Istri Kecil Dosen Muda

Istri Kecil Dosen Muda
pulang


__ADS_3

Bruk!


Ella mendorong pria itu pada sebuah tiang yang ada di sana, kemudian dia mengikat pria itu dengan tali tambang yang kebetulan dia dapat dari atas nakas yang ada di ruangan itu.


"Puaskan pria itu," ucap Ella kepada kedua wanita yang sedang menunduk dan berbalut seprai.


"Ta-pi." Kedua wanita itu terlihat gemetar.


"Beri kenikmatan padanya atau kalian akan mati." Ancam Ella dengan wajah dinginnya.


"Ba-aik." Kedua wanita itu segera menghampiri ketua BW yang sedang terikat dengan posisi berdiri dan masih toples.


Ah!


Desah pria itu ketika jari jemari kedua wanita tadi meliuk-liuk di atas tubuhnya, pria itu nampak meremang ke panasan dengan gairah yang memuncak dalam sekali sentuhan.


Euhh!


Aghh!


Batang buluk pria itu terlihat begitu mengeras dan juga berdiri tegak menantang, kedua wanita itu terus memberi rangsangann pada ketua BW dengan menggunakan tangan dan juga mulutnya.


"Sayang!" Pekik Ray yang baru saja memasuki ruangan itu.


"Hm," jawab Ella tanpa menoleh.


"Syukurlah kamu baik-baik saja." Ray langsung memeluk erat tubuh Ella.


"Astaga! Pemandangan macam apa ini?" Ray menutup mata Ella dengan kedua tangannya.


"Apaan si? Lepas!" Ella menyingkirkan tangan Ray yang menghalangi pandangannya.


"Gak boleh liat, kamu cuma boleh liat punya kakak!" Ray kembali posesif.


"Belalai buluk gitu, aku gak selera." Cebik Ella.


"Gimana di luar Ray? Sudah aman terkendali?" tanya Satria.


"Para anggota masih bertarung melawan BW, " ujar Ray.


"Semoga Ragil bisa cepat menyelesaikannya," ucap Satria.


"Apa yang akan kamu lakukan, Sayang? Kenapa kamu tidak membunuhnya?" Heran Ray.


"Kamu lihat saja nanti." Ella tersenyum misterius.


Eughh!


Ahh!


Shett!


Pria itu semakin menggila, hasratt di tubuhnya semakin bergejolak. Dia sudah tidak tahan ingin menyalurkan hasrattnya, tetapi apalah daya tubuhnya terikat.


"Stop!" Ella menarik kedua wanita itu ke belakang.


"Bagaimana? Nikmat, hm?" Ella mendekati pria yang masih terengah dengan napas yang memburu.


"Kenapa? Mau lagi?" Ella mendelik enggan menatap sesuatu yang berdiri tegak menantang.


"Eh, kok bentuknya seperti itu?" Ella baru tersadar ada yang aneh dengan tongkat milik pria itu.


"Kenapa, Sayang?" Ray mendekati sang istri.


"Kenapa belalainya seperti itu? Seperti belalai kuda, jelek." Ella menatap ke arah Ray.

__ADS_1


"Itu karena dia tidak sunat, Sayang," jelas Ray.


"Pantesan ngak ada helm nya," ucap Ella.


Ah!


"Lepaskan! Aku sudah tidak kuat, eugh!" Pria itu nampak menggoyangkan pinggulnya.


"Mau di lepas? Ok, aku akan melepasmu ke alam baka!" Ella menatap pria itu dengan tatapan yang mengerikan.


"Ah! Shet!"


"Astaga! Dia ngompol!" Pekik Ella kala tongkat yang berdiri tegak itu meluncurkan air yang cukup banyak, sepertinya dia ingin mengeluarkan hasratnya tapi yang ke luar malah air seni.


"Huh! Sepertinya aku harus mengakhiri permainan ini." Ella mengambil Katana yang tadi dia gunakan bertarung.


"Bersiaplah menuju kematianmu!"


Blass!


Ah!


"Anjingg! Sialann! Ibliss kamu! Akhh! Sakitt!" teriak pria itu kala Ella menebas tongkatnya yang masih berdiri tegak menantang.


"Astaga burungnya lepas!" Pekik Satria ngeri sembari memegang burungnya sendiri.


"Sadis banget bini gue, ngak berani nyeleweng gue kalo gini ceritanya. Bisa-bisa si Bonar dia tebas sampai tak tersisa." Ray bergidig ngeri saat membayangkan itu terjadi padanya, dia juga sangat amat ngilu melihat tongkat pria itu tandas dengan darah yang bercucuran deras.


Blass!


Blass!


Ella lanjut menebas kedua lengan pria itu dari pangkalnya. "Ahhkk! Bunuh saja aku ibliss!" teriaknya menggema.


"Dengan senang hati, lagi pula aku sudah bosan bermain denganmu!"


Blasss!


Dughh!


Ella menusuk jantung pria itu kemudian dia menebas kepalanya sampai putus dan menggelinding ke bawah.


"Aih, bisa gak naffsu makan seminggu gue!" Satria merasa mual.


"Gue saranin, lu jangan berani macem-macem Ray. Kalo gak, abis pala atas bawah lo di tebas adek gue," lanjutnya sembari menatap Ray.


"Sadis adek lo, Sat. Kaki gue bener-bener lemes, boro-boro mau macem-macem. Ngebayanginnya aja udah ngeri, gak mau coba-coba, gue mau nyari aman aja." Ray mendadak lemas, dia memang ketua gangster. Namun dia tidak se sadis Ella, benar ternyata gosip yang beredar tentang Quin AOD yang begitu sadis dan kejam tiada ampun, kini dia menyaksikan nya sendiri.


"Pulang!" Ella melangkah pergi setelah dia menaruh sesuatu di bawah ranjang.


Satria dan Ray pun ikut berjalan keluar, di sana terlihat Ragil dan juga para anggota sudah berbaris. Para tim medis juga sudah bersiaga mengobati para anggota yang terluka, banyak di antara mereka yang terluka, tetapi bukan karena senjata, tapi karena racun.


"Pastikan racun di tubuh mereka hilang dengan sepenuhnya, jangan sampai ada yang tersisa, karena racun yang di buat BW begitu mematikan," ucap Ella.


"Baik, Quin." Para tim medis mengangguk patuh.


"Syukurilah lo selamat, Vin. Maafin gue ya, gara-gara gue lo jadi di sandra begini," ucap Ella pada Alvin yang sudah di selamatkan oleh Ragil.


"It's okey, kita kan teman. Jadi harus saling menolong, lo juga gak perlu minta maaf, kan gue yang mau bantuin lo," ujar Alvin.


"Thanks ya, Vin." Ella terharu, Alvin pun mengangguk samar di sertai senyuman tipis.


"Bagaimana dengan kedua wanita ini, Ell?" tanya Ragil menunjuk kedua wanita yang kini sudah mengenakan pakaian.


"Bawa ke markas, jangan biarkan mereka berkelianan. Karena besar kemungkinan mereka akan membuka mulut tentang lenyapnya BW."

__ADS_1


"Ok."


"Tinggalkan tempat ini segera, karena sebentar lagi tempat ini akan rata dengan tanah!" Perintah Ella.


"Lo nge bomm tempat ini, Dek? Yang bener aja, ini kaki gunung lo, Dek. Gimana kalo badan gunungnya ikut meledak?" ujar Satria.


"Aku sudah memperhitungkan semuanya, ayok pergi," ajak Ella.


"Bantu teman kalian yang terluka." Ella melirik para anggota yang baik-baik saja.


"Baik Quin." Mereka membungkuk hormat.


Saat mereka berjalan pulang, Ella kembali mengingatkan mereka supaya hati-hati dengan tanaman beracun.. Setelah berhasil melewati tanaman beracun, mereka mendengar suara auman dari dalam hutan.


"Kucing berkokok! Buruan kita kabur!" teriak Satria ketakutan.


"Sejak kapan kucing berkokok? Ada-ada aja lo, Bang. Yang ada kucing itu bergonggong," ucap Ella.


"Jangan banyak bacoot! Cepet kita lari beggo. Lo mau di makan tu kucing, gue sih ogah! Mana belum kawin." Satria berjalan mendahului Ella.


"Kawin aja yang lo pikirin," delik Ray.


"Akhirnya kita nyampe juga, cepetan naek, keburu tu kucing kemari," ucap Satria.


"Harimau kali, Bang."


"Si sri deh kayaknya," tebak Ray.


"Terserah apapun itu, yang penting gue mau pergi dari tempat ini. Gue gak mau mati konyol di sin."


Duarrr!


Tak lama kemudian mereka mendengar suara ledakan yang begitu keras, ledakan itu berasal dari markas BW yang di bom oleh Ella, mungkin saat ini markas itu sudah rata dengan tanah. Mereka pun segera naik keatas helikopter yang sudah siap siaga, mereka naik dengan di bantu se utas tali yang cukup kuat.


Beberapa saat kemudian, mereka telah sampai di halaman markas AOD, mereka pun langsung turun. Anggota yang terluka turun dan berjalan masuk ke dalam markas dengan di bantu oleh anggota lainnya dan juga tim medis.


"Ini tempat apa? Siapa kalian sebenarnya?" Alvin menatap sekitarnya, di mana dia sedang berada di dalam markas AOD.


"Oow, kamu ketauan! Bingung kan lo, Dek?" Ledek Satria.


"Diem lo, Bangsat!" Kesal Ella.


"Slow dong, Mbak. Jangan ngegas, ini bukan di tanjakan," kelakar Satria.


"Ck," decak Ella kesal.


"Bisa lo jelasin, Ell? Sebenarnya elo itu siapa?" Alvin menatap Ella serius.


"Jangan natap terlalu lama, nanti kamu suka lagi sama istri saya," peringat Ray.


"Bapak bisa diam kan? Saya lagi serius, Pak!" Alvin menatap Ray dingin.


"Astaga! Siswa lo berani juga ya, bentak lo," ejek Satria.


"Diam!" Ray dan Alvin berucap bersamaan dengan wajah yang dingin.


"Oow, di semprot dua kulkas sekaligus," lirih Satria.


"Tolong lo jelasin, Ell." Pintar Alvin memaksa.


"Oke, gue itu sebenarnya...."


Jejak sayanku, reader gemoy nan unyu ku😘


Tap like, fav and Vote ya jangan lupa ok😘😍

__ADS_1


Kali ini otor gemoy bawain rekomendasi novel dari temen otor yang tak kalah gemoy. Kalian wajib coba, cuss baca kepoin sambil nunggu Ella up ok, di jamin gak bakal nyesel tapi malah ketagihan🤩



__ADS_2