Istri Kecil Dosen Muda

Istri Kecil Dosen Muda
Kontraksi


__ADS_3

"Mama lagi ngapain?" tanya Ray pada Wina yang tengah berada di kamar bayi kembarnya.


"Mama lagi nyiapin keperluan Ella untuk lahiran nanti," jawab Wina.


"Sini duduk Ray," Wina menepuk karpet yang sedang di dudukinya.


"Kenapa, Mam?" Ray menatap sang Ibu.


"Ray, sebentar lagi kamu akan menjadi seorang Ayah. Itu artinya tanggung jawab mu menjadi bertambah, selain menjadi seorang suami, kamu juga akan menjadi seorang ayah yang harus membimbing anak-anak mu. Kamu harus bisa menjadi kepala keluarga yang bijaksana, tuntunlah mereka kejalan yang benar."Wina terlihat menarik napas panjang.


"Kamu juga harus bisa membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga, jangan sampai kamu terus sibuk dengan pekerjaan sehingga kamu menjadi abai pada anak dan istrimu. Mereka juga butuh waktu dan juga perhatian mu, karna materi saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka, pastilah mereka juga butuh waktumu juga kasih sayang mu."Sambung Wina.


"Iya Mam, aku akan berusaha membagi waktu antara pekerjaan dan juga keluarga. Sebisa mungkin aku akan selalu ada untuk mereka," ujar Ray bersungguh-sungguh.


"Bagus, jangan sampai kamu kehilangan momen berharga dalam hidupmu, yaitu pertumbuhan kedua anak kembarmu. Ingat satu lagi, Ella itu cantik, jangan sampai kamu memberikan ruang untuk pria lain merebutnya karna kesibukan mu," peringat Wina.


"Itu tidak akan terjadi, Mam. Aku tidak akan membiarkan siapapun mengambil Ella ku, jika itu terjadi, mereka sama saja mengantarkan nyawanya padaku." Ray terlihat menyeringai.


"Jangan gitu, Ray. Serem ih, mana ini malem jum'at lagi."Wina tampak bergidig.


" Ini malam jum'at ya, Mam?"tanya Ray.


"Lah, iya. Kamu pikir malam apa?" delik Wina.


"Ah, kesempatan nih. Ray malam jum'atan dulu ya, Mam, Bay." Ray langsung bangkit dan berjalan cepat menuju kamarnya.


"Hais, dasar anak itu." Wina menggeleng.


"Tapi syukurlah, sekarang Ray gak sedingin dan sekaku dulu, tapi sekarang rada sableng si."Wina kembali melanjutkan aktivitasnya yang tertunda.


*********************


" Sayang..."Ray menoel-noel pipi Ella.


"Hm," Ella yang tengah tidur pun menggeliat.


"Ini malam jum'at loh," bisik Ray tepat di telinga Ella.

__ADS_1


"Terus?" Ella membuka sedikit matanya.


"Aku kangen." Ray mengecup bibir Ella.


"Hm," Ella kembali menutup matanya.


"Sayang... Boleh ya?" Ray mengecupi leher jenjang Ella.


"Tapi pelan-pelan, ya," ucap Ella.


"Siap," Ray langsung memulai aksinya dari mengecup bibir, menghisap dan skip bulan puasa.


Setelah puas memadu kasih di malam jum'at yang begitu dingin dan juga di temani rintik hujan membasahi bumi. Kedua pasutri itu pun tertidur pulas karna lemas akibat tenaga yang terkuras.


Saat subuh menjelang, Ella terbangun. Dia merasa area lembahnya terasa begitu berat, dia pun turun dari ranjang untuk menuju kekamar mandi.


"Ah, lega," ucap Ella yang baru saja selesai buang air kecil.


Ella pun berjalan kembali kearah ranjang, dia mendudukan dirinya disana. Baru saja duduk sebentar, dia sudah merasa kebelet buang air kecil lagi, dia pun bangkit kembali menuju ke kamar mandi.


"Aw, kok perut aku mules," ringis Ella sembari berpegangan pada pintu kamar mandi.


Setelah mulesnya tidak terasa lagi, Ella pun berjalan kembali dan duduk di pinggiran ranjang.


"Aw, kok bersa lagi." Ella kembali menarik napas panjang lalu ia keluarkan kembali.


"Kalian udah mau keluar ya, sayang." Ella nampak mengelus perutnya lembut sembari meringis.


Cukup lama Ella duduk di pinggir ranjang sambil merasakan sakit di perutnya yang selalu hilang muncul, dia tidak membangunkan Ray karena sakitnya masih sering hilang tidak berturut-turut. Akan tetapi semakin kesini sakit itu semakin menjadi dan terus menerus sampai membuat Ella mengeluarkan keringat bercucuran.


"Kak Ray," panggil Ella lirih pada Ray yang masih tertidur.


"Aw, kak," Ella mencubit kaki Ray sedikit keras agar dia bangun.


"Ah, kenapa sayang?" Ray langsung terbangun dan mendudukan tubuhnya tapi dia belum tersadar sepenuhnya.


"Perut aku sakit, kayaknya aku mau ngelahirin. Aw," ucap Ella yang tengah meringis.

__ADS_1


"Oh, mau ngelahirin. Ya sudah ngelahirin aja." Ray hendak tidur kembali.


"APAA! ngelahirin!" Ray langsung tersadar dan dia melompat dari ranjang dengan tergesa.


"Aduh, ini gimana sayang? aku harus gimana?" Ray malah berjalan mondar-mandir di hadapan Ella.


"Panggil Mamah, bilang aku mau ngelahirin," ucap Ella sambil memegangi perutnya.


"Ok, ok, tapi ngelahirin nya dimana?" Ray mendadak telmi.


"Di kebon, cepet deh panggilin orang rumah siapa kek!" geram Ella yang tengah menahan sakit.


"Iya, sayang. Tunggu sebentar ya." Ray begitu panik.


"Kak Ray!" teriak Ella.


"Apa sayang? kakak kan mau manggil orang rumah." Ray yang hendak membuka pintu pun menoleh kearah Ella.


"Kakak masih toples, itu liat masa mau keluar begitu. Belalainya malu nanti, mana udah keriput menciut kayak kerupuk alot." Ella menunjuk bawah Ray.


Ray pun mengikuti arah pandang Ella dan benar saja si Bonar tidak memakai baju, dia keriput menciut kedinginan menggantung di antara semak belukar.


"Astaga! untung belum keluar. Bisa malu sampe keubun-ubun ini." Ray menepuk jidat.


Mana suaranya? lanjut gak nih?๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜ tap jempol dulu dongg, komen Vote sekalian๐Ÿ˜


Yuhhu, mampir kesini yuk, cerita seru, asik menarik cocok buat menemani aktivitas santai mu dan juga bagi penyuka cerita sistem dan berevolisi. Cerita ini juga Tidak membuat mu jenuh dengan alur yang berbelit, pokonya ceritanya rekomend banget cuss ah kepoin.


Judul : the Day i become a God


Napen: haoyi


Menceritakan Perjalanan seorang anak tanpa bakat bernama Arjuna Daniswara.


Tepat di umurnya yang ke sepuluh tahun Juna mendapatkan sebuah system yang dapat mengetahui segala hal di dunia.


Dan dengan bantuan system yang dia beri nama Eva itu Juna mulai bertambah kuat dan bertemu dengan banyak teman dan musuh.

__ADS_1


Akankah juna bisa bertahan melawan musuh musuhnya dan siapakah Eva yang sebenarnya ?....



__ADS_2