
Setelah semuanya beres, para anggota berjibaku membereskan kekacauan yang terjadi di kantor Wirawan. Sementara itu Ella kini sedang di introgasi oleh papihnya di sebuah ruangan. Di sana juga ada Ray dan Satria yang menyaksikan.
"Jelaskan semuanya!" Pintar Andi dengan penuh penekanan sembari menatap wajah santai putrinya.
"Apa yang harus di jelasin, Pih? Pandangan, Papih yang udah mulai burem ya?" tanya Ella.
"Ell.... Papih serius!" Andi menatap putrinya tajam.
"Ok ok, Papih mau aku ngejelasin apa?"
"Ada yang kamu sembunyiin dari, Papih selama ini?" Tatapan Andi begitu mengintimidasi.
"Huhh, apa yang mau, Papih tau? To the point aja," ucapnya datar.
"Siapa kamu sebenarnya?" Pertanyaan itu yang keluar dari mulut Andi.
"Papih nggak tau siapa aku? Ya ampun, Pih. Aku ini Stela Anandira, putri kesayangan, Papih," jawab Ella mendramatis.
"Ella, Papih sedang tidak bercanda. Jelasin siapa kamu? Karena papih yakin kamu bukanlah orang biasa, bukan putri polos papih yang selama ini papih kenal. Bahkan kamu mempunyai anak buah sebanyak itu, banyak sekali pertanyaan di benak, Papih ini, Ell. Coba kamu jujur sama, Papih 'Nak." Andi mengusap wajahnya kasar.
"Atau kamu yang jelasin, Sat." Andi menatap putra sulungnya.
"Kok aku, Pih." Satria menunjuk dirinya sendiri.
"Karena, Papih yakin. Kamu tau sesuatu tentang adik kamu," ucap Andi.
"Biar aku yang jelasin." Ella angkat bicara.
"Papih ingin tau siapa aku, kan? Ok, aku bakalan jawab semua pertanyaan, Papih. Jika Papih akan membenci aku setelah mengetahui semua ini. It's okey, aku akan Terima." Ella menatap intens wajah papihnya.
"Aku ini adalah ketua gangster, Pih. Gangster Angel of death. Papih tentu tau tentang gangster itu," ungkap Ella jujur.
Deg!
Seketika Andi langsung mematung tanpa bisa berkata apapun, tentu saja ia tau tentang gangster itu. Gangster terkuat nomor 1 yang paling di takuti di dunia bawah. Gangster itu terkenal akan pemimpin nya yang sangat kejam, kaji dan juga mengerikan. Membunuh tanpa ampun pada siapa saja yang mencari masalah dengannya namun belum ada yang tau rupa dari pemimpin itu, jangankan rupa, namanya saja tidak ada yang tau. Yang mereka tau hanya panggilannya saja, Quin. Yang menandakan peminpin gangster itu adalah seorang wanita.
'Jadi, ketua dari gangster terkuat itu adalah putriku sendiri. Bagaimana mungkin? Putri polosku bisa berubah mengerikan seperti ini,' gumam Andi dalam hati.
"Kalian berdua tau tentang ini?" Andi menatap Ray dan juga Satria secara bergantian.
__ADS_1
"Tau, Pih. Bahkan kak Ray sekarang bergabung dengan gangster ku." Ella yang menjawab.
"Jadi, Ray ini?"
"Iya, Pih. Kak Ray juga dulunya seorang ketua gangster. Hanya saja sekarang dia bergabung dengan gangster ku, begitu juga dengan tangan kanannya, Ragil." Lagi-lagi Ella yang menjawab sementara Ray hanya diam saja.
"Jadi Ragil juga anggota gangster?"
"Yup, Papih benar. Ragil adalah anggota gangster ku, begitu juga dengan David," jelas Ella.
"Kenapa kamu bisa masuk ke dalam dunia bawah seperti ini, Ell?" tanya Andi sembari menatap lekat putrinya.
"Aku melakukan ini, karena aku bosan di tindas, Pih," jawab Ella lirih.
"Maksud kamu?"
"Papih tau, saat aku masih duduk di sekolah menengah pertama. Aku selalu di bully, di hina. Di caci dan juga di ejek, oon, lemah. Nggak ada satu pun yang mau berteman sama aku, mereka menjauhiku dengan alasan tidak mau berteman dengan orang yang oon dan juga lemah. Papih tau, saat itu aku sempet down, prustasi. Hingga aku nggak punya lagi semangat hidup," ujar Ella yang membuat Andi mematung.
"Maafin, Papih Ell. Papih nggak tau kamu ngalamin hal seperti itu. Maafin, Papih. Karena papih udah jadi ayah yang nggak berguna buat kamu," sesal Andi.
"Ya, aku ngerti kok, Pih. Karena papih selalu mengutamakan bisnis papih ketimbang anak papih sendiri. Pernah nggak? Papih ngeluangin waktu untuk aku dulu? Sekedar menemani aku belajar mungkin, aku juga pengen kayak anak-anak yang lain. Mendapat perhatian dari ayahnya. Tapi aku sadar, aku nggak bisa maksain kehendak aku. Makannya papih jangan heran kalo aku jadi manja sama papih setelah nikah. Karena aku ingin gantiin masa-masa itu sekarang. Aku ingin ngerasain ngabisin waktu bareng sama, Papih," ucap Ella yang di akhiri dengan senyuman.
"Kamu tau tentang apa yang terjadi sama adik kamu, Sat?" tanya Andi pada Satria.
"Tau, Pih. Makannya aku nggak ngelarang Ella pas dia bilang mau bikin klompok gangster. Aku nggak mau ngeliat adik aku tertindas, Pih. Aku nggak sanggup," tutur Satria.
"Apa kamu ada niatan untuk keluar dari gangster itu?" tanya Andi pada Ella.
"Rencananya aku sama kak Ray mau keluar dan ngundurin diri dari ketua gangster. Tapi setelah kami menyelesaikan beberapa masalah," ujar Ella.
"Papih seneng dengernya, Papih nggak mau kalian terus berada dalam dunia bawah itu. Karena akan berbahaya bagi kalian, nggak ada jaminan jika kalian tidak akan terluka. Secepatnya kalian bereskan masalahnya, setelah itu cepat keluar supaya hidup kalian tenang," ucap Andi.
"Siap, Pih. Jadi papih nggak marah kan sama aku?" tanya Ella memastikan.
"Papih nggak bisa marah sama putri kesayangan, Papih. Maaf ya, dulu papih nggak punya waktu buat kamu. Papih janji akan menebusnya sekarang, menggantikan waktu kebersamaan kita yang terbuang."
"Aku sayang, Papih." Ella berhambur memeluk Andi.
"Papih juga sayang kamu." Andi membalas pelukan Ella.
__ADS_1
"Gue sayang sama lo, Ray." Satria memeluk Ray yang berdiri di sampingnya.
"Geli gue, di templokin sama ulat bangsrat kayak lu." Ray mendorong tubuh kekar Satria.
*******"**"***************
Hari ini Ella berangkat ke kantor bersama Ray, mereka turun dari mobil dan berjalan beriringan memasuki gedung. Banyak pasang mata yang menatap ke arah mereka. Ada yang iri dan ada juga yang kagum.
"Nanti makan siang bareng, kakak ya," ucap Ray setelah mengantar Ella ke ruangan divisi.
"Asiap, bosss?" seru Ella dengan cengiran khasnya.
"Ya udah, kakak pergi ya." Ray mengusak puncak kepala Ella kemudian dia berjalan pergi menuju ke ruangannya.
"Haus, ob pada kemana ya? Dah lah ke pantry sendiri aja," gumam Ella sembari melangkahkan kakinya menuju ke pantry.
"Itu kan, Diego." Ella melihat orang yang di kenalinya sedang berbincang namun entah dengan siapa karena wajah wanita itu tertutupi bahu Diego.
"Samperin ah." Ella melangkah menghampiri mereka.
"Aciee! Kalian berdua lagi ngapain? Uhuy! Roman-romannya ada yang udah jadian nih," seru Ella setelah sampai di hadapan kedua orang itu.
"Ya ampun, Ell. Lo ngagetin aja tau nggak!" ucap Diego sembari menoleh ke arah Ella.
"Yang lagi uhuy-uhuyan kaget ni ye, yang atu kaget yang atu mukanya memerah kek kepiting bakar. Hayo ngaku, kalian pasti lagi nganu ya? Mana di pojok lagi. Nggak modal bet dah, pacarannya. Yang mewah dikit napa? Di kebon gitu misalnya," cerosos Ella.
Vote dong, biar otor tu up nya nambah kan mangat ngetik kalo di evote😍
otor punya rekomendasi cerita yang bagus bet nih, patut di coba pokonya. Cerita nya seru, keren dan nggak ngebosenin. Cuss tunggu apalagi kepoin sembari nunggu si Ella up😘
Bagaimana takdir membolak balikkan cinta, atau sebenarnya cintakah yang telah membolak-balikkan takdir?
Sebuah buku note berisi puisi mempertemukan Abra, (Abraham Natawijaya 24 tahun) seorang CEO muda pada seorang gadis bertopeng yang misterius di sebuah pesta topeng yang dihadirinya. Gadis itu mampu memikat hatinya karena mampu tampil beda dengan berjilbab hingga ia mencari tahu siapa gadis itu sebenarnya.
Shasa (Shanum Andina Prawira 19 tahun) gadis yatim piatu yang diduga sebagai gadis bertopeng itu terpaksa menyangkal, karena permintaan sepupunya Rika, yang iri padanya. Ia dipaksa pacaran dengan pria yang sedang dekat dengan sepupunya itu(Bima) hingga memupus harapan Abra untuk mendekatinya.
Namun begitu, dunia kerja mendekatkan mereka walaupun kemudian keberadaan Kevin, kakak tiri Abra yang juga menyukai Shasa memperkeruh hubungan mereka.
__ADS_1
Lalu dapatkan Abra mendapatkan cinta Shasa seutuhnya? Kawal terus perjuangan Abra untuk mendapatkan pujaan hati.