Istri Kecil Jenderal Agha

Istri Kecil Jenderal Agha
Jebakan


__ADS_3

Di suatu siang yang cukup terik, Agha duduk di balik meja kerjanya Yanga da di aula utama kantor penyidik sambil menggenggam kantong kain dan tampak tengah mengunyah sesuatu dengan terus tersenyum lebar.


Agha lalu meletakkan kantong kain berisi permen cokelat yang dibikin khusus oleh Kiana untuknya karena ia ingin mengambil kertas kecil yang ada di balik bajunya.


Agha membaca kembali tulisan indahnya Kiana di kertas kecil itu dengan senyum bahagia dan penuh cinta, "Aku bikin permen cokelat khusus untuk, Mas, agar Mas bisa terus merasakan manisnya cintaku. Permen cokelat ini sebagai pengganti ciumanku setiap hari di saat kita tidak bisa bertemu. Dimakan saat Mas merindukan ciumanku, ya. Kiana yang selalu mencintai Mas Agha"


Agha lalu mencium kertas itu dan memasukkan kembali kertas kecil itu dibalik bajunya. Agha selalu membawa kertas kecil itu ke mana pun dia pergi.


Saat Agha hendak memasukkan kotak kain berisi permen cokelat bikinannya Kiana, seorang kakek dan dan seorang perempuan muda diantarkan oleh Bora menghadap dirinya.


Agha menjadi lupa memasukkan kotak kain berisi permen cokelat bikinan istri tercintanya ke balik bajunya saat Bora berkata, "Kakek ini bersikeras ingin menjodohkan Cucunya dengan Anda karena Kakek ini butuh uang cukup banyak untuk menebus tanah dicuri oleh Menteri pertanahan yang bernama Widura. Kakek ini bernama Karyana dan cucunya ini bernama Lastri"


"Hah?! Aku sudah menikah, Kek. Aku tidak bisa menikahi Cucu Kakek"


"Tapi saya tidak akan bisa memperoleh uang dari Anda kalau Anda tidak menikahi Cucu saya ini. Cucu saya bersedia menjadi Istri kedua Anda dan........."


Tentu saja aku mau menikah dan jadi Istri kedua pria tampan dan gagah ini, kek. Batin cucunya kakek yang bernama Karyana itu.


"Memangnya Kakek butuh uang berapa banyak?"


"Lima ratus ribu tael emas" Sahut Kakek itu.


"Wah, banyak juga, ya"


"Makanya nikahi Cucu saya. Cucu saya sangat cantik, kan, dia juga masih perawan. Saya hanya punya Cucu saya. Saya tidak punya barang berharga lainnya karena semua sudah diambil sama Menteri jahat itu"


"Kenapa Kakek tidak menikahkan Putri Kakek dengan Menteri itu? Atau Kakek nikahkan Cucu Kakek dengan Putra dari Menteri itu?"


"Menteri jahat itu tidak punya Putra. Anaknya perempuan semua. Dan Cucu saya tidak mau menikah dengan pria tua dan menjadi Istri keenam dari pria tua itu"

__ADS_1


Agha meraup kasar wajahnya dan berkata, "Aku tidak bisa memberikan uang sebanyak itu kepada Kakek dan aku tidak bisa menikahi Putri Kakek karena aku sudah menikah dan aku sangat mencintai Istriku. Aku tidak pernah berniat memiliki selir"


"Kenapa begitu? Bukankah semua bangsawan diberi hak untuk memiliki selir?"


"Iya, Kek. Tapi aku tidak mau memiliki selir karena aku sangat mencintai Istriku"


"Lalu, Kakek harus mencari uang ke mana lagi? Karena Cucu Kakek ini hanya mau menikah dengan Anda, Jenderal Agha"


"Kenapa aku?" Agha mendelik ke perempuan muda di depannya yang memang sangat cantik.


"Karena Anda pernah menolong saya di tengah jalan waktu saya hampir terinjak kuda, Yang Mulia. Saya mengagumi Anda sejak itu dan saya pikir Anda adalah orang yang murah hati jadi Anda pasti mau menolong Kakek saya dan menikahi saya. Saya cukup cantik, bukan? Saya mencintai Anda sejak hari itu, Yang Mulia"


Hadeehhhhh! gila juga perempuan itu. Batin Agha kesal.


"Aku tidak bisa menikahi wanita manapun secantik apapun dia karena bagiku wanita yang paling cantik adalah Istriku dan wanita yang paling aku cintai adalah Istriku dan aku tidak ingin memiliki selir. "


Kakek itu menunduk kecewa lalu merangkul bahu cucu perempuannya dan sambil berbalik badan Kakek itu berkata, "Kami permisi dan maafkan kami telah mengganggu Anda, Yang Mulia"


"Anda akan menikahi saya?" Cucu perempuan kakek itu langsung berputar badan dan menatap Agha dengan senyum ceria.


"Tidak. Aku tidak akan menikahi kamu. Tapi aku bisa menolong Kakek kamu dengan cara lain. Ayo kita pergi ke rumah Menteri jahat itu" Agha bangkit terdiri dan saat ia meraba meja, dia mendelik kaget lalu menoleh ke Bora dengan, "Lepaskan kantong kainnya!"


Bora langsung meraih tangan Agha, membuka kepalan tangan junjungannya lalu meletakkan kantong kain berisi permen cokelat bikinannya Kiana di atas telapak tangan kanannya Agha sambil meringis.


"Kau ambil permen cokelatnya tidak?" Agha menatap Bora sangat tajam.


Bora langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat dan berkata, "Saya hanya sempat membuka kantong kain itu dan mengintip apa isinya, Yang Mulia"


"Bagus! Kalau sampai kau ambil dan memakannya, aku akan potong lidah kamu" Sahut Agha sambil bangkit berdiri da. memasukkan kantong kain berisi permen cokelat bikinan istri kecil tercintanya ke balik baju.

__ADS_1


Bora sontak menjulurkan lidahnya lalu menyentuh lidahnya sambil bergumam, "Untunglah kau tidak rakus dan makan permen cokelat itu. Kalau tidak kau tidak selamat lidahku tersayang"


Agha kemudian pergi ke rumah menteri yang bernama Widura dengan menaiki kuda kesayangnnya dan Bora naik kereta kuda bersama Kakek yang bernama Karya dan cucu perempuannya yang bernama Lastri.


Perjalanan menuju ke rumah menteri Widura melewati hutan Arang Hitam yang cukup berbahaya. Banyak perampok berilmu tinggi. Agha dan Red Hair dikejutkan dengan kemunculan dua puluh orang berbaju serampangan dan semua pria kekar yang berani menghadang Agha, membawa senjata tajam seperti, golok, pedang, celurit, dan tombak.


Bora langsung melesat terbang dari dalam kereta kuda untuk berdiri di sambil Agha yang sudah turun dari atas punggung Red Hair.


Red Hari meringik dan mengangkat dia kaki depannya. Red Hair berhasil membuat pingsan satu orang perampok dan Agha langsung menepuk perut Red Hair sambil berteriak, Kerja bagus Sobat! Sekarang menepi lah!"


Red Hair meringkik dan berlari menepi menuruti perintah tuannya.


Agha langsung menghadang pria yang ingin mengejar Red Hair untuk membalaskan dendam temannya yang telah ditendang oleh Red Hair sampai pingsan.


"Lawanmu adalah aku, brengsek! Jangan usik kuda kesayanganku" Agha langsung mengepalkan kedua tinjunya dan melawan pria kekar di depannya yang membawa tombak.


Agha berhasil menangkis dan menghindar serangan tombak beberapa kali dan akhirnya Agha berhasil menendang tangan lawannya sampai tombak itu terlepas dan beralih ke dalam genggaman tangannya Agha. Lalu, Agha menyarangkan tendangan mautnya ke rahang bawah lawannya sampai lawannya terjungkal ke belakang lalu jatuh rebah dia atas tanah dalam keadaan pingsan.


Agha lalu berteriak ke Bora sambil melemparkan tombak, saat ia melihat Bora mulai kewalahan menghadapi lima orang pria bersenjata tajam, "Bora tangkap!"


Bora menangkap tombak dari Agha dengan tepat dan langsung menggunakan tombak untuk menghadapi semua lawannya sementara Agha langsung mengepalkan kembali tinjunya untuk melawan puluhan pria bersenjata tajam yang mengelilinginya.


Sementara itu Kakek dan cucu perempuannya yang masih berada di dalam kereta kuda saling memandang dengan senyum puas. Misi yang mereka terima dari putra mahkota Adnan sepertinya akan berhasil dengan manis.


"Kalau Agha mau menikahi kamu, maka dia tidak perlu melawan semua perampok berilmu tinggi dan mati mengenaskan di sini nanti" Ucap Kakek yang mengaku bernama Karyana.


"Iya. Karena Putra Mahkota ingin Agha menikah lagi dan Putra Mahkota bisa merebut Istrinya Agha. Tapi karena Agha memilih jalan ini, maka mati saja dia" Sahut cucu perempuan Kakek itu.


"Hahahahaha! Iya, kamu benar"

__ADS_1


Sambil melawan puluhan pria bersenjata tajam yang mengelilinginya, Agha menyadari sesuatu dan langsung bergumam, "Sial! Kenapa aku bodoh banget? Tidak ada Menteri pertahanan yang bernama Widura. Kenapa aku baru ingat sekarang? Sial! Kakek dan cucunya itu ternyata seorang penipu. Ini jebakan"


__ADS_2