Istri Kecil Dosen Muda

Istri Kecil Dosen Muda
Kucing gatal


__ADS_3

Makan malam telah selesai dan Satria pun juga sudah pulang bersama dengan Dalina tentunya, setelah kedua orang itu pergi, Ray membawa Ella kedalam kamar untuk beristirahat. Mereka pun langsung tertidur tanpa melakukan aktipitas apapun karena Ray tidak mau memaksa Ella untuk bercinta.


********************


Keesokan harinya.


Hari ini orang tua Ray pulang dari luar kota, Ella menyambut mereka dengan wajah gembira karena sekarang dia tidak akan kesepian lagi. Sang mertua yang selalu heboh kala menemaninya menonton Derakor kini sudah kembali dengan membawa berbagai jenis oleh-oleh untuk menantu kesayangannya siapa lagi kalau bukan, Ella.


"Mam, ikut perjalanan bisnis itu seru gak sih?" tanya Ella pada Wina, kini mereka tengah bersantai di ruang keluarga.


"Seru apanya, Ell? capek yang ada." Wina menyandarkan tubuhnya disopa.


"Kalo capek, kenapa imut mulu, Mam?" tanya Ella lagi.


"Kalo gak ikut, entar papah kamu di gondol kucing gimana coba?"ujar Wina.


" Emangnya papah itu ikan asin ya, Mam. Kok Mamah takut papah di gondol kucing?"Ella menatap sang mertua.


"Maksud Mama itu loh Ell, kucing betina yang suka gatal," tutur Wina.


"Oh, kucing kurap." Ella manggut-manggut.


"Kok, kucing kurap?"


"Lah, kata Mamah kan kucingnya gatel. Berati kucingnya kurapan dong? atau kudis, panu, kutu air," cengir Ella.


"Hais, bukan kucing beneran, Ell. Yang Mamah maksud itu, pelakor, alias cewek gatel bin genit," ucap Wina.


"Nah gitu dong to the point, jadinya gak berbelit-belitkan pake bawa-bawa kucing segala. Padahal kan dia gak suka papah, orang sukanya ikan asin," cebik Ella.


"Kamunya aja yang gak konek," delik Wina.

__ADS_1


"Mamah, tuh yang gak jelas. Tinggal bilang kalo Mamah takut papah di ambil pelokor apa susahnya si," Ella berucap sembari memilih cemilan yang berserakan di hadapannya.


"Apaan tu pelokor?" Wina tidak mengerti.


"Perebut isi kolor, Mam," jawab Ella.


"Ais, kalo isi kolor mah enggak bakalan di rebut, Ell. Mana ada yang mau ngerebut isi kolor papah yang udah keriput, alot dan beruban itu," ujar Wina.


"Tapi kalo bangun 'kan berdiri tegak, keras dan menantang, Mam kek orang ngajak ribut," ucap Ella.


"Hm, ya juga sih. Tapi tetep aja pas tidur mah gak menarik."


"Serah Mama, dah. Oh ya, terus apa dong yang Mama takutin kalo bukan itu?" tanya Ella.


"Mama itu takut kalo ada yang merebut isi dompet papah kamu." jawab Wina.


"Ck, ternyata punya mertua mata duitan juga ya," lirih Ella yang masih terdengar oleh Wina.


Lama mereka berbincang sembari menonton sampai kedatangan kedua pria mengganggu acara ngerumpi mereka. Para pria itu bergabung sembari membawa berbagai kaleng minuman dingin dan juga nampan berisi aneka kue basah untuk menemani perbincangan mereka.


"Kamu kapan Ray akan menggantikan, Papa?" tanya Samsul yang tengah menikmati kue basah sambil melirik Ray.


"Nanti deh kalo istriku udah kelar kuliah, Pah," jawab Ray.


"Kenapa harus nunggu istri mu kelar kuliah?" Samsul menatap heran putranya.


"Papah taukan gimana istriku di kampus? dia itu banyak sekali di incar oleh para pria jelalatan. Kalo aku ninggalin kampus sekarang, keenakan mereka dong bisa leluasa deketin istriku," jelas Ray.


"Begitulah nasib punya istri cantik, pasti ada saja yang ingin merebut, tapi percayalah Ray, jika cinta kalian kuat maka tidak ada satupun yang bisa memisahkan kalian," ucap Samsul.


"Kak Ray itu takut kalah saing, Pah. Soalnya dia 'kan udah tua, sementara cowok-cowok di kampus masih seger-seger," celetuk Ella.

__ADS_1


"Yangg," Ray melirik sang istri.


"Apa? memang iya kan kalo kak Ray udah tua dan mereka masih muda, seumuran lagi sama aku rata-rata." Ella juga menatap Ray.


"Oh, jadi anak Papah ini minder ya, hm?" tebak Samsul.


"Sepertinya begitu, Pah. Padahalkan meskipun kak Ray udah tua dan umur kita beda jauh, tapi tetap aja di mataku kak Ray paling tampan dan juga raja di hatiku," ujar Ella dengan tersenyum manis.


"Muji sih muji, tapi tu kata tua jangan dibawa-bawa napa," gerutu Ray.


Tap jempol👍👍


Mampir kesini juga ya, di jamin bakalan baper, dah. Sad nya dapet, pokonya the best deh patut di coba. Ceritanya bagus, alurnya bagus dan tidak membosankan. Cuss kepoin kalian bakal suka deh pasti, rekomend banget yuk cuss tengok.


Judul: Takdir Gadis si Buruk Rupa


Author: Imamah Nur


Blurb:


Rindu Maharani harus menerima kenyataan pahit saat terbangun dari koma, akibat kecelakaan yang menimpa diri dan keluarganya.


Tidak hanya kehilangan kedua orang tua, tetapi ia juga dihadapkan dengan kenyataan bahwa kini wajahnya menjadi buruk rupa.


Bukan hanya wajah tetapi pekerjaan yang sebagai pencabut bulu itik dan ayam menjadi sorotan dan hinaan di sekolah.


Cobaan demi cobaan senantiasa menemani perjalanan hidupnya. Namun, Rindu tidak patah semangat. Dia menjadikan hinaan dan cercaan sebagai semangat untuk bangkit dan berkembang.


Mampukah ia mengubah takdirnya?


__ADS_1


__ADS_2