
Kini sudah seminggu Ella beristirahat di rumah. Dan seminggu ini juga duo curut selalu berkunjung kerumah mereka, siapa lagi kalau bukan Galang dan Rendi. Hampir setiap hari mereka tak pernah absen datang kesana, dengan alasan menemani mereka. Karna orang tua Ray sedang pergi keluar kota.
Selama seminggu sering berada disana, dan juga sering ber interaksi dengan Ella, membuat seseorang sadar, bahwa dirinya mempunyai perasaan lebih kepada istri sahabatnya itu. Dia tau rasa ini salah, rasa ini tak seharusnya ada. Tapi apa mau dikata, kita tidak bisa memilih pada siapa kita akan menyimpan rasa.
Galang, yup orang itu adalah Galang. Kini dia sadar, perasaan yang tumbuh dihatinya adalah cinta. Cinta yang salah, maka dari itu setelah ini dia akan menjauhi Ella, dia tidak mau rasa ini semakin besar, dan akan diketahui oleh sahabatnya Ray. Hingga membuat persahabatan mereka hancur, Galang tidak mau itu sampai terjadi.
*********
Saat ini Ella sudah kembali kuliah, kondisinya juga sudah kembali fit.
Seperti biasa Ella akan berbincang-bincang dulu di dalam kelas bersama Dela, sebelum Ray datang.
"Aku kok, ngerasa aneh, ya?"ucap Dela.
"Aneh kenapa?"tanya Ella.
"Kok, kamu masuk kuliah lagi bisa barengan sama pak Ray!"ujar Dela.
"Barengan gimana? Dedel. Perasaan kita gak berangkat bareng deh."ucap Ella.
"Bukan bareng berangkatnya Ella."
"Terus bareng apanya dong?"
"Bareng masuknya, dan bareng gak masuknya juga. Kamu kan gak masuk selama seminggu, nah pak Ray juga sama. Terus sekarang kamu udah masuk lagi, pak Ray juga sama."jelas Dela.
"Mungkin kebetulan aja, Dedel."bohong Ella, padahal Ray tidak masuk karna ingin merawat dirinya.
"Apa iya?"
"Iya lah, Dedel. Mana mungkin kita janjian gak masuk bareng, mungkin dia punya urusan selama seminggu ini."dalih Ella.
"Ah, iya juga, ya."
"Oh ya, Ell. Kamu tau gak? cewek yang waktu itu celakain kamu udah di keluarin loh dari kampus ini."sambung Dela.
"Yang bener, Dedel?"Ella gak percaya.
"Iya bener, bahkan sekarang keluarganya tidak tau dimana keberadaannya. Dia hilang begitu aja bak ditelan bumi, orang tuanya juga udah lapor polisi dan nyewa detektip juga. Tapi nihil, mereka tidak menemukan cewek itu."jelas Dela.
"What, kok bisa dia ngilang gitu aja? apa dianya kabur, ya?'ucap Ella.
"Tapi, kalau dia kabur, kenapa bisa sampai polisi dan detektip yang handal pun gak bisa nemuin dia."heran Dela.
"Ah, iya juga. Dah lah, mikiran dia mulu jadi pusing."
__ADS_1
"Hooh,"
"Ell, kak Yuda selalu nanyain kamu ke Aku. Kenapa nomor kamu gak aktip sih? jadi aku sama kak Yuda gak bisa hubungin kamu!"ucap Dela.
"Po.."
Baru saja Ella ingin menjawab, Ray sudah masuk kedalam kelas mereka.
"Selamat pagi!"sapa Ray dingin.
"Pagi juga pak."jawab mereka serentak.
"Pak Ray, Selama seminggu ini bapak kemana? kok gak ngajar?"tanya Sinta mahasiswi yang mengidolakan Ray.
"Saya ada urusan."jawab Ray singkat.
"Kok, urusan bapak bisa barengan sih, sama gak masuknya si Elmi."ujar Sinta.
"Elmi siapa?"tanya Ray yang sangat asing dengan nama itu, setaunya mahasiswinya tidak ada yang bernama Elmi.
"Itu loh, pak. si Ella telmi."Jawab Sinta melirik kearah Ella dengan tatapan mengejek.
Sontak saja semua mahasiswa/mahasiswi disana kompak tertawa karna nama panggilan baru Ella kecuali Dela.
"Hahaha, Elmi, ngakak gue. Emang cocok sih, kan si Ella itu telmi. Telat mikir."ucap Salah satu mahasiswi sambil tertawa.
"DIAM."teriak Ray menggelegar di ruangan itu, sontak saja mereka semua terdiam.
"Apa ini, yang kalian pelajari selama menempuh pendidikan? Menghina dan mengejek orang lain! saya sangat menyayangkan sekali dengan sikap kalian ini. Kalian adalah seorang yang terpelajar, tapi sikap kalian tidak menggambarkan itu. Semua orang mempunya kelebihan dan kekurangannya masing-masing, kalian tidak berhak menghina maupun mencemooh seseorang karna mempunyai kekurangan. Jika saya melihat dan mendengar lagi, kalian melakukan ini kepada siapapun, saya tidak akan tinggal diam. Saya tidak peduli meskipun kalian adalah mahasiswa/mahasiswi saya sendiri."ucap Ray panjang lebar dengan wajah yang memerah menahan amarah, dia tidak rela melihat istrinya di perlakukan seperti itu.
"Maaf, pak."ucap mereka kompak.
"Minta maaflah kepada Ella, bukan kepada saya."ujar Ray.
"Ella, maafkan kami."ucap mereka semua pada Ella kecuali Sinta.
"Iya,"Ella mengangguk samar.
"Sinta, kenapa kamu tidak meminta maaf?"tanya Ray sambil menatap Sinta tajam.
"Maaf pak Ray, saya tidak akan meminta maaf. Karna saya tidak salah, memang kenyataannya kan? kalau Ella itu telmi, bukan hanya itu, Ella juga oon, apa pantas dia di terima di kampus ini. Orang seperti dia tidak pantas berada di kampus se elit ini, dia hanya akan mencoreng nama baik kampus."sinis Sinta dengan wajah yang tidak bersahabat.
Sontak saja pernyataan Sinta, membuat air mata Ella luruh seketika. Seburuk itukah dirinya dimata mereka, pikir Ella.
"Jaga bicara kamu, kamu tidak pantas menghakiminya seperti itu. Yang tidak pantas berada di kampus ini bukan dia, tapi kamu. Mahasiswi yang tidak tau etika dan juga sopan santun."Ray menatap tajam Sinta.
__ADS_1
"Kenapa bapak malah membela anak oon itu?"tanya Sinta.
"Karna dia tidak bersalah!"
"Ella, kamu gak papa kan."Dela berdiri dan memeluk temannya itu.
"Gak papa kok Dedel, memang benar yang Sinta bilang, akunyate emang oon, telmi."ucap Ella sambil berlinang air mata.
"Hey, siapa bilang. Kamu itu gak oon, kamu itu pinter Ell."Dela menenangkan Ella.
"Dedel, jauh-jauh ya dari aku. Nanti Dedel ketularan oon."Ella mendorong Dela pelan supaya menjauh darinya.
"Ell, kamu gak usah dengerin Sinta, semua yang dia omongin itu gak benar. Dia itu sinting gak waras Ell."Dela berusaha mendekati Ella.
"Udah lah, Dedel gak usah hibur aku, memang kenyataannya begitu."Ella bangkit dari kursinya dan keluar dari ruangan itu dengan berlari.
"Biar saya saja."Ray menghentikan Dela yang hendak mengejar Ella.
"Baik, pak."
"Dan untuk kamu, saya pastikan kamu akan dikeluarkan dengan secara tidak hormat dari kampus ini."Ray menunjuk Sinta dengan tatapan mengintimidasi.
"Dan untuk kalian semua, tetaplah disini sebentar lagi akan ada pak Kevin yang akan menggantikan saya."sambung Ray.
"Baik pak."jawab mereka serempak,
Ray pun melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu.
"Gara-gara temen lo yang oon itu, gue jadi di keluarin dari kampus ini."Sinta menatap tajam Dela.
"Lo, keluar dari kampus ini, bukan karna Ella. Tapi, karna kelakuan lo sendiri."Dela membalas tatapan Sinta tanpa rasa takut.
Disisi Ella,
"Kenapa mereka jahatin aku, apa salah aku sama mereka? apa akunya emang oon, jadi mereka pada gak suka sama aku, hiks hiks hiks."Ella menangis tersedu-sedu, sungguh sesak rasanya di cemooh seperti itu.
Saat ini Ella sedang berada di rooftop kampus, disana sangat sepi karna jarang ada orang yang pergi kesana, tapi meskipun jarang di singgahi orang, tempat itu sangat bersih. Disana juga terdapat beberapa kursi untuk duduk.
Cukup lama Ella terdiam disana sambil menangis, hingga ada seseorang yang memeluknya dari belakang saat ini Ella sedang berdiri di pnggiran rooftop sambil melihat kearah langit yang begitu cerah.
"Kakak nyariin kamu dari tadi, ternyata kamu ada disini."Ray memeluk erat Ella.
Sedari tadi Ray berkeliling kampus mencari istrinya, tapi dia tidak kunjung menemukan Ella. Akhirnya dia memutuskan untuk melihat rekaman CCTV, setelah melihat rekaman di jam dimana Ella keluar dari kelas, Ray melihat Ella berjalan kearah tangga yang menuju ke rooftop. Dia pun buru-buru menyusul Ella...
"Ternyata, aku seburuk itu dimata mereka."suara Ella terdengar begitu lirih ditelinga Ray.
__ADS_1
Comen dong bepz, kasih kritik begitu😁 maafken ya bila masih gaje😊
like jangan lupa biar author semangat dan bisa dobel up, biar otaknya encer jikalau kalian menyemangati dan juga memberi like untuk diriku. Ay ay lebaynya😘😘