mereka tengah makan di sebuah restoran karna Ella merasa lapar.
"Iya sayang dan akhirnya curut itu akan benar-benar melupakan mu."Ray terlihat begitu senang.
"Nanti kalo akunya ketemu kak Alang, dia gak bakal inget aku lagi dong."sedih Ella..
"Inget lah, dia kan gak amnesia."
"Tadi kak Ray bilang, kak Alang bakalan benar-benar ngelupain aku. Berati dia sama sekali gak akan inget dong sama aku."
"Bukan melupakan kamunya, tapi melupakan cintanya sama kamu. Jadi dia gak bakalan punya rasa apapun lagi sama kamu."Jelas Ray.
"Oh, kirain akunya juga di lupain kayak orang anemia begitu."cengir Ella.
Jempol ya sayang๐๐
__ADS_1
Comen๐
Vote๐๐๐๐