Istri Kecil Dosen Muda

Istri Kecil Dosen Muda
pernyataan cinta


__ADS_3

Setelah tadi ada acara mogok bicara, hingga kekonyolan yang di buat sang dosen. Kini mereka sudah tertidur karna hari sudah larut malam, mereka juga sudah berganti pakaian, yang di bawakan oleh sopir keluarga Wardana.


******♡♡♡♡☆☆☆♡♡♡♡********


Keesokan harinya, Ray sudah terbangun terlebih dahulu. Ray segera beranjak ke kamar mandi, setelah beberapa saat, dia keluar dengan wajah yang lebih fres. Ray pun melangkah kan kakinya keluar dari ruangan Ella untuk menuju ke musola, Ray hendak melaksanakan shalat subuh.


Beberapa saat kemudian, dia sudah kembali dengan menenteng bubur. Rupanya sehabis melaksanakan shalat, Ray pergi membeli bubur untuk sarapan dia dan juga istrinya.


"Sayang, bangun yu. Ini sudah pagi."Ray meletakan bubur yang dia bawa di atas nakas.


"Hey, bangun."Ray mencolek hidung Ella kemudian memencet nya pelan.


"Udah pagi ya?"ucap Ella dengan suara serak khas bangun tidur.


"Iya, sayang. Ini sudah pagi, yuk cuci muka dulu."Ray membantu Ella untuk turun dari Ranjang.


"Kak Ray, kok tangan akunya kayak muka kak Ray, pas pertama kali kita ketemu sih!"ucap Ella, sambil berjalan kekamar mandi dengan di tuntun Ray.


"Maksudnya?"tanya Ray yang tidak mengerti.


"Tangan akunya jadi kaku, kayak pas pertama kali aku lihat muka kak Ray!"Jawab Ella.


"Emang muka kakak, kanebo kering? bisa kaku."Ray mendudukan Ella di kloset.


"Mirip lah, sama-sama kaku!"cengir Ella.


"Haist, kamu ini ya! masa suami sendiri di samain sama kanebo kering!"Ray mencuci wajah Ella pelan.


"Mangap, kak Ray. Kan emang kenyataan."cengir Ella.


"Serah kamu, lah. Buka mulutnya, gosok gigi dulu, biar nafas nya segar."ucap Ray yang sudah memegang sikat gigi yang sudah dia olesi dengan odol.


Ella pun menuruti perintah Ray, setelah semuanya beres, Ray menuntun Ella untuk keluar dari kamar mandi. Setelah itu dia menyuapi Ella sarapan bubur.


"Kok, ini buburnya enak, kak Ray? gak kayak yang kemarin!"tanya Ella.


"Karna yang ini, bubur nya, kakak beli. Kalau yang kemarin kan, bubur dari rumah sakit."Jawab Ray.


"Oh, pantesan enak."Ella kembali membuka mulutnya untuk menerima suapan dari Ray.


Untung lah, sekarang Ella makan nya, tidak sesusah kemarin. Jadi dia gak perlu membuat acara bujuk membujuk lagi.


"Giliran kak Ray dong makan! masa akunya mulu sih, yang di suapin."ucap Ella.


"Nanti aja."ujar Ray.


"Pokonya sekarang! bareng sama aku."ketus Ella.


"Iya, iya. Jangan cemberut dong! nanti cantiknya ilang."Ray mencolek dagu Ella.


"Jangan colek-colek, akunya bukan sabun colek, ya!"cebik Ella.


"Terus, sabun apa dong?"Ray memandang Ella dengan senyum manisnya.


"Kak Ray!"lirih Ella.


"Kenapa, hm?"Ray masih tersenyum manis.


"Jangan senyum terus, nanti akunya bisa diabet."ucap Ella menatap lekat Ray.


"Abisnya, liat kamu itu, kayak liat kamera. Bikin kakak pengen senyum terus."Ray membalas tatapan Ella.

__ADS_1


"Ada di deket kak Ray, serasa mau UN. Tau gak?"ucap Ella serius.


"Kenapa emang?"


"Sama-sama, bikin deg deg gan!"ujar Ella sambil memegangi dadanya.


"Kamu pernah merasakan seperti ini? saat bersama pria lain?"tanya Ray serius.


"Enggak, cuma sama kak Ray doang!"Jawab Ella.


"It means, you love me."


"Love?"


"Yes, you love me!"


"Maybe, because with you, I feel comfortable."Mereka saling bertatapan.


"I feel the same thing too."lirih Ray.


"I love you, Stela Anandira."


"I love you too, Kak Rayen Alfarizi."


Cup,


Rayen mengecup bibir mungil Ella, lalu Ray menatap lekat manik mata Ella.


"Tetaplah seperti ini, tetaplah mencintai kakak. Apapun yang akan terjadi nanti, ingatlah, kakak selalu mencintai kamu! disini, hanya terukir nama kamu, tidak akan pernah ada yang menggantikan nya, sampai kapan pu."Ray menunjuk dadanya.


"Hanya satu pintaku, selalu jaga hati kakak buat aku. Tetaplah mencintaiku!"


"Itu pasti, karna kamu adalah cinta pertama dan juga terakhir buat kakak!"


"Ya, kakak serius. Cuma kamu satu-satunya wanita yang ada dalam hidup kakak!"ucap Ray jujur.


"Kak Ray gak punya mantan?"tanya Ella.


"Gak, cuma kamu satu-satunya."


"Aku gak percaya, kak Ray kan banyak dikejar-kejar wanita. Masa gak pernah pacaran!"ucap Ella gak percaya.


"Prinsip kakak, kakak tidak suka menjalin hubungan selain hubungan pernikahan. dan juga kakak akan menyentuh wanita jika dia sudah menjadi istri kakak! jadi percaya lah, cuma kamu satu-satunya wanita yang berada dalam hidup kakak, selain Mamah."jelas Ray.


"Jadi, first kiss kakak, juga sama aku?"


"Ya, semua yang kamu dapatkan, adalah yang pertama, Kiss, love and making love."ujar Ray.


Cup,


"Kakak, kangen!"ucap Ray sambil memeluk Ella.


"Woy, masih pagi nih. Peluk-pelukan mulu."teriak seseorang yang baru saja membuka pintu ruangan Ella.


"Bangsat,"teriak Ella.


"Haist, kenapa lo masih manggil gue, kayak gitu sih?"gerutu Satria.


"Mangap bang, akunya hilap."cengir Ella.


"Gimana keadaan kamu?"Satria menghampiri Ella, lalu dia duduk di samping adiknya itu.

__ADS_1


"Udah baikan kok."Jawab Ella.


"Maaf ya, abang baru kesini sekarang. Soalnya abang baru pulang dari luar kota, abang juga baru tau tadi subuh, dari Mamih."ucap Satria mengelus kepala sang adik.


"Gak papa kok bang, lagian akunya juga udah baikan."Ella tersenyum ceria.


"Adek abang, emang kuat."


Cup, Satria mengecup kening sang adik, lalu mengelus pucuk rambut Ella.


"Ekhem."


"Napa Ray?"Satria melirik Ray.


"Gak usah cium-cium, itu punya gue."ketus Ray..


"Elah, pelit amat lu. Dia kan adek gue!"cebik Satria.


"Tapi dia istri gue,"Ray tak mau kalah.


"Ngecup dikit doang, juga."


"Pokonya gak boleh, lu cari cewek sana. Biar bisa lo bisa ciumin sepuasnya, Ella cuma milik gue, jadi cuma gue yang boleh nyium dia!"ucap Ray tegas.


"Dasar bucin."


"Oh, ya Ray. Gimana sama wanita yang udah bikin Ella celaka? apa dia udah di laporin ke polisi?"tanya Satria.


"Gue gak laporin dia ke polisi."


"Lah, kenapa gitu?"


"Gue emang gak laporin dia, tapi gue udah nyuruh anak buah gue, buat bikin perhitungan sama tu cewek. Dan bakal gue pastiin, semua itu gak akan pernah dia lupain selama hidupnya. Bahkan ini lebih mengerikan dari sekedar di penjara!"ucap Ray dingin.


"Lo, apain dia?"


"Yang pasti, hal itu sangat mengerikan. Siapapun yang pernah masuk kesana! akan mengalami trauma berat, depresi dan juga ketakutan yang berlebih."


"Gila, jadi lo sekap dia, dimana?"


"Di tempat yang sangat mengerikan, tentunya."


"Terus, lo bakalan lepasin dia? apa lo gak takut dia bakalan balas dendam? terus nyakitin Ella kembali."


"Itu gaakan pernah terjadi, jangankan untuk menyakiti Ella. memikirkan nya saja, akan membuat dia menderita."ucap Ray dengan seringai di bibirnya.


"Sadis, sebenarnya lo apain sih cewek itu? gue jadi penasaran!"


"Gue akan lebih sadis, jika ada yang menyakiti orang yang paling gue sayang. Dan lo, gak perlu tau apa yang gue lakuin. Ntar lo kena mental."


"Cih, gue gak selemah itu."


"Kak Ray,"lirih Ella yang sedari tadi diam menyimak pembicaraan mereka.


"Kenapa, sayang?"Ray menatap istrinya.


"Makasih, makasih karna kak Ray udah bikin aku jadi wanita yang paling beruntung, dengan mempunyai suami seperti kakak. Makasih karna kak Ray begitu mencintai dan juga menyayangi aku, dan makasih juga untuk perhatian kakak selama ini."ucap Ella terlihat dewasa.


"Sama-sama, sayang. Titik, koma dalam sebuah kalimat saja, kakak perhatikan. Apalagi kamu!"Ray memegang kedua pipi Ella.


"Huekk, pengen muntah gue, denger gombalan lo."

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak ya readers😊


Mohon dukungan nya🙏🙏


__ADS_2