Istri Kecil Dosen Muda

Istri Kecil Dosen Muda
Penyerangan di taman kampus.


__ADS_3

Dorrr,


Prakkk,


Suara tembakan begitu menggema di area taman kampus, untung saja dengan sigap dan tepat waktu Ella melemparkan ponsel mahalnya ke arah timah panas yang hendak tertuju padanya. Sehingga timas panas itu dapat terhalang oleh ponsel Ella, meskipun ponselnya menjadi hancur dan tak berbentuk, tapi tak apalah itu tidak masalah yang penting tiada nyawa yang menjadi korban, urusan ponsel dia bisa memintanya pada Ray.


"Ell, suara apa itu?"kaget Dela sembari memegangi dadanya, sementara anak-anak lain yang juga berada di taman itu mereka sudah ngacir karna ketakutan.


"Suara kentut."Jawab Ella asal.


"Bukannya itu suara tembakan ya?"


"Ck, udah tau pake nanya lagi."decak Ella.


"Kamu cepat pergi darisini Del, tempat ini berbahaya."sambungnya.


"Kita pergi sama-sama, ayok."Dela menarik Ella.


"Tidak, urusan ku masih belum selesai. Cepat pergi darisini, atau kau akan terluka nanti."ucap Ella dengan tegas.


"Tidak, aku akan tetap disini jika kamu tidak mau pergi."kekeuh Dela.


"Huf, serah."


Ella menatap lurus ke depan, dia memperhatikan gerak-gerik orang yang melayangkan tembakan tadi, saat matanya dan juga mata orang itu bersitatap, Ella langsung saja memberikan tatapan tajam nan menusuk pada orang itu, sementara orang itu, begitu dia melihat tatapan tajam Ella, dia langsung saja berbalik handak melarikan diri, tapi...


Jlepp,


Terlambat, pisau tajam yang runcing dan juga beracun, telah menancap di betis bagian kanan orang itu, siapa lagi pelakunya kalau bukan Ella.


"Akhhh,"teriak orang itu kesakitan.


"Ck, kau pikir bisa semudah itu lari dariku setelah kau berniat ingin membunuh ku, hm."Ella menghampiri orang itu dengan bersidekap dada, tak lupa juga tatapan khas Quin AOD.


"Kak Yuda."ucap Dela yang berjalan di belakang Ella.


"Apa maksud ini semua Ell? apakah yang melayangkan tembakan tadi adalah Kak Yuda?"tanya Dela dengan ekspresi bingung.


"Yah, kamu benar. Bajingan kecil inilah yang telah berani bermain-main dengan ku, rupanya dia mempunyai nyawa cadangan sehingga dia berani mengusik ketenangan ku."Ella menatap Yuda yang tengah kesakitan dengan tatapan tajam yang menusuk hingga ke sanubari.


"Kenapa dia melakukan ini? apa salah mu padanya?"bingung Dela.


"Aku tidak bisa menjelaskannya sekarang, lebih baik kau segera pergi darisini. Biar aku yang membereskan bajingan kecil ini."ucap Ella dingin.

__ADS_1


"Tapi, Ell."


"PERGI, atau.."


"I-ya, aku pergi."Dela melangkah pergi dengan begitu tergesa, dia begitu ketakutan saat melihat tatapan Ella yang tidak biasa.


"Dan kau, kau ikut aku sekarang."Ella menyeret Yuda dengan paksa.


"Lepasin gue, lepas akh."teriak Yuda sembari menahan sakit yang teramat di betis bagian kanan nya, bukan hanya sakit, tapi juga panas dan juga gatal karna pisau itu telah di olesi racun racikannya sendiri oleh Ella dan tentunya hanya dia yang memiliki penawar racun itu.


"Melepaskan mu? ah, baiklah."


Brukk,


Ella menghempaskan tubuh Yuda dengan begitu kasar.


"Eughhh."


"Sialan, lo. Akhh."teriakan Yuda begitu menggelegar.


Untung saja para anggota AOD bayangan telah sigap mengamankan seluruh isi kampus dan membuatnya pulang dengan cepat, sehingga sekarang kampus itu kosong hanya ada beberapa petugas disana yang tak lain adalah anggota BD yang kini menjadi anggota AOD, mereka di tugaskan oleh Ray menjadi pihak keamanan kampus supaya bisa memantau dan juga melindungi Ella.


"Uluh uluh, acian. Atit ya."ledek Ella dengan wajah di buat seimut mungkin.


"Uhh, takuutt."Ella terlihat begitu santai.


Tak lama datang lah puluhan anggota gangster yang cukup pamiliar bagi Ella.


"Bersiaplah, ajal mu akan segera tiba."Yuda menyeringai penuh kemenangan.


"Bukan ajal ku yang akan segera tiba, tapi dirimu."Elle menunjuk kearah Yuda.


"Serang wanita ini, hajar dia sampai mati."perintah Yuda pada jejeran gangster yang telah di sewanya.


"Baik, tuan. Kita pastikan wanita ini akan segera lenyap."ujar ketua gangster itu.


"Ck ck ck, gangster lemah seperti kalian ingin membunuh ku? mimpi."ucap Ella dengan angkuhnya.


"Apa maksud mu gadis kecil? kau belum tau siapa kami, kami bisa menghabisimu dalam sekejap."ketua gangster itu tidak terima.


"Kau salah, justru aku sangat mengetahui siapa dirimu, kau adalah Ardian sang ketua Red Dragon yang terkenal sombong tapi lemah."ucap Ella dengan penuh penekanan.


"Siapa kau sebenarnya gadis kecil? mengapa kau mengetahui siapa diriku?"Ardian begitu penasaran.

__ADS_1


"Itu tidak penting, bukan kah kau ingin menyerangku? ayok serang aku."


"AOD SERAANGGG."teriak Ella.


"Siap Quin."para anggota AOD keluar dari persembunyiannya dan langsung menyerang para anggota RD.


Sejenak Ardian terpaku, ternyata gadis kecil yang berada di hadapannya ini adalah Quin dari gangster yang paling di takuti dan juga terkenal sadis dalam membunuh, rupanya dia telah salah dalam memilih lawan, ingin rasanya dia mundur karna dia tidak akan sebanding dengan Quin AOD yang begitu keji itu, tapi dia beruntung karna dia telah melihat wajah asli sang Quin, tapi dia juga dalam bahaya karna sang Quin biasanya tidak akan membiarkan siapapun yang telah melihat wajahnya bebas begitu saja.


"Apa kau takut? ketua sombong?"Ella menyeringai tajam.


"Takut pada gadis kecil sepertimu? tidak mungkin."Adrian berusaha untuk terlihat sangar walau hatinya gemetar.


"Oh, ya. Kalau begitu, mari kita bermain?"tatapan Ella begitu menusuk sehingga membuat nyali Adrian menciut.


"Lihat saja, aku akan membunuh mu gadis kecil."Adrian sudah siap untuk menyerang Ella.


"Biar aku yang menghadapinya."


"Dave? kau disini?"David datang saat Ella akan menghadapi serangan Adrian.


"Ya, kau diam saja Quin. Kasian bayi mu akan terguncang bila kau terlalu banyak bergerak."ujar David.


"Ah, baiklah. Kau hadapi bedebah itu. Aku akan mengerus bajingan kecil yang telah berani bermain-main dengan ku."


Ella pun melangkah menghampiri Yuda, sementara David dia bertarung dengan Adrian. Pertarungan mereka begitu sengit, begitu juga dengan para anggota AOD dan juga RD, mereka saling adu kekuatan, tidak ada yang mengalah di antara mereka, sehingga anggota AOD berhasil membuat telak para anggota RD. Mereka banyak yang tumbang karna serangan anggota AOD, darah berceceran dimana-mana, bau amis begitu menyengat mendera di indra penciuman mereka.


Begitu juga dengan David, dia telah berhasil melumpuhkan Adrian, dia membuat pria itu babak belur dengan sudut bibir yang sobek, mata membiru mulut mengeluarkan darah akibat pukulan telak di perutnya yang di layangkan oleh David.


Sementara itu, Ella tengah menatap Yuda dengan tatapan yang begitu mengerikan dan juga mengintimidasi.


"Kenapa kau ingin membunuh ku? bukan kah kau mencintaiku? apakah itu yang kau sebut dengan cinta?"Ella berjongkok di hadapan Yuda.


"Gue ngelakuin ini, karna gue cinta sama lo. Jadi, gue gak akan biarin siapapun milikin elo, lo harus mati."Yuda berucap sembari menahan sakit.


"Gila."


"Gue emang gila, karna elo yang udah buat gue gila. Cinta lo membuat otak gue gak waras, karna gue gak bisa memiliki cinta lo."ucap Yuda dengan kilatan amarah.


"Haiss, ternyata bukan cuma harta yang bisa bikin orang gila, tapi juga cinta. Lieur euy aing, gini amat ya, nasib jadi cewek cakep, banyak yang tergila-gila dan akhirnya jadi gila beneran."Ella menggelengkan kepalanya sembari menyangga dagunya sok imut.


Tap jempolnya ya readerku tersayang๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


Love you All๐Ÿ’•๐Ÿ’•๐Ÿ’•

__ADS_1


__ADS_2