Istri Kecil Jenderal Agha

Istri Kecil Jenderal Agha
Genting


__ADS_3

"Saya juga ingin melaporkan kalau Maharani sudah kembali ke rumahnya bersama dengan Kakak kandungnya. Maharani nitip pamit untuk Yang Mulia dan Nyonya muda" Ucap Bora sambil mengiringi langkah junjungannya.


"Kenapa Maharani tidak pamit sama aku, Bora?" Tanya Kiana.


"Karena dia malu sama Anda. Dia sudah jahat sama Anda selama ini tapi Anda mau mengobatinya untuk itulah dia tidak punya keberanian untuk pamit. Dia terlalu malu pada Anda dan pada Yang Mulia Agha" Sahut Bora.


Tiba-tiba Agni muncul menghadang langkah Kiana, Agha, dan Bora dengan wajah panik.


"Ada apa?" Tanya Agha.


"Ibunda tidak ada di kamarnya"


"Apa?!" Agha, Kiana dan Bora mendelik kaget secara bersamaan.


"Ibunda ke mana?"


"Ada sekelebat bayangan hitam keluar dari jendela kamar Ibunda, Kak. Tapi, aku gagal mengejarnya"


"Sial! Siapa yang menculik Ibunda kali ini?"


Kiana langsung menepuk pundak Agha, "Mas, Mas kejar saja penculik itu. Aku pergi menemui Permaisuri sendirian tidak apa-apa"


Agha meraup wajah tampannya dan menghela napas panjang seketika itu juga. Dia berada di persimpangan hati. Ibundanya diculik dan Istrinya akan menemui Permaisuri jahat yang licik dan penuh trik.


Kiana menggenggam tangan Agha, "Cepat kejar penculik itu, Mas!"


"Oke! Aku akan segera menyusul kamu ke istana setelah aku berhasil menyelamatkan Ibunda. Bora dan Agni, kalian temani dan jaga Kiana!"


"Baik" Sahut Agni dan Bora secara bersamaan.


Orang bayarannya Putra Mahkota berhasil membawa Ibundanya Agha Caraka ke sebuah kuil yang berada jauh dari pemukiman warga. Putra Mahkota memerintahkan agar ibundanya Agha ditahan di sana selama dua Minggu tanpa diberi makanan dan minuman agar ibundanya Agha memahami siapa pun yang berani membentak dan melawan putra mahkota akan merasakan hukuman yang pantas.


Namun, sebelum Putra Mahkota berhasil menemui Ibundanya Agha Caraka, Putra Mahkota justru dijadikan tumbal oleh ibu kandungnya sendiri. Permaisuri membuat Putra Mahkota pingsan untuk memenjarakan Kiana lalu memaksa Agha untuk menunjukkan tanda lahir yang ada di pantatnya Agha. Sedangkan racun langka yang berada di tubuh Kaisar, di luar dugaannya. Namun, permaisuri menyeringai senang mengetahui di tubuh Kaisar ternyata ada racun langka yang sangat mematikan dan belum ada obatnya.

__ADS_1


Permaisuri jahat dan licik itu tertawa lepas tiada henti di dalam kamar pribadinya, "Hahahahahaha! Aku tidak menyangka keberuntungan ada di pihakku saat ini. Kiana akan masuk penjara, Agha akan masuk jebakanku, dan Suamiku Yang Mulia Kaisar akan mati. Begitu Adnan bangun dan sadar nanti, Adnan akan dilantik menjadi raja menggantikan Ayahnya karena Ayahnya tidak sadarkan diri saat ini dan entak kapan Ayahnya akan sadar, ah, tidak, tidak, Ayahnya Adnan akan mati sebentar lagi, hahahahahaha! Dan keturunan duyung hitam akan berjaya kembali"


Permaisuri adalah keturunan duyung hitam yang kerajaannya pernah dikalahkan oleh Kaisar Abinawa dan Putri dari raja duyung hitam itu dipersembahkan untuk dijadikan selir agar Kaisar Abinawa karena politik. Untuk menjaga kedamaian dunia manusia dan dunia duyung, Kaisar Abinawa terpaksa menerima putri raja duyung hitam menjadi selir agungnya. Namun, putri dari raja duyung hitam itu penuh ambisi dan jahat.


Kenanga yang sudah jatuh cinta di pandangan pertama pada Kaisar Abinawa yang tampan, gagah, dan berhati lembut, membuat segala trik untuk menarik perhatiannya Kaisar Abinawa. Kenanga, nama Puti raja duyung hitam itu akhirnya berhasil membuat Kaisar Abinawa menidurinya dengan trik liciknya dan dia akhirnya hamil bersamaan dengan Ratu Jelita, Ratu yang sangat dicintai oleh Kaisar Abinawa.


Niat untuk menjaga kedamaian di dunia manusia dan dunia duyung justru membuat Kaisar Abinawa kehilangan wanita yang sangat ia cintai dan untungnya putranya masih selamat, hidup, dan tumbuh menjadi laki-laki yang layak untuk dibanggakan.


Bora, Agni, dan Kiana memasuki paviliun permaisuri dengan diantarkan dayang kepercayaannya permaisuri.


Putri permaisuri langsung menahan lengan Bora dan menarik Bora ke tempat yang sepi saat Agni dan Kiana tengah mengobrol dengan dayang kepercayaannya Permaisuri.


Bora mendelik kaget dan langsung menarik lengannya sambil menyemburkan, "Jangan seperti ini lagi, Putri!"


"Kenapa tidak boleh? Aku selalu mendapatkan apa yang aku mau termasuk kamu" Adiknya Adnan itu langsung berjinjit dan mencium bibir Bora.


Bora tersentak kaget dan langsung mendorong dada putri berparas cantik dan berwajah tirus itu. Kalau dibandingkan dengan Agni, adik perempuannya Adnan itu kulitnya lebih putih, namun Agni lebih manis karena Agni memiliki gigi gingsul.


"Maafkan saya" Bora langsung memeluk pundak gadis manja yang telah mencium bibirnya barusan dan gadis manja itu langsung jatuh pingsan di atas rumput.


Bora langsung berkata, "Maafkan saya Putri, saya tidak boleh membopong Anda ke kamar karena saya sudah memiliki kekasih" Lalu, Bora melesat terbang meninggalkan adik perempuannya Adnan begitu saja.


Agha berhasil menemukan keberadaan ibundanya dan ia segera menukik tajam ke kuil yang dijadikan tempat menyandera ibundanya itu.


Agha berubah menjadi manusia kembali begitu kakinya menyentuh lantai depan kuil tersebut.


Lima orang membawa pedang langsung keluar dari dalam kuil dan hanya dengan sekali hentakan di tanah, kelima orang yang sudah berani menculik Ibundanya itu jatuh terjengkang di atas lantai kuil secara bersamaan dan kelima orang itu langsung tak sadarkan diri.


Agha lalu membopong ibundanya dan melesat terbang ke angkasa dengan kecepatan di atas rata-rata karena ia dikejar oleh waktu. Dia tidak ingin Kiana kenapa-kenapa sebelum ia masuk ke istana.


Setelah membaringkan ibundanya di atas kasur, Agha langsung melesat keluar dari jendela, menutup rapat jendela kamar ibundanya, lalu ia membentengi kediamannya dengan cahaya biru. Cahaya biru adalah salah satu dari ilmu baru yang diajarkan oleh mertuanya. Dengan cahaya biru itu, siapa pun tidak akan bisa menembus masuk kediamannya.


Setelah merasa bahwa kediamannya sudah berada di dalam keadaan yang sangat aman, Agha segera melesat ke istana.

__ADS_1


Pangeran Adyaksa langsung berkata ke Istrinya, "Debi, Kiana masuk ke istana karena masalah genting. Permaisuri menjebak Kiana dengan trik baru. Aku harus menolongnya. Kamu tidak akan cemburu, kan, kalau aku menolong Kiana?"


"Tidak Yang Mulia. Tolong selamatkan Non Kiana, Yang Mulia. Jangan sampai Non Kiana kenapa-kenapa"


Adyaksa lalu menggenggam tangan istrinya, mencium kening Debi, dan berkata, "Terima kasih untuk pengertian kamu, Debi. Aku akan segera kembali. Jangan keluar dari dalam kamar! Kalau yang masuk ke kamar ini adalah Bayu, maka kamu harus berlari mengikuti Bayu untuk masuk ke kamar rahasia sampai aku datang menjemput kamu. Mengerti?"


"Iya, Yang Mulia. Saya mengerti"


Adyaksa mencium kening Debi sekali lagi lalu ia berbalik badan dan melesat pergi meninggalkan Debi.


Sementara itu, Kiana tengah memeriksa kondisi putra mahkota dan seketika itu juga Kiana mengerutkan keningnya dan membatin, kenapa Putra Mahkota bisa terkena bubuk mutiara hitam? Padahal bubuk itu hanya ada di dasar Laut. Di dunia duyung.


"Kenapa kau mengerutkan kening kamu, Kiana? Kau tidak bisa membuat putraku bangun?" Permaisuri menatap Kiana dengan wajah tidak suka.


Kiana langsung berkata, "Bisa! Saya bisa membangunkan Putra Mahkota. Tunggu sebentar, Permaisuri"


Permaisuri sontak menatap tabib kepercayaannya dan bertanya lewat matanya, bagaimana mungkin Kiana tahu cara membangunkan Adnan. Padahal bubuk mutiara hitam hanya bisa dihilangkan oleh keturunan duyung hitam.


Tabib kepercayaannya permaisuri hanya menggeleng pelan.


Sementara itu Agha tengah mengumpat kesal saat langkahnya dihadang oleh sekawanan orang berbaju serba hitam. Orang-orang itu adalah orang suruhannya Permaisuri yang ditugaskan Permaisuri untuk menghadang langkahnya Agha agar Agha tidak bisa masuk ke istana dengan cepat.


Agha berteriak dengan mata memerah penuh amarah karena di saat ia panik dia justru dihadang oleh sekawanan orang berilmu tinggi. Akhirnya Agha dengan sangat terpaksa mengeluarkan napas api dan membuat gosong semua orang yang telah berani menghadangnya di saat ia tengah mengkhawatirkan istrinya dan ingin segera mendampingi istrinya menghadapi situasi genting saat ini.


Beberapa menit kemudian, Adyaksa dan Agha bertemu di gerbang istana dan Adyaksa langsung berkata, "Kiana dipenjara karena Kiana berani menusuk telapak kaki Adnan dengan pisau kecil"


"Apa?! Kiana dipenjara?!" Agha mendelik kaget.


Adyaksa dengan sigap menahan lengan Agha saat Agha ingin melesat masuk ke istana.


Agha menoleh kesal ke Adyaksa, "lepaskan Aku, Paman! Aku ingin mengobrak-abrik penjara istana dan paviliun permaisuri untuk menyelamatkan Kiana"


"Ini jebakan. Lebih baik kau ikut aku sebentar" Sahut Adyaksa sambil menarik lengan Agha.

__ADS_1


__ADS_2