Istri Kecil Dosen Muda

Istri Kecil Dosen Muda
Bajingan kecil.


__ADS_3

Keesokan harinya Ella berangkat kuliah dengan di antar oleh Satria, karna Ray hari ini tidak mengajar, dia di tugaskan oleh sang Papah untuk menggantikannya menghadiri meeting di karnakan sang Papah sedang berada di luar kota.


"Jangal nakal di kampusnya, jangan lari-lari. Inget di perut elu sekarang ada kehidupan lain yang mesti elu jaga."nasihat Satria sebelum Ella turun dari mobil.


"Iya, bangsat ku sayang. Adek mu yang cantik paripurna tiada tara ini kuliah dulu ya, babay."Ella turun dari mobil Satria sembari melambaikan tangan.


Ella berjalan dengan pelan menyusuri koridor kampus, dia heran mengapa orang-orang tak lagi menatapnya sinis seperti dahulu, malahan sekarang mereka sering menyapa Ella dengan tersenyum ramah. Tapi dia tidak mau ambil pusing biarlah mungkin mereka sudah insaf pikir Ella.


"Hai Dedel."sapanya kepada Dela begitu dirinya memasuki ruangan tempatnya belajar.


"Hai Ell, baru dateng?"Dela berucap dengan sangat lesu.


"Kamu kenapa? kok lesu banget sih, apa kamu punya masalah?"tanya Ella sembari duduk di samping Dela.


"Aku gak papa kok Ell, hanya sedikit tidak enak badan saja."Jawab Dela,


Namun Ella bukan orang yang mudah di bodohi dia bisa melihat kebohongan dari raut wajah Dela, tapi Ella tidak mau memaksa Dela untuk bercerita takutnya itu adalah privasinya.


"Oh ya Ell, kamu kan belum cerita tentang hubungan kamu sama pak Ray. Ayok cerita sekarang aku penasaran."ucap Dela.


"Ok, aku bakal cerita, tapi intinya aja dulu ya. Tidak mungkin cerita semuanya waktunya gak bakal keburu."ujar Ella.


"Ok, ok. Intinya aja."Dela menatap Ella dengan sangat serius.


"Jadi aku sama kak Ray sudah menikah, dia itu suami aku Dedel."jelas Ella.


"Oh, dia suami kamu."Dela terlihat manggut-manggut.


"APAA? Dia suami kamu."kaget Dela yang baru konek sembari menggebrak meja.


"Iya, dia suami aku."


"Sumpah demi apa? kenapa kamu gak pernah cerita. Aku bener-bener kaget loh Ell."ucap Dela.


"Tadinya aku mau merahasiakan pernikahan kita, karna aku gak mau mereka semua tau bahwa aku telah menikah dengan Dosen ku sendiri. Tapi sekarang aku gak mau menutup-nutupinya lagi, soalnya sudah ada berudu di dalam perutku."Jelas Ella sembari mengelus perutnya.


"Kamu hamil Ell?"tanya Dela.

__ADS_1


"Iya,"Ella mengangguk samar.


"Wah, selamat ya Ell. Semoga baby yang ada di perutmu sehat selalu dan juga pernikahan mu selalu di limpahkan kebahagiaan."Dela menatap Ella dengan tersenyum tulus.


"Aminn, terimakasih do'anya Dedel."


"Dedel, kalo suatu saat kamu punya masalah, kamu cerita ya sama aku, jangan memendam masalah mu sendirian, kamu masih punya aku. Aku akan berusaha untuk membantu mu, kita harus berbagi kebahagian maupun kesedihan. Karna bagiku kamu bukan hanya seorang sahabat tapi sudah seperti sodara sendiri."ujar Ella.


"Terimakasih Ell, aku janji aku akan menceritakan masalah ku jika aku sudah tidak sanggup untuk menyelesaikannya sendiri."


Obrolan mereka terpotong karna Kevin sudah datang untuk mengajar mereka menggantikan Ray.


"Pagi semua."sapa Kevin.


"Pagi pak."Jawab mereka kompak.


"Jadi hari ini pak Kevin yang tampan dan unyu ini kembali lagi mengajar kalian untuk menggantikan Dosen kalian yang super duper judes bin kaku itu. Di karnakan beliau sedang ada urusan mendadak."ujar Kevin.


Memang Kevin sangat berbeda sekali dengan Ray, Kevin cenderung humoris terkadang juga tengil seperti julukannya yang di terapkan oleh mahasiswa/mahasiswi disana. Tapi meskipun begitu banyak yang suka dengan cara mengajar Kevin, menurut mereka cara mengajarnya sangat menyenangkan dan tidak membuat mereka bosan.


"Baiklah kita mulai saja materi untuk hari ini, hari ini materinya kelanjutan dari materi kemarin yang di sampaikan oleh Dosen judes."ucap Kevin sembari tersenyum ramah.


"Wokeh, materi hari ini selesai. Pak Kevin tampan pamit dulu ya, jangan kangen sama pak Kevin ya, berat kalian gak akan kuat. Biar bapak saja yang kangen kalian semua, babay siswa-siswi unyu."Kevin melangkah keluar dengan melambaikan tangan.


Setelah Kevin pergi mereka pun berhamburan keluar, ada yang ke kantin, ke perpus, ada juga yang pergi ke taman.


"Pak Rayen kemana Ell? kok gak ngajar."tanya Dela saat mereka berjalan di koridor.


"Kak Ray gantiin Papah meeting, karna beliau sedang berada di luar kota."Jawab Ella.


"Oh."Dela ber oh ria.


Karna perut mereka sudah keroncongan, jadi mereka pun memutuskan untuk pergi ke kantin.


"Biar aku yang pesen Ell, kamu mau apa?"ucap Dela.


"Soto aja deh, sepertinya aku sedang ingin makan itu."ujar Ella.

__ADS_1


"Baiklah, tunggu bentar ya."Ella pun mengangguk.


Ella menunggu Dela sembari bermain ponsel, tapi dia tidak terlalu fokus pada ponselnya. Matanya terus saja memperhatikan keadaan sekitar yang menurutnya ada gerak-gerik yang cukup mencurigakan.


"Ow, rupanya dia belum puas bermain-main dengan ku."gumam Ella dengan menyeringai.


Dia tetap saja berlagak seperti sedang bermain ponsel supaya orang itu tidak curiga bahwa Ella telah mengetahui keberadaannya.


"Kita lihat saja apa yang akan kau lakukan bajingan kecil."Ella melirik orang itu dengan secepat kilat.


"Nih Ell soto kamu."Dela meletakan sebuah mangkok berisi soto di hadapan Ella.


"Maacih Dedel."Ella langsung saja meraih mangkok yang masih mengepul itu.


"Minumnya es teh manis aja gak papa kan? soalnya tadi aku lupa nanya sama kamu."ucap Dela.


"Gak papa, kan sama inih minuman."


Mereka pun makan dengan begitu lahap, sesekali mereka bersenda gurau si sela menikmati makanan itu. Ella memang terlihat santai menyantap makanannya, tapi jangan salah, fokusnya tetap saja terbagi kepada orang itu, dia juga sesekali mengamati keadaan sekirar, takutnya orang itu tidak sendiri. Mengingat dirinya pernah kalah oleh Ella.


Mereka sudah selesai makan, setelah membayar mereka langsung saja pergi ke taman kampus untuk bersantai di sana.


Ella mengamati orang itu yang sedang mengintili dirinya, Ella tidak mau lengah dia takut orang itu akan melukai orang sekitar, jadi dia sengaja memilih taman yang paling pojok, karna disana jarang di singgahi orang.


"Gimana rasanya Ell, menikah dengan Dosen sendiri?"tanya Dela penasaran.


"Ya, begitulah. Kadang ada sukanya, dukanya. Mungkin sama aja seperti pernikahan yang lainnya yang di penuhi oleh asam garam bumbu pernikahan."ujar Ella.


"Aku penasaran deh sama sikap pak Ray ke kamu. Apa manis romantis, atau ketus bin judes sama seperti saat mengajar."ucap Dela antusias.


"Kamu kalau tau sipat aslinya dia pasti bakal kaget deh, dia itu sebenarnya enggak ketus bin judes kok. Mungkin dia seperti itu karna tuntutan provesi yang mengharuskannya untuk tegas dan berwibawa."Jelas Ella dengan mata yang terus menelisik sekitar.


"Ma...."


Dorr,


Prakkk,

__ADS_1


Maaf ya kemarin author tidak up di karnakan kemarin authornya tumbang dan hari ini alhamdulilah author sudah agak pulih jadi bisa nulis kembali😊


__ADS_2