
Bugh, bugh, bugh.
Ella menepuk-nepuk dada Ray kuat, sehingga membuat Ray terpaksa melepaskan tautan bibir mereka.
"Kenapa kakak di pukulin?" Ray menatap lekat wajah istrinya.
"Kak Ray sih, nyosor gak tau tempat. kalo ada orang gimana." Gerutu Ella.
"Palingan juga mereka tutup muka karna malu." ucap Ray enteng.
"Emangnya kak Ray gak malu gitu kepergok orang?" Ella bersidekap dada.
"Gak." Jawab Ray singkat.
Kemudian merekapun melangkah pergi kedalam rumah untuk menemui Dela dan juga Galang, saat mereka sampai disana, mereka mendelikam mata saat melihat pemandangan yang cukup panas. Dimana kedua pasutri itu tengah berpeluk mesra dengan Dela duduk di pangkuan Galang, jangan lupakan bibir yang berpaut mesra.
"Masih siang woy!" teriak Ray sehingga membuat mereka menghentikan aktipitasnya.
"Iri bilang boss!" Galang membantu Dela untuk duduk di sopa, karna tadi mereka duduk di karpet bulu berlesehan.
"Apaan iri, kalo mau tinggal embat." Delik Ray.
"Ell, kita rujakan yuk? kayaknya enak nih siang-siang begini. Seger." Ajak Dela.
"Edi bagus tuh, Del. Nyok ah rujakan, tapi yang ngulek sambel rujaknya siapa?" ucap Ella.
"Em, mereka aja gimana? sekalian ngupas sama motongin buahnya." ujar Dela sembari melirik Ray dan juga Galang yang tengah bersandar di sopa.
"Kenapa jadi kita?"Perotes Ray.
" Sayang istri gak?"Ella menatap Ray tajam.
"Sayanglah."Jawab Ray cepat.
" Kalo sayang, jangan perotes."Pelotot Ellam
"Hm."
__ADS_1
Merekapun mempersiapkan bahan-bahan untuk membuat rujak, dari mulai buah-buahan, gula, asam, cabe dll. Ray bagian mengulek sambal rujak. Sedangkan Galang, dia mengupas dan juga memotong buah.
"Gimana si, cara bikin sambel rujak?" tanya Ray kepada Galang.
"Mana gue tau! gue aja kagak pernah buat." Sewot Galang.
"Gak usah ngegas juga kali, kalo kagak tau." Cebik Ray.
"Gue kagak ngegas, tapi ngerem."ucap Galang sembari memotong buah-buahan dengan bentuk yang tak beraturan.
Karna bingung, Ray pun akhirnya membuka youtube untuk melihat bagaimana cara membuat bumbu rujak. Ray mengikuti tutorial yang ada di vidio itu, dia memerhatikannya dengan seksama. Gula, cabe, asam, garam dan juga kacang tanah yang sudah di goreng, di masukan oleh Ray kedalam cobek. Kemudian dia menguleknya kasar, karna tak kunjung halus juga, dia pun menambahkan garam kembali dengan jumlah yang cukup banyak. Lalu menguleknya kembali, Ray tersenyum karna sambal rujak buatannya terlihat sempurna jika di pandang, tapi entah untuk rasanya.
"Udah jadi kak Ray?" Ella datang menghampiri Ray dengan langkah pelan.
"Udah dong, cantikan tampilannya?" Dengan bangga Ray memperlihatkan hasil karyanya.
"Dari tampilannya sih, bagus. Tapi entah untuk rasanya." Ella menatap sambal itu ragu.
"Ya ampun, ini motong buah untuk bikin rujak apa buat ngasih makan hewan!" Pekik Dela yang baru saja datang.
"Kenapa Del?" Ella melirik sahabatnya.
Ella pun melangkah menghampiri Dela, "Astaga, kak Galang mau ngasih makan bebek ya?" Ella geleng-geleng kepala saat melihat tampilan buah-buahan itu, di potong asal dengan kulit yang tidak di kupas, ada yang besar, terlalu besar. Ada juga yang kecil, tapi terlalu kecil. Saking kecilnya sampai terlihat seperti di cincang.
"Yang penting kan di potong." ucap Galang santai.
"Fiks, Aa gak akan dapet jatah selama sebulan!"Tukas Dela.
" Eh, jangan dong Neng. Masa Aa kudu puasa sebelum waktunya."ucap Galang memelas.
"Gak ada penolakan!" Sarkas Dela.
"Puasa sebulan, pan bentar lagi kamu lahiran. Kalo puasa dari sekarang, Aa puasanya dua bulan lebih dong. Sebulan tambah empat puluh hari, oh no!!" Pekik Galang.
"Rasain lo, puasa dah tu. Sian deh lu!" Ledek Ray.
"Diem lo!" Sewot Galang.
__ADS_1
"Sewot amat yang mau puasa, cie puasa." Ray semakin gencar meledek Galang yang wajahnya sudah di tekuk.
"Kak Rayyyy!!" Teriak Ella begitu menggema.
"Apa sayang?" Ray langsung berbalik kearah sang istri yang rupanya sedang mencicipi sambal rujak buatannya.
"Kak Ray mau bikin aku darah tinggi ya?"Ella menatap Ray dengan mengintimidasi.
" Enggak, sayang. Memangnya kenapa hm?"Ray mendekati sang istri.
"Kenapa kak Ray bilang, ini cobain!" Ella menyendok sambal itu kemudian dia sodorkan ke mulut Ray.
"Buka mulut!" Perintah Ella, Ray pun membuka mulutnya kemudian dia mencicipi sambal yang Ella sodorkan.
"Huekk." Ray langsung berlari menuju wastapel.
"Cuih, cuih, cuih. Ini sambal rujak apa ikan asin, kok asinnya nauzubilah. Perasaan gue masukin garamnya dikit deh, terus tambah lagi dikit dan lagi." Gumam Ray sembari mencuci mulutnya yang terasa begitu asin.
Setelah itu, dia pun kembali melangkah menghampiri sang istri yang tengah bersidekap dada dan juga menatapnya dengan tatapan tajam juga menghunus. Ray hanya nyengir saja sembari menanti kemarahan sang istri yang sebentar lagi pasti akan meledak.
"Ciee, sebentar lagi ada yang bakalan puasa nih." Ledek Galang.
"Diem lu." Kini giliran Ray yang sewot.
"Sewot amat yang mau puasa, cie puasa." Galang membalikan ucapan Ray tadi.
Jangan lupa jejak, Like👍 Comen, Fav and Vote. Biar otor yang lemas lunglai ini kembali bersemangat.
Mampir sini yuk beb, ceritanya seru.
Judul : Ranjang Tuan Lumpuh
Author : Kay_21
Rate : 22++
Demi dendam, demi meluapkan segala amarah dan rasa sakitnya. Aishe, gadis yang tidak mengenal fashion, rela melakukan apapun demi balas dendamnya. Mengirim tunangan yang sudah membunuhnya merasakan neraka tingkat ke-7.
__ADS_1
Novel dari karangan Kay_21 dengan judul Ranjang Tuan Lumpuh, akan menghadirkan kisah seru yang tidak dapat ditebak kelanjutannya.