Istri Kecil Jenderal Agha

Istri Kecil Jenderal Agha
Ternganga


__ADS_3

Melihat Ibunda dan ayahandanya Kiana saling pandang dengan canggung, maka Kiana langsung diajak Debi ke paviliunnya Adyaksa karena Debi ingin mengatakan sesuatu yang sangat penting kepada Kiana. Sementara Agni mengurus Bora yang terluka dengan bantuan tabib Alzam. Adyaksa dan Arya pun tengah mengantre untuk diperiksa tabib Alzam.


Sementara itu, Tongkat Emas dan Jenggot Api membawa Adnan yang masih belum sadarkan diri karena pengaruh sihirnya Tongkat Emas, ke penjara istana. Adnan langsung dimasukkan ke sel yang sempit.


Di tengah hutan, Bhadra masih menunggang kuda dan Agha menukik tajam di tengah Padang rumput saat ia melihat Alvin dan pamannya Alvin berjalan di tengah Padang rumput itu.


Agha berhenti tepat di depan Alvin dan pamannya Alvin dan langsung berubah wujud menjadi manusia untuk bertanya, "Kenapa kalian bisa ada di sini? Di dunia manusia?"


"Jawab dan ladeni pertanyaannya. Aku terbang ke langit" Ujar pamannya Alvin.


"Dia kenapa? Kok sepertinya marah sama aku? Apa salahku?" Agha bertanya sambil mengikuti arah perginya pamannya Alvin.


"Pamanku memang seperti itu. Tapi, dia tidak marah sama kamu. Tenang saja. Dia hanya marah dengan kekacauan yang sudah dibuat oleh permaisurinya Kaisar Abinawa"


"Memang apa yang membuat Paman kamu marah dan kau belum menjawab pertanyaanku yang tadi"


"Permaisuri membuat pasukan. Naga hitam. Kamu hampir saja menjadi korbannya waktu kamu masih remaja dulu. Untungnya kamu bisa lolos. Nah, aku dan pamanku barusan melawan pasukan naga hitam jadi-jadian yang dibikin oleh antek-anteknya permaisuri dan didanai oleh permaisuri. Saat melawan naga hitam jadi-jadian tadi, Pamanku kehilangan kalung peninggalan ibundanya"


"Oh, begitu. Aku tidak menyangka kalau pasukan naga hitam jadi-jadian beneran ada dan terus dikembangkan selama ini untuk menyerang semua orang yang berpihak padaku" Ucap Agha dengan sorot mata sedih.


"Iya. Naga hitam jadi-jadian itu beneran ada dan mereka lumayan kuat. Untungnya aku, pamanku dan pasukan naga Negeri Langit berhasil menumpas habis semua naga hitam jadi-jadian itu tak bersisa. Jadi, dunia manusia bisa tenang sekarang"


Agha langsung melompat dan memeluk Alvin lalu berkata, "Terima kasih banyak, Saudaraku. Budi baik kamu selamanya tidak akan pernah aku lupakan"


Alvin mendorong dada Agha sambil berkata, "Iya, santai saja dan nggak usah pakai peluk-peluk!"


Agha meringis di depan Alvin lalu berkata, "Harusnya kau senang. Jarang, lho, seorang Agha Caraka memeluk seseorang"


"Cih! Sombong amat" Alvin mendengus kesal dan Agha langsung melepas tawanya.


Akhirnya Alvin pun ikutan tertawa lepas sambil berucap, "Dasar gila!"


"Kau juga gila!" Sahut Agha.


"Aku waras, kok"


"Kau berteman dengan orang gila itu berarti kau juga gila, hahahahaha!" Agha semakin ngakak dengan kerasnya.

__ADS_1


"Hahahahaha! Dasar gila! Hahahahaha!" Sahut Alvin dengan tawa lepas.


Setelah melambaikan tangan ke Alvin, Agha kembali terbang dalam wujud naga hitam ke arah yang berlawanan dengan arah terbangnya Alvin. Agha terbang sambil bersenandung, kadang-kadang bersiul, dan sesekali berteriak, "Kiana! Aku merindukanmu! Tunggu aku, Sayangku!" sambil terbang meliuk-liuk cepat.


Bhadra yang berada di bawah bisa mendengar teriakannya Agha. Bhadra tersenyum geli lalu bergumam, "Agha Caraka ternyata bisa bersikap konyol seperti itu"


Sementara itu di dalam istana, Tabib Danur dan ibundanya Kiana masih saling memandang dengan sorot mata penuh kerinduan, "Bagaimana kabar kamu?" Tanya tabib Danur sambil mengelap air mata dengan punggung tangannya.


"Baik. Kau masih cengeng ternyata, Mas" Ibundanya Kiana mengulas senyum manis di wajah cantiknya.


"Iya, aku masih cengeng dan kamu masih tetap cantik" Sahut tabib Danur sambil tersenyum geli dan merona malu.


"Terima kasih, Mas" Ucap ibundanya Kiana sambil melangkah lebar dan saat ibundnya Kiana berhenti persis di depan tabib Danur, tabib Danur langsung tegang dan bertanya, "Apa yang akan kau lakukan, Kayla?"


Plak! Dengan sangat keras ibundanya Kiana menampar sangat keras pipi kiri suaminya.


Tabib Danur tersentak kaget dan refleks menyentuh pipi kirinya sambil bertanya, "Kenapa kau menamparku, Kayla?"


Ibundanya Kiana dengan sigap melompat mundur sebelum tabib Danur berhasil meraih tangannya. Ibundnya Kiana lalu berkata, "Itu hukuman untuk, Mas Danur karena selama ini, Mas tidak bertindak adil pada anak-anak kamu, Mas. Mas bersikap kejam sama Kiana"


"Bukan hanya itu. Mas, selalu diam saat Istri Mas menindas Kiana. Bahkan Mas juga diam di saat Komala menindas Kiana. Harusnya Mas mendidik Komala untuk mengormati Kiana, kakak perempuannya, tapi apa, Mas, kamu malah diam saat Komala menindas Kiana"


"Maafkan aku. Aku melakukan itu semua karena aku takut Istriku yang kedua meninggalkan aku lagi. Sama seperti kamu, Kayla. Makanya aku diam dan selalu menuruti semua permintaan Ibunya Komala"


"Dan kau ingat akan janji kamu waktu aku meninggalkan putri kita di dekapan hangat kamu, Mas?"


"Ingat. Aku berjanji akan selalu melindungi Kiana"


"Dan apa yang aku katakan waktu itu? Kau masih ingat, Mas?"


"Tentu saja. Kamu berkata, kalau aku tidak bisa melindungi Kiana, kalau aku menyakiti Kiana, dan aku mengabaikan kebahagiaannya Kiana maka kamu akan berpaling dariku"


"Bagus kalau kamu masih mengingatnya dengan baik, Mas"


"Mak......maksud kamu apa berkata seperti itu? Setelah itu, kamu dikabarkan tewas jatuh ke dalam jurang padahal kamu berjanji akan kembali dalam keadaan selamat. Aku hampir gila saat itu, aku ........"


"Hampir gila dan masuk ke dalam pelukan hangat wanita lain tidak lama kemudian, lalu mengabaikan kebahagiaannya Kiana"

__ADS_1


"Itu..........orangtuaku yang menjodohkan aku dengan ibunya Komala dan aku tidak bermaksud mengabaikan Kiana, aku............."


"Kita sudahi percakapan kita sampai di sini, Mas" Ibundnya Kiana lalu berbalik badan dan pergi meninggalkan suaminya.


"Kayla! Tunggu! Aku masih sangat mencintaimu, kamu! Jangan tinggalkan aku!" Tabib Danur berlari menyusul Kayla, namun Kayla langsung melesat terbang ke angkasa dan menghilang.


Tabib Danur bersimpuh di atas lantai dan menatap langit petang dengan perasaan campur aduk. Dia menyesali semuanya. Dia menyesali kenapa perjalanan cintanya bersama Kayla tidak berjalan mulus. Padahal Kayla adalah cinta sejatinya. Satu-satunya wanita yang sangat ia cintai.


Dan di dalam sebuah kamar yang sangat luas dan mewah terdengar pekik riangnya Kiana, "Waaahhhh, Debi, selamat!!!!!! Akhirnya kamu menikah dan kamu menikah dengan pria yang sangat baik. Selamat!" Kiana memeluk erat Debi dengan perasaan bahagia yang sangat tulus.


Debi mengusap rambut indahnya Kiana dan berkata, "Terima kasih, Non"


Dan di dalam hatinya, Debi bergumam lirih, semoga Mas Adyaksa bisa mencintai saya seperti dia mencintai Non Kiana.


Agha tiba lebih dulu di istana dan pria tampan dan gagah itu langsung bertanya ke semua dayang yang ia temui, "Di mana Istriku?"


"Nyonya muda ada di paviliunnya Pangeran Adyaksa bersama Debi"


Agha langsung melesat ke sana.


Tidak begitu lama, Bhadra pun sampai di istana, Bhadra langsung disambut hangat oleh Kaisar Abinawa dan Kaisar Abinawa memerintahkan para prajurit untuk membawa permaisuri ke penjara khusus.


"Terima kasih sudah membantu kerajaan ini menangkap permaisuri" ucap Kaisar Abinawa.


"Bukan saya yang melumpuhkan Permaisuri. Saya hanya membantu Agha"


"Lalu, di mana Agha sekarang?"


"Saya rasa dia sudah sampai lebih dulu daripada saya. Dia pasti langsung mencari Kiana"


"Hahahahaha! Dia memang mirip sekali denganku. Ayah dan Anak sama-sama tak bisa berkutik kalau berkaitan dengan wanita yang ia cintai"


"Ayah dan anak?" Bhadra bertanya dengan wajah kaget dan penuh tanda tanya.


"Iya. Agha adalah anak kandungku dengan mendiang ratu Jelita" Sahut kaisar Abinawa.


Bhadra sontak ternganga.

__ADS_1


__ADS_2