Istri Kecil Jenderal Agha

Istri Kecil Jenderal Agha
Suami Ngidam?


__ADS_3

Burung Beo yang merasa berhutang budi tidak dihukum oleh Kiana karena mau mencelakai Kiana justru malah diobati luka-lukanya langsung nyerocos menceritakan semuanya ke Kiana, "Aku disuruh Aisyah, Aisyah.......Aisyah jahat......jangan dekati dia......jauhi Aisyah........Aisyah menyebar lebah beracun........Aisyah menyuruh aku menaruh kalung...........Aisyah jahat......Aisyah jahat"


Kiana sontak menutup mulutnya yang melongo melihat burung Beo itu terus nyerocos tanpa henti saat ia mendengar kata Kalung.


Burung Beo itu masih nyerocos, "Aisyah jahat...... kalung itu miliknya, miliknya........tapi Aisyah ingin itu ada di keretanya Kiana......Kiana. Aisyah ingin raja Langit di kerajaan Utara mengejar Kiana......Kiana"


Kiana saling melempar pandang ke Alvin tepat saat Agha melangkah masuk dan berkata, "Burung Beo itu benar. Ternyata Aisyah yang menjebak kamu. Dasar breng......eh, nggak boleh. Kalau gitu, dasar kurang a.......eh, aku nggak boleh juga kayaknya lanjutkan kata ini. Aku, kan nggak boleh berkata sembarangan saat istriku hamil"


Kiana dan Alvin sontak berputar badan untuk melihat Agha.


Alvin langsung bertanya, "Kamu menggumamkan apa barusan?"


Agha cuma meringis, lalu ia memeluk singkat Alvin sambil menepuk punggung Alvin ia berkata, "Selamat datang, Vin" Dan setelah Alvin berkata sambil menepuk punggung Agha, "Terima kasih untuk sambutan hangatnya"


Agha langsung melepaskan pelukannya pada Alvin lalu memeluk Kiana dan berkata, "Itu burung Beonya Aisyah, ya?"


Alvin yang menyahut, "Iya, burung itu terluka dan Kiana membawanya ke sini lalu mengobatinya lalu burung itu nyerocos tanpa henti kayak gitu"


Alvin tidak mengatakan kalau burung itu ingin mencelakai Kiana saat ia melihat kode matanya Kiana. Kiana tidak ingin Agha membunuh burung tak berdosa itu kalau Agha tahu burung itu hampir mencelakai Kiana.

__ADS_1


Agha lalu berkata, "Kamu merasa mual, pusing dan pegal, nggak?"


"Nggak" Sahut Kiana.


"Lalu, urusan wabah di pinggiran kota juga udah kelar, kan?" Tanya Agha.


"Sudah. Semuanya sudah beres. Beberapa rakyat yang sudah minum ramuannya Kiana, sudah sembuh" Sahut Kiana.


"Gimana kalau kita pergi ke Utara besok? Biar urusan cepat kelar dan kita bisa fokus ke kehamilan kamu"


"Baiklah, Mas"


Agha dan Alvin langsung berpelukan lalu Alvin menyalami Kiana dan berkata, "Kapan-kapan aku main ke sini lagi. Terima kasih untuk resep obat dan bahan herbalnya. Kalau butuh bantuan langsung aja kirim Bora. Bora aku tinggal di sini. Dia tengah tidur di taman"


"Siap" Sahut Kiana dan Alvin langsung melesat terbang ke angkasa dalam wujud naga besar. Sedangkan Agha hanya melambaikan tangan ke Avin.


Agha lalu merebahkan kepalanya ke pundak Kiana, mencium pundak Kiana dan berkata, "Bisakah kau urus suami kamu dulu, Sayang. Suami kamu pagi tadi muntah terus. Cuma anehnya setelah jam sembilan pagi aku nggak mual lagi dan nggak muntah lagi. Tapi, sekarang ini aku ingin menempel terus sama kamu"


"Iya, Mas. Biar burung Beonya makan dulu, kita juga makan, yuk. Aku akan suapi, Mas" Kiana mengusap berkata sambil mengusap kepala suaminya.

__ADS_1


Sesampainya di depan meja yang penuh makanan, Agha langsung mengerucutkan bibirnya, "Aku pengen makan sambil rebahan di pangkuan kamu"


"Apa bisa makan sambil rebahan, Mas?" Kiana sontak mengerutkan keningnya.


"Pokoknya aku pengen makan di atas pangkuan kamu" Agha semakin melancipkan bibirnya.


"Iya, baik, Mas"


Agha langsung semringah dan merebahkan kepalanya di atas pangkuan Kiana dan membuka mulutnya, "Aaaaaaaa"


Kiana menyuapi suaminya dengan tertawa geli lalu berkata, "Dikunyah pelan-pelan, Mas, jangan sampai tersedak"


Agha mengangguk dengan senyum lebar.


Lalu, di sore hari pun sama, Agha makan dengan merebahkan kepala di atas pangkuan Kiana dan minta disuapi.


Dan malam harinya, Agha baru bisa tidur nyenyak setelah puas menciumi rambut Kiana. Setalah suami tampannya tidur lelap di jam delapan malam lebih awal dari biasanya,


Kiana melangkah ke ruang tamu untuk menemui ayahnya dan meminum vitamin yang diantarkan oleh Tabib Danur lalu bertanya, "Apa mungkin seorang Suami itu ngidam, Ayah?"

__ADS_1


__ADS_2