Istri Kecil Dosen Muda

Istri Kecil Dosen Muda
Masalah kandungan.


__ADS_3

Tak terasa, kehamilan Ella sudah memasuki tujuh bulan dan beberapa hari lagi syukuran akan di gelar. Kini dia sangat kesulitan untuk melangkah, perutnya terlihat begitu besar dari ibu hamil lainnya. Bahkan Dela yang kandunganya sudah memasuki delapan bulan pun tidak sebesear itu. Ella memang belum USG rencananya kala kandungannya memasuki delapan bulan barulah dia akan melakukan USG. Ella dan juga Dela sudah cuti kuliah sejak kandungan mereka memasuki usia kelima.


"Kak Ray, jalan-jalan yuk. Aku bosen tau di rumah mulu." cemberut Ella yang tengah duduk di sopa ruang keluarga.


"Mau jalan-jalan kemana hm?" Ray mengelus lembut surai sang istri yang tergerai indah.


"Em, ke kafe aja yuk nongkrong. Ajakin abang dkk juga ya, jangan lupa Dedel." ujar Ella.


Ray pun mengangguk kemudian dia menghubungi Satrian dan juga Galang, setelah itu dia mengajak sang istri ke kamar untuk bersiap. Ella mengenakan Dress ibu hamil berwarna biru muda, Dress itu begitu cantik apalagi di pakai oleh Ella yang kulitnya putih mulus. Sedangkan Ray, dia hanya mengenakan kaos oblong putih saja dan juga celana jeans selutut. Selesai bersiap merekapun langsung saja berangkat menuju ke kafe Victoria tempat mereka janjian.


"Kangen deh pergi ke markas lagi, bertarung lagi." ucap Ella saat mereka sedang berada di mobil.


"Nanti kalo Baby udah lahir, kamu bisa pergi kesana lagi." Ray melirik sang istri sekilas.


Memang semenjak kehamilannya membesar Ella sudah tidak aktip lagi dalam dunia per gangsteran, Ray lah yang mengurus semua itu. Ella memutuskan untuk fakum sementara menjadi Quin AOD, nanti setelah dia melahirkan dia akan terjun kembali ke dunia itu, dunia yang membuatnya kuat dan tidak mudah tertindas. Awalnya Ray dan juga Ella ingin fakum untuk selamanya dari dunia hitam itu, tapi setelah di pikir kembali, jika mereka fakum tetap saja musuh akan mengintai karna sebagian sudah ada yang tau siapa pemimpin dari AOD. Mereka juga mempunyai tanggung jawab besar dalam gangster itu, apalagi Ella, dia tidak mungkin meninggalkan gangster yang sudah ia bangun dari nol hingga sampai sebesar ini.


Sampailah mereka di pelataran kafe, Ray langsung memarkirkan mobilnya kemudian dia masuk kedalam dengan menuntun Ella yang mulai kesusahan dalam berjalan.


"Siput-siput, jalan aja lama bener." cibir Satria saat mereka sudah memasuki kafe dan hendak duduk di kursi yang sudah ada Satria dkk juga Dela.


"Diem lu Jotan." kesal Ella sembari terus melangkah dengan dibantu oleh Ray.


"Apaan lagi tuh Jotan? aneh-aneh aja panggilan lo Ell." ucap Rendi yang berada di samping Satria.


"Jomblo karatan." ujar Ella yang sudah mendudukan dirinya di samping Dela dan disusul oleh Ray.


"Buahaha, jomblo karatan. Tapi emang bener si, elo udah karatan karna kelamaan ngejomlo." Rendi tertawa puas.


"Emangnya elo punya pacar gitu?" sinis Satria.


"Ya, belum si." cengir Rendi.


"Ck, sesama jomblo jangan saling menghina, kita nikmati aje kejombloan eni sampe nanti predikat Jotan berubah jadi Jonan." ucap Satria sembari bersandar di kursi.


"Paan tu Jonan?" Rendi tidak mengerti.


"Jomblo ubanan." Satria berbicara dengan santainya.


"Amit-amit, kagak mau gua jadi jomblo sampe ubanan. Jangan sampe hamba begitu ya tuhan, cukup si bangsat aja. Hamba masih ingin merasakan kehangatan gua berambut."ucap Rendi mendramatis.


" Berisik amat lu berdua, noh liat si Ragil ama David. Mereka jomblo tapi santuy aja."Ray menatap dua kedua jones itu kemudian beralih menatap Davin dan juga Ragil yang nampak tenang.


"Bodo amat, pan ni kafe udeh di boking. Jadi bebas dong mau berisik, tereak-terak guling-guling mewek kejer pun." cebik Satria.

__ADS_1


Memang kafe Victoria sebelumnya sudah di boking oleh Ray, dia melakukan itu supaya sang istri merasa nyaman tidak terganggu oleh orang-orang yang berlalu lalang. Selain itu memboking kafe juga supaya mereka lebih leluasa untuk berbincang. Mereka terus mengobrol kesana-kemari dengan ditemani berbagai hidangan dan juga minuman segar. Hubungan David juga Ella pun kini sudah mulai membaik walau tidak sedekat dulu.


Untuk masalahnya itu masih tetap sama, yaitu karna perasaan cinta David terhadap Ella, perasaan itu tumbuh jauh sebelum Ella mengenal Ray, perasaan David di mulai pada saat dirinya pertama kali bertemu dengan Ella dikala Ella masih duduk di bangku SMP, saat itu Ella sedang di buly dan David lah yang menolongnya David juga yang membantu Ella dalam membangun AOD hingga sampai seperti sekarang. Meskipun David tidak bisa membendung perasaannya tapi dia masih bisa mengendalikan akal sehatnya. Dia tidak akan memaksakan kehendak untuk memiliki Ella, melihatnya selalu tersenyum bahagia saja itu sudah cukup untuk David. Dia tidak akan mengganggu kebahagiaan Ella, justru ia akan menjaga dan juga melindungi Ella dari kejauhan. Itu jugalah yang membuat Ella enggan membenci David, karna dia telah berjasa untuk hidupnya. David juga berjanji padanya, dia tidak akan mengganggu rumah tangga Ella seperti Yuda karna cinta tak terbalasnya.


"Dek, kapan si keponakan gue berojol?"tanya Satria yang baru saja menghabiskan makanannya.


" Dua bulan lagi bang."Jawab Ella yang tengah mengaduk minumannya.


"Lama bener." ucap Satria.


"Abang pikir bayi akutuh telur ayam apa yang gampang netas." cebik Ella.


"Kek nya bukan telor ayam deh Dek, tapi bayi gajah." Satria berucap tanpa dosa.


"BANGSAATTT, ih jahat banget sih. Masa berudu aku di katain bayi gajah." Ella mengerucutksn bibirnya.


"Masih aja lu panggil berudu, bukannya udah berubah jadi anak katak ya." lagi-lagi Satria membuat Ella bertambah kesal saja.


"Adek jangan marah-marah, nanti kamu lekas tua. Emang gitu kenyataannya." Satria bernyanyi dengan nada absrud.


"Aku sebel ih sama abang, jahat ih. Awas aja ya, nanti aku bales." wajah Ella sudah memerah menahan kesal.


"Tapi dari pengelihatan aku, emang perut kamu gede banget sih Ell. Kandungan aku yang udah delapan bulan aja gak segede itu." sahut Dela.


"Sat, rumah sakit apa kuburan?" Ray mengepalkan kedua tangannya dan bersiap seolah-olah ingin menonjok Satria.


"Kejem amat lu Ray," delik Satria.


"Dek, menurut gue lu periksa dah ke Dukun beranak, takutnya ada masalah ama kandungan elu." saran Satria.


"Ngasih saran yang bener ngapa ngab, ke Dokter, bukan ke Dukun beranak. Emangnya eni jaman buhun apa."koreksi David.


" Sama aja, sama-sama tempat berojolin anak."Satria tak mau kalah.


"Serah lu dah." kesal David.


"Sekalian MSG ya Dek, abang pengen tau bayi elu cowok apa lakik." Satria menatap kearah Ella.


"Si bangsat udah oleng karna kelamaan jomblo, makannya omongannya kagak ada yang bener." Ragil menimpali.


"Mulut-mulut sape?" sewot Satria.


"Elu."

__ADS_1


"Noh lu tua, ngapa elu yang repot coba." delik Satria.


"Karna ucapan elu salah bangsat, lama-lama gemes juga ya ama elu. Boleh gak sih bunuh orang pas bini lagi bunting?" Galang ikutan kesal.


"Edi bagus kak Galang, bunuh aja. Aku ikhlas lahir batin kok. kita cari Uncle baru ya nak, biar kamu gak punya Uncle sableng kaya dia." Ella mengelus perut buncitnya.


"Atau gak kita kawinin aja sama si Onah, sapa tau sablengnya ilang." timpal Ray.


"SEJUTA." teriak mereka.


Hay hay, ketemu lagi sama otor solehot. Jangan lupa tinggalkan jejak ya reader solehotin. Tayang kalian deh😘😘😘😘


Mampir sini yuk seru dah pokonya otor jamin em pake apa ya jaminnya, pake hati otor ajalah, karna raga otor ada yang punya aseekkkk🤣 seru abis dah nyok cus kepoin tapi otornya mah gak abis kok masih berwujud😆


Judul : Tuan Mafia


Karya : selvi_19


Alex hanya seorang anak jalanan, untuk memenuhi hidupnya Alex terpaksa mencuri hingga suatu hari Alex bertemu dengan mafia dan di besarkan di


lingkungan mafia, hingga di umurnya yang ke 30 tahun Alex di angkat untuk mengantikan ayah angkatnya sebagai ketua mafia.


Suatu hari Alex mengetahui siapa kedua orang tuanya dan penyebab


kematiannya, ternyata Alex adalah keturuna dari D’devil, D’devil adalah


anggota mafia yang sudah berdiri puluhan tahun. Sehingga Alex berniat


membalas dendam atas kematian kedua orang tuanya dengan menikahi putri dari pembunuh tersebut.


Laura gadis yang kurang beruntung karena hidup sebagai anak angkat dari


keluarga Gunawan dan lebih menyedihkan lagi ia harus mau menikah dengan


Alex sebagai balas budi karena telah menyelamatkan gunawan


Apakah Alex akan berhasil membalas kematian kedua orang tuanya?


Apakah akan ada cinta di antara Alex dan Laura?


Bagaimana reaksi Alex jika tau Laura bukan putri dari Gunawan?


__ADS_1


__ADS_2