Istri Kecil Dosen Muda

Istri Kecil Dosen Muda
Artis sinetron


__ADS_3

Dua hari berlalu.


Saat ini Ella sudah kembali ke rutinitas biasa, yaitu kuliah. Sedangkan Satria&Dalina, mereka pergi berbulan madu ke Maldives.


"Masuk masih lama kan?" tanya Dela. Saat ini mereka sedang berada di taman kampus.


"Setengah jam-an lagi, kenapa emang?" Ella balik bertanya.


"Ke depan bentar yuk?" ajak Dela.


"Ngapain?" Kali ini Kiana yang bertanya.


"Aku denger-denger, ada artis ganteng banget yang lagi shoting di depan sana," jawab Dela.


"Artis? Siapa?"


"Itu loh, Ell. Artis yang lagi naik daun. Namanya Aksa Bagaskara," ujar Dela.


"Kok aku gak pernah denger ya?" Ella menompang dagu dengan kedua tangannya.


"Kudet kamu, Ell. Dia itu terkenal banget, loh. Udah tampan, pinter, masih muda lagi. Katanya dia itu masih anak kuliahan." Dela bercerita dengan begitu antusias.


"Oh."


"Kita liat dia bentar yuk, Ell. Pliss, aku penasaran banget pengen liat dia dari dekat," Mohon Dela.


"Tempat nya jauh gak?"


"Deket, kok. Dia shoting nya di prumahan sebrang kampus itu loh, Ell. Perumahan yang elite itu."


"Ok lah, tapi sebentar ya. Takutnya nanti telat masuk."


"Ok, Ell. Yeee... Ketemu artis ganteng." Heboh Dela.


"Hey, inget ya. Kalian itu udah punya suami, masih aja jelalatan," ucap Kiana.


"Aku gak jelalatan, Ki. Akutu cuma mau nganter si Dedel aja. Berati dia noh yang jelalatan." Ella menunjuk Dela.


"Apaan, orang aku cuma pengen liat doang." Kisah Dela, padahal dia ingin berpoto dengan Aksa.


"Ngeles aja lu, kayak bajai." Delik Ella.


"Yuk Ki, kamu juga ikut ya. Siapa tau dia jodoh kamu, iya gak Del."


"Em, apa?" Dela gagal fokus.


"Itu loh, si Aksa, siapa tau jodohnya Kia. Dia kan jomblo."


"Hm."


"Aku gak mau sama dia," Sahut Kiana.


"Terus mau nya sama siapa, dong?" goda Ella.


"Sama kakak Rendi lah." Dela yang menjawab.


"Eh.. Kenapa kak Rendi." Kiana mendadak gugup.


"Ciee.. Bener kan lo suka sama kak, Rendi?" Ledek Ella.


"Enggak!"


"Enggak, tapi wajah kamu kok merah gitu?" Ella semakin meledek Kiana.


"Katanya mau liat artis, ayok cepet keburu masuk." Kiana melangkah pergi mendahului mereka.


"Kayaknya Kia beneran suka sama Kak Rendi deh," ucap Dela.


"Ya, semoga aja mereka bersatu. Supaya gak ada yang jomblo lagi."


Mereka melangkahkan kakinya untuk menyusul Kiana, langkah Kiana sangatlah cepat, dalam sekilas dia sudah tak terlihat lagi dalam pandangan.


"Di mana tu anak?" Ella celingukan begitu sampai di depan gerbang kampus.


"Mungkin dia pergi duluan kali ke komplek sana," tebak Dela.


"Emangnya dia tau lokasi syuting nya?"

__ADS_1


"Mungkin tau, yuk kita kesana."


Beberapa saat kemudian, mereka telah sampai di lokasi. Di sana terlihat banyak orang berlalu lalang. Para bintang sinetron, sepertinya sedang beristirahat.


"Ini syuting untuk sinetron?" ucap Ella.


"Iya, Ell. Sinetron rumah tangga gitu."


"Terus, idola kamu jadi apa? Dia kan masih muda."


"Entahlah."


"Kalian kemana aja sih? Kok lama?" Kiana datang dengan wajah yang di tekuk.


"Kita yang lama, atau elo nya yang kecepetan?"


"Aku jalannya pelan, kok."


"Eh, itu dia Aksa!" Seru Dela berbinar.


"Mana?" Ella celingukan.


"Itu loh yang pake kemeja biru, cakep banget kan?" Dela menunjuk seorang pria yang berdiri di bawah pohon, sepertinya dia sedang menghapal naskah.


"Oh itu, B, aja tuh. Cakepan juga lakik gue," ucap Ella santai.


"Tapi dia itu manis." Dela terus menatapnya tanpa berkedip.


"Pengen poto, tapi gimana caranya ya? Biar bisa nemuin dia." Dela berucap tanpa mengalihkan atensinya dari Aksa.


"Inget lakik, Del. Lo itu udah punya lakik, kagak pantes lu ngagumin cowok lain," Nasihat Ella.


"Aku kan cuma ngefans."


"Sama aja, gimana kalo Galang tau, lo sampe segininya pengen ketemu dan poto sama cowok lain. Pasti dia sakit hati, Del." Ella mengibaskan tangannya karena ke gerahan.


"Tuh liat, yang masih jomblo aja gak seheboh elo." Menunjuk Kiana yang bersandar di pohon dengan santainya.


"Gak seru kamu mah, Ell." Cembetut Dela.


"Bentar lagi, Ell. Aku pengen poto." Mohon Dela.


"Gak ada bentar-bentaran, ayok pulang." Ella menarik tangan Dela.


"Yuk, Ki." Melirik Kiana yang masih asik bersandar.


Mereka pun kembali ke kampus, saat sudah berada di ambang pintu. Mereka mematung, ternyata Ray sudah ada di kelas dan sudah mulai menerangkan materi.


"Kenapa telat?" Ray menatap tajam tiga wanita itu.


"Kita udah datang dari tadi kok, Pak." Kiana yang menjawab.


"Lalu, kenapa kalian baru masuk sekarang?" tanya Ray dengan nada yang begitu dingin.


"Em, itu. Kami ada urusan sebentar, Pak." Kali ini Dela yang menjawab, sedangkan Ella hanya diam saja.


"Urusan apa? Kasih saya alasan yang jelas?" Wajah datar itu terus menatap mereka dengan tatapan mengintimidasi.


"Itu kita... Ta--"


"Kita abis ngeliat cowok ganteng, Pak." Kiana langsung menyerobot ucapan Dela.


"Kiaa... Kenapa bilang gitu," gerak Ella dengan suara berbisik.


"Kan emang kita abis ngeliat cowok ganteng," ucap Kiana tanpa dosa, dia tidak tau saja Ray sudah menatap Ella seperti hendak membunuh.


"Itu, bapak dosen. Kita tadi ke depan sebentar. Hehe. eh, taunya malah telat." Ella membalas tatapan Ray dengan senyuman manisnya.


"Masuk!" tegas Ray.


Ray membiarkan mereka masuk karena jika di suruh keluar, dia khawatir mereka akan menemui pria yang di katakan Kiana tadi.


Setelah mereka duduk, Ray melanjutkan pelajaran yang tertunda tadi. Tetapi atensinya tetap tertuju pada Ella seolah mengatakan dia butuh penjelasan.


Satu jam kemudian, materi kali ini sudah selesai. Ray keluar dari dalam ruangan itu tapi sebelumnya dia memberi kode pada Ella supaya mengikutinya.


.

__ADS_1


"Gak jadi pulang bareng, Ell?"


"Sepertinya enggak, Del. Lain kali aja, Ya."


"Ok, kalo gitu aku pulang duluan ya."


"Inget, langsung pulang jangan ngetem dulu."


"Ngga lah." Dela berlalu pergi.


"Kamu pulang sama siapa, Ki?" Melirik Kiana yang tampak asik chating.


"Sama kak Rendi," jawab Kiana jujur.


"Dia jemput kamu?"


"Iya, dia lagi di jalan."


"Oh, ok. Hati-hati, ya. Aku duluan."


"Iya."


Ella berjalan melewati koridor dengan santainya, dia sudah mempersiapkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang akan Ray lontarkan. Pastinya tidak lain tidak bukan masalah tadi.


Ceklek!


Membuka pintu tanpa mengetuk. Disana dia melihat Ray sedang berdiri menghadap pintu sembari bersidekap dada.


"Jadi gini kak Ray, cowok yang di maksud Kia tadi itu adalah artis yang lagi syuting di kompleks depan sana itu loh." Ella menjelaskan tanpa di minta.


"Kenapa kamu nemuin dia?" Masih dingin seperti saat mengajar tadi.


"Aku gak nemuin dia, aku cuma nganter Dela buat lat tu cowok. Lagian kita liatnya cuma dari kejauhan doang kok." Ella berusaha menjelaskan supaya Rah tidak salah paham.


"Kenapa kamu tidak nolak?"


"Karna Dela memaksa."


"Dela memaksa atau kamu juga ingin ketemu cowok itu?"


"Enggak lah, orang aku gak tau siapa dia."


"Namanya?"


"Aksa."


"Katanya nggak tau, tapi namanya hapal."


"Aku tau..."


Brukk!


Ray menarik Ella kedalam pangkuannya. "Apa?" Cup! Mengecup bibir Ella dan menciumnya rakus.


"Percuma ngejelasin sama orang yang cemburuan." Ella mendorong dada Ray kuat.


"Udah tau aku cemburuan, kenapa kamu selalu membuat aku cemburu?"


"Aku kan udah bilang, aku cuma nganter." Ella berbalik hendak keluar.


"Mau kemana?" Ray menarik Ella dan memeluknya dari belakang.


"Pergi, ngapain juga ngejelasin sama orang yang nggak percayaan." Ketus Ella.


Cup!


Ray kembalikan Ella supaya menghadap padanya. "Karena aku takut banget kehilangan kamu." Kembali mencium Ella dengan rakus.


"Ya udah, sempilin aja di saku kamu biar akunya nggak hilang." Kali ini Ella yang kesal.


Ray tidak memperdulikan ucapan Ella, dia malah terus mencumbunya dengan liar dan juga menuntut. Bahkan tangannya kini sudah tak tinggal diam. Dia mencari benda kesukaannya lalu menggenggam nya erat tak lupa di beri sedikit remasan walau dari luar pakaian.


Ceklek!


"Oow... Gak liat kok. Lanjutin aja."


Jangan lupa tinggalkan jejak, like komen, fav and vote.😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2