
"Terimakasih sayang, akhirnya si bonar tidak kelaparan lagi."Ray mengecup lembut kening Ella kemudian bibirnya, setelah itu dia pun bangkit dari atas tubuh Ella kemudian pergi membersihkan diri.
Setelah Ray selesai membersihkan diri, kini giliran Ella dengan di bantu oleh Ray, kini merekapun sudah kembali segar dan juga rapi. Mereka berdua memutuskan untuk pulang saja ke rumah orang tua Ella meskipun nanti mereka akan sampainya malam di rumah itu, mereka tidak menginap di Vila karna mereka tidak mempunyai persiapan dari mulai baju ganti hingga makanan untuk mereka santap nanti.
"Kamu tidur aja kalau kamu ngantuk sayang, nanti kalau sudah sampai kakak bangunkan."ucap Ray sembari melirik istrinya yang tengah menguap sekilas.
"Ya udah deh, aku bobo ya kak Ray. Nanti bangunin."ujar Ella yang tak kuasa menahan kantuknya.
"Iya, sayang."
Ella pun akhirnya tertidur dengan begitu nyenyak, setelah Ella tertidur Ray pun menambah laju kecepatan mobilnya supaya mereka tidak kemalaman sampai di rumah.
Beberapa saat kemudian mereka telah sampai di rumah orang tua Ella, Ray yang tidak tega membangunkan istrinya pun akhirnya dia menggendong sang istri untuk masuk kedalam rumah.
"Ella kenapa Ray?"tanya Rina yang tengah duduk di ruang keluarga.
"Dia tidur Mih."Jawab Ray sembari berhenti sebentar.
"Oh, ya sudah cepet sana bawa dia ke kamar. Kasian kamu pasti pegal."ucap Rina.
Ray pun kembali melanjutkan langkahnya menuju kamar Ella, setelah sampai di sana dia langsung saja membaringkan Ella di ranjang.
Cup,
Ray mengecup lembut kening Ella.
"Selamat tidur sayang."ucap Ray kemudian dia melangkah keluar dari kamar menuju ke ruang keluarga.
"Satria di mana Mih?"tanya Ray pada Rina saat dirinya sampai di ruang keluarga.
"Dia ada di kamar Ray, bersama Rendi dan juga galang."Jawab Rina.
"Kalo gitu, aku kesana dulu ya Mih."Ray melangkah pergi ke kamar Satria.
"Astaga, ini kamar apa tempat sampah,"ucap Ray begitu dirinya sampai di kamar Satria, sampah plastik bekas cemilan berserakan dimana-mana, kaleng bekas minuman juga bertebaran, kasur aut-autan.
"Eh, lu dah balik Ray?"tanya Satria.
"Belum."Jawab Ray kemudian dia ikut mendudukan dirinya bersama mereka di atas karpet.
"Lu darimana Ray?"tanya Rendi.
"Dari markas."Jawab Ray singkat.
"Gue bener-bener gak nyangka loh Ray, kalau bini elu ternyata seorang ketua gangster, ini sangat mengejutkan."ucap Galang.
"Awas lu, terpesona lagi nanti ama bini gue."ancam Ray.
"Gak Ray, gue masih sayang nyawa. Gue kagak mau ngerebut bini lu, apalagi kalian pasutri ketua gangster, bisa-bisa gue di gantung."ujar Galang.
__ADS_1
"Bukan cuma di gantung, tapi lo bakalan gue cingcang."Ray menatap Galang dengan tajam.
"Serem amat,"
"Lu tenang aja Ray, si galang bakal gue jodohin sama tetangga sebelah yang cantiknya beuh paripurna tiada tara."ujar Satria.
"Siapa?"Ray melirik Satria.
"Entu loh, yang tadi siang datang kemari. Dia cantik banget pan? apalagi bodinya beuh gitar spanyol aja kalah."
"Oh yang entu, bener tuh Lang dia cakep pake banget, lu pasti kagak bakalan nyesel ketemu sama dia. Gue dukung lu sama dia, dukung banget malah."Ray berucap dengan wajah serius.
"Secantik apasih dia?"tanya Rendi penasaran.
"Pokonya cantik banget dah."Jawab Satria sembari mengambil sebuah gitar untuk dia mainkan.
"Serius lo? kalo gitu buat gue aja dah, si Galang mah biar nyari sendiri aja."
"Boleh lah boleh, buat sapa aja terserah."Satria mulai memetik senar gitar yang tengah di pegangnya.
"Nyanyi Lang, gue nyang maen gitar."ujar Satria.
"Lagu apa?"
"Serah lu dah."
Galang mulai bernyanyi di ikuti oleh suara petikan gitar Satria. Galang begitu menghayati setiap ba'it lagu yang dia nyanyikan, sepertinya Galang begitu larut dalam lagu itu, terlihat dari raut wajahnya yang nampak galau seperti isi lagu itu.
Ray tau lagu itu adalah kisah Galang yang mencintai Ella, tapi Ray tidak akan marah dia tidak mau membuat persahabatan nya renggang kembali, dia tau dan dia mengerti melupakan orang yang kita cintai tak semudah membalikan telapak tangan, Galang juga pasti butuh waktu untuk menghapus nama Ella dari dalam relum hatinya.
"Wih, kisah lu banget tuh."cibir Satria.
"Gak lah, ini cuma lagu."elak Galang.
Ceklek,
"Kak Ray."Ella menyembul dari balik pintu kamar Satria.
"Sayang, kamu udah bangun?"Ray berjalan menghampiri Ella.
"Kenapa akunya di tinggalin sendirian."Ella kembali pada mode manjanya.
"Maaf ya, kakak takut ganggu kamu. Jadi kakak kesini deh."ujar Ray.
"Aku laper."rengek Ella.
"Ya sudah, ayok kita makan. Sepertinya bi Izah sudah masak."
"Aku maunya makan sama Capcay."
__ADS_1
"Kakak suruh bi Izah maskin ya."
"Gak mau di masakin bi Izah."
"Lalu? di masakin siapa?"tanya Ray.
"Aku maunya di masakin sama kak Alang."lirih Ella sembari menatap Galang sekilas.
"Aku, masak? mana bisa Ell."Jawab Galang cepat.
"Kak Ray."rengek Ella sembari bergelayut manja di lengan Ray.
"Lang, gue mohon, kasian bini gue, takutnya dia ngidam. Nanti anak gue ileran."mohon Ray.
"Ella hamil?"kaget Galang.
"Iya, maka dari itu lo masakin Capcay buat dia, yah."
"Tapi gue kagak bisa masak, gue pan bisanya makan doangan."ujar Galang.
"Youtube aja, di sana pan banyak tuh tutorial memasak."sahut Satria.
"Hooh, bener tu Lang, turutin aja sono kasian si Ella, mungkin dia lagi ngidam."timpal Rendi.
"Ok, demi lu Ell."ucap Galang.
"Maksudnya demi anak lo."ralat Galang.
"Tapi kak Alang masaknya jangan pake baju ya!"ujar Ella malu-malu.
"What maksud kamu apa sayang?"kaget Ray sembari menatap Ella,
"Kak Alangnya jangen pake baju, bajunya di buka begitu."
"Celananya Ell?"tanya Satria.
"Celananya mah di pake atuh abang, nanti burungnya lepas kalo gak di pake. Bajunya aja yang di buka, aku mau lihat kak Alang masak tapi gak pake baju, kan maco gitu keren ih, seksi deh."ucap Ella sembari tersenyum kecil.
"Gak, gak. Kamu gak boleh lihat tubuh pria lain selain kakak, apalagi pengen liat keseksiannya, gak boleh ya. Enak aja."ucap Ray tidak terima.
"Tapi, aku mau kak Alang masakin aku."cemberut Ella.
"Biar kakak aja yang masak."pinta Ray.
"Gak mau, aku bosen lihat tubuh kak Ray. Jadi gak keliatan seksi lagi."
"Hahaha, lo gak seksi lagi Ray. Wah bahaya nih, bisa-bisa si Ella jadi penyuka burung tetangga lagi, yang lebih berkicau."ledek Sateria sembari tertawa ngakak.
"Dasar, kakak ipar durjana."
__ADS_1
"Makan nih, burung tetangga yang lebih berkicau."
Tap jempol😘😘😪