
Setelah puas bergulat, kini mereka berdua sedang berada di ruangan yang sangat besar dan juga luas. Tempat itu adalah tempat berkumpulnya para anggota Angel of Deat. Anggota Black Devil yang selamat juga berada disana, mereka sedang berbaur dengan angota AOD, mereka sudah sangat akrab bahkan terlihat sangat dekat.
"Malam, Quin."sapa mereka serempak saat mereka melihat Ella datang bersama dengan Ray, seperti biasa Ella akan menggunakan topeng jika menemui anggotanya.
"Malam."Jawab Ella dengan nada yang tegas.
"Aku berada disini ingin membicarakan sesuatu pada kalian, sekaligus memperkenalkan seseorang."ucap Ella sembari menatap jejeran para anggota yang berada dijadapannya.
"Baiklah, langsung saja. Perkenalkan yang di sebelah ku ini adalah Rayen Alparizi, beliau adalah ketua dari Black Devil, sekaligus suamiku. Dan yang akan aku sampaikan, aku berencana akan menggabungkan Black Devil dengan Angel of Deat. Berhubung anggota BD tinggal sedikit, bagaimana jika kalian semua tetap berada disini? dan apa kalian setuju jika kalian bergabung dengan anggota kami?"tanya Ella sembari menatap para anggota BD.
Seluruh anggota BD yang tersisa saling menatap satu sama lain termasuk Ragil, lalu mereka beralih menatap Ray. Dan terlihat Ray mengangguk samar, tanda dia setuju.
"Baik, Quin. Kami setuju, kami akan tetap berada disini dan bergabung dengan AOD."Jawab para anggota BD serempak.
"Bagus, mulai sekang kalian adalah bagian dari anggota kami. Dan kau Ragil, kau akan tetap menjadi tangan kanan Rayen. Karna mulai sekarang AOD akan mempunyai dua pemimpin, Quin and king. Quin aku, dan king nya adalah Rayen. Dan juga AOD akan mempuyai dua tangan kanan yaitu, David dan juga Ragil. Apa kalian mengerti?"
"Kami mengerti, Quin."Jawab mereka serempak.
"Ah, iya. Kenapa tangan kanan ada dua? harusnya tangan kiri ya kak Ray. Jadi lengkap kan, satu tangan kanan. Satu tangan kiri, yodah lah Ragil, kamu jadi tangan kiri aja ya."ucap Ella.
Dan Ragil hanya mengangguk samar sembari tersenyum tipis.
"Ok, sekian pengumuman dari saya. Eh kok pengumuman, kayak ngumumin orang metong aja, maksudnya pemberitahuan dari saya sekian dan terima gajih."Ella kembali berucap lalu dia melangkah pergi dari ruangan itu dengan menggandeng tangan Ray.
"Pasti anak buah kamu gak bakalan bosan mempunyai pemimpin sepertimu."ucap Ray sembari menundukan dirinya di sopa ruang tamu.
"Kenapa gitu?"Ella juga turut serta duduk di samping Ray.
"Karna kamu kocak."Jawab Ray sembari tersenyum tipis.
"Ah, ya kah?"
"Iya, Quin ku sayang."Ray mecubit gemas pipi Ella.
"Main cubit bae, aku punya inpormasi penting kak Ray."ujar Ella.
"Apa itu?"tanya Ray.
"Rafly."satu nama itu sukses membuat Ray terdiam, karna sampai sekarang Ray masih belum bisa menemukan keberadaan Rafly.
__ADS_1
"Apa kamu tau, dimana keberadaannya?"tanya Ray serius.
"Tentu saja, dan kak Ray pasti tidak akan menyangka dengan semua ini."ujar Ella.
"Dengan semua ini? maksudnya gimana?"Ray tidak mengerti.
"Rafly yang selama ini kau kenal, tidak seperti apa yang kau pikirkan."
"To the point, ada apa dengan Rafly."ucap Ray tak sabaran.
"Selama ini Rafly tidak lah sebaik yang kau pikirkan, dia begitu licik, dia pandai sekali dalam bersandiwara, sehingga kalian semua terbuai oleh sikap lugu nya."Jelas Ella.
"Jelaskan dengan detail, apa maksud dari perkataan mu?"
"Dave."suara Ella begitu nyaring.
"Ada apa?"David berjalan menghampiri Ella dengan santainya.
"Bawa bukti tentang kejahatan Rafly kemari, dan juga panggilkan Ragil."ujar Ella.
"Ok,"David berlalu pergi darisana.
Tak berselang lama, David telah kembali dengan membawa sebuah laptop lengkap dengan flashdisk nya. Dan diikuti oleh Ragil dari belakang.
"Nih."David menaruh laptop itu di hadapan Ella.
"Ok thank, kalian berdua duduk lah."ucap Ella sembari melirik Ragil dan juga David.
Mereka berdua pun duduk di sopa yang berada disebelah Ray dan juga Ella.
"Coba kalian dengar dan simak baik-baik."ucap Ella setelah dia menyalakan laptop itu dan memutar rekaman CCTV yang telah dia gabungkan.
Disitu terlihat Rafly tengah berada di sebuah restoran, dia sedang berbicara dengan seseorang yang sangat Ray kenali, Rafly tertawa begitu puas setelah dia mengatakan bahwa dia berhasil mengkambing hitam kan Ray, atas kematian Beno. Dia juga begitu senang saat orang yang berada dihadapannya mengatakan jika dia telah berhasil mempengaruhi Beni supaya dia membalaskan dendam atas kematian Beno, terhadap Ray.
Tidak hanya itu, di dalam rekaman yang Ella tunjukan, disana terlihat Rafly yang sedang mengatur srategi supaya Ray datang terlebih dahulu ketempat itu, dan Beni menyusul dengan waktu yang cukup dekat, supaya Beni mengira jika Ray lah yang telah membunuh Beno. Banyak lagi bukti-bukti lainnya yang Ella tunjukan, tentang kerja sama Rafly dengan Taiger Dark.
"Aku tidak menyangka, orang yang selama ini aku percaya, bahkan sudah ku anggap saudara, tapi dia tega berhianat di belakangku."ucap Ray emosi.
"Begitu juga aku Ray, selama ini aku selalu menganggap Rafly bukan hanya patner kerja, tapi juga sahabat dan saudara. Susah senang selalu kami lewati bersama, dia selalu menghiburku di kala aku terpuruk, dia juga yang membantu aku keluar dari keterpurukan itu, dia bagaikan malaikat penolong untuku. Tapi ternyata kebaikannya selama ini, hanyalah sandiwara, supaya kita percaya sepenuhnya terhadap dia."timpal Ragil.
__ADS_1
"Kadang yang kita pikir baik, tapi kenyataannya tidak seperti yang kita pikirkan, begitu juga sebaliknya. Satu pesanku, jangan terlalu mempercayai seseorang, karna kita tidak tau isi hati mereka, kita tidak tau apakah mereka tulus baik terhadap kita? atau hanya berpura-pura saja untuk menggapai suatu tujuan. Bersikaplah sewajarnya, jangan terlalu baik maupun terlalu percaya. Kalian bisa ambil hikmah dari kejadian ini, tidak selamanya musuh adalah orang yang terlihat sanhat membenci kita."ujar Ella sembari menatap mereka berdua.
"Terimakasih, sayang. Tanpamu, kakak tidak akan tau semua ini."ucap Ray tersenyum tulus pada Ella.
"Tak usah berterimakasih, aku tidak mungkin membiarkan kak Ray dalam kesulitan, dan juga dijahati oleh orang lain. Sebisa mungkin aku akan menjauhkan orang-orang yang berniat jahat pada kak Ray."Ella membalas tatapan Ray dengan senyuman manisnya.
"Ah, untuk merayakan bersatunya BD dan juga AOD, bagaimana kalau kita barbeqiuan."saran David.
"Ide yang bagus, Dave. Gimana kak Ray?"Ella melirik kearah Ray.
"Ayok."Jawab Ray.
"Ok, Dave kamu persiapkan semuanya ya."ujar Ella.
"Asiyap, my Quin."Jawab David cepat.
"Gue bantu ya, bro."ucap Ragil.
"Ayok, dah."
Mereka berdua pun berlalu pergi dari sana untuk menyiapkan pesta barbeqiu.
Setelah semuanya siap, mereka semua pun berkumpul di halaman belakang markas yang cukup luas itu. Mereka juga mengajak seluruh anggota untuk pesta barbeqiu, karna seluruh anggotanya hadir, Ella pun kembali mengenakan topengnya karna tidak ada satu pun anggota yang mengetahui wajah aslinya kecuali, David.
Mereka begitu senang, pesta barbeqiu itu disambut dengab sangat antusias oleh para anggota. Banyak sekali aneka makanan disana ada sosis, bakso, daging sapi, daging ayan, ikan dll.
Yang pertama matang adalah sosis, Ella pun segera mengisi piringnya dengan beberapa tusuk sosis, lalu dia membawanya pada ketiga pria yang nampak sedang berbincang itu.
"Nih, makan. Baru mateng."Ella menaruh piring itu dihadapan mereka.
Satu-persatu dari mereka mencicipi sosis itu dan menikmatinya dengan sangat lahap.
"Kalau dilihat-lihat ini kok mirip belalainya kak Ray, ya. Pas lagi bobo."celetuk Ella, hingga membuat Ray tersedak dan kedua pria yang sepertinya seumuran itu hanya saling pandang.
"Tuh, genyel-genyelnya juga sama."
Tigalkan jejak ya, reader😘
Love you All😍😙
__ADS_1