
"Kak Ray, kapan akunya pulang?"tanya Ella yang kini sudah berbaring kembali, setelah tadi Ray menyuapi nya makan.
"Nanti, kakak tanya Dokter, ya. Kapan kamu boleh pulang."Jawab Ray.
"Bosen, ih. Disini mulu, mana bau obat lagi."gerutu Ella.
"Namanya juga, rumah sakit. Ya pasti bau obat sayang, sabar ya."ucap Ray.
Tok, tok, tok. pintu ruangan Ella di ketuk.
"Siapa ya? kak Ray."tanya Ella.
"Gak tau, bentar ya, kakak buka dulu."Ray beranjak membuka pintu.
"Loh, kok pak Ray, masih ada disini?"tanya orang itu saat Ray sudah membuka pintu.
"Oh, kalian. Silahkan masuk."ucap Ray, tanpa menjawab pertanyaan Dela. Yup orang itu adalah Dela, dia datang bersama Yuda.
"Iya, pak. Permisi."mereka masuk kedalam ruangan Ella.
"Ella, sorry, ya. Waktu itu aku gak tau, kalau kamu berantem sama Nenek lampir. Waktu itu aku lagi di perpus Ell, mana yang sakit Ell? dia apain kamu? sampe masuk rumah sakit gini?"cerocos Dela menghampiri Ella.
"Iya, enggak papa, Dedel. Akunya juga baik-baik aja kok! oh iya, kamu tau dari mana aku dirawat disini?"tanya Ella.
"Aku, tau dari anak-anak, pakultas kita. Kalau kamu terluka, dan di bawa pak Ray. Dan kita mikir, kamu pasti di bawa ke rumah sakit sama pak Ray. Tapi kita gak tau kalau kamu dibawa ke rumah sakit mana? untung Yuda bisa ngelacak kamu! lewat ponsel kamu. Terus kita kesini deh, dan nanyain ruang rawat kamu sama suster."ujar Dela panjang lebar.
"Oh, gitu. Makasih ya, kalian udah bela-belain dateng kesini."ucap Ella menatap mereka berdua.
Sementara itu, Ray. Dia sedang duduk di sopa, sambil bermain ponsel, dan juga mendengarkan pembicaraan mereka. Tanpa ikut menimbrung.
"Mana aja, yang luka Ell?"tanya Yuda.
"Cuma, tangan doang kok, Iyud."Jawab Ella tersenyum.
"Sakit, ya?"Yuda menatap lekat wajah Ella.
"Sedikit, akunya kan kuat, Iyud."ujar Ella.
"Ell, kok. Pak Ray masih disini?"bisik Dela pada Ella.
"Em, itu. Tadi bapak dosen, di suruh Mamih nya aku, buat nemenin aku bentar. Karna Mamih akunya pulang dulu, buat ngambil baju ganti."bohong Ella.
"Oh, gitu. Aku pikir dia inisiatip sendiri, nungguin kamu disini."cengir Dela.
"Inisiatip gimana?"tanya Ella pelan.
"ya, kali aja. Pak Ray suka, sama kamu!"ucap Dela.
"Suka?"
"Iya, suka. Punya rasa gitu? Tapi pak Ray kan susah di dekati, dia juga susah buat jatuh cinta! mana mungkin, secepat ini dia suka sama kamu!"ujar Dela.
"Udah, tau gitu. Tapi kamu, mah. Sok nyimpulin sendiri."ucap Ella.
__ADS_1
"Kamu, udah makan belum, Ell?"tanya Yuda.
"Udah, kok. Akunya makan bubur, gak enak tau, iyud."Jawab Ella melas.
"Sabar, ya! nanti juga kalau udah sembuh, kamu bisa makan enak lagi."ucap Yuda, mengelus kepala Ella.
"Nanti, aku traktir kamu sepuasnya, dan dimana pun kamu mau!"sambung Yuda tersenyum manis, sambil memandang lekat Ella.
"Bener, ya. Iyud. Nanti akunya di traktir?"tanya Ella memastikan.
"Iya, beneran!"Jawab Yuda.
"Yeayyy, nanti akunya mau nyari restoran yang paling enak!"ucap Ella.
"Aku, gak di ajak nih?"sahut Dela.
"Dedel, boleh ikut kok. Iya kan, Iyud?"Ella melirik Yuda.
"Boleh, dong. Apa sih yang engga buat kamu!"lagi-lagi Yuda mengelus kepala Ella.
Dan semua itu, tak luput dari pandangan Ray. Sejak Ella mengobrol dengan Yuda, Ray langsung menghentikan kegiatan nya bermain ponsel, dan dia langsung memperhatikan dua insan itu. Dada Ray begitu bergemuruh, kala melihat Yuda mengelus kepala Ella, Ray yakin jika pria itu, menyukai istrinya. Ingin sekali Ray menimbrung kesana, lalu ia mengatakan kalau dirinya adalah suami Ella. Tapi apa mau di kata, Ella pasti akan memarahi nya dan juga mendiam kan nya, kalau sudah begitu! si bonar auto gak bakalan dapet jatah.
Cukup lama mereka mengobrol, dan ada saja yang mereka bahas, seakan mereka tidak pernah kehabisan topik. Dan itu membuat Ray semakin jengah, bagaimana tidak? sedari tadi Yuda terus berada di samping istrinya dan tidak melepaskan pandangan nya, dari istri kecilnya itu. Yuda terihat begitu dekat dengan Ella, bahkan sesekali Yuda, menjawil dagu atau hidung Ella, bahkan Yuda sampai mencubit gemas pipi sang istri, marah? tentu saja Ray sangat marah. Dia tidak suka, apa yang sudah menjadi miliknya di sentuh oleh orang lain! Cemburu? itu pasti, karna Ray sudah menyadari, jika hatinya sudah berlabuh pada istri kecilnya. Meskipun dia tak tau, apa Ella juga demikian.
"Ini sudah sore, Ella harus istirahat! lebih baik kalian segera pulang!"usir Ray secara halus, dia sudah tidak tahan dengan kedekatan mereka!
"Apa kita boleh nemenin Ella, sampai Mamih nya datang! pak?"tanya Yuda.
"Tidak bisa! Ella harus istirahat! sebentar lagi Mamih nya Ella, juga dateng!"Jawab Ray tegas.
"Yang di amanat kan, menjaga Ella disini adalah saya! dan saya bukan orang yang tidak menepati amanat itu. Jadi saya yang akan menjaga dia, sampai orang tuanya tiba, mengerti?"ucap Ray dengan wajah yang meumerah, menahan amarah!
"Baik, pak! kalau gitu kami permisi."ucap Dela, lalu dia menarik Yuda keluar dari sana!
Setelah dua orang tadi keluar dari ruangan Ella, Ray segera beranjak masuk kedalam kamar mandi.
Beberapa saat kemudian, dia keluar dengan membawa wadah kecil berisi air, dan sebuah sapu tangan!
"Itu, buat apa kak Ray?"tanya Ella.
Ray tidak menjawab! dia langsung duduk di pinggir ranjang Ella, lalu dia memasukan sapu tangan yang ia bawa, kedalam wadah kecil berisi air.
"Kak Ray! kenapa muka akunya, di elapin gini sih?"ucap Ella sedikit berteriak, saat Ray mengelap wajah nya dengan air dingin.
"Supaya Virus nya, hilang!"Jawab Ray penuh penekanan.
Tak hanya sampai disitu, Ray juga mengelap pucuk kepala Ella, tangan, bahkan ujung rambut Ella.
"Ih, kenapa? akunya di elapin gini, sih? ini juga, Rambut aku jadi basah kan! lagian kak Ray mah, aneh! mana ada aku kena Virus! kalau iya? harusnya, bapak dokter nya bilang, ini kan enggak!"cerocos Ella kesal.
"Dimana lagi, dia nyentuh kamu?"tanya Ray dingin.
"Hah, siapa? nyentuh apa?"beo Ella.
__ADS_1
"Pria tadi, bagian mana lagi yang dia sentuh?"ujar Ray dengan nada yang masih dingin, hingga menusuk ke sanubari.
"Iyud? maksud kak Ray!"
"Iya, Apa lagi, yang di sentuh, si Parud?"Ray menatap tajam Ella.
"Gaada, itu doang yang di lap, sama kak Ray! udah dong, muka nya jangan kayak gitu! serem tau. Akunya berasa lagi nonton filem horor, iyeu mah euy!"ucap Ella, dengan cengiran khas nya.
"Inget, ya. Semua yang ada ditubuh kamu, apa pun itu, pokonya tidak boleh, ada pria lain yang menyentuh nya. Itu semua milik kakak! hanya milik kakak. Inget baik-baik, jangan biarkan pria mana pun, menyentuh tubuh kamu!"ucap Ray tegas, dingin dan juga serius.
"I..iya, kak Ray. Tapi udah ya, muka nya jangan di gituin mulu. Akunya jadi ngeri, Ih."Ella sedikit takut, dengan tatapan Ray. Ternyata suaminya sangat menyeram kan jika sedang marah.
"Ok, tapi kamu inget, apa yang kakak bilang tadi."Ray kembali hangat.
"Iya, iya. Gak sekalian aja, di kasih label, jangan disentuh, jangan dicolek! ini sudah hak paten, milik Rayen Alfarizi. Tidak boleh ada yang mengganggu gugat!"cebik Ella kesal.
"Ide, yang bagus!"ucap Ray.
"Kurung aja sekalian, akunya. Biar gak ada yang memandang, apalagi menyentuh!"Ella menatap kesal Ray.
"Ah, iya. Kenapa kakak gak kepikiran, ya? nanti kakak kurung kamu deh, dalam penjara cinta kakak!"Ray mencolek dagu Ella.
"Aku sebel, sama kak Ray."ketus Ella.
"Kakak, juga sayang sama kamu!"
"Au, ah. Akunya mau ngambek, mau mogok bicara, pokoknya."
"Oh, ya! mana sini kakak lihat, gimana sih, ngambek nya. Imut gak?"Ray menatap lekat wajah cemberut Ella.
"Jadi, udah mulai nih? mogok bicara nya."Ella tidak menjawab.
"I love you."bisik Ray di telinga Ella, tapi tetap saja, Ella tidak bergeming, maupun bicara.
"Kamu, love juga gak? sama kakak?"Ray menciumi bibir yang masih bungkam itu.
Ella masih tidak bergeming, dia masih tetap pada pendirian nya, untuk mogok bicara.
"Ciluk,"Ray menutup wajah nya dengan kedua tangan nya.
"Baaaaaa."Ray membuka tangan itu dari wajah nya, tepat di hadapan Ella, dengan muka yang konyol, mata teleng bibir miring, muka di jelek-jelekin.
"Petz,"Ella menahan tawa nya, melihat kelakuan konyol sang Dosen, bagaimana ya jika orang kampus tau, ternyata Dosen yang terkenal dingin tanpa eksfresi ini, bisa berbuat sekonyol ini.
"Ngek, ngok, ngek, ngok."Ray menarik lobang hidung nya ke atas, sehingga menyerupai hidung Ba..bi, tak hanya itu dia juga kembali meneleng kan mata nya.
"Hahahaha."
"Aduh, perut akunya sakit. Hahaha, dasar Dosen konyol. Haha."
Jangan lupa tinggalkan jejak guysπ
Salam hangat dari Kittyπππ
__ADS_1
Mohon dukungan nyaπππ