Istri Kecil Dosen Muda

Istri Kecil Dosen Muda
Ayam oreo.


__ADS_3

Pagi ini Ella sudah di sibukan dengan berbagai aktipitas, tidak seperti pagi biasanya yang hanya sarapan dan bersiap pergi ke kampus tapi pagi ini dia ingin sekali belajar menjadi istri yang baik.


Di mulai dari bangun pagi, ikut membereskan rumah bersama para Art di lanjut dengan menyiram bunga lalu memasak untuk sang suami. Setelah selesai memasak dia bergegas pergi ke kamar untuk membersihkan diri lalu bersiap untuk pergi ke kampus, tak lupa juga dia membangunkan Ray untuk mandi kemudian dia menyiapkan baju yang akan di pakai oleh Ray.


"Cakep bener dah suami aku."ucap Ella sembari menatap Ray dari ujung rambut sampai ujung kaki.


Dia memilihkan kemeja navy dan juga setelan jas berwarna hitam, dengan dasi yang berwarna senada.


"Kalo kak Ray jadi bos di perusahaan cocok deh."Ella tersenyum dengan begitu manisnya.


"Nanti kalau kamu sudah lulus kuliah, kakak akan mengambil alih perusahaan Papah."ujar Ray.


"Kenapa gak sekarang aja? kasian tau Papah udah tua masih aja ngurusin perusahaan."


"Sekarang kakak masih ingin mengajar. Lagi pula kalau kakak mengambil alih perusahaan sekarang, kakak gak bakal bisa mantau kamu dong di kampus."


"Kenapa akunya harus di pantau?"


"Karna kakak takut kamu akan berpaling pada mahasiswa yang seumuran dengan kamu."


"Gak bakalan atuh. Kan dihatiku cuma ada kak Ray seorang."


"Kakak hanya takut aja sayang, kakak gak mau kehilangan kamu. Kakak sudah terlanjur mencintaimu begitu dalam."


Cup,


Ray mengecup bibir ranum Ella.


"I love you sayang."bisik Ray.


"I love you too kak Ray."Ella memeluk Ray dengan begitu erat.


Mereka pun turun kebawah untuk sarapan dengan bergandengan tangan, kebahagiaan begitu jelas terpancar dari raut wajah mereka.


"Morning Mah, Pah."sapa Ella kepada mertuanya.


"Morning too sayang."balas Wina.


"Morning too."Samsul tersenyum pada Ella.


"Ayok sini sarapan sayang, makan yang banyak biar baby nya sehat."ucap Wina antusias.


"Iya Mam."Ella mendudukan dirinya di samping Wina kemudian di ikuti oleh Ray yang duduk di samping Ella.

__ADS_1


"Bi masakan aku tadi mana?"tanya Ella pada Art yang sedang menghidangkan makanan.


"Kamu masak sayang?"Wina menatap sang menantu.


"Iya Mam, aku tadi masak spesial buat kak Ray."Jawab Ella antusias.


"Ini Non masakannya."Art itu menaruh sepiring ayam kecap di hadapan Ella.


"Makasih bi."


"Nih kak Ray, aku masakin ayam kecap spesial."Ella menatap sang suami dengan senyum cerianya.


Ray menatap piring ayam kecap itu dengan tatapan heran, pasalnya di dalam ayam itu banyak sekali remahan hitam tapi bukan kecap hitamnya seperti hitam arang. Warnanya sangat aneh sekali tidak seperti ayam kecap pada umumnya.


"Ayok makan Ray, kasian istri kamu dia udah capek-capek masak buat kamu loh."ucap Wina.


"I-ya Mam."Ray mengambil sepotong ayam itu dengan ragu.


"Cobain kak Ray."semangat Ella saat potongan ayam itu sudah mendarat cantik di piring Ray.


Ray pun memotong daging ayam itu secara perlahan, kemudian dia memasukannya kedalam mulut lalu mengunyahnya perlahan.


Satu kata untuk masakan itu. Aneh, menurut Ray masakan itu sangat aneh, rasanya bukan seperti ayam kecap tapi lebih dominan ke rasa kueh.


"Minum."Ella pun langsung saja memberikan segelas air putih kepada Ray.


"Sayang, kamu masak ayam ini menggunakan apa sih?"Ray melirik kearah sang istri.


"Menggunakan ayam."Jawab Ella.


"Maksud kakak bumbunya apa?"


"Seperti bumbu ayam kecap biasa, tapi.."


"Tapi apa?"


"Tadi akunya nyari-nyari kecap, tapi engga ada."


"Terus?"


"Karna kecapnya engga ada, yaudah aku engga pake kecap. Kebetulan dilemari aku nemuin sebungkus oreo, aku pake itu aja deh akhirnya buat masak ayam kecapnya. Kan sama-sama hitam."Jelas Ella yang membuat orang-orang disitu terbengong apalagi Ray.


"Pantes rasanya aneh, orang dia masaknya pake oreo."lirih Ray sambil memegangi perutnya yang terasa enek.

__ADS_1


"Kenapa kak Ray?"


"Enggak papa, kakak ke toilet bentar ya."pamit Ray.


"Ini ayamnya gimana belum abis?"teriak Ella.


"Kakak kenyang, kasih aja sama Papah, dia doyan banget sama ayam kecap."Ray juga berteriak karna dia mulai menjauh.


"Papah doyan ayam kecap ya? ini makan ya abisin."Ella menyodorkan piring yang berisi ayam oreo itu kepada Samsul.


"Em, anu Ell. Papah udah gak doyan ayam kecap lagi, karna Papah kan kolestrol jadi gak boleh makan yang manis-manis."ujar Samsul sembari bangkit dari duduknya.


"Papah siap-siap dulu ya mau ke kantor. Ayam nya kasih ke Mamah aja."sambung Samsul kemudian dia melangkah pergi kedalam kamar.


"Aduhh, perut Mamah sakit Ell. Kayaknya Mamah terlalu banyak makan deh. Mamah pergi ke kamar mandi dulu ya."Wina bangkit dari duduknya kemudian ngibrit pergi ke kamar.


"Banyak makan? perasaan Mamah baru makan tiga suap deh."gumam Ella.


"Ini ayam enak gak sih? aku coba deh."Ella menyuapkan sedikit daging ayam itu pada mulutnya.


"Kok gini ya? gak berasa ayam kecap, tapi inimah kayak kue."lirihnya.


"Iyalah, kan aku bikinnya pake oreo di putar di jilat di lelepin."Ella menjawab sendiri.


"Tapi enak ih, rasanya jadi beda gitu. Serasa makanan eksperimen. Besok aku bikin pake coklat ah, enak tuh yamcok ayam coklat."ucap Ella sembari memakan potongan ayam oreo buatannya hingga tandas.


Setelah selesai makan dia pun berangkat ke kampus sendirian karna Ray tak kunjung keluar entah apa yang terjadi padanya, Ella tidak mengeceknya karna sudah siang dia takut terlambat. Padahal mah kan Dosennya juga Ray gimana mau terlambat dasar Ella atuh.


Di perjalanan ke kampus dia baru menyadari jika baju yang ia kenakan kotor, sepertinya terkena cipratan hitam dari ayam oreonya. Dia pun menghentikan mobilnya di sebuah butik ternama lalu dia memilih pakaian yang akan ia kenakan untuk berangkat ke kampus.


"Bagus nih, kayaknya cocok deh sama aku."Ella menilik baju yang di pilihnya.


"Ini aja deh."


Ella membawa baju itu ke kasir untuk membayarnya, setelah itu dia langsung mengganti baju yang ia kenakan sekarang dengan baju yang di pilihnya tadi, tak lupa juga dia sedikit meruas wajahnya supaya lebih fres.


Selesai berganti pakaian Ella pun kembali melajukan mobilnya menuju ke kampus.


Sesampainya di kampus, banyak sekali pasang mata yang melihat Ella kagum, pasalnya dress yang ia kenakan begitu minim sehingga menampilkan lekukan tubuh seksinya terutama di bagian tertentu yang nampak lebih padat dan juga berisi. Ella yang sekarang lebih terlihat dewasa cantik dan juga elegan. Apalagi postur tubuhnya yang semakin hari semakin seksi dan berbentuk. Sontak saja Ella yang sekarang menjadi incaran para mahasiswa di kampus itu sepanjang perjalanan banyak sekali mahasiswa yang menggodanya dengan berbagai rayuan gombal.



Ella😍😍😍

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak guys😘😘😘


__ADS_2