Istri Kecil Jenderal Agha

Istri Kecil Jenderal Agha
Apa Benar Begitu?


__ADS_3

Crystal kemudian membagikan uang ke beberapa dayang yang melihat saat ia melabrak ratu Amber. Crystal membagikan uang sambil berkata, "Jangan ceritakan semua yang kamu dengar dan lihat barusan!"


Di istana langit, Agha tengah menyuapi Kiana buah strawberry yang sesungguhnya. Alvin yang mencarikan buah strawberry untuk Kiana. Alvin mencarinya di waktu longgarnya. Karena sangat mencintai Kiana dengan tulus, Alvin ikut bahagia melihat Kiana hamil dan ingin ikut mencarikan apapun yang Kiana inginkan.


"Sepertinya aku yang ngidam kali ini, Mas" Ucap Kiana sambil mengunyah buah strawberry dan mengusap lembut pipi Agha.


"Berarti nanti anak kita wajahnya mirip kamu. Pasti anak kita cewek kali ini" Wajah Agha langung semringah.


"Amin" Sahut Kiana dengan senyum bahagia.


"Kalau kamu yang ngidam kali ini, pengen apapun langsung bilang, ya" Agha mencium rambut Kiana.


Kiana merebahkan kepalanya ke bahu Agha dan berkata, "Iya, Mas. Aku akan langsung bilang"


"Kenapa kau rebahkan kepala kamu di bahuku? Kamu mual atau pusing?" Tanya Agha sambil meletakkan garpu dan langsung memeluk tubuh ramping istri kecilnya.


"Tidak, kok, aku cuma ingin dipeluk suamiku. Entah kenapa aku pengen nempel terus sama kamu, Mas"


"Ya, udah nempel aja. Mandi juga sama-sama. Aku justru suka itu" Sahut Agha dengan wajah semringah.

__ADS_1


Kiana terkekeh geli dan mengusap pipi suaminya sambil berkata, "Aku pengen tidur seperti ini. Tidur di pelukan kamu"


"Oke, aku akan bopong kamu ke kamar sekarang juga"


"Tidak usah, Mas. Aku pengen tidur begini, di sini sambil menikmati angin sepoi-sepoi"


"Baiklah. Tidurlah! Aku akan terus memeluk kamu" Ucap Agha sambil menciumi pucuk kepalanya Kiana.


Sedangkan di dunia manusia, Kenzie dalam wujud Amber tengah berlari kencang menuju ke paviliun ratu.


Sreeettt! Kenzie sontak mengerem laju larinya saat ia mendengar suara teriakan seseorang dan itu adalah teriakan dari seorang pria.


Kenzie lalu berputar badan dengan cepat karena penasaran dengan wajah pria yang memanggil-manggil nama istrinya"


Sial! Fandra?! Mau apa dia memanggil Amber? Kenzie sambil mendelik kesal.


Fandra menghentikan laju larinya tidak jauh dari tempat Kenzie berdiri dan berkata sambil mengulurkan sebuah peti panjang yang tidak begitu besar.


"Apa ini?" Tanya Kenzie sambil menerima peti itu.

__ADS_1


"Buka saja!" Sahut Fandra dengan napas yang masih terengah-engah namun wajah tampannya mengulas senyum bahagia. Dia bahagia bisa berhadapan dengan gadis manis pujaan hatinya. Gadis yang ia puja sejak ia masih berumur sepuluh tahun.


Kenzie membuka peti itu dan melihat ada akar pohon di dalam peti itu dan Kenzie yang tidak memahami tanaman herbal, menatap Fandra dan bertanya, "Ini......."


"Iya, Ratu. Itu ginseng langka yang Ratu inginkan. Saya mendapatkannya pas saya turun gunung tadi pagi" Sahut Fandra dengan senyum senang.


Kenzie menutup kesal peti panjang itu dan langsung bertanya, "Kenapa kau kasih aku ginseng ini?"


"Karena Anda menginginkannya sejak lama. Untuk itulah saya terus mencarinya kalau pas saya berjalan di sekitar pegunungan"


Sial! Pria ini menyukai Amber. Batin Kenzie dengan wajah ditekuk kesal.


Fandra yang salah tingkah karena gadis pujaan hatinya diam saja, akhirnya mengeluarkan tanya, "Kenapa Anda berlari kencang Ratu? Apa Yang Mulia Raja menindas Anda lagi?"


Knezie sontak menggeram, "Sejak kapan aku menindas Amber?!"


"Apa? Apa yang Anda gumamkan Ratu? Oh, apa Anda melihat Yang Mulia Raja bermesraan lagi dengan. Selir Agung? Anda kesal seperti waktu di pesta pernikahannya Yang Mulia Raja?"


Amber kesal melihat aku bermesraan dengan Crystal pas aku menikah? Apa iya begitu? Tapi, kenapa Amber kesal melihatku bermesraan dengan Crystal? Sial! Aku harus segera bertemu Amber dan menanyakan banyak hal padanya. Kenzie mengerutkan keningnya dan alih-alih menjawab pertanyaannya Fandra, Kenzie berputar badan dan langsung melesat kencang menuju ke paviliunnya.

__ADS_1


Fandra tersenyum lebar dan bergumam, "Saking senangnya mendapatkan ginseng langka itu, Amber sampai diam mematung dan pergi meninggalkan aku tanpa pamit. Ah, imut sekali, sih, kamu, Amber. Aku makin cinta sama kamu"


__ADS_2