
"Akhhhh, lepasin gue berengsek."teriak Yuda kesakitan.
Karna sebelum tangannya menyentuh tubuh Ella, Ella sudah terlebih dahalu menangkap tangan itu kemudian memelintirkan nya kebelakang, tak hanya sampai disitu Ella juga memilin tangan Yuda dengan mudahnya sampai tangan itu mengeluarkan bunyi gemeretak.
"Sakit ya?"tanya Ella dengan wajah polosnya.
"SAKIT BEGO, LEPASIN GUE BANGSAT."teriak Yuda dengan wajah memerah menahan sakit.
Bughhh!
Ella menghempaskan tangan Yuda dengan begitu kasar, dia juga menendang tubuh Yuda yang membelakanginya dengan begitu kuat sehingga membuat Yuda tersungkur ke lantai.
"Akhhhh."teriak Yuda begitu kesakitan saat tubuhnya menyentuh lantai dengan begitu keras.
"Ck, lemah."decak Ella sembari berjalan menghampiri Yuda dengan angkuhnya.
"Siapa lo sebenarnya?"tanya Yuda yang tengah berusaha bangkit, tapi terlambat.
"Hekkk."Ella sudah terlebih dahulu menginjak dada Yuda dengan begitu kasar menggunakan sebelah kakinya.
"Lo mau tau siapa gue? yakin?"Ella menatap Yuda sembari menyeringai kemudian dia sedikit berjongkok untuk menatap yuda lebih intens dengan
tatapan yang sangat mengerikan.
"Akhhh, lo iblis sialan. Minggir lo."Yuda berusaha menyingkir kan kaki Ella dengan sekuat tenaga karna dadanya begitu terasa sesak.
"Ya, gue iblis dan lo sudah membangunkan iblis itu."Ella menangkap tangan Yuda yang tengah berusaha menyingkir kan kakinya.
Ella menarik tangan Yuda, membangunkan nya dengan paksa kemudian dia menendang perut Yuda dengan menggunakan lututnya. Yuda berusaha melawan dia hendak memukul tangan Ella dengan satu tangannya yang berhasil terlepas, tapi Ella sudah terlebih dahulu membaca pergerakan Yuda dan langsung saja menangkap tangan itu lalu dia memelintirnya dengan begitu kuat sampai Yuda berteriak kesakitan dia merasa kini tulang tangannya sudah patah mungkin juga retak.
Puas melihat Yuda yang begitu kesakitan, Ella pun kembali menghempaskan tubuh Yuda hingga terbentur ke tembok.
Brukkk,
__ADS_1
Suara benturan tubuh Yuda pada tembok begitu nyaring, Ella yang melihat Yuda meringis sembari berteriak kesakitan pun begitu puas, dia sangat puas melihat orang yang hendak kurang ajar padanya kini terbaring lemas tak berdaya.
"Bagaimana rasanya mantap bukan? makannya jangan berani macam-macam sama aku Iyud."Ella berucap dengan tampang polosnya.
Yuda tidak menjawab apa pun, tubuhnya kini terasa lemas tak berdaya dan juga merasakan sakit yang tiada tara, dia merasa kini tulang-tulang di tubuhnya sudah remuk tak terbentuk. Yuda tidak percaya dengan apa yang di lihatnya saat ini, Ella yang dia kenal polos, manja dan juga sangat menggemaskan, seketika berubah menjadi iblis yang sangat mengerikan.
"Ini belum seberapa Yuda, kau lihat saja nanti aku akan memberikan kejutan yang sangat istimewa padamu."Ella menyeringai kemudian dia berjalan kearah pintu dan hendak keluar, tapi dia lupa kalau pintu itu terkunci.
BRAKKK.
Ella membuka pintu itu dengan sekali tendangan sampai pintu itu roboh dan sontak saja itu membuat Yuda menganga seketika, dia jadi berpikir sebenarnya siapa orang yang berada di hadapannya ini, mengapa tenaganya begitu kuat sekali bahkan dirinya yang seorang pria saja tidak akan sanggup melakukan itu hanya dengan sekali tendangan.
"Kamu gak papa kan? berudunya Mimom. Kamu kuat ya, jangan lemah kamu harus seperti Mimom."Ella mengelus pelan perut ratanya saat dirinya sudah berhasil mendobrak pintu dan semua itu tak luput dari perhatian Yuda.
"Sayang, kamu gak papa kan? kakak dari tadi nyari-nyari kamu karna kamu gak ikut matkul kakak. Untung saja kakak bisa melacak kamu lewat ponsel mu, tapi maaf ya kakak terlambat."Ray datang dengan tergesa-gesa dan dia langsung saja memeluk tubuh mungil Ella.
"Gak papa kok kak Ray, lagian akunya juga engga kenapa-napa."ujar Ella sembari membalas pelukan Ray.
"Apa yang terjadi? mengapa kamu bisa berada disini?"Ray melepaskan pelukannya kemudian dia menatap lekat manik mata Ella.
Seketika Ray pun mengalihkan perhatiannya ke dalam gudang, disana dia melihat seseorang yang cukup dikenalinya tengah terbaring lemas tak berdaya sembari memegangi perutnya.
"Apa yang dia lakukan padamu? apa dia menyakiti mu?"tanya Ray cemas.
"Tadi dia memang akan melakukan hal yang kurang ajar padaku, dia mau menganu nganui aku kak Ray. Tapi untung aja aku ini seorang Quin, jadi aku bisa melawan dia. Kalau engak, tempat favorit kak Ray pasti sudah di jamah sama dia."Jelas Ella dengan tampang yang kembali lugu,
Seketika amarah Ray memuncak saat mendengar pria itu hendak menjamah tempat favoritnya. Tanpa basa-basi Ray langsung saja masuk kedalam gudang itu meninggalkan Ella yang sedang berdiri di ambang pintu.
Bughh,
Bughh,
Bughh,
__ADS_1
Ray langsung menghantamkan pukulan telak terhadap Yuda yang masih terbaring lemah itu, hingga membuat sudut bibir Yuda robek dan mengeluarkan darah segar, wajahnya juga lebam karna Ray juga memberikan pukulan di beberapa titik wajah Yuda.
"Ahhkkk,"
"Stop pak, kenapa ba-pak memukuli saya?"tanya Yuda heran sembari menahan sakit.
"Karna kamu telah berniat kurang ajar terhadap istri saya."Jawab Ray dengan raut wajah penuh amarah.
"Istri bapak siapa? bahkan say tidak mengenalnya."Yuda memang tidak melihat interaksi Ray dan Ella tadi karna dia tengah memejamkan matanya merasakan sakit yang mendera di sekujur tubuhnya.
"Stela, istri saya adalah Stela dan kamu telah berniat kurang ajar terhadapnya. Berarti itu sama saja kamu ingin mencari masalah denganku ."Ray menatap Yuda dengan tatapan yang menghunus menyeramkan sehingga membuat Yuda bergidig, apalagi aura yang di pancarkan oleh Ray sungguh tidak biasa bagi Yuda.
"A-pa, jadi Stela adalah istri bapak?"kaget Yuda dengan menganga tidak percaya.
"Ya, dia adalah istri saya dan sekarang dia tengah mengandung anak saya."
"Ella hamil,"beo Yuda, pantas saja tadi dia melihat Ella mengelus perutnya dan nampak seperti berbicara terhadap seseorang, ternyata dia bicara kepada bayi nya..
"Maaf pak, saya tidak tau. Saya mohon biarkan saya pergi, saya janji tidak akan mengganggu Stela lagi."ucap Yuda memohon.
"Baik, saya akan melepaskan mu. Tapi ingat jangan pernah berani macam-macam lagi terhadap istri saya, jika tidak, kamu lihat saja apa yang akan saya lakukan terhadap mu."ancam Ray.
"Baik pak, saya tidak akan macam-macam lagi."ujar Yuda sembari bangkit lalu dia pergi meninggalkan Ray dengan langkah tertatih.
Saat dia melewati Ella dia menatap Ella dengan tatapan yang sulit di artikan. Ella yang mengerti tatapan itu hanya menyeringai.
Setelah Yuda pergi, Ray langsung saja menghubungi seseorang untuk memata-matai gerak-gerik Yuda. Karna Ray tidak bodoh dia masih melihat tatapan Yuda yang penuh damba saat Yuda menatap istrinya dan Ray yakin di balik tatapan itu Yuda mempunyai sebuah rencana terselubung.
"Kak Ray mengutus seseorang untuk memata-matainya?"
"Tentu saja, kakak tidak sebodoh itu sehingga membiarkan dia lepas begitu saja. Itu sama saja kakak membiarkan mu dalam bahaya."ujar Ray sembari menghampiri sang istri lalu merangkulnya kemudian mereka pun berlalu pergi meninggalkan gudang itu.
"Ella, pak Ray."ucap seseorang yang berpapasan dengan mereka saat mereka baru saja keluar dari gudang dengan tangan Ray yang masih setia merangkul bahu Ella.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak😘😘😘