Istri Kecil Dosen Muda

Istri Kecil Dosen Muda
Trut or dare.


__ADS_3

Kini Ray dan juga Ella sedang berada di meja makan, mereka tengah menyantap sarapan pagi dengan begitu lahap. Karna tenaga mereka telah terkuras saat pergulatan pagi tadi.


"Orang tua kita pada kemana kak Ray? kok sepi."tanya Ella sambil mengambil gelas susu lalu meneguknya.


"Gak tau, kalau mereka. Kalau satria ada di ruang keluarga lagi nonton."Jawab Ray.


"Oh."


Mereka pun kembali melanjutkan sarapan siang, karna sekarang bukan pagi lagi. Matahari saja sudah bersinar begitu terang.


Setelah selesai sarapan mereka menghampiri Satria yang sedang berada di ruang keluarga.


"Abang sendirian, aja?"ucap Ella sambil menundukan diri di samping sang abang.


"Kelihatannya gimana?"Jawab Satria.


"Sendiri."


"Nah, entu lo tua."


"Tau abang, oh ya. Mamih sama Papih kemana?"tanya Ella.


"Abang gak tau mereka pergi kemana, yang jelas tadi mereka perginya bareng om sama tante."ujar Satria.


"Jadi, Mamah sama Papah juga pergi?"


"Hooh."Satria sedang fokus menonton sinetron.


"Ih, abang mah. Kayak Mamah sama Mamih. Sukanya sinetron kumenangis."cibir Ella.


"Seru tau Ell, apalagi saat ngeliat ceweknya di selingkuhin. Pengen banget dah gue rebut, gereget masa cewek sebaik itu di selingkuhin, lakik bodoh tu dia."ucap Satria yang nampak kesal.


"Gak boleh direbut, Ntar abang jadi pebinor."ujar Ella.


"Nunggu dia janda aja, Ell. Biar kagak disebut pebinor."


"Janda mulu, yang lo pikirin."sahut Ray.


"Perawan juga kagak dapet-dapet. Yaudah janda aja."ujar Satria.


Teng nong,


(Anggap aja itu suara bel ya๐Ÿ˜)


Suara bel berbunyi.


"Siapa yang namu pagi-pagi begini?"tanya Satria.


"Gak tau, lagian ini bukan pagi lagi Sat. Ini udah siang bolong."ujar Ray sambil melangkahkan kakinya untuk membuka pintu.


Tak lama Ray muncul kembali bersama dua orang yang berjalan di belakangnya.


"Ternyata dua curut, yang dateng."ucap Satria melirik kearah dua orang itu.


"Emang lo berharap, yang dateng siapa?"tanya Rendi.


Yup, yang datang itu adalah Rendi dan juga Galang sahabat Ray dan Satria.


"Janda bohay."Jawab Satria.


"Berubah haluan lo, Sat. Ngapa jadi penyuka Janda."ucap Galang sambil mendudukan dirinya di samping Ella, jadi Ella duduk ditengah-tengah Satria dan juga Galang.


"Prustasi dia, karna gak dapet perawan. Makannya berubah haluan jadi penyuka janda."ujar Ray yang duduk di samping Rendi, jadi sopa yang mereka duduki saling berhadapan.


"Btw, nie cewek cakep siapa, Sat."tanya Galang pada Satria sambil menatap Ella yang berada di sampingnya.

__ADS_1


"Adek gue."Jawab Satria.


"Berati, bininya si Ray dong?"ujar Galang.


"Iya."


"Kakak berdua ini siapa, Ya?"tanya Ella yang sedari tadi hanya memperhatikan mereka saja.


"Kita ini sahabat suami sama abang kamu, adek manis."Jawab Galang.


"Oh."Ella ber oh ria.


"Iya, kenalin Nama kakak Galang, dan yang entu Namanya kak Rendi."ucap Galang sambil mengulurkan tangannya.


"Nama aku Stela, panggil aja aku Ella."Ella menyambut uluran tangan Galang.


Cukup lama Galang menatap wajah Ella, entah kenapa saat dirinya menjabat tangan Ella serasa ada getaran hangat yang menjalar dihatinya.


"Ekhem."


Deheman Ray, menyadarkan Galang. Dia pun buru-buru melepaskan tangannya.


"Kak Alang, dosen juga atau kerja di kantor kayak abang?"tanya Ella.


"Kakak, kerja dikantor."Jawab Galang canggung.


"Gak usah pake kakak, itu sebutan gue. Aku aja, atau ane kek, apa kek, asalkan jangan kakak."sahut Ray sensi.


"Iya, iya. Sensi amat sih, lo."cibir Galang.


"Berati kayak abang, ya. Kalau kerja di kantor."tanya Ella lagi.


"Iya, adek manis. Kamu masih kuliah, ya?"ucap Galang sambil tersenyum.


"Posesip amat sih, lo Ray."ledek Galang.


"Kan, akunya emang manis. Kak Ray."ujar Ella.


"Iya, kamu manis banget. Tapi manisnya cuma buat kakak aja."ucap Ray.


"Ternyata lo lebay juga, ya Ray."ucap Rendi yang berada di sampingnya.


"Selain lebay, dia juga bucin."tambah Satria.


"Gak nyangka gue, ternyata lo bisa bucin juga."ledek Rendi.


"Dan lebih parahnya lagi, dia bucin sama cewek yang dia sebut ngeselin."timpal Satria.


"Emangnya aku ngeselin ya?"tanya Ella.


"Mungkin, Ray dulu bilang gitu sama abang."kompor Satria.


"Bener kak Ray, kalau akunya ngeselin?"tanya Ella menatap Ray kesal.


"Enggak sayang, kamu itu gak ngeselin. Tapi kamu itu ngangenin."Jawab Ray cepat karna dia takut Ella ngambek.


"Tapi, tadi abang bilang gitu."cemberut Ella.


"Dia mah, bohong. Jangan percaya entu orang emang suka gitu banyak dusta."bela Ray.


"Enak aja banyak dusta, yang bohong itu suami kamu Ell. Mana pernah abang bohongin kamu."ucap Satria gak terima.


"Jadi, yang bohong itu siapa?"ucap Ella bingung.


"Dia."ucap mereka barengan sambil menunjuk berlawanan arah.

__ADS_1


"Udah, adek manis. Mereka dua-duanya memang suka berbohong, cuma babang Galang aja yang suka jujur."celetuk Galang.


"Najong, daripada ribut. Mening kita main game yuk?"ajak Rendi.


"Game apa? kak Reren."tanya Ella.


"Apa aja, yang asik."Jawab Rendi.


"Gimana kalau, trut or dare?"saran Satria.


"Boleh, lah. Hayuk."


Merekapun bersiap bermain game t,o,d. Satria mempersiapkan hukuman bagi yang tidak bisa menjawab pertanyaan atau pun yang tidak bisa melakukan tantangan.


Sedangkan Ray, dia mencari botol untuk mereka putar nanti. Setelah semuanya siap mereka berlima pun duduk melingkar di atas sebuah tikar yang sengaja mereka gelar.


"Ini dia hukuman, bagi yang tidak bisa menjawab atau pun melakukan tantangan."Satria menunjukan botol yang di bawanya tadi.


"Wine, gila lo."ucap Ray.


"Mantep tuh."ujar Rendi.


"Mari kita mulai."ucap Satria.


"Ok, gue duluan yang muter ya."ucap Galang sambil bersiap untuk memutarkan botol itu.


Galang pun mulai memutarkan botol yang di pegangnya, dan botol itu berhenti tepat di hadapan Satria.


"Trut or dare?"tanya Galang.


"Trut dong."Jawab Satria.


"Apa lo pernah suka sama seseorang?"tanya Galang.


"Ayo lo, jawab?"ucap Rendi.


"Pernah."Jawab Satria singkat.


"Siapa, kita kenal gak?"tanya Galang.


"Ada lah, pokonya cewek itu adalah orang pertama yang bikin gue jatuh cinta sekaligus patah hati. Kayaknya kalian gak kenal deh."ujar Satria.


"Wuih, ngenes bener nasib lu. Atau jangan-jangan ini yang membuat lo jomblo sampe sekarang. Lo gak bisa move on dari dia bro?"Rendi menatap sahabatnya.


"Maybe, ok, gue lanjut muter ya."Satria langsung memutar botol itu dan botol itu berhenti tepat di hadapan Ella.


"Trut or dare?"tanya Satria.


"Trut."Jawab Ella.


"Siapa cinta pertama lo?"Satria menatap adiknya.


"Harus jawab ya?"ucap Ella sambil melirik kearah Ray sekilas.


"Harus dong, kalau gak mau jawab. Lo harus minum itu."Satria menunjuk botol Wine.


"Gak mau ah, aku jawab aja deh. Cinta pertama aku itu adalah, Nando. Temen aku di SMA dulu."Jawab Ella.


"Wah, lo ternyata bukan orang yang pertama, mengisi hati adek gue, bro."Satria menepuk bahu Ray yang kebetulan duduk di samping nya.


"Apa kamu pernah pacaran sama dia?"


Like dong๐Ÿ˜Š jangan pelit jempol๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘


Biar author nya semangat nulis๐Ÿ˜Š

__ADS_1


__ADS_2