
"Kak Ray! Huaaa! Tolong aku!" Ella langsung berteriak saat melihat suaminya datang.
"Minggir!" Ray mendorong kerumunan yang menghalangi jalannya.
"Minggir kamu!" Ray menatap tajam Misya yang berdiri di hadapannya.
"Dosen dan Dekan sama saja. Sama-sama telah terjerat rayuan jal*ng ini." Misya menarik kasar lengan Ella.
"Tutup mulutmu, wanita yang kau sebut ****** itu adalah istriku!" bentak Ray seketika membuat Mesya membeku.
Bukan hanya Mesya, tetapi juga para siswi lainnya. Mereka menganga tak percaya. Apakah yang di bilang sang Dosen idola mereka itu benar? Jika iya, maka hari ini adalah hari patah hati satu kampus. Pasalnya mereka begitu mengidolakan Ray, dosen tertampan walau pun sikap Ray begitu dingin. Namun itu membuat mereka semakin mengidolakan Ray sang dosen cool.
"Ini nggak bener 'kan? Pasti ini cuma rekayasa!" teriak salah satu siswa kakak tingkat Ella.
Hari ini bukan saja menjadi hari patah hati bagi para siswi. Namun menjadi hari patah hati untuk para siswa juga. Karena meskipun Ella jarang bersosialisasi dengan mereka dan hanya kenal sekilas. Tetapi para siswa begitu tertarik pada sosok Ella yang berperawakan cantik, manis dan juga imut. Mereka tidak tau saja gadis imut ini aslinya mengerikan.
"Ya, ini pasti rekayasa untuk menutupi sekandal mereka!" sambung seorang siswi.
"Ini akal-akalan mereka supaya hubungan gelapnya tidak menjadi gunjingan!"
"Bukankah pak Ray dulu sempat di kabarkan sudah menikah?"
"Wah parah, dia malah bermain serong dengan siswinya sendiri. Kasian pak bini di rumah."
"Nggak nyangka ya, mereka sebejat itu!"
"Tapi meskipun bejat, gue tetep suka sama pak Ray!"
"Dia benar-benar dosen idaman!"
Begitulah kira-kira ucapan mereka dengan lantang sehingga terdengar oleh orang-orang yang berada di aula.
"Saya tidak pernah merekayasa apapun! Saya memang sudah menikah dan Stela Anandira ini adalah istri saya!" teriak Ray lantang sembari merengkuh tubuh mungil Ella.
"Benar kata pak Ray, beliau dan juga Stela memang sudah menikah. Saya juga sudah mengetahui semua ini dari awal, mereka menyembunyikan pernikahannya karena ini permintaan dari Stela, dia ingin nyaman belajar di kampus seperti siswi lainnya," tambah Pak Dekan.
"Jadi benar kalian sudah menikah?" tanya Misya.
"Bener Mimis Koya!" Ella yang menjawab.
"Mana buktinya?" tanyanya lagi.
__ADS_1
"Ini."
Ray mengeluarkan buku nikah dari saku jasnya dan juga beberapa lembar poto pernikahan mereka. Ray sudah memprediksi semua ini akan terjadi, ya. Bukti. Pastilah mereka meminta bukti. Jadi sebelum ke kampus, Ray pulang ke rumah dahulu untuk mengambil bukti-bukti ini.
"Jadi benar mereka sudah menikah." Terdengar bisik-bisik para siswi.
"Yah, hancur hati gue!"
"Pupus sudah harapan jadi istri dosen tampan!"
"Tampan, cool, maco lagi."
"Bukankah tidak di perbolehkan antara siswi dan dosen mempunyai hubungan? Apalagi ini pernikahan," ucap Misya yang tidak bisa menerima kenyataan ini.
"Kenapa tidak di perbolehkan? Apakah pernikahan itu sebuah aib atau kejahatan sehingga di larang? Lagi pula Stela ini sudah cukup umur untuk di nikahi, bukan gadis di bawah umur lagi," ujar pak Dekan.
"Bapak tidak bisa berkata seperti itu, karena Bapak tidak sepenuhnya punya wewenang di kampus ini. Bapak itu cuma Dewan kampus, bukan pemilik kampus, jadi Bapak jangan sok berkuasa di sini. Di kampus mana pun memang sudah umum jika dosen dan siswi tidak di perbolehkan mempunyai hubungan!" hardik Misya yang kekeuh ngotot menentang hubungan Ella dan Ray.
"Apa hubungan saya dan istri saya mempengaruhi pembelajaran kampus ini? Toh, saya tetap bersikap profesional, saya tidak membeda-bedakan istri saya dan siswa/siswi lainnya," ucap Ray emosi.
"Memang itu sudah ketentuannya, salah satu dari kalian harus ada yang di keluarkan dari kampus ini. Saya akan melaporkan kalian beserta Dekan yang tidak becus mengurus masalah seperti ini malah membela orang yang jelas-jelas salah. Lihat saja, sebentar lagi kalian akan di tendang dari kampus ini," ucap Misya dengan menggebu.
"Siapa yang berani menendang kami dari sini?" Ray menatap nyalang Misya sambil bersidekap dada.
"Silahkan, saya tidak takut," tantang Ray.
"Dengan senang hati. Siap-siap saja kalian akan kehilangan perkerjaan dan kamu akan putus kuliah." Misya menatap ke arah Ray, pak Dekan kemudian kepada Ella.
"Ok, tunggu apa lagi. Laporkan cepat," titah Ray.
"Secepatnya saya akan menemui keluarga Wardana pemilik kampus ini," ucap Misya yakin.
"Kamu tidak perlu repot-repot menemui mereka. Toh pemilik kampus ini ada di hadapan kamu," ungkap Ray.
"A-pa maksud, Bapak?" Misya tergugu menatap Ray.
"Saya pemilik kampus ini, saya adalah anak dari keluarga Wardana. Rayen alfarizi Wardana," tutur Ray yang mana membuat Misya membeku begitu juga dengan yang lainnya.
"Lelucon apa ini?" Misya masih menyangkal.
"Ini bukan lelucon, tapi pakta." Ray menunjukan poto keluarganya.
__ADS_1
Dimana di sana ada Wina, Samsul, Ray, Ella dan juga si kembar. Memang dia mengajar di sini tanpa embel-embel nama Wardana. Hanya Dekan lah yang tau bahwa dia adalah anak pemilik kampus ini. Mereka hanya tau bahwa Ray adalah seorang dosen biasa saja. Samsul memang sangat terkenal di dunia bisnis, bahkan dia sering di juluki raja bisnis dan menjadi orang terkaya no satu di kota itu. Di susul oleh Andi Papih Ella yang menduduki peringkat kedua. Namun Ray dan Ella tidak mau mereka di kenal sebagai anak kedua raja bisnis itu. Mereka memilih menjadi orang biasa, sederhana. Supaya lebih bebas. Mungkin tidak untuk sekarang, karena Ray akan menggantikan Samsul meminpin perusahaan, otomatis Ray yang sekarang akan di kenal banyak orang.
"Sekarang sudah jelas bukan, jika Stela itu bukanlah perempuan penggoda ataupun sebutan yang tadi kalian ucapkan itu. Itu sangat tidak pantas sekali. Stela ini adalah istri dari Rayen Alfarizi Wardana dan juga menantu dari keluarga besar Wardana. Tentu kalian tau konsekuensi yang akan kalian dapatkan jika mengusik keluarga Wardana. Apa lagi ini, kalian telah nencoreng nama baik menantu mereka bahkan memfitnah nya dengan tuduhan yang teramat keji," ucap Dekan panjang lebar.
Ucapan Dekan seketika membuat mereka terdiam, takut? Tentu saja, karena mereka tau ber-urusan dengan keluarga Wardana sama saja dengan menantang maut.
"Maafkan kami, Pak," ucap mereka lirih dengan menunduk kecuali Misya.
"Minta Maaflah pada Stela, dan juga berdo'a semoga saja dia tidak memperpanjang masalah ini dan menjebloskan kalian ke dalam jeruji besi dengan tuduhan pencemaran nama baik," ujar Dekan.
"Stela ... Kami minta maaf, jangan laporkan kami ke polisi. Dan juga jangan keluarkan kami dari kampus ini, kami mohon ...," ucap mereka dengan menunduk.
"Ok, aku mau maafin kalian. Tapi dengan satu syarat," ujar Ella.
"Syarat apa?" Mereka mendongkak menatap Ella.
"Kalian harus membersihkan nama baik aku, pokonya aku nggak mau tau, kalian harus buat nama aku bersih seperti semula. Aku nggak mau orang-orang di luaran sana ber-anggapan jelek tentang aku."
"Baiklah, aku akan buat video klarifikasi tentang video yang sebelumnya tersebar," ucap seorang siswi.
"Jadi, kamu yang nyebarin video itu." Ella menatap tajam siswi itu.
"Iya, aku minta maaf, Ell. Aku cuma di suruh, Misya." Dia menunduk.
"Lo!" Misya menatap nyalang siswi itu.
"Kenapa kamu melakukan itu?" tanya Ray kepada Misya.
"Karena saya benci dengan wanita itu."
"Alasannya?"
"Karena dia selalu merebut perhatian semua siswa di kampus ini. Bukan hanya siswa, tapi juga dosen. Saya, benci dia. Padahal dia tidak ada apa-apanya di banding saya. Tapi kenapa mereka selalu memuja-muja Stela, bahkan banyak dari siswa baru dan juga tingkat ahir yang mengidolakan wanita itu," ungkap Misya dengan menatap Ella penuh kebencian.
"Kalo kamu ingin di perhatiin dan di idola kan. Ubah sipat kamu, jika seperti ini, mereka mana mau mengidolakan monyet. Mengidolakan kamu sama aja mengidolakan monyet, brutal dan tidak tau malu, liar. Tapi bisa nurut dan baik kalo punya pawang. Lebih baik kamu cari pawang deh, aku punya rekomendasi pawang buaya. Mau?" ucap Ella.
"Euhh, kurang ajar lo!" bentak Misya.
"Nggak kurang, justru kebanyakan."
Maaf ya, reader baru up. Naskah udah di bikin dari malem. Eh pas mau di upload. Nggak bisa. Datanya abis pamirsa, mana kang kouta kehabisan saldo. Maklum otor tinggal di plosok jadi kang kouta cuma satu. Janji deh hari ini up nya nambah karena kouta dah full😁
__ADS_1
Maaf juga yg di bikin penasaran😘 sengaja hehe✌✌
Jangan lupa jejak ya, love you all😘😘