Istri Kecil Dosen Muda

Istri Kecil Dosen Muda
Belalai buluk


__ADS_3

"Beraninya kamu menyusup ke markas kami!" teriak seorang pria yang sepertinya se umuran dengan Ray.


"Kenapa harus takut? Kalian sudah berani bermain denganku, itu artinya kalian sudah mengibarkan genderang perang." Ella mendekat pada pria itu.


"Aku tidak punya masalah denganmu, kenapa kamu menyerang markas kami?" heran Pria itu.


"Tidak punya masalah? Lalu kenapa kamu menyandra temanku, hah?" Ella terlihat begitu murka.


"Teman, mu? Aku tau, kamu pasti musuhnya Zela," tebak Pria itu.


"Yap, kamu benar. Tapi dia yang mencari masalah denganku, bukan aku." Ella bersidekap dada.


"Jika kamu mau temanmu bebas, maka lepaskanlah Zela," tawar Pria itu.


"Tidak semudah itu, aku tidak akan melepaskan orang yang telah berani bermain-main denganku." Ella tersenyum menyeringai.


"Baiklah, berati kamu lebih memilih mati. Serang!" Pria itu mengkode anak buahnya.


"Guys!" Ella juga memanggil para anggota yang bersembunyi.


Terjadilah perkelahian sengit antara AOD dan juga BW, sementara Ray, dia langsung melawan pria tadi yang sepertinya tangan kanan BW.


"Bang, kita cari ruangan ketuanya," ajak Ella.


Mereka berjalan melewati orang-orang yang sedang bertarung untuk mencari ke beradaan ruangan ketua BW.


"Ternyata kamu cukup kuat!" Pria itu memandang Ray sengit.


"kenapa? Takut?"


"Tidak ada kata takut dalam kamus hidupku, hiyaaa!" Pria itu kembali menyerang Ray.


Dengan cepat Ray menangkis serangan pria itu. Brukk! Ray menendang pria itu ketika dia sedang lengah. "Mampus kamu!" Ray menginjak kuat dada pria itu.


Dorr!


Ray langsung menembaknya hingga tewas seketika, karena Ray menembak tepat di jantung pria itu. "Aku harus segera menyusul Ella." Ray langsung saja bangkit.


Ray berjalan melewati para anggotanya yang sedang bertarung melawan BW, dia begitu tergesa untuk menyusul istrinya.


Di sisi Ella.


"Kayaknya ini deh, Bang. Ruangan ketua BW," ucap Ella.


"Sepertinya iya."


Ah!


Shet!


Euhg!


"Suara apaan tu, Bang?" Ella melirik Satria.


"Kayaknya ketua BW lagi nananina deh, Dek." Satria menatap Ella.


"Dobrak ajalah." Ella sudah bersiap.

__ADS_1


"Eh, tunggu Dek!"


"Lama!"


Brakkk!


Ella menendang pintu kayu sampai pintu itu roboh. "Astaga, belalai buluk!" Pekik Ella ketika dia melihat seorang pria toples tanpa sehelai kain pun menempel, dia sedang terlentang dengan dua wanita yang juga toples di sampingnya.


"Tutup mata lo, Dek!" Pekik Satria.


"Lo juga, Bangsat!" teriak Ella.


"Lah, pagimane kita ngeliat begoo?!"


"Siapa kalian?" teriak pria yang di perkirakan adalah ketua BW.


"Kita siapa ya? Aduh kenapa mendadak bleng ini?" Ella tampak bingung.


"Oleng dah lu gara-gara burung," delik Satria.


"Siapa kalian? Mau apa kalian ke mari?" Pria itu bangkit kemudian dia turun dari ranjang.


"Hai, kenalin aku Stela, tapi bukan pewangi ruangan. Aku kesini mau bunuh, Om." Ella berucap dengan begitu santai.


"Membunuhku? Mimpi kamu bocah!" Marah Pria itu.


"Aku ngak mimpi, Om. Karena aku ngak lagi tidur." Ella memasukan tangannya ke dalam saku jaketnya.


"Serius ngapa, Dek," bisik Satria.


"Ngak kurang kok, Om. Justru aku udah kenyang. Lagian siapa juga yang mainin, Om. Ih gelayy." Ella memandang Pria yang kira-kira berumur tiga puluh tahun itu jijik.


"Mati kamu bocah!" Pria itu meraih pistol dari atas nakas.


Dorr!


"Gak mati, Om. Gimana dong?!" Ella menangkap peluru itu secepat kilat.


"Sialann! Siapa kalian sebenarnya?!" teriak pria itu murka.


"Malaikat mautmu!" Ella merubah ekspresi wajahnya menjadi mengerikan.


"Jangan harap kamu bisa membunuhku, Bocah!" Dia meraih katana dari kolong ranjang.


"Hais, belalai buluk mu membuatku tidak konsen. Sungguh aku jijik melihatnya." Ella segera mengalihkan pandangannya dari sesuatu yang seharusnya tidak dia lihat.


"Bang! Amankan kedua wanita itu!" teriak Ella pada Satria.


"Gue?" Satria menunjuk dirinya.


"Ya, elo lah. Siapa lagi," geram Ella.


Dengan terpaksa Satria melangkah menghampiri dua wanita yang masih polos itu. "Ya Tuhan, mata suci gue," lirih Satria.


"Tutup anunya Mbak!" Perintah Satria sembari memejamkan matanya.


"Aha!" Satria melepas seprai kemudian dia menggulung kan nya kepada kedua wanita itu. "Beres."

__ADS_1


"Hiyaaaa!"


Trang!


Treng!


Bunyi Katana pria itu dan juga Katana Ella yang saling beradu dengan begitu sengit, Ella yang melihat pergerakan pria itu tersenyum menyeringai, ternyata benar yang di bilang oleh Ragil. BW belum mengusai ataupun ahli dalam berperang, terlihat dari gerakan ketuanya saja masih kaku, pantas saja mereka memilih markas yang begitu tersembunyi supaya tidak terdeteksi oleh musuh.


"Permainan mu sungguh membosankan." Ella tidak lagi menyerang, dia hanya menangkis serangan pria itu.


"Siapa kamu sebenernya? Mengapa seorang bocah sepertimu begitu kuat?" Pria itu terlihat sudah kelelahan, terlihat dari napasnya yang mulai tersenggal dengan keringat yang bercucuran.


"Karena sebentar lagi kau akan lenyap dari dunia ini, maka aku akan memberitahumu supaya kamu tidak menjadi arwah penasaran." Ella menangkap tangan pria itu kemudian memelintirnya ke belakang.


"Astaga! Pantatt burik!"


Dughh!


Ah!


Ella langsung menendang pantatt pria itu sampai dia jatuh tersungkur. "Hekk." Ella menginjak punggung pria itu yang tubuhnya sudah telungkup.


"Sesuai janjiku, aku akan memberitahumu siapa aku sebenarnya." Ella menarik napas panjang.


"Apa kau tau, gangster terkuat di kota ini? Tentu tahu lah, ya. Siapa yang tidak tau gangster terkuat dan juga ter sadis itu."


Degh!


Jantung pria itu seakan berhenti kala mendengar gangster terkuat, dia tau gangster itu. Angel Of Deat. Gangster yang paling kuat, paling di takuti di dunia bawah. Gangster itu juga terkenal akan ke sadisannya yang membunuh dengan keji dan juga tiada ampun, tidak ada yang berani mengusik gangster itu kecuali kelompok yang kekuatannya sudah memadai. Tetapi sampai sekarang tidak ada yang mampu mengalahkan gangster itu.


"Tentu kamu penasaran bukan dengan gangster itu? Sekarang kamu beruntung, karena markas jelek mu telah di kunjungi oleh kami, gangster Angel Of Deat yang siap menjadi Malaikat mautmu!" Ella menarik pria itu supaya berdiri tegak.


"Ja-di?" Pria itu terlihat gemetar.


"Ya, kami adalah kelompok gangster Angel Of Deat, dan aku adalah Quen AOD, yang siap membunuh mu." Ella menyeringai tajam.


"Am-puni aku, aku tidak pernah mencari masalah dengan kalian...," lirih pria itu.


"Kedatanganku kesini, karena ulahmu yang telah berani bermain-main denganku. Kamu dan kelompok sampahmu telah menyandra temanku demi wanita murahan itu," ucap Ella penuh penekanan.


"Aku akan melepaskan anak itu, tapi ku mohon. Lepaskan kami," mohon Pria itu.


"Lepaskan? Baiklah, aku akan melepaskanmu, tapi ke alam bakal." Ella tersenyum mengerikan.


"Bang!" Panggil Ella pada Satria yang tengah menyaksikan dirinya.


"Apa Sweety?"


"Ih gelay, bawa ke dua wanita itu ke mari." Perintah Ella.


"Asiap!" Satria segera menggiring kedua wanita itu.


Hay tayang-tayang otor yang imut manis manja, terimakasih untuk kalian yang masih setia mantengin cerita receh otor gadungan ini๐Ÿ˜˜ pokonya love love deh buat kalian... Love you all๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Ok, sembari menunggu cuss ahk, kepoin rekomendasi novel dari otor, yang pastinya sangat asik dan juga menarik untuk di coba๐Ÿ‘‡


__ADS_1


__ADS_2