Istri Kecil Dosen Muda

Istri Kecil Dosen Muda
Hempaskan Citel rombeng.


__ADS_3

Masalah telah selesai, para pereman sudah di bawa ke markas dan wanita paruh baya yang di tolong Ella juga sudah pulang dengan di antar anggota AOD yang menyamar sebagai supir taksi. Sebelumnya, Ella telah memberi sejumlah uang kepada wanita itu untuk mengganti kerugian akibat ulah para pereman dan juga untuk menambah modal.


"Kamu naik apa kesini, Ell?" tanya Kiana.


"Palingan juga naik angkot." Jesika yang menjawab sekaligus mencibir.


"Gue naik awan terbangnya sun go kong, nyewa tadi," delik Ella kesal karena Jesika selalu nyinyir padanya.


"Gue balik dulu ya, see you tomorrow." Ella bangkit dari duduknya kemudian melangkah pergi.


"Bisa gak lo sehari aja gak nyinyirin Ella!" Diego menatap kesal Jesika setelah Ella pergi.


"Gak bisa, sebelum kamu menjauhi dia."


"Gue balik duluan ya, Ki. Yuk Vin balik." Diego yang kesal langsung pulang bersama Alvin setelah berpamitan pada Kia.


Setelah Diego dan Alvin pergi, Kiana pun juga ikut pergi. Tinggalah Jesika seorang diri yang sedang menggerutu kasal karena di tinggal Diego.


******************


Saat ini Ella sedang berada di perjalanan pulang, dia mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi supaya cepat sampai di rumah karena dadanya sudah terasa sakit dan berdenyut, sepertinya air asinya sudah banyak dan meluber sampai baju yang ia kenakan sedikit basah di bagian dada.


Di perjalanan pulang, Ray menelepon. Dia menanyakan di mana ke beradaan Ella. Ella pun memberitahu jika dia sudah di perjalanan pulang. Beberapa saat kemudian dia telah sampai di halaman rumah, dia langsung memarkirkan mobilnya.


"Kamu bukannya wanita yang kemarin?" tanya Ella pada Zela yang ternyata masih menunggu Ray di teras.


"Iya, aku yang kemarin," jawab Zela tanpa ekspresi.


"Kamu ngapain kesini?" tanya Ella lagi.


"Nungguin Pak Ray, tadi dia nyuruh aku ke rumah buat bimbingan skripsi," bohong Zela.


"Oh, ya udah yuk tunggu di dalam saja," ucap Ella dengan senyuman yang sulit di artikan.


"Ok."


Ella masuk kedalam rumah dengan diikuti Zela di belakangnya yang berjalan dengan angkuh. "Kamu tunggu di sini, sebentar lagi suamiku pulang." Ella mengucap kata suamiku dengan penuh penekanan.


Setelah itu Ella pergi ke kamar twins untuk menyusui mereka. "Lega rasanya." Ella terlihat menarik napas panjang.

__ADS_1


"Abang udah pulang, Mam?" Ella melirik sang mertua yang sedang mengganti popok Zura sementara Zam sedang menyusu.


"Abis nganterin kamu gak balik lagi dia," jawab Wina.


"Terus kak Rendi pulang sama siapa?"


"Naek taksi."


"Kamu mandi dulu gih, Ell. Biar twins Mamah bawa nemuin si Citel," ucap Wina.


"Siap Mam."


"Bersolek nan cantik, hempaskan Citel rombeng."


"Asiappp."


Ella berjalan kearah kamarnya, kemudian dia langsung mandi setelah itu dia memilih pakaian yang akan dia kenakan. Pilihannya jatuh pada sebuah dress merah maroon tanpa lengan dengan belahan dada yang rendah dan juga panjangnya hanyalah setengah paha.


"Seksi banget gue, body gue juga gak kalah sama tu pelakor darat alias dada rata. Gue lebih wau dan berisi." Ella mematut dirinya di cermin.


Ella berani memakai baju super ketat dan seksi karena Samsul tidak ada di rumah, beliau sedang dinas di luar kota. Jadi di rumah ini tidak ada kaum adam kecuali Ray, para pelayan juga wanita semua kecuali satpam.


"Sayang...." Ray menganga melihat tampilan sang istri yang begitu cantik dan mempesona.


"Kak Ray kapan nyampe?" Ella mendudukan bokongnya di pangkuan Ray.


"Baru saja." Ray tidak keberatan Ella duduk di pangkuannya dan malah terlihat begitu senang.


"Saya kapan mulai bimbingan nya, Pak?" tanya Zela yang sudah jengah sekaligus panas.


"Bukannya sudah saya bilang, jika di rumah waktu saya hanya untuk keluarga. Jadi sebaiknya kamu pulang," ucap Ray tegas.


"Bapak sebagai dosen harus profesional dong, jangan mentang-mentang sudah punya istri jadi lalai dengan tugas," sergah Zela yang amarahnya kuan memuncak.


"Aku mau tanya deh, ini kampus bukan ya?" Ella menatap Zela dengan tatapan tidak suka.


"Ya, bukanlah, Ell. Jelas-jelas ini rumah." Wina yang menjawab.


"Tuh, Mama aja tau ini rumah. Lantas kenapa kamu menyuruh suami saya untuk profesional? Hey Zela Zeli. Kamu denger ya, di sini Rayen bukanlah seorang dosen, melainkan suamiku dan juga ayahnya twins. Jadi sudah jelas kan kalau di sini bukan suami saya yang tidak profesional tapi kamu yang tidak tau waktu." Ella bangkit dari pangkuan Ray lalu berjalan mendekat pada Zela.

__ADS_1


"Atau di rumah tidak punya Jam, sampai kamu tidak mengingat waktu? Kalau benar begitu, besok aku akan membelikan sebuah Jam untuk kamu di tempat penampungan rongsokan," ucap Ella dengan wajah angkuhnya.


"Kok di tempat rongsok, Ell? Bukannya di toko alat elektronik ya?" Wina terlihat bingung.


"Terlalu kebagusan Mam, mahal lagi. Kalau di tempat rongsokan itu murah, walaupun barang bekas," ucap Ella penuh penekanan pada murah dan barang bekas.


"Berati kalau ada wanita murahan, itu artinya dia barang bekas dong, Ell?" ujar Wina.


"Yups, betul sekali Mam. Karena yang murahan hanyalah bekas. Tidak mungkin di dunia ini barang original dan berkualitas di hargai murah. Akan sangat merugikan bukan?" Ella duduk di samping Zela yang terlihat memendam amarah.


"Zely, kamu pake blas on merek apa? Bagus banget merah nya tahan lama." Ella menatap wajah Zela yang sudah memerah.


"Terlalu merah gak bagus, Ell. Jelek kayak badut," ujar Wina.


"Kalian sedang menyindir saya?" Zela menatap tajam Wina dan juga Ella.


"Enggak, kok. Emangnya situ murahan ya? Sampe kesindir gitu," ucap Ella santai.


"Gue gak murahan, kalian jangan pitnah. Atau kalian mau gue laporin, hah," murka Zela yang kini sipat aslinya keluar.


"Citel rombeng keluar aslinya ni, Ell," ucap Wina.


"Citel bolong, Mam. Udah rombeng bolong lagi, masih laku gak nih?" tawa Ella pecah.


"Laku di tempat rongsok." Wina juga ikut tertawa.


"Kalian benar-benar tidak sopan. Sifat kalian tidak mencerminkan keluarga terpandang," ucap Zela mencibir.


"Sopan terhadap wanita busuk sepetimu, itu tidak akan pernah terjadi. Kamu pikir aku bodoh, hm? Aku tau semuanya Zel. Aku tau kamu mencintai suamiku dan ingin merebutnya dariku. Aku tau semua niat busukmu." Ella mendorong kasar dada Zela.


Ella memang sudah mengetahui prihal Zela yang terobsesi terhadap Ray, dia tau Zela selalu mencari kesempatan untuk mendekati Ray. Bahkan pernyataan cinta Zela tadi pun Ella mengetahuinya, kebohongan Zela dia juga tau. Dari mana? Tentu saja dari anggota AOD bayangan yang selalu memantau seluruh anggota keluarga Ella supaya terlindung dari bahaya.


"Menyerahlah, aku bukan lawan mu. Atau kamu akan menyesal karena telah berani bermain-main denganku." Ella menepuk kuat bahu Zela dengan mata yang menatap Zela tajam dan penuh ancaman.


Jejak 😘😘😗😗


Mampir ke cerita temen otor yuk, cerita ini tentang perjuangan seorang wanita dalam mendapatkan cinta. Kepoin ya, gak bakal nyesel deh pokonya.


__ADS_1


__ADS_2