Istri Kecil Dosen Muda

Istri Kecil Dosen Muda
Siapa sebenarnya bapak dosen?


__ADS_3

"LEPASIN GUE, KALIAN SEBENARNYA SIAPA, HAH?"teriak seorang wanita yang tengah terikat di sebuah ruangan yang begitu gelap dan juga menyeramkan.


"Teriaklah sepuasmu, kamu tidak akan pernah bisa lepas darisini, Nona."ucap seorang pria bertubuh tegap.


"Kenapa lo nyekap gue, hah? apa salah gue sama lo?"ucap wanita itu lirih.


"Kamu memang tidak mempunyai salah terhadapku, tapi, aku menyekapmu disini karna kamu telah menyakiti istri, dari atasan ku."ujar pria itu.


"Siapa atasan lo?"tanya wanita itu.


"Orang yang kamu cintai."Jawab pria itu penuh penekanan.


"Rayen?"


"Benar sekali, Nona Sesil."ucap Ragil tangan kanan Rayen.


Ya, wanita itu adalah Sesil, jadi selama ini Ragil lah yang menyembunyikan Sesil, sehingga orang-orang suruhan orang tua Sesil tidak menemukannya.


Jelas saja mereka tidak akan menemukan Sesil, karna Ragil telah menghapus semua jejak Sesil, dia juga bahkan telah meretas seluruh CCTV tempat-tempat yang Sesil kunjungi sebelum akhirnya dia berujung ditempat ini. Ragil memang hacker paling handal, soal retas, meretas dialah jagonya. Bahkan hal yang sulit ditangani pihak I,T pun, dengan mudahnya bisa Ragil atasi.


"Kenapa Ray ngelakuin ini? kenapa dia nyekap gue kayak gini?"ucap Sesil penuh tanda tanya.


"Karna elo, telah menyakiti istrinya!"Jawab Ragil.


"Istri?"kaget Sesil.


"Ya, istri."


"Jadi, Ray sudah menikah? siapa wanita yang telah dinikahi Ray?"Sesil menatap Ragil dengan kilatan amarah.


"Wanita itu, adalah orang yang telah kamu sakiti."jawab Ragil dingin.


"Jangan bilang, kalau istri Ray adalah cewek oon itu?"Sesil menatap Ragil serius.


"Kamu benar, wanita itu adalah istri Ray. Dan saya tegaskan, jangan pernah menghinanya, atau hidup kamu akan berakhir sampai disini."Ragil menatap tajam Sesil.


"Kenapa Ray lebih milih cewek oon itu, dari pada gue. Apa kurangnya gue? gue cantik, pinter, kaya. Kurang apalagi?"ucap Sesil tidak terima.


"Kamu kurang waras, dan juga tidak punya etika."ujar Ragil.


"Agghhrrrr, LEPASIN GUE, gue harus bunuh wanita oon itu, dia gak pantes jadi istri Ray. Cuma gue yang pantes jadi istrinya, LEPAS."teriak Sesil kemudian lirih dan berteriak kembali.


"Lo udah gila, ya. Gak waras lu emang. Maen bunuh anak orang aja, lu pikir anak ayam? main bunuh bae."ucap seorang lelaki tampan yang seumuran dengan Ragil, dia baru saja memasuki ruangan itu.

__ADS_1


"Iya, gue gila. Gila karna Ray. RAYEN GUE CINTA SAMA LO, cinta banget. Gue yakin suatu saat kita akan bersama, tapi gue harus singkirin wanita oon itu terlebih dahulu, supaya tidak mengganggu kebahagiaan kita."Sesil histeris, kadang dia berteriak, kadang dia berbicara dengan sangat lirih bak orang tak berdaya.


"Gimana mau bunuh orang, lu aja masih di iket."cibir Rafly.


Rafly adalah anak buah Rayen, dia juga orang kepercayaan Ray sama seperti Ragil. Siapa sebenarnya bapak dosen itu?


"DIAM, LO."bentak Sesil.


"Dari tadi juga gue diem, kagak lari-lari dah perasaan."ujar Rafly.


"Awas lo ya, kalau gue udah bisa bebas darisini. Gue akan bikin kalian semua menyesal karna telah memperlakukan gue seperti ini."gertak Sesil.


"Ow ow ow, Mbak nya ngancem ya? ihh atut deh aku."ledek Rafly sedangkan Ragil dia hanya menyimak saja dengan wajah yang datar.


"Dasar bocah sialan."Sesil menatap Rafly dengan bola mata yang hampir keluar.


"Gue bukan bocah ya, gini-gini gue lebih tua daripada elo."ujar Rafly.


"Eh, kok lebih tua sih? ralat dah, lebih dewasa daripada elu. Gue kan belum tua, masih imut begini masa tua."sambung Rafly narsis.


"Ck, imut apanya? amit yang ada."sahut Ragil.


"Imut, Gil. lu liat, muka gue kayak anak Abg gini, glowing pula, nyamuk aja auto kepeleset kalo nangkring di muka gue."ucap Rafly pede.


"Sialan, lu."


"RAYEN, tolongin gue. Gue disekap sama orang gila."teriak Sesil di akhiri lirihan.


"Gila teriak gila."ucap Rafly.


"LEPASIN GUE, SIALAN."teriak Sesil kearah Rafly.


"Buset, mulut lu bau ******. Kebanyakan dosa, sih lo. Lagian gue gak mau tuh lepasin elo, gimana dong?"ucap Rafly dengan wajah dibuat seimut mungkin.


"Najong, muka lo. Fly, pengen muntah gue liatnya sumpah."ujar Ragil.


"Kagak usah diliat aje, cukup diraba sama di terawang aje."


"Sekarang kita apain, ni cewek? budek kuping gue, denger dia treak-treak mulu."Sambung Rafly.


"Kita beri dia terapi."Jawab Ragil dingin.


"Yang bener? nie cewek bakal di terapi?"tanya Rafly tidak percaya, pasalnya dia tau benar apa yang di maksud terapi oleh Ragil.

__ADS_1


"Itu perintah bos."ujar Ragil.


"Gue yakin, tu cewek pasti kena mental saat dia berada disana."ucap Rafly.


"Bukan kena mental lagi, tapi gila. Bahkan dia akan lebih memilih mati, setelah dia keluar darisana."ujar Ragil smirik.


"Apa dia akan di bebaskan setelah ini?"


"Tentu?"


"Lo yakin? dia gak bakalan lapor polisi?"


"Harusnya lo gak tanya seperti itu, tanpa gue jawab pun, lo tau akan seperti apa nasib orang yang telah keluar darisini."


"Hidup segan, mati tak mau."


"AAAGGGGGHHHHH."


"Eh, kodok, kodok, kodok. eh, apa tuh. Eh sapa tuh."latah Rafly.


Back to Ella'


"Capek juga ya, ngomong panjang kali lebar badan buk Yusi, kek tadi. Tapi aku udah bijak belon ya? udah deh kayaknya. Gak sia-sia juga ternyata, pagi-pagi udah ngejogrog nonton ceramah, Mamah dan Papah, eh bukan Papah. Mamah dan apa ya? lupa lagi."gumam Ella sambil menundukan dirinnya di kursi kantin.


"Cengo dah, tu muka si Sinta. Takut pasti tu anak, dia jadi bayangin dah dosanya yang bertumpuk. Ntar nonton ceramah lagi ah, biar bikin orang ka'o kagak pake debat. Cukup berceramah aja udah mingkem."sambungnya sembari tersenyum ceria, hilang sudah wajah murung dan juga kusutnya tadi.


"Masih punya muka, nie anak berkeliaran di kampus ini."cibir salah satu mahasiswi sambil bersidekap dada dan menatap Ella tidak suka.


"Masihlah, muka akunya kan gak di gadein. Jadi masih punya muka."Jawab Ella tanpa rasa takut.


"Ngejawab lagi, lo."marah mahasiswi itu.


"Ngejawablah, kan kamu ngomong sama aku. Jadi aku jawab, kecuali kamu ngomong sama noh tembok. Baru aku gak jawab, aku tontonin aja."ujar Ella sambil melirik tembok di sampingnya.


"Selain oon, lo juga kurang ajar ya."ucap mahasiswi itu.


"Aku gak kurang ajar kok, justru aku kenyang di ajar tiap hari. Atau yang kurang ajar itu kamu? tapi kamu tenang aja, nanti aku minta bapak dosen buat tambahin ajar kamunya, ya."Ella tersenyum riang seolah tidak punya beban.


"DIEM, LO."geram mahasiswi itu.


"Orang dari tadi juga, aku ngejogrog disini diem."


Like๐Ÿ‘ Comen ya sayangku๐Ÿ˜š๐Ÿ˜š๐Ÿ˜š๐Ÿ˜š

__ADS_1


__ADS_2