Istri Kecil Dosen Muda

Istri Kecil Dosen Muda
Bikini


__ADS_3

"Makan nih, burung tetangga yang lebih berkicau."Ray menyumpal mulut Satria dengan plastik bekas cemilan.


"Sialan lo, Ray."umpat Satria sembari melempar plastik yang dia ambil dari mulutnya pada wajah Ray.


"Pokonya kakak tidak mau kamu melihat tubuh polos Galang."tegas Ray.


"Gak polos ih kak Ray, kak Alang kan masih pake celana."cemberut Ella.


"Tetep aja gak boleh, titik gak pake koma apalagi sepasi."sarkas Ray.


"Ih, itu selogannya aku, kak Ray copyright."ucap Ella.


"Gak boleh nyuruh Galang buka baju ya, biar kakak aja. Ok."bujuk Ray.


Ella terlihat berbikir, kemudian dia menatap kearah Ray lalu tersenyum.


"Ok, kalau begitu kak Ray yang masak. Tapi......."Ella terlihat ragu.


"Tapi apa sayang?"


"Kak Ray nya harus pake bikini."cengir Ella.


"WHATT?"kaget Ray.


"Mau apa engga? kalo engga mau, ya sudah kak Alang aja yang masak."ucap Ella.


"Gak ada pilihan lain apa sayang? masak kakak pake bikini? malu atuh sama Mamih dan juga bi Izah."ujar Ray memelas.


"Kunci aja Mamih sama bi Izah nya di kamar."


"Sue, lu. Emang mereka kucing di kunciin."sahut Satria.


"Diem deh abang, kak Ray mau apa engga?"tanya Ella dengan berkacak pinggang.


"Em, anu. Gimana ya."Ray terlihat menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Ya udah kalo gak mau biar kak Alang aja."


"Mau kok, iya mau. Tapi di dapur nya cuma kita berdua aja ya, jangan ada yang lain. Entar mereka liat si belalai menonjol lagi."ujar Ray dengan terpaksa.

__ADS_1


"Ok, aku ambil bikininya dulu ya kak Ray."ucap Ella sembari berjalan keluar dari kamar Satria.


"Gak kebayang gue lo pake bikini."tawa Rendi pecah.


"Yang pasti si bonar menonjol tuh."timpal Satria.


"Mending kalo menonjol, kalo kagak ketampung gimana, brojol dong ke samping."Galang tertawa dengan terpingkal-pingkal.


"Kalo brojol ke samping ke jepit dong tu si bonar, awas mati Ray. Ntar kagak bisa bikin berudu lagi."Satria semakin mengejek Ray.


"Sialan lo semua, gue sumpahin kalo kalian pada udah punya bini terus ngidam, lo bakalan lebih menderita daripada gue."kesal Ray kemudian keluar dari kamar Satria.


"Ray, awas kacamatanya kedodoran."teriak Satria.


"Sumpel pake gabus aja Ray, biar ngisi tu kacamata."timpal Rendi, kemudian mereka pun ngakak berjamaah di atas penderitaan Ray.


Ray berjalan kearah kamarnya dengan wajah yang di tekuk, dia terus saja menggerutu, membayangkan memakai bikini saja sudah membuatnya bergidik apalagi jika memakainya langsung. Oh no, jangan sampai, apalagi pas masak nanti Papih mertuanya pulang dan memergokinya tengah memasak dengan tampilan seperti itu. Oh tidak. Mau di taruh dimana mukanya nanti, masa mau di kantongin kan kagak bisa.


Ceklek,


Ray membuka pintu kamar Ella, disana terlihat Ella sedang menilik kedua benda laknat itu, Ray langsung bergidig kala melihat tampilan kedua model benda laknat itu. Ray tidak bisa membayangkan jika dirinya memakai itu, bagaimana dengan nasib si bonar, pasti dia akan terjepit mengingat area depan bikini itu begitu minim, apalagi area belakang yang hanya menggunakan seutas tali. Pasti sangat mengganjal bukan.


"Ah, apa kakak harus memakai itu."Ray tersenyum dengan kaku.


"Tentu saja harus, kan kak Ray sudah menyanggupinya."ujar Ella.


"Nanti bagaimana jika kakak sedang memasak, lalu Papih pulang. Mau di taruh dimana muka kakak, jika Papih melihat tampilan kakak seperti itu."Ray terlihat sangat memelas.


"Taruh aja di kulkas, biar muka kak Ray jadi kaku tanpa ekspresi. Jadi gak akan ketauan kalo kak Ray sedang menahan malu."ucap Ella tanpa dosa.


"Sayang."


"Kak Ray."


"Haiss,"desis Ray.


"Yodah deh, kakak gak usah masak. Tapi kakak harus pake bikininya di kamar gimana?"tawar Ella.


"Terus masaknya gimana?"

__ADS_1


"Masaknya tetep kak Alang, tapi dia pake baju lengkap no aku pretelin."Jawab Ella.


"Huuh, baiklah."


Ray mulai membuka satu persatu pakaiannya hingga polos, kemudian dia memakai salah satu bikini yang di tunjukan oleh Ella tadi, warnanya merah menyala, dengan segitiga bagian depan yang sangat minim dan belakang hanya seutas tali kemudian dari bagian depan terdapat dua tali lagi yang akan di tarik keatas dan di sampirkan di kedua bahunya.


"Sayang, ini terlalu kecil depannya. Kamu lihat ini, belalainya pada merejel keluar kayak pala penyu yang ngumpet dalam tempurungnya."ucap Ray sambil menunjuk helem si bonar yang menyembul keluar karna tidak muat di dalam sana.


"Astaga, entu kok pala nongol sih? mana banyak sapu injuk rogok keluar lagi. Pada kagak betah apa di dalem? entu lagi nyang bulet-bulet di bawah ngapa pada gepeng dah, kegencet apa ya? hati-hati pecah kak Ray gaswat kalo begono nanti di buat telur dadar sama Mamih kalo pecah mah."ujar Ella sembari menunjuk belalai yang terhimpit oleh segitiga bermuda yang sangat sempit.


"Bukannya dia yang nyuruh? napa dia juga yang ngeledekin. Kalo bukan istri udeh gue lelepin tu ke lubang semut. Untung sayang."gerutu Ray.


"Kenapa kak Ray?"tanya Ella karna dia mendengar gerutuan Ray yang sangat lirih dan tidak terdengar olehnya.


"Enggak, entu tadi ada kucing nakal pengen kakak lelepin ke lubang semut."Jawab Ray.


"Oh, kalo gitu sekarang kak Ray joget ala india sambil pake selendang ini."Ella memberikan Ray sebuah selendang berwarna pink.


"Oh my god, what is this?h"pekik Ray.


Mau tak mau Ray harus menuruti keinginan Ella, dia mulai meliuk-liukan tubuhnya menari ala india dengan menggunakan sebuah selendang. Ray merasakan belalainya begitu sesak di bawah sana, belalai itu juga ikut menari seiring si empunya tubuh meliuk, apalagi helem si bonar yang mencuat keluar dia ikut mengayun indah dengan bermanggut-manggut.


Cukup lama Ray menari sehingga dia sudah tak tahan merasakan sesak pada sang belalai, akhirnya dia pun membuka bikini itu dengan kasar dan melemparnya kesembarang arah tanpa menghentikan tariannya dia terus saja meliuk-liuk dengan tubuh yang polos.


"Wah, lucu-lucu. Belalainya manggut-manggut."seru Ella riang sambil menatap belalai itu dengan berbinar.


"Coba belalainya suruh zikir kak Ray, dia bisa gak?"


"Hah."cengo Ray.


"Surur zikir, gini nih."Ella menggerakan kepalanya ke kanan dan ke kiri.


"Itukan kepala jadi gampang, nah si belalai mah kagak bisa sayang, noh."Ray mencoba menggerakan si belalai kekiri dan ke kanan dengan gerakan goyang upin-ipin.


"Kan sama-sama kepala, cuma yang atas gondrong, yang bawah botak dan gak punya otak."celetuk Ella.


"Astaga bini sape sih tuh? boleh kagak gue lelepin ke lubang semut."


Mana jempolnya para reader ku tersayang😘

__ADS_1


Autor udah tripel up nih😍 tap jempol dan juga komen ya biar author semangat crazy up😊


__ADS_2