Istri Kecil Dosen Muda

Istri Kecil Dosen Muda
Bikin cimol.


__ADS_3

Hari sudah menjelang sore, Ella menggeliat kemudian membuka matanya.


"Lapar banget ih."Ella meraih sebuah handuk kecil lalu ia lilitkan pada tubuh polosnya.


"Kak Ray masih tidur, kecapean tuh pasti. Salah sendiri maennya beronde-ronde, tepar kan tuh."gumam Ella kemudian ia melangkah masuk kedalam kamar mandi.


Memang tadi setelah mereka beristirahat sebentar, Ray meminta tambahan ronde, bilangnya sih cuma satu kali lagi tapi nyatanya setelah pelepasan Ray memintanya lagi. Dia bilang anggap saja itu hukuman buat Ella karna Ella telah memamerkan tubuh mulusnya, taunya malah dia sendiri yang tepar, Ella mah masih segar bugar aja.


Kini Ella sudah selesai mandi, dia juga sudah memakai pakaian yang di sediakan oleh Ray di Apartemen itu.


"Laper banget, tapi males masak."gumam Ella sembari memandang Ray yang masih tertidur pulas.


"Keluar aja ah nyari makanan. Sapa tau sekitaran sini ada yang jual makanan."ucap Ella sembari melangkah pergi keluar dari Apartemen.


Ella kini sudah berada di luar Apartemen, dia berjalan pelan untuk mencari keberadaan para pedagang tapi tidak kunjung ketemu.


"Dimana sih yang dagang makanan? akunya laper. Huaa."ucap Ella menderamatis.


Dia pun kembali berjalan agak jauh dari Apartemen itu. Dia menyebrangi jalan untuk menuju kearah sebrang karna dia melihat ada sebuah restoran disana.


Ella berjalan masuk kedalam restoran itu, kemudian dia meminta menu kepada pelayan disana. Setelah itu dia memilih beberapa menu makanan untuk disantapnya.


Cukup lama Ella menunggu pesanannya, sambil menunggu dia bermain game kesukaannya seperti biasa.


"Silahkan kak, maaf menunggu lama."ucap seorang pelayan yang mengantarkan menu pesanan Ella.


"Terimakasih, Mbak."ujar Ella sembari menyimpan ponselnya.


Pelayan itu mengangguk samar, kemudian dia pergi untuk melayani pelanggan yang lain. Setelah pelayan itu pergi Ella pun langsung saja menyantap makanan yang di pesannya itu.


"Enak juga makananya."ucap Ella sembari terus mengunyah.


**********


Di sisi Ray.


Dia baru saja bangun dari tidurnya, kemudian dia meraih sebuah handuk lalu di lilitkan di pinggangnya.


Ray berjalan celingak-celinguk untuk mencari keberadaan sang istri. Dia juga memanggil-manggil istrinya itu tapi tak kunjung ada sautan. Setelah berkeliling isi Apartemen tapi sang istri tidak ada, Ray pun memutuskan untuk mandi saja. Dia yakin sang istri pergi keluar, tapi kenapa dia tidak membangunkannya? itu yang membuat Ray kesal.


Setelah selesai mandi, Ray langsung saja memakai pakaian dengan terburu-buru, kemudian dia segera bergegas keluar dari Apartemen dengan tergesa untuk mencari sang istri.


"Kemana dia perginya?"Ray celingak-celinguk mencari keberadaan Ella setelah dirinya berada di halaman Apartemen.


Ray menghela nafas kasar, dia bingung kemana harus mencari Ella. Sejenak dia terdiam, istrinya kan belum makan, pasti dia kelaparan dan mencari makanan.


"Restoran."gumam Ray sembari menatap kearah restoran yang berada di sebrang jalan.


"Coba cek kesana aja, siapa tau dia ada disana."ucap Ray kemudian dia melangkah menuju ke restoran itu.


Setelah sampai disana, Ray langsung saja masuk kedalam. Kemudian matanya melirik kesana-kemari untuk mencari keberadaan sang istri dan benar saja, ternyata Ella berada di restoran. Dia sedang bersantai sembari meminum jus, sepertinya dia baru saja selesai makan jika dilihat dari tumpukan piring kotor yang berada di hadapannya.


"Ekhem."Ray berdehem saat dia sudah berada di dekat Ella.


"Astaga."kaget Ella.


"Kenapa kok kaget gitu? kayak ngeliat hantu aja."ucap Ray.


"Aku kaget tau kak Ray, kakak tu kayak jelangkung tau gak."ujar Ella sembari menatap Ray.

__ADS_1


"Kok kayak jelangkung sih?"


"Karna kakak datang secara tiba-tiba, tanpa di undang lagi. Udah kek jelangkung aja."celetuk Ella.


"Kamu tau gak? kakak itu tadi panik nyariin kamu yang gak ada di Apartemen. Kakak pikir kamu hilang. Lain kali kalo mau keluar bilang dulu sama kakak."ucap Ray sembari menatap Ella dengan serius.


"Iya, kakak."Ella menatap Ray dengan tatapan imut sembari memegang pipinya.



"Em, aku makannya udahan nih, kak Ray Bayarin ya."ucap Ella lagi.


"Memangnya kamu tidak bawa uang?"tanya Ray.


"Enggak."Jawab Ella enteng.


"Astaga, terus kalo kakak gak nyusulin kamu kesini, kamu mau bayar pake apa kalo gak bawa uang?"


"Enggak tau."Ella menggelengkan kepalanya sembari cengengesan.


"Untung kakak nyusulin kesini, kalo enggak kamu udah disuruh cuci piring karna gak bisa bayar."ujar Ray.


"Enggak papa kok, akunya kan suka cuci piring."


"Ini bukan piring sedikit, tapi bejibun, menumpuk sayang."


"Kalo menumpuk tinggal masukin aja ke mesin cuci biar cepet, jadi nyucinya gak perlu pake tangan."


"Mana bisa, yang ada bukannya bersih malah ancur."


"Bisa lah, kan namanya mesin cuci berati gunanya buat apa?"


"Piring kotor di apain?"


"Di cuci."


"Noh, berati mesin cuci juga bisa pake cuci piring. Kan sama-sama nyuci."


"Ah, iya juga ya."


"Tapi nanti pecah dong sayang, kan di mesin cuci di giling."


"Ya, gak papa. Yang penting kan dicuci."ucap Ella sembari bangun dari duduknya.


"Udah bayar sana, kok malah jadi bahas cuci piring sih."sambung Ella sembari menatap Ray.


"Iya juga ya, ya sudah kakak bayar dulu. Kamu tunggu disini."Ray melangkah pergi menuju kasir.


Setelah membayar makanan Ella, merekapun pergi dari restoran itu. Mereka tidak langsung ke Apartemen, melainkan berjalan-jalan dulu disekitaran sana untuk menghirup udara segar.


Sore itu terasa begitu indah bagi kedua pasutri yang tengah duduk cantik di kursi taman dekat Apartemen Ray. Ella menyandar di bahu kekar Ray dengan tangan Ray memeluk erat Ella dari samping.


"Baby, sekarang kamu udah kenyang hm?'Ray berjongkok di hadapan Ella dengan tangannya yang mengelus lembut perut Ella.


"Belum Pipop, berudu masih pengen makan."Jawab Ella dengan menirukan suara anak kecil.


"Pengen makan apa hm?"Ray mencoel hidung Ella.


"Akunya pengen makan cimol."

__ADS_1


"Apa itu cimol?"tanya Ray.


"Itu loh, jajanan yang bulet-bulet putih."


"Pilus."


"Bukan ih, cimol yang terbuat dari tepung tapioka. Kita cari yuk jajanan itu."ajak Ella.


"Nyarinya dimana?"


"Di pinggir jalan biasanya suka ada yang jualan."


"Nanti gak higenis sayang kalo belinya di pinggir jalan. Kita cari di restoran aja ya."bujuk Ray.


"Mana ada restoran yang jual cimol."cebik Ella.


"Memangnya gak ada gitu?"


Ella menjawab dengan gelengan kepala. Ella juga kembali membujuk Ray supaya dia mau menemaninya mencari kang cimol. Tapi karna menurut Ray sangat tidak higenis jika membeli di pinggir jalan. Dia pun menyarankan untuk membuatnya saja di Apartemen dan Ella menyetujuinya.


Mereka pun pergi membeli bahan-bahan untuk membuat cimol, setelah itu mereka langsung membawanya ke Apartemen untuk segera di eksekusi. Mereka membuat cimol dengan bantuan video dari youtube karna mereka tidak tau bagaimana caranya membuat cimol.


"Adonannya sudah jadi, tinggal di goreng deh."ucap Ella.


"Biar kakak aja yang goreng, kamu duduk aja."ujar Ray.


"Memangnya kakak bisa?"


"Bisa dong."


Ray pun mulai menyalakan kompor, lalu dia menunggu sampai minyak di wajan itu panas, setelah panas dia pun langsung saja memasukan adonan cimol yang telah di bulat-bulatkan itu.


Tuk,


Tuk,


Tuk,


Baru saja cimol itu mendarat cantik diwajan, mereka sudah berhamburan keluar.


"Huaa, kak Ray kenapa jadi begini? cimolnya kabur."teriak Ella sembari menjauh dari Ray yang sedang berusaha mematikan kompornya.


"Kakak gak tau."Ray berlari menghampiri Ella setelah dia berhasil mematikan kompornya.


"Cimolnya enggak mau di goreng ya kak Ray, makannya mereka pada lari."ucap Ella ngos-ngosan sembari mendudukan diri di kursi.


"Dia kepanasan kali, makannya pada ngibrit keluar."Ray juga mendudukan diri di kursi kemudian dia bersandar.


"Terus cimolnya gimana?"rengek Ella.


"Beli aja deh, kalo di lanjutin goreng yang ada ni Apartemen meledak."ujar Ray.


"Dari tadi kek beli, sok-soan buat segala tapi kagak bisa. Ujung-ujungnya beli juga kan."gerutu Ella.


"Ya maaf sayang. Kakak kira cimolnya kagak bakalan pada lompat."cengir Ray.



Babang Rayen๐Ÿ’•

__ADS_1


Jejak yups beb๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


__ADS_2