
"Ya, gue inget."
Pikiran Ray menerawang jauh ke belakang, di mana saat itu dia sangat murka kepada gadis yang bernama Sesil. Karena gadis itu berkali-kali menyakiti istrinya dan tanpa takut dengan ancaman Ray, gadis itu malah kembali berulah ingin melenyapkan Ella setelah Ray memberinya pringatan keras. Ray tau tentang kematian gadis itu namun ini semua bukan sepenuhnya salah dia. Ray hanya memaksa Sesil menelan pil berisi sebuah chip yang bisa mengontrol pikirannya. Kala Sesil mempunyai niatan jahat atau rencana buruk terhadap Ella, maka chip itu akan breaksi dengan sendirinya. Semakin Sesil mempunyai pikiran jahat terhadap istrinya, maka chip itu akan semakin menyakitinya dengan cara merusak saraf-saraf yang ada dalam tubuhnya.
"Apa yang mau lo lakuin saat ini?" tanya David.
"Yang pasti membereskan masalah ini sampai tuntas, gue nggak mau anak dan istri gue berada dalam bahaya. Udah cukup apa yang terjadi sama Ella hari ini," ujar Ray.
"Anak buahnya mengikuti lo sampe sini. Mereka berencana bakal nyegat lo di jalan sepi setelah pulang darisini. Supaya nggak ada yang bantuin lo, kalo nyerang langsung otomatis banyak anggota bantuin jadi kemungkinan nya kecil buat lo kalah," ucap David.
"Menurut gue, ini saat yang tepat buat nyelesein semuanya. Kita atur rencana," lanjutnya.
"Gue setuju, lebih cepat lebih baik," sahut Ray.
"Ok, kita atur strategi yang nggak bisa terbaca oleh musuh," tambah Ragil.
__ADS_1
"Urusan itu gue serahin sama lo. Karena elo yang paling pinter ngatur srategi," ucap Ray.
Mereka mulai berunding bersama, tak lupa mereka turut serta mengajak para anggota untuk membantu memuluskan rencana ini. David juga menghubungi Derby ketua AOD bayangan untuk memberinya serta anggotanya tugas. Satu jam berlalu, persiapan sudah lengkap anggota pun sudah bersiap.
"Gue jalan terlebih dahulu, jangan sampai mereka curiga." Ray yang sudah berpakaian anti peluru lengkap dengan sarung tangan yang biasa Ella gunakan melangkah keluar.
"Ok sesuai rencana."
Ray masuk ke dalam mobil dengan atensi yang melirik ke arah sekitar. Di mana di sana terdapat para anak buah Langit sedang mengintainya. Ray menjalankan mobilnya dengan kencang, bukan menuju ke kota namun ke arah hutan belantara dengan jalanan yang sangat sepi. Ray menyeringai saat melihat orang-orang itu mengikutinya dari belakang. Ray semakin memacu mobilnya dengan kencang.
"Hm, rupanya ketua mereka turun tangan juga." Ray melirik kaca spion nya. Di sana terlihat mobil blu keluaran baru dan juga mahal pastinya memimpin puluhan mobil yang berjejer di belakang. Ray yakin, orang yang berada di dalam mobil blu itu adalah ketuanya.
"Jadi ini pembunuh adik gue!" Langit menatap Ray penuh kebencian saat pria itu sampai di hadapan Ray.
"Sebenarnya aku tidak membunuh adikmu, dia mati karena ke bodohannya sendiri. Obsesinya yang begitu besar membuat dia gelap mata hingga menghalalkan segara cara untuk mendapatkan nya," jawab Ray santai namun penuh penekanan.
__ADS_1
"Adiku tidak bodoh! Yang bodoh itu elo! Karena lo nggak bisa ngeliat cinta tulus adik gue!" bentak Langit tak Terima pasalnya dia sudah tau asal mula dan semua penyebab kematian adiknya. Dia juga tau tentang Ella musuh bebuyutan adiknya namun dia tidak tau jika Ella adalah ketua gangster.
"Itu bukan cinta, tapi obsesi." Sergah Ray.
"Gue nggak peduli, yang jelas lo adalah pembunuh adik gue! Nyawa di bayar nyawa! Lo harus mati mengenaskan di tangan gue seperti yang lo udah lakuin ke adik gue!" teriak nya murka.
"Silahkan kalau anda mampu membunuh saya." Ray menatap Langit dengan menantang.
"Sangat mampu! Lo liat, lo di sini cuma sendiri dan gue membawa ratusan anggota. Bisa di pastikan gue lah pemenangnya," ucap Langit angkuh.
"Kita lihat saja nanti."
"Bukan nanti, tapi sekarang. Serang dia!" Langit memberi intruksi kepada para anggotanya.
Rekomendasi cerita bagus, menarik dan tidak membosankan. Cuss kepoin di jamin ketagihah😍
__ADS_1