Istri Kecil Jenderal Agha

Istri Kecil Jenderal Agha
Cemburu


__ADS_3

Sesampainya di kerajaan Pusat, Kenzie yang dalam wujud Amber lupa akan sosok dirinya saat ini. Dia yang sudah sangat merindukan kemolekan tubuhnya Crystal, sontak berlari masuk ke dalam dan langsung melesat ke paviliunnya selir agung untuk menjumpai Crystal. Kenzie tidak membangunkan Amber yang masih tidur lelap di dalam kereta kuda.


Fandra yang mengawal kereta kuda junjungannya tersentak kaget melihat Amber turun dari atas kereta kuda tanpa menyapa dirinya dan Amber bergegas masuk ke kerajaan Pusat.


"Yang Mulia Raja kenapa belum turun juga?" Fandra akhirnya memutuskan untuk melompat ke kereta kuda untuk melihat kondisi rajanya.


"Yang Mulia Raja, saya Fandra" Karena tidak ada jawaban, Fandra menyibak tirai.


"Kenapa Raja masih rebahan di atas bangku? Apa Raja pingsan?" Fandra melangkah mendekati junjungannya dan menggoyang pelan bahu rajanya sambil bertanya, "Yang Mulia, Anda baik-baik saja, kan?"


Karena belum ada jawaban dan rajanya masih tidur lelap, Fandra menggoyang beberapa kali bahu rajanya.


Amber langsung membuka mata dan sontak menggeser pantatnya mundur saat wajahnya berada di jarak yang sangat dekat dengan Fandra. "Kyaaaaa!!!!!" Amber sontak berteriak dan menyilangkan kedua lengannya di depan dada lalu bertanya, "Kau mau apa Fandra?!"


Fandra sontak menegakkan badannya dan langsung menunduk lalu berkata, "Saya menunggu Yang Mulia Raja di bawah cukup lama. Karena Anda tidak turun dan Ratu sudah lama turun, maka saya memutuskan untuk memeriksa kondisi Anda. Maaf kalau saya lancang, Yang Mulia dan maaf kalau saya sudah mengagetkan Anda"


"Yang Mulia Raja?" Amber sontak mengerutkan keningnya dan saat ia menunduk barulah ia ingat kalau saat ini dia masih berada di dalam tubuhnya Kenzie.


"Iya, Yang Mulia Raja" Sahut Fandra sambil mengangkat kepala dan memandangi wajah rajanya dengan menautkan kedua alisnya.


"Oh, hahahaha! Iya, aku Kenzie. Aku adalah Yang Mulia Raja, hahahahaha! Lalu, Ratu mana?" Tanya Amber sambil bangkit berdiri.


"Ratu melesat masuk ke dalam dan sepertinya Ratu ingin segera menemui seseroang" Sahut Fandra.


"Apa?!" Amber mendelik kaget dan langsung melesat turun dari atas kereta kuda lalu melesat ke dalam menuju ke paviliun selir agung sambil bergumam lirih, "Wah, kenapa Yang Mulia Raja selalu saja lupa kalau dia sekarang ini berada di dalam tubuhku. Kalau Yang Mulia Raja menemui Crystal lalu spontan memeluk erat tubuh Crystal, beliau bisa ditabok dan yang kena tabok adalah pipiku. Hiks, hiks, aku harus mencegah agar pipiku tidak bengkak kena tabok, hiks, hiks"


Dan benar saja, Kenzie langsung memeluk tubuh Crystal dari arah belakang dengan hati penuh kerinduan.


Crystal menoleh senang karena dia pikir yang memeluk dirinya adalah suaminya, namun pas ia berbalik badan dan melihat Amber yang memeluknya, Crystal langsung berteriak, "Kyaaaa!!!!! kenapa kamu, eh, maksud saya, kenapa Ratu tiba-tiba memeluk saya dari arah belakang?"


Kenzie mengerutkan keningnya dan merengut saat ia melihat Crystal justru berteriak dan tidak senang ia peluk dari arah belakang.

__ADS_1


Kenzie nekat melompat maju dan memeluk Crystal sambil berkata, "Kenapa kau malah berteriak?! Kau tidak merindukan aku?"


Crystal sontak berteriak, "Kyaaaa!!!!" Lalu mendorong dada atasnya Amber sambil mendelik kaget ia bertanya, "Kenapa Ratu memeluk saya lagi dan bertanya soal kerinduan pada saya?"


Saat Kenzie hendak memeluk Crystal kembali, Amber datang lalu membopong Amber dan langsung melesat pergi meninggalkan Crystal.


Crystal sontak ternganga lebar melihat Kenzie membopong Amber. Crystal kemudian berteriak penuh kecemburuan, "Yang Mulia Raja! Kenapa Anda justru membopong Ratu dan bukannya melepas kerinduan pada saya?! Yang Mulia Raja!"


Kenzie yang mendengar teriakannya Crystal langsung berteriak kesal ke Amber, "Turunkan aku!"


"Yang Mulia kalau saya turunkan Anda dan Anda kembali memeluk selir agung, semua orang akan menganggap saya gila dan aneh. Anda kapan sadarnya, sih, kalau Anda masih berada di dalam tubuh saya?"


Kenzie menunduk dan langsung mengumpat kesal lalu berkata, "Pantas saja Crystal berteriak kaget dan bertanya kenapa Ratu memeluk saya"


"Sial! Selir agung pasti menganggap saya gila saat ini" Amber menyahut kesal dengan masih membopong Kenzie.


"Kau sudah gila dari dulu"


"Kalau tidak gila kenapa suka kelayapan sendirian di hutan seharian dan mengobrol dengan tanaman lalu bercanda dengan hewan-hewan?" Kenzie tak kalah mendengus kesal.


Amber menurunkan Kenzie di atas lantai kamar mereka dengan terengah-engah lalu ia berkata, "Badan saya kurus tapi kenapa berat juga, ya? Sepetinya saya perlu diet"


Kenzie sontak menunduk dan berkata, "Kamu sudah sekurus ini, dada kamu rata, dan pinggul kamu ramping begini, masih ingin diet? Kau mau semua orang mengira kalau kamu tidak diurus oleh Suami kamu, hah?!"


"Suami aku memang nggak pernah ngurus aku"Gumam Amber.


"Apa kau bilang?"


"Tidak ada, Yang Mulia. Saya cuma menguap"


"Sudah tidur lama di kereta kuda,kok, masih ngantuk, tzk!"

__ADS_1


"Ini tubuh Anda jadi kalau saya ngantukan, kan, yang bermasalah tubuh Anda bukan saya" Amber mendelik kesal ke Kenzie.


"Kau......" Kenzie ingin menyentil kening Amber, namun tangannya tidak sampai dan pria tampan yang masih berada di akan tubuhnya Amber itu mendengus kesal.


Amber sontak tertawa, "Hahahahahaha! Ada enaknya juga jadi Anda, Yaang Mulia. Saya terbebas dari sentilan Anda, hahahahahaha"


"Tzk? Dasar menyebalkan. Sekarang kau harus menolongku"


"Menolong apa, Yang Mulia?" Amber sontak menghentikan tawanya.


"Kau ke paviliun selir agung dan memeluk Crystal lalu katakan ke Crystal, aku merindukan kamu Istriku"


"Tidak mau!" Amber sontak berteriak kencang karena ia merasa cemburu. Kenzie hanya memikirkan Crystal. Dia cemburu karena Kenzie merindukan Crystal.


"Harus mau. Kamu ada di dalam tubuhku jadi kamu harus memeluk Crystal dan berkata seperti itu tadi"


"Tidak mau. Kalau saya memeluk selir agung, lalu selir agung mengajak saya berciuman, saya bisa mati kaku. Meskipun saya sekarang ini di dalam wujud Anda, tapi saya tetaplah wanita, saya adalah Amber" Amber mendelik kesal lalu berbalik badan dan memunggungi Kenzie untuk menyembunyikan kecemburuannya.


Kenzie duduk di kursi dengan wajah kesal dan kembali berkata, "Kalau seperti ini bisa mati kaku aku"


Aku nggak bisa mencumbu Crystal lagi. Batin Kenzie.


Amber langsung tersenyum senang karena saat Kenzie berkata seperti itu, dia justru mendapatkan ide untuk menahan Kenzie terus berada di sisinya. Amber langsung berbalik badan untuk menghadap ke Kenzie dan berkata, "Selama kita masih bertukar badan seperti ini, Kita harus selalu berada satu kamar, Yang Mulia"


"Apa?!" Kenzie mendelik kaget.


Amber langung berkata, "Lho, iya, kalau tidak satu kamar, Anda mau tidur di mana? Kalau Anda ingin tidur di kamar Selir agung dalam wujud seperti itu, maka Selir agung akan berteriak kaget"


Kenzie menunduk dan mengumpat kesal. Lalu, ia menarik tangan Amber dan berkata sambil berlari ke kamar mandi, "Kalau begitu, ayo kita masuk ke dalam air bersama-sama biar kita bisa bertukar tubuh kembali"


Amber sontak merengut sedih dan bergumam di dalam hatinya, kenapa Anda tidak mau tidur sekamar dengan saya dan ingin segera bisa bertukar tubuh kembali, Yang Mulia. Kenapa Anda hanya ingin tidur bersama dengan Crystal padahal saya ini adalah Istri pertama Anda.

__ADS_1


__ADS_2