
"Stela, yang sopan kepada pak Rayen, dia itu adalah Dosen kamu."ucap sang Dekan mempringati.
"Maaf bapak Dekan, akunya buru-buru waktunya udah mepet ini tinggal 5 minuts lagi."ujar Ella yang terlihat begitu lelah.
"Tidak papa, pak Dekan. Saya memaklumi karna dia adalah istri saya."Jelas Rayen sembari mengambil kertas dan juga bolpoint yang di sodorkan oleh Ella.
"Jadi pak Rayen sudah menikah? mengapa kami semua tidak mengetahui nya?"kaget pak Dekan, memang hanya dirinya lah yang tahu jika Ray adalah pewaris tunggal keluarga Wardana yang mana adalah pemilik kampus ini.
"Iya pak Dekan, saya memang sudah menikah dan mengapa kami merahasia kan pernikahan ini. Jawabannya karna istri saya masih berkuliah dan juga dia adalah mahasiswi saya. Kami takut jika pernikahan kami di ketahui oleh publik akan membuat mereka ber spekulasi yang tidak-tidak. Tapi untuk sekarang kami sudah siap jika publik mengetahuinya karna cepat atau lambat mereka akan tahu, apalagi sebentar lagi kami akan mempunyai buah hati, otomatis perut istri saya akan membesar."Jelas Ray dengan serius.
"Giliran bapak Dekan yang tanda tangan,"sela Ella kala melihat sang suami telah selesai tanda tangan.
"Ah, baiklah."pak Dekan langsung saja mengambil selembar kertas dan juga bolpoint dari tangan Ray lalu menandatangani nya.
"Terimakasih, bapak dosen, bapak dekan. Silahkan di lanjut obrolannya, saya permisi."ucap Ella setelah dia mendapat tanda tangan dua orang itu.
"Hati-hati bermain game nya, jangan lari-lari ya."peringat Ray, sedangkan pak Dekan hanya mengangguk saja.
"Siap, bapak dosenku."ujar Ella sembari melangkah pergi, dia juga melihat banyak mahasiswa/mahasiswi yang hendak menghampiri pak Dekan dan juga Ray untuk meminta tanda tangan.
Setelah Ella pergi Ray dan pak Dekan pun di buat pusing oleh kerumunan anak-anak yang meminta tanda tangan mereka, bukannya tanda tangan mereka malah membubarkan anak-anak itu dengan tegas dan jika ingin tanda tangan dari mereka, ansk-anak itu harus menemui mereka di ruangan masing-masing satu persatu.
"Dapet gak Ell?"tanya Vino saat melihat Ella berjalan menghampiri mereka.
"Dapet dong, nih."Ella menyerahkan selembar kertas itu pada Vino.
"Wih, hebat lo Ell. Anak-anak yang lain belom ada yang dapet tanda tangan mereka loh."ujar Vino.
"Hooh, Ell. Mereka di suruh ngantri satu persatu kalau ingin dapet tanda tangan pak Dekan sama pak Rayen."sambung Siska.
"Berati belum ada yang nyerahin tugas ini ke kasen dong?"tanya Ella.
"Belum lah."Dela yang menjawab.
"Kalau gitu cepet kita serahin biar kita menang."seru Ella.
"Bener tuh, ayok cepet."
__ADS_1
Mereka pun segera menyerahkan tugas itu pada kasen alias kakak senior, karna mereka yang menang, mereka pun di bebas tugas kan dari tantangan-tantangan berikutnya dan juga mendapat kan hadiah teraktiran makan dari para senior. Sedangkan bagi yang kalah mereka mendapat tugas tambahan.
"Akhirnya bisa nyantei juga."ucap Vino sembari menyeruput jus mangga.
Ya, mereka kini sedang berada di kantin tengah menyantap beberapa hidangan yang mereka pesan, dengan traktiran kasen tentunya.
"Hooh, mana bisa makan gratis lagi."sambung Siska.
"Dasar penyuka gratisan."cibir Dela.
"Kayak lo kagak suka aja."cebik Vino.
"Eh, btw gue kok gak pernah liat bang Yuda ya?"sambung Vino.
"Yuda, kakak senior kita yang ngambil jurusan kedokteran itu bukan sih?"tanya Siska.
"Hooh, Yuda yang entu. Biasanya dia suka ngintil mulu sama kelean berdua, berati kalian tau dong dia kemana?"Vino melirik Ella dan juga Dela.
"Aku sih gak tau dia kemana, dia juga udah lama gak nyamperin kita, iya gak Ell."Dela menatap Ella sekilas.
"Enak banget ya Ell, nyampe kagak mau ke ganggu gitu makan nya."ucap Siska yang hanya di angguki pelan oleh Ella.
Setelah mereka selesai makan mereka pun langsung saja pulang karna hari ini mereka tidak ada pelajaran. Untuk Ella dia memutuskan untuk pergi ke rumah orang tuanya untuk memberitahu prihal kehamilan nya, karna mereka belum tau perihal kehamilan dirinya. Sebelumnya dia sudah meminta izin terlebih dahulu kepada Ray, Ray juga berniat untuk mengantarkan Ella dan kembali lagi ke kampus karna tugas nya masih menumpuk. Tapi Ella menolak dia ingin pergi sendiri saja dengan mengenakan mobil Ray, dengan terpaksa Ray pun mengijinkan nya dengan berbagai petuah tentunya.
Saat di tengah perjalanan menuju rumah orang tuanya, Ella melihat sebuah mobil yang mencurigakan karna sedari tadi mobil itu terus saja membuntuti mobilnya. Ella tidak takut maupun gentar dia malah menyeringai dengan wajah mengerikannya, Ella tidak bodoh dia sudah memperhitungkan ini semua akan terjadi, jadi Ella sudah membawa persiapan berbagai senjata di dalam jaket yang dibawa di dalam tas nya dan kini dia sudah memakai jaket itu untuk menutupi kaos putih pendek yang ia kenakan, tak hanya itu Ella juga telah mengode AOD bayangan perihal mobil mencurigakan itu.
AOD bayangan adalah anggota AOD yang tugas nya memata-matai dan juga mengikuti dirinya tanpa terlihat dan mencurigakan, mereka akan menyamar sebagai apa pun sesuai situasi dan juga kondisi. Mereka bisa menjadi sopir taksi, satpam tukang cilok, dll. Sesuai kondisi yang mereka hadapi.
"Rupanya dugaan ku benar, dia akan mengincar ku untuk di jadikan sandra. Tapi tidak semudah itu Rafly, kau tidak akan pernah mendapatkan aku dengan mudah, kau belum tau siapa aku."ucap Ella menyeringai dia juga memperpelan laju mobilnya, dia ingin melihat apa yang akan Rafly lakukan padanya.
Srettt,
Rafly menyalip mobil yang di kendarai oleh Ella, Ella pun langsung saja menginjak rem dengan pelan tanpa kaget mau pun was-was. Dia malah tersenyum ketika melihat Raflily keluar dari mobil dengan garangnya sembari membawa sebuah pistol di tangan kanannya,
"BUKA,"teriak Rafly sembari menggedor pintu mobilnya.
Dengan santainya Ella pun keluar dari mobil.
__ADS_1
"Ada apa ya kak? kenapa akunya di suruh keluar?"tanya Ella dengan wajah polosnya.
"Cantik juga ternyata bini nya si Ray, boleh juga nih gue icip dulu."ucap Rafly sembari memandang Ella dengan tatapan nakalnya.
"Emang akunya makanan apa? pake di icip segala."cebik Ella masih dengan wajah polosnya.
"Ya, lo makanan dan elo bakal jadi santapan gue siang ini, manis."Rafly semakin bergairah ketika memandang Ella dari atas sampai bawah, Ella memang sekarang lebih berisi di bagian tertentu mungkin karna efek kehamilannya juga.
"Ih, kakak serem, ternyata kakak penyuka daging manusia. Saran ku jangan makan daging manusia, enggak enak tau. Mending makan daging ayam aja, lebih enak, gurih lagi. Apalagi di bikin ayam kecap, ayam krispi beuh mantap. Kalau manusia di jadiin apa ya, manusia kecap, manusia krispi, ih enggak banget. Mending ayam aja ya enak loh yumi."ucap Ella panjang lebar dengan tampang polosnya.
Sontak saja itu membuat Rafly menjadi kesal, ternyata gadis di hadapannya ini begitu polos, kemudian dia berpikir ini akan semakin mempermudah rencananya karna gadis ini tidak akan bisa melawan atau pun berontak.
"Ikut gue gadis kecil, kita akan bersenang-senang."ucap Rafly yang hendak menyentuh tangan Ella.
"Gak mau, akunya mau pulang."ucap Ella sembari menepis tangan nakal Rafly.
"Ikut atau kamu akan tau akibatnya."Rafly menatap Ella dengan begitu tajam.
"Kalau akunya gak mau gimana dong?"Ella semakin membuat Rafly marah.
"Berati elo memilih pilihan yang kedua,"Rafly menarik tangan Ella dengan kasar dan hendak membawa Ella ke dalam mobilnya.
Krekkk,
Bughhh,
Ella memelintir tangan Rafly dengan kuat kemudian dia menendang Rafly sehingga dia terjungkal di aspal yang begitu panas karna terpapar sinar matahari, kebetulan jalan yang di lewati Ella adalah jalan alternatif jadi sangatlah sepi tidak ada kendaraan yang berlalu lalang.
"Kau pikir mudah untuk membawa ku? tidak perguso."Ella berjalan menghampiri Rafly dengan bersidekap dada tak lupa juga tatapan mengerikan khas Quin AOD.
"Sialan lo, ternyata lo gak sepolos yang gue pikir."ucap Rafly sembari menekan tombol kecil yang berada di gelang yang sedang di pakainya.
"Banci, hanya untuk menghadapi seorang wanita saja kau memanggil bala bantuan. Tidak tau malu."cibir Ella karna dia tau tombol yang di tekan Rafly adalah alat yang terhubung dengan para anggota Taiger Dark. ,
Mana jempolnya para readerππ
Tap jempolnya ya, karna itu adalah penyemangat buat author, Comen juga ya, untuk kritik dan juga saran nya.ππ
__ADS_1